
bab 151
.
.
.
Dengan penuh semangat Rans memarkirkan mobilnya di tepi jalan tidak jauh dari pagar sekolah zakia.
Seakan tidak mau Zakia kecewa, Rans membenarkan penampilannya menggunakan kaca spoin depan untuk melihat sudah benar dan sempurna atau belum tatanan rambut serta wajahnya.
sesekali Rans melirik jam ditangannya, dengan penuh setia ia menunggu Zakia keluar. seolah menjadi anak ABG lagi, hati Rans seakan berbunga-bunga.
Bel sekolah berbunyi menandakan jam pulang telah tiba. gerbang segera dibuka oleh satpam penjaga.
Rans yang melihat segera turun untuk meneliti setiap siswi yang mulai keluar dari sekolah.
Zakia yang bercanda ria dengan teman-temannya tidak menyadari jika Rans sudah memperhatikannya sejak tadi.
" Zakia !!" panggil Rans.
Mendengar namanya dipanggil Zakia menoleh kesumber suara. terkejut namun zakia tetap biasa dengan wajah cerianya.
" wah.. Zakia.. dijemput pacar ni yeee" goda teman zakia.
" sembarangan !! itu pamanku !!" balas.Zakia yang masih melangkah mendekati Rans
" kalau aku punya paman setampan itu, udah pasti aku ajak nikah.." tawa riuh terdengar diantara Zakia dan teman-temannya.
__ADS_1
" kalian bicara apa. sudahlah aku duluan ya ??"pamit Zakia yang mendahului langkah teman-temannya.
"awas Kia, nanti khilaf loo !!" canda teman Zakia.
Zakia berbalik dan mengepalkan tangan lalu diarahkan keteman-temannya yang terus menggodanya. namun teman-teman Zakia malah tertawa lepas dengan respon Zakia.
" maaf ya paman, temanku memang seperti itu.." ucap zakia yang sudah didepan Rans.
" tidak masalah, aku juga pernah merasakan jiwa putih abu-abu." balas Rans yang langsung membukakan pintu mobil.
" paman menjemputku ??" Zakia bertanya
"iya. papamu sedang sibuk, pengawal setiamu sedang menunggu mobilnya dibengkel, tadi kak Vandra memintaku menjemputmu.." terang Rans.
" wah..kebetulan sekali.. maaf ya paman merepotkan.." ucap Zakia sembari masuk kedalam.mobil.
" kau ini seperti dengan siapa saja.." balas Rans yang dengan segera menutup pintu mobil.
" bagaimana ujianmu ??" tanya Rans.
" emm..susah sih, tapi aku masih ingat semua yang aku pelajari, jadi tidak terlalu memusingkan." balas Zakia dengan senyum terus menghiasi wajahnya.
"ya ampun..kenapa senyumnya semakin hari semakin manis saja.. aahh..bisa gila aku seperti ini.." ucap rans namun hanya didalam.hati..
" asal kau rajin belajar semua akan mudah." nasehat Rans.
" paman benar, pantas saja papa juga bilang begitu..aku akan serius belajar sekarang." timpal Zakia dengan semangat.
Rans tertawa kecil dengan tingkah Zakia yang mengangkat tangan hingga dada.
__ADS_1
" apa kau lapar ??" tanya Rans basa basi.
" sedikit, tapi aku harus makan dirumah. mama biasanya menungguku dirumah.." jawab zakia dengan santai
"sabar Rans.." batin Rans lagi.
" oh ya, paman. nanti malam jadi tidak ?? paman bilang mau memberitauku tentang kehidupan diluar negeri ??" tanya Zakia.
" tentu saja jadi. pukul 7 aku akan menjemputmu." balas Rans dengan semangat.
" menjemput ?? memangnya kita mau kemana ??" tanya Zakia lagi dengan polos.
Rans membuang nafasnya dengan kasar. "sabarlah Rans..zakia memang tidak tau kau sedang mencari ksempatan dalam keluguan."batin Rans lagi.
" em..kita ngobrolnya sambil makan malam diluar. lebih santai." terang Rans.
"oh.. begitu, tapi nanti paman harus minta ijin papa dulu.. aku takut papa mengira yang tidak-tidak nanti." ucap zakia.
" kau tenang saja. hanya ijin dengan mudah paman dapatkan." balas Rans dengan percaya diri.
Zakia tertawa dengan Rans yang mengedipkan sebelah matanya, " paman seperti pria genit !!"
Rans ikut tertawa dengan ucapan Zakia.
"manisku..kau tau memang aku sudah genit sejak tadi, kau saja yang tidak sadar..." gumam Rans kembali namun tetap didalam hati. namun
entah kapan ia akan mengatakan isi hatinya kepada Zakia.
.
__ADS_1
.
.