LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan cinta


__ADS_3

bab 72


.


.


.


" bertahanlah q mohon.." gumam Revia yang sedang berusaha menyelamatkan janin Samantha.


pendarahan hebat yang terjadi menyebabkan Janin Samantha dipertaruhkan disini. Revia memindahkan kembali samantha keruang operasi untuk penanganan darurat lebih lanjut.


sementara Rans jangan ditanya lagi. ia semakin panik ia sama sekali tidak menyangka jika keadaan Samantha seserius ini.


setelah beberapa menit akhirnya pintu operasi terbuka. Revia nampak kelelahan dengan semuanya. ia keluar dengan wajah redup tanpa senyumnya.


" Revia, bagaimana keadaan Dia ??" tanya Rans dengan wajah penuh harap.


" Rans kita bicara di ruanganku saja ya.." ajak Revia sambil menatap Rans dengan lekat.


Rans mengangguk pelan." tapi dia tidak apa-apa kan ??"


" dia sudah jauh lebih baik, sebentar lagi suster pasti memindahkannya diruang rawat."jawab Revia sambil melangkah menuju ruangannya.


.


.


Abigal memarkirkan mobilnya dihalaman apartemen.


Revandra meneliti setiap sudut, takut jika ada yang memata-matai mereka.

__ADS_1


Abigal segera turun diikuti Revandra. mereka berdua berjalan memasuki Apartemen yang diyakini mereka tempat dimana Rans bersembunyi.


" dilantai berapa ??" tanya Abigal pada Revandra.


" Romi belum.mengirimnya.."jawab Revandra sambil terus mengutak atik ponselnya.


" kenapa lambat sekali sih !!" protes Abigal yang sudah didalam lift.


" ah.. ini dia.." Revandra langsung menekan tombol nomer yang dikirim asistennya, dimana apartemen Rans berada.


sedikit berlari Abigal langsung mengetuk pintu dengan nomer yang disebutkan Revandra.


tok..


tok..


tokk..


" cari siapa tuan ??" tanya wanita itu.


" apa benar ini apartemen ditempati pria dengan nama Rans ??" tanya Abigal balik.


wanita itu meneliti dua pria didepannya.


" ibu jangan kawatir. dia ini kakaknya Pria bernama Rans itu. apa perlu saya keluarkan kartu keluarga mereka ??!!" ucap Revandra yang seolah tau keraguan dihati wanita itu.


" oh.. iya betul tuan Rans yang menempati Apartemen ini, tapi sekarang sedang tidak dirumah, tuan kerumah sakit." balas Wanita tua itu.


" kerumah sakit ?? memang ada apa bu ??" tanya Abigal penuh kawatir.


" semalam tuan Rans datang dengan seorang wanita, tadi pagi wanita itu kesakitan diperutnya lalu tuan membawanya kerumah sakit, sampai sekarang belum kembali." terang wanita itu.

__ADS_1


" a..apa ?? w..wa..nita ?? sakit..?? di..dirumah sakit mana ??!!" tanya Abigal dengan kepanikannya.


" deket sini tuan. ngk jauh kok." balas wanita itu.


tanpa.berkata apapun abigal.berlari memasuki Lift diikuti Revandra. wajahnya memerah dan penuh kepanikan. rasa kawatir yang menyelimutinya semakin bertambah apalagi.mendengar Samantha yang kesakitan diperutnya.


" tenanglah, kita berdoa saja semoga Samantha baik-baik saja." ucap Revandra mencoba menguatkan.


Abigal memejamkan matanya, dengan tangan terkepal kuat.


" apa yang terjadi padamu sayang.. semoga kau baik-baik saja." gumam abigal dalam hati.


.


.


.


Dengan langkah gontai Rans keluar dari ruangan Revia. penjelasan Revia seolah menjadi sebuah tombak besar yang menacap sempurna dihatinya.


kata-kata Revia terus saja terngiang ditelinga Rans.


" Rans, wanita tadi mengalami pendarahan serius karna dia terlalu banyak menghirup obat bius dengan dosis tinggi, usia kandungannya masih terlalu muda, memang sangat fatal akibatnya jika ibu hamil menghirup obat bius dengan dosis tinggi, maafkan q yang tidak bisa menyelamatkan janinnya, q terpaksa mengeluarkan janin dalam perut wanita itu, dosis tinggi pada obat bius yang dihirup wanita itu yang menyebabkan janin semakin melemah dan akhirnya harus gugur." itulah penjelasan Revia kepada Rans.


Rans terduduk lemas dengan penyesalan yang mendalam. ia lah yang menyebabkan samantha kehilangan janinnya.


air mata mengalir begitu saja dipipi Rans ketika menyadari betapa berdosanya ia hanya karna keegoisannya yang ingin memiliki Samantha seutuhnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2