
bab 135
.
.
.
Kedatangan Revandra dan Nada disambut hangat mama Wina. begitupun dengan Abigal. meski gurat kesedihan masih terlihat jelas diwajahnya, namun seakan Abigal sudah bisa mulai tenang..
" tuan Abi yang sabar ya.. semoga nona Samantha segera sadar.." ucap.Nada.
" terima kasih.."balas Abigal.lirih.
Revandra hanya diam, dia mengusap dagunya seakan memikirkan sesuatu.
" sayang, bisakah kau temani nyonya wina disini ?? aku mau mengajak Abi minum kopi ??" pinta Revandra pada Nada.
Nada membulatkan matanya. suaminya benar-benar tidak memiliki empati, dikondisi seperti itu, bisa-bisanya malah mengajak minum kopi.
" papa.." tegur Nada.
" hanya sebentar.. nyonya wina, bolehkan ??" Revandra beralih kemama wina.
" boleh saja. Abi juga perlu udara segar.." balas Mama wina yang mendekati Abigal. " pergilah sayang, mama akan menjaga Samantha disini.. rilekskan fikiranmu, agar kau kuat menjaga Samantha nanti.." kata mama wina.
Abigal belum.menjawab, ia memilih menatap Revandra yang mengangguk. seperti berbicara melalui telepati Abigal sudah mengerti.
" aku titip Samantha ma.." ucap Abigal lirih.
" pasti sayang.. mama akan menjaganya.." balas mama wina.
Abigal mendekati brankar dimana Samantha terbaring. perlahan dengan lembut Abigal mencium kening Samantha.
__ADS_1
" sayang tunggu sebentar ya.. aku harus menyelesaikan sesuatu.." bisik Abigal.
setelahnya, Abigal langsung melangkah keluar diikuti Revandra.
.
.
Rans berada dimobilnya, atas saran Revandra Rans menuju rumah Maudy, entah apa yang direncanakan teman kakaknya itu, Rans hanya percaya jika semua perlu dilakukan. sampai-sampai Rans harus pergi dari rumah Revandra lebih awal, padahal ia begitu ingin lebih lama lagi disana. modus kaleee pengen deket Zakia si anak ABG😁😁😁
pelan tapi pasti Rans sudah sampai dan menekan bel dirumah yang diyakininya adalah rumah Maudy.
tak lama pintu terbuka, nampak seorang pelayan menyambut Rans dengan Ramah.
" maaf tuan. cari siapa ??" tanya Pelayan itu.
" ini benar Rumah bapak Harto ??" tanya Rans balik.
"bentul. ada perlu apa ya ??" balas pelayan itu.
" oh.. nona, ada .." pelayan mulai mengerti.
" bisa saya bertemu dengannya ??" tanya Rans lagi.
" ada apa kau kemari ??!!" suara lantang dari Maudy terdengar dari pintu. Maudy berjalan mendekat hingga terlihat sempurna jika itu memang maudy.
" aku ingin kita bicara." balas Rans singkat.
" mau menyalahkanku lagi ?? atau.mengintrogasiku ??!" terka Maudy sambil melipat kedua tangannya.
" tidak. aku hanya ingin bicara." timpal Rans.
Maudy mendegus kesal. " ayo ikut.." Maudy memutar langkahnya, membawa Rans kehalaman belakang yang dipenuh taman dinding.
__ADS_1
" jadi ada apa ??" tanya Maudy masih dengan suara ketus.
" aku mau minta maaf padamu. aku sudah melihat rekaman CCTV itu, maafkan aku menudukmu yang bukan-bukan." jawab Rans wajahnya tetap datar nyaris tanpa ekpresi.
," oh.. sudah.." meski hatinya bahagia karna rencananya sukses, Maudy masih berusaha ketus pada Rans.
" soal yang waktu itu, aku akan menarik ucapanku.. kita bisa berteman sekarang.." terang Rans dengan menatap lekat maudy.
Maudy memicingkan salah satu matanya. "hanya karna aku menolong Samantha, kau bisa langsung memaafkan ku ?? apa.kau masih menyukai samantha ?? sadarlah Rans.. dia kakak iparmu !!?"
" aku sudah tidak mengharapkannya lagi..tapi akan lebih bagus jika kita memulai kedekatan dengan pertemanan kan ??" tawar Rans.
" tidak !! aku tidak mau kau permainkan lagi !! cukup lama aku memendam rasa seorang diri !!" bantah Maudy.
" baiklah, lalu apa keinginanmu agar kau mau memaafkanku ??" tanya Rans.
Maudy tersenyum licik dengan wajah berpaling. " kau harus menjadi kekasihku, hanya itu."
"ternyata benar dugaan kak Vandra." batin Rans.
" apa.harus ??" Rans mencoba memastikan.
" tentu saja.. terserah kau mau atau tidak. aku juga tidak akan memaksa," balas Maudy.
" baiklah, aku menyetujuinya. tapi aku juga ada syarat untukmu ??" timpal rans.
kening maudy berkerut. " syarat ?? apa ??"
Rans tersenyum misterius hingga membuat maudy semakin penasaran.
.
.
__ADS_1
.