
bab 43
.
.
.
Samantha sudah rapi dengan setelan dress putih, ia nampak anggun meski hanya memakai make up tipis.
Sedangkan Abigal memilih memakai kemeja dan celana santai panjangnya.
hal itu membuat Samantha terheran-heran.
" mas, mas tidak.kekantor ??" tanya samantha.
" tidak, ini juga sudah siang." jawab abigal sekenanya.
" maaf mas, karna q kelamaan menangis tadi mas jadi tidak kekantor." ucap samantha.
" bukan salahmu, q memang sengaja mau mengajakmu jalan-jalan hari ini.." balas Abigal yang menggandeng lengan samantha dan membawanya keluar dari kamar.
Samantha menerbitkan senyumnya ketika mendengar penjelasan abigal. suaminya itu selalu berusaha membuat samantha bahagia.
" mas, berarti hari ini q juga tidak kekampus ??" tanya samantha dengan polos.
" tentu saja tidak sayangku.. hanya hari ini tidak apa-apa kan ??" jawab Abigal.
Samantha menggelengkan kepalanya dengan senyum bahagianya.
Abigal mencium kening Samantha meski didalam lift Abigal berusaha selalu membuktikan jika mereka adalah pasangan suami istri yang saling mencintai.
pertama Abigal membawa Samantha untuk sarapan, meski hari sudah menjelang siang, tapi perut mereka belum terisi apapun sejak pagi, karna kelelahan dengan aktivitas ranjang, mereka sampai memgabaikan pegawai hotel yang mengirimkan sarapan.
disebuah restoran sederhana pilihan samantha menjadi tempat untuk mereka mengisi perut yang sudah meronta meminta makan.
" sayang, kau yakin kita makan disini ??" tanya Abigal yang mengikuti langkah sang istri memasuki resto itu.
" tentu saja, jangan lihat sederhananya, tapi menu diresto ini sangat enak-enak. ayah dan Ibu jika sudah gajian selalu membawaku kemari.: jawab samantha antusias. segera ia menarik suaminya itu menuju sebuah meja.
__ADS_1
ia memilih meja pasangan yang hanya untuk dua orang saja.
setelah memesan, tak lama beberapa menu makanan sudah tersaji dengan rapi didepan mereka.
keduanya menikmati dengan candaan dan penuh rasa bahagia.
selesai menikmati makanan itu Abigal langsung membawa Samantha menuju sebuah pusat perbelanjaan yang terkenal dikota itu.
" mas untuk apa kita kesini ?? jangan beli baju lagi ya,, baju yang dibelikan mama saja belum semuanya q pake.." ucap Samantha dengan polosnya.
Abigal hanya bisa.menyunggingkan senyum. ia membukakan pintu untuk istrinya. segera ia menarik samantha.
" ikutlah, q ada kejutan kecil untukmu." bisik Abigal ketika melingkarkan lengannya dipinggang ramping samantha.
" mas, malu jika dilihat orang." balas Samantha dengan wajah bersemu merah.
" kenapa malu ?? kita kan suami istri.. sudah sah sayang.." Abigal berkata begitu sambil.menghadiahi ciuman mesra dikening Samantha.
samantha hanya membalas dengan senyum malu-malunya. ekspresi seperti itu yang membuat Abigal sangat bahagia dan senang.
tanpa menunggu apapun Abigal membawa samantha memasuki sebuah pusat perbelanjaan yang super duper besar dan megah itu.
Samantha sedikit heran dengan Abigal yang membawanya menuju sebuah tempat dimana menjual berbagai macam perhiasan.
" pesananku sudah jadi ??" tanya Abigal tanpa basa basi.
" sudah tuan, anda tepat waktu sekali. sebentar kami ambilkan" jaawab pegawai itu
Abigal hanya mengangguk, sambil menunggu pegawai itu mengambilkan pesanannya.
" mas, mas aAbi pesan apa ??" tanya samantha sedikit berbisik.
" sesuatu untukmu." jawab abigal dengan kedipan matanya.
tak lama Pegawai keluar dengan tangan memegang sebuah nampan berisi kotak perhiasan sesuai pesanan Abigal.
" silahkan Tuan dilihat dulu." pegawai itu mempersilahkan.
Abigal meraih kotak itu dan langsung membukanya.
__ADS_1
sebuah cicin pasangan, bisa dibilang cicin pernikahan bertengger indah didalam kotak. desain yang sederhana namun tetap terlihat mewah karna ukiran nama dengan diamond disetiap sisi membuat Samantha terkagum-kagum.
" lihatlah, apa kau suka?" tanya Abigal sambil memperlihatkan cicin itu pada Samantha.
" mas, ini indah sekali... tapi mas mau belikan cicin pernikahan untuk siapa ??" pertanyaan samantha membuat abigal tertawa geli.
" coba kau baca ukiran kecil disekeliling cincin itu" ucap Abigal
Samantha meneliti dengan seksama, tertulis indah nama Samantha dan Abigal disana. Setelah mengerti samantha tersenyum penuh haru dengan semua itu.
" kita menikah tanpa cincin pernikahan waktu itu. maaf kan q, makannya q berniat membelikannya untukmu, agar semua orang tau kau itu istri Abigal. q tau ini terlambat, tapi q akan berusaha menjadi lebih baik." terang abigal.
Samantha terharu dengan ucapan suaminya. tanpa sadar samantha memeluk Abigal dengan erat.
" terima kasih mas, mas selalu tau apa yang q fikirkan.." ucap samantha.
" baiklah, mari kita coba cincinnya." ajak Abigal.
Samantha segera melepas pelukan suaminya itu.
sesuatu yang tidak dibayangkan samantha seblumnya. Abigal berjongkok didepan Samantha dengan tangan memegang kedua tangan samantha.
" samantha, q tau q bukan pria baik seperti para pria diluar sana. q banyak sekali kekurangan. tapi q sangat mencintaimu, rasa didalam hatiku benar-benar tulus untukmu. Samantha, maukah kau menemaniku sampai akhir hayatku ?? menjadi ibu dari anak-anakku kelak ?? mendampingiku dalam segala keadaan ?? Samantha will you mery me ??" untaian kata dari Abigal membuat samantha menitikkan air mata.
adegan mereka menjadi tontonann para pengunjung mall yang antusias melihat.
" mas, bukannnya kita sudah menikah ?? kenapa kau mengajakku menikah lagi.." ucap Samantha dengan senyum manisnya.
" dulu q belum melamarmu, makanya q berniat melamarmu sekarang." jawab abigal
jangan ditanya lagi, hanya rasa bahagia yyang kini dirasakan samantha. Abigal membuktikan dengan nyata jika ia sangat mencintai Smanatha.
" yess I Will.." balas Samantha dengan lantang.
Abigal tersenyum penuh kepuasan. ia segera memasangkan cincin dijari manis Samantha. begitupun sebaliknya.
keduanya berpelukan dengan erat, tepuk tangan dari para pengunjung yang melihat menambah rasa bahagia dihati sepasang suami istri itu.
.
__ADS_1
.
.