
bab 81
.
.
.
Mama wina dan Ibu Rani berjalan mendekati anak-anak mereka dengan senyum kebahagiaannya.
" akhirnya, yang mama tunggu terjadi juga.." ucap mama wina.
" q tau ini yang mama inginkan, sama seperti apa yang q inginkan.." balas Samantha.
" dugaan mama tidak pernah meleset sayang.. kau yang terbaik, kau bisa menjadi pencerah dalam kegelapan kami.." puji mama wina.
" jangan berlebihan bu wina, Samantha masih perlu belajar."timpal Ibu Rani.
" oh ya, bagaimana jika.kita makan malam bersama disini bu wina ?? sebentar lagi ayahnya samantha juga pulang.." ajak ibu Rani.
" ide yang bagus bu Rani, bagaimana Rans ?? apa kau mau ??"mama wina beralih keputranya.
" tentu saja ma.. sudah lama kita tidak makan malam bersama." jawab Rans penuh antusias.
semua setuju dan penuh bahagia.
tak lama pak ridwan juga sudah tiba, makan malam berlangsung hangat dengan candaan dan tawa dua keluarga yang menyatu itu.
__ADS_1
" oh ya, ibu, ayah, mama.. Abi mau mengatakan sesuatu." ucap abigal yang sudah menyelesaikan makanannya.
" ada apa Nak Abi ??" tanya pak Ridwan.
Abigal.menggenggam erat tangan samantha dengan senyum bahagianya.
" lusa q akan mengadakan resepsi pernikahanku dengan Samantha. semua sudah diurus temanku, mama, ibu dan Ayah hanya perlu datang saja. termasuk juga kau anak nakal !!" Abigal beralih menatap Rans yang masih menikmati buah segar.
" kakak q sudah besar sekarang !!" protes Rans.
Abigal hanya mencebikkan bibirnya.
" secepat itu ??" tanya ibu Rani.
"iya bu, sebenarnya ini sudah saya persiapkan sejak lama," jawab Abigal.
Samantha tidak bisa berkata lagi, impiannya memiliki keluarga yang harmonis kini mulai terwujud,.
setelah makan malam selesai, Abigal berbincang hangat dengan mertua dan mamanya. sedangkan Samantha yang baru selesai membereskan meja makan tak sengaja melihat Rans yang berdiri diteras samping rumah Samantha.
" apa yang kau fikirkan ??" tanya samantha yang sudah disisi Rans.
" kakak ipar..maaf q tidak.melihat.." balas Rans sedikit terkejut.
"jika tidak ada kakakmu, panggil samantha saja, q tau kau belum.bisa.." timpal Samantha.
" tidak, q harus membiasakan diri. q tidak mau mengulang kesalahan yang sama" ucap Rans.
__ADS_1
" kau pria baik Rans, semoga kau mendapatkan wanita yang lebih baik juga nanti.." balas Samantha.
" semoga, tapi sepertinya q masih harus fokus.pada perusahaan dulu.. q tidak mau kak Abi kecewa lagi padaku.." kata Rans.
" menghormati kakakmu itu memang sudah kewajibanmu, tapi kau harus memikirkan kehidupan pribadimu juga, jangan semua menurut pada kakakmu saja, lagian sepertinya banyak wanita yang menunggumu, termasuk maudy, bukannya kau masih mengingatnya ??.." terang samantha.
" mana mungkin maudy menyukaiku kak.." balas Rans pengucapan kakak masih sedikit kaku hingga membuat Samantha tersenyum.
" yang menjebak kita malam itu adalah maudy, semua dia lakukan hanya demi merebutmu. q mengetahuinya setelah mas Abi menyelidikinya." terang Samantha.
"benarkah ??" Rans terlihat terkejut seakan tak percaya.
Samantha mengangguk pasti, "q bisa memakluminya, selama ini dia memendam perasaannya padamu cukup lama.."
" tapi sa..emm..maksudku kak, yang membantuku kabur dari rumah kak Vandra juga maudy !!? bahkan dia yang membantuku membawamu dan menyadap cctv rumahku ?!! apa jangan-jangan..." Rans menatap samantha seolah saling beristeraksi dalam tatapannya
" apa perlu q meminta mas Abi menyelidiki lagi ??" tanya Samantha.
" tidak, biar q sendiri saja yang mencari tau. jika q sudah kesusahan q akan menghubungi kak Abi sendiri.." jawab Rans dengan pasti.
" jika benar semua sudah direncanakan, entah q bisa memaafkan dia atau tidak.." batin Rans.
Keduanya bersama menatap langit malam yang terang benderang.
.
.
__ADS_1
.