LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 131


.


.


.


Mobil Rans memasuki area rumah Besar Revandra. dengan cekatan ia meraih amplop berisi rekaman CCTv ditempat kejadian kecelakaan kakak iparnya.


atas arahan pelayan rumah, Rans dibawa masuk kedalam rumah besar itu. didalam Rans disambut Revandra dan Nada dengan ramahnya.


" kau datang ?? aku dan istriku baru mau kesana.." ucap Revandra.


" maaf sebelumnya kak, tadi aku kekantormu, tapi adikmu bilang kau dirumah. makanya aku segera kesini.." balas Rans.


" tidak apa Rans.. pintu rumah ini terbuka lebar untukmu." timpal Nada dengan lembut.


" terima kasih kak. kak, aku butuh bantuanmu.." tanpa basa basi dan tidak ingin tertinggal sesuatu, Rans langsung mengutarakan niat awalnya datang kesitu.


" apa yang perlu aku bantu ??" tanya Revandra.


Rans langsung menyerahkan rekaman CCTV kepada Revandra. " ini bukti jika kecelakaan kakak iparku memang disengaja. mobil.box itu menerjang mobil Samantha pada saat lampu merah." terang Rans.


" benarkah itu ?? ya Tuhan.. kejam sekali.orang itu.." Nada mengusap Dadanya yang terkejut mendengar penuturan Rans.


" sayang.. kau temani Zakia latihan dulu ya.. aku akan bicara dengan Rans sebentar."ucap Revandra.


" hmmm...baiklah, Rans.. ikutlah suamiku.. dan kau pa, bantu Rans menemukan pelaku kejahatan kejam ini ya..??" pinta Nada.

__ADS_1


" pasti.." dengan tidak tau malunya Revandra mengecup kening Nada didepan Rans..hingga membuat Rans memalingkan wajahnya.


" papa !!" tegur Nada yang langsung melangkah pergi.


Revandra hanya tersenyum melihat tingkah sang istri. kemudian ia beralih menatap Rans,


" sudah selesai ciumannya !! ayo ikut aku.." ucap Revandra yang langsung memutar kaki menuju ruang rahasianya sementara


Rans mengekor dibelakangnya.


.


.


Dirumah sakit, mama wina baru tiba membawakan pakaian ganti untuk Abigal, serta makanan untuk bedsan dan putranya. Abigal tetap setia duduk disisi Samantha dengan tangan menggenggam jemari Samantha. seakan tidak ingin terpisah. melihat semua itu mama wina merasa terharu.


" bagaimana keadaanya bu Rani ??" tanya mama wina dengan berbisik.


" saya bawakan makanan bu. kalau.Ibu rani dan pak Ridwan lelah Pulang saja dulu dan istirahat., saya akan disini bersama Abi.." ucap mama wina.


" tidak bu, saya masih ingin disini.." timpal Ibu Rani.


" Bu, ibu juga butuh istirahat.. tidak apa kita bergantian berjaga disini.. Samantha juga putri saya,.." balas mama wina.


" baiklah Bu wina, saya titip sebentar putri saya.. saya dan istri akan kembali dulu berganti baju.." setuju pak Ridwan.


" pasti pak, saya akan disini selalu." balas mama wina dengan lembut.


Ibu Rani dan pak Ridwan tidak berani berpamitan dengan abigal, yang terus duduk dihadapan Samantha, tanpa menoleh siapapun

__ADS_1


" pergilah bu, pak, Saya nanti yang akan mengatakannya pada Abi.." seakan tau fikiran besannya, Mama wina memberi solusi.


" baiklah. kami permisi dulu bu wina.." pamit pak Ridwan.


.


.


" sayang.. bukalah matamu.. aku mohon.." bisik Abigal sesekali ia menciumi punggung tangan Samantha.


" aku berjanji tidak akan membiarkan kau pergi sendiri..bangunlah sayang.." lagi dan lagi, Abigal sesekali terus memanggil Samantha agar mau membuka matanya.


namun seakan masih ingin tidur lebih lama, Samantha tidak bergeming sedikitpun. ia terus setia dengan mata terpejam tanpa bergerak.


mama wina memeluk Abigal dari belakang. "bersabarlah sayang..kuatkan hatimu. tegarkan dirimu..Allah masih memberimu ujian.." hibur mama wina.


" ma, Samantha pasti kesakitan ma.. lihatlah..lihatlah sebanyak.ini alat yang ada ditubuhnya.." balas Abigal.


" semua untuk kesembuhannya sayang.. tenanglah.. percayalah samantha pasti akan segera sadar.." timpal mama wina.


Abigal hanya bernafas lemah dengan mata nanar, sesaat ia teringat ucapan Samantha ketika liburan.


" apa kau sudah merasakan jika ini akan terjadi sejak disana ?? maafkan aku yang tidak peka sayang.."Abigal kembali merutuki dirinya dengan menunduk kan kepalanya ditangan Samantha.


mama wina setia mengusap punggung putra pertamanya itu.terus dan terus memberi kekkuatan dan terus berdoa, putra tangguhnya kini sedang benar-benar terpuruk dalam sebuah kesedihan yang luar biasa.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2