LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 176


.


.


.


Abigal berlari memasuki rumah sakit menuju ruangan dimana Istrinya tengah ditangani oleh dokter. kejadian masa lalu yang menimpa Samantha, seolah menjadi trauma tersendiri bagi abigal. fikirannya begitu kawatir dan gelisah.


Abigal tiba diruangan dimana Samantha ditangani bersamaan dengan dokter yang baru saja keluar dari ruangan itu.


" dokter, bagaimana keadaan istri saya ??" tanya Abigal dengan nafas terengah-engah.


" mari keruangan saya Tuan.." ajak Sang dokter.


Abigal.mengangguk dan segera mengikuti langkah dokter itu.


mama wina yang baru tiba juga begitu cemas, "kenapa.menantu saya bisa pingsan bi ??" tanya mama wina kepada pelayan rumah mereka yang masih disitu.


" saya tidak tau nyonya, nona tadi sedang yoga ditaman belakang, sewaktu saya membawakan jus pesanannya nona sudah pingsan."terang pelayan itu.


" ya sudah, kau kembalilah. saya yang akan menunggu Samantha disini."perintah Mama wina.


" baik nyonya. saya permisi." pelayan itu segera berlalu dari hadapan mama wina.

__ADS_1


dan segera mama wina masuk keruang rawat Samantha..


.


.


" silahkan duduk tuan.." ucap dokter dengan sopan.


Abigal duduk dihadapan dokter dengan perasaan harap-harap cemas.


" sebelumnya saya mau mengucapkan selamat kepada Tuan, istri anda sedang mengandung. usia kandungannya sudah memasuki 8 minggu, mungkin tadi nona samantha pingsan karna lonjakan hormonnya saja. tidak berbahaya hanya karna dulu nona pernah keguguran jadi harus dijaga dengan ekstra untuk saat ini.."terang dokter dengan jelas.


Abigal mematung seolah tak percaya. selama satu tahun ini mereka.memang begitu mendambakan kehadiran malaikat kecil dalam kehidupan mereka, beberapa kali samantha mencoba tes namun hasilnya selalu nihil, tapi kini dokter secara langsung mengatakan jika.Samantha tengah hamil.


" iya saya yakin tuan. tapi supaya lebih jelasnya saya akan mengarahkan nona Samantha kepada dokter OBgyn saja." balas dokter itu sembari membuat lembaran kertas untuk dibawa Abigal.menuju dokter Obgyn dirumah sakit itu.


" terima kasih dok.. terima kasih." ucap Abigal penuh haru dengan menerima lembaran dari sang dokter.


" sama-sama.."balas dokter dengan senyum ramah.


Abigal keluar ruangan dengan hati yang begitu bahagia. "Allahamdulillah..ya Allah.. terima kasih.." gumam Abigal dengan penuh haru.


ia segera berjalan menuju ruangan dokter kandungan berada untuk menyerahkan berkas rujukan dari dokter umum.yang tadi.menangani Samantha.


.

__ADS_1


.


Perlahan Samantha membuka matanya. netranya meneliti kesekeliling dimana ia kini berada, karna seingatnya tadi ia sedang berlatih Yoga dirumah. namun bau rumah sakit bisa tercium dihidung Samantha. Samantha begitu yakin jika.kini ia berada dirumah sakit.


Mama wina yang duduk disisi Samantha segera berdiri ketika melihat pergerakan dari Samantha.


" sayang.. kau sudah sadar ??" tanya mama wina


" ma..aku kenapa dirumah sakit ??" tanya Samantha balik.


" kau tadi pingsan dirumah, pelayan yang membawamu kesini.. apa kau merasa pusing ?? atau yang lain ?? mama panggilkan dokter ya ??" tawar mama wina dengan kekawatirannya.


" tidak usah ma, Samantha hanya lemas saja. entah kenapa samantha juga lupa tiba-tiba bisa pingsan.." cegah Samantha.


" mama tau yang kau fikirkan sayang.. tapi jangan terlalu berlebihan, mama tidak akan menanyakan hal itu lagi, asal.kau sehat dan bahagia bersama Abigal itu sudah cukup.."nasehat mama wina yang bisa menebak.jika Samantha terlalu stres karna memikirkan dirinya yang belum juga hamil padahal sudah satu tahun sejak kegugurannya.


" terima kasih ma..Samantha akan mencoba untuk.tidak terlalu memikirkannya. ma..tolong jangan beritau ayah dan Ibu ya ???" pinta Samantha.


" iya sayang.. mama tidaka akan mengabari.mereka.." balas mama wina dengan kelembutannya mama wina mengusap pipi Samantha penuh kasih sayang.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2