
bab 169
.
.
.
Dirumah Revandra. Nada tengah sibuk didapur membuat kue. Zakia yang memang sedang tidak masuk sekolah menghampiri sang mama karna merasa bosan didapur.
Zakia keheranan dengan sang mama yang membuat kue seperti kue ulangtahun namun tidak ada ucapannya.
" siapa yang ulangtahun ma ??" tanya Zakia tiba-tiba.
" tidak ada, " jawab mama Nada dengan tenang.
" tidak ada ?? lalu kenapa mama.membuat cake ??" tanya Zakia lagi.
" mama membuat ini untuk Rans.. besok dia sudah berangkat keLondon dan akan menetap disana, mama benar-benar menyayangkan kepergiannya. ya, sebagai tanda terima kasih karna Rans sudah banyak.membantu kita. termasuk dirimu.." terang Nada dengan pasti.
__ADS_1
" orang mau pergi kok dikasih kue sih ma.. aneh-aneh aja.." tawa Zakia kecil mewaranai ucapannya.
" sayang.. kue ini tanda jika mama menyayangi Rans juga.. , pria baik, tutur katanya sopan, tampan dan jenius mama benar-benar mengharapkan dia ada didalam keluarga kita.." Nada memeluk spatula ditangannya sebari memejam kan matanya.
Zakia keheranan dengan tingkah sang mama. "maksud mama ???"
Nada duduk didepan Zakia dan meletakkan spatula yang bersemayam ditangannya.
" Zakia, mama mau tanya sesuatu..tapi mama mau kau harus menjawabnya dengan jujur." ucap Nada sedikit serius.
tatapan sang mama.yang terlihat serius membuat zakia ikut duduk disisi Mamanya.
" menurutmu bagaimana Rans itu ??" Nada mulai.bertanya.
Zakia sedikit membulatkan matanya, " kenapa mama.bertanya tentang paman Rans ??"
Nada menggenggam tangan Zakia dengan erat. "selama ini mama hanya diam tanpa berani berkomentar ataupun bertanya, karna mama fikir kau bisa menyikapi apa yang kau alami. tapi setelah kau memutuskan dan lebih memikirkan perasaan mama, mama merasa bersalah sayang.. seharusnya mama tidak menuntutmu seharusnya mama bisa mengerti keadaan dan perasaanmu..maafkan mama yang terlihat egois disini.." terang Nada dengan wajah serius dan sendu.
"ma..ma..ma..bicara apa sih.." Zakia berusaha mencerna setiap ucapan Nada.
__ADS_1
" mama membicarakan perasaanmu sayang.. mama tau kau begitu ingin membalas perasaan Rans, tapi karna janjimu kepada mama kau mengesampingkan rasa yang ada dihatimu.." lanjut Nada dengan pasti.
Zakia terkejut dengan ucapan mamanya yang tau semua apa yang ada dihatinya. beberapa kali Zakia mengerjapkan mata, hingga mengatur nafasnya.
" mama memang tidak melahirkanmu, tapi meski begitu apapun yang kau rasakan mama bisa faham sayang... kau begitu tersiksa dengan rasa yang kau pendam sendiri.." terang Nada matanya kini sudah mulai.berkaca-kaca.
Zakia salah tingkah, ia menunduk dan mengatur nafas, membuang muka hingga mendegus secara perlahan.
" Kau boleh menyayangi mama, tapi kau juga harus memikirkan perasaanmu... apa hidupmu akan tenang jika hari-harimu akan terbelenggu dengan bayang-bayangnya.. apa fikiranmu juga bisa fokus jika wajah Rans yang selalu melintas disana..??" Nada mengeluarkan semua yang ingin dikatakan. sementara Zakia belum.berkomentar. secara keseluruhan Yang dikatakan Nada benar adanya, semua memang tengah dialami zakia. fikiran tidak tenang, bahkan tidurpun tidak nyenyak.
" kau memang harus meraih cita-citamu, tapi kau juga harus bisa menyikapi perasaanmu.. kau sudah remaja sayang.." lanjut Nada lagi.
" em.. ma, Za..zakia kekamar dulu ya.. maaf.."Tanpa.menunggu jawaban Mamanya zakia berlari menuju kamarnya.
Ia tidak sanggup lagi mendengar ucapan Mamanya yang semuanya benar telah ia rasakan. Zakia fikir semua hanya karna rasa kasihan, namun ternyata salah...yang ia rasakan adalah rasa cinta yang sengaja dipendam hanya karna ego semata.
.
.
__ADS_1
.