
bab 102
.
.
.
" kakak baik-baik saja ??" tanya Zakia pada Revia yang masih mematung dengan sisa keterkejutannya.
" kak.." Zakia.menepuk.pundak Revia hingga Revia tersentak dan tersadar.
" oh.. iya. terima kasih Zakia. kau sudah menolongku.." balas Revia berusaha tetap tenang.
" kakak masih mengingat namaku ?? wah.. .." ucap Zakia dengan senyumnya.
" tentu saja. kau keponakannya Rans kan ??" Revia
" betul sekali. dan kakak kan kakaknya Dio ?? nama kakak kalau tidak salah kak Revia kan ??" balas Zakia.
Revia mengangguk dengan senyum menghiasi wajahnya.
keduanya tertawa kecil bersama.
" oh ya. kenapa tadi preman-preman itu mau.melukai kakak ??" tanya Zakia.
"mereka mau merampok, mobil kakak mogok, jadi kakak.tidak bisa pergi." jawab Revia.
"oww gitu, kakak mau kemana ??" tanya Zakia lagi.
" nona mari.kita pulang. nyonya akan.marah jika-" belum sempat Ucapan gondrong selesai Zakia sudah menimpalinya.
" paman tidak.lihat, kak Revia butuh bantuan !!! apa kita akan meninggalkannya !!!"
gondrong diam seketika.
" zakia. kakak bisa pulang naik taksi kok, kau pulanglah.." ucap Revia penuh kelembutan.
__ADS_1
"disini jarang taksi lewat kak, jalanannya saja sepi begini. nanti bukan taksi yang datang malah perjahat lagi.. sudahlah ayo ikut Zakia saja, nanti aku antarkan.." balas Zakia.
" tapi nanti kalian jadi repot..-"
" ahh.. tidak, nanti aku akan menghubungi mamaku agar tidak kawatir." timpal.Zakia sambil menatap gondrong.
" baiklah. mari nona silahkan."gondrong membukakan pintu mobil.untuk kedua wanita cantik dengan beda usia itu.
" ayo kak.." ajak.Zakia yang.masuk terlebih dulu.
"maaf merepotkan pak.." ucap revia pada gondrong.
" tidak masalah nona. silahkan." balas gondrong.
Revia masuk kedalam mobil Zakia dan cepat- cepat gondrong berlari kekursi kemudi lalu melesatkan mobil pergi dari tempat itu.
" Zakia, kau ikut Karate disekolah ya ??" tanya Revia memulai percakapan didalam mobil.
" tidak kak, " jawab Zakia dengan singkat.
" kakak jangan bingung. aku diajarkan papaku dulu. sekarang sudah tidak.lagi, mama melarangnya." timpal Zakia yang seolah tau apa yang ingin ditanyakan Revia.
" oww begitu. tapi kau hebat sekali.. kau bisa dengan mudah melumpuhkan para preman tadi." puji Revia.
" hanya kebetulan kak, kalau dia masih preman kelas rendah aku masih bisa. tapi jika sudah kelas tinggi aku pasti kuwalahan, seperti waktu itu, waktu aku mau kepesta dio, dijalan aku dikeroyok preman, untuk ada paman Rans yang menolongku." terang Zakia.
" benarkah ?? kau terlihat dekat ya dengan Rans ??" tanya Revia dengan senyum keramahannya.
" dekat si tidak, tapi kami sudah seperti keluarga." jawab zakia.
Revia mengangguk tanda mengerti,
" kakak dokter ya ??" tanya Zakia yang memperhatikan Dimana Reviammasih menggunakan jas putihnya.
" iya, kenapa ??" tanya Revia balik.
" tidak, aku juga mau jadi dokter nanti." jawab Zakia.penuh semangat.
__ADS_1
".jadi kau sekelas dengan dio berarti ??" timpal.Revia.
"iya." balas Zakia.lagi.
"apa.yang membuatmu ingin.menjadi dokter ?? bukannya papamu pengusaha terkenal ?? apa kau tidak mau.meneruskan usahanya ??" tanya Revia.
Zakia.membuang nafasnya perlahan
" cita-cita menjadi dokter itu berawal ketika mamaku koma sewaktu melahirkan adikku, banyak dokter yang dipanggil papa tapi tetap tidak bisa membangunkan mama hingga satu tahun berlalu. sejak saat itu aku bertekad ingin menjadi seorang dokter, agar jika nanti keluargaku sakit aku bisa mengobatinya, papa dan mama memberiku kebebasan dalam hal ini Kak, mereka mendukung apapun keputusanku jika itu untuk kebaikan." terang Zakia
Revia menatap lekat Zakia, Zakia memang gadis ceria dan mudah bergaul dengan siapapun, " pantas saja Rans begitu menyukai gadis ini.."batin Revia.
" oh ya kak, bagaimana rasanya menjadi dokter ??" tanya Zakia sambil.memegang tangan Revia.
" em.. kakak juga masih baru menjalani peran sebagai dokter. tapi karna ini.memang cita-cita kakak sejak dulu, kakak sangat menikmatinya." jawab Revia dengan penuh kelembutan.
" kakak ini seperti mamaku, jika bicara penuh dengan kelembutan. pantas paman Rans terlihat menyukai kakak."puji Zakia.
Revia membulatkan matanya. " apa kau bilang ??"
Zakia malah tertawa lepas dibuatnya. " aku berfikir jika paman Rans menyukai kakak."
" itu mustahil.." balas Revia lirih dengan wajah bersemu merah.
"kak, aku boleh.minta nomer ponsel.kakak tidak ??" tanya Zakia lagi.
Revia menerbitkan senyumnya dan mengangguk pelan.
segera Zakia mengeluarkan ponselnya dengan girangnya dan menyerahkan kepada Revia.
.
.
.
.
__ADS_1