LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Romantis?


__ADS_3

Setelah kejadian tadi pagi, Nathan dan Anindya terlihat saling kaku. Anindya bahkan sampai menunduk ketika melihat Nathan yang seolah-olah berjalan kearahnya, walaupun sebenarnya bukan.


Ingin rasanya, Anindya membantu Nathan yang terlihat kesulitan membuka kaos bajunya, namun, mengingat kembali ucapan Erick, ia akhirnya membatalkan keinginannya.


Yah, daripada di pikir mesum olehnya, Anindya beranggapan seperti itu, tanpa mengetahui bahwa sebenarnya Nathan sendiri sebenarnya merasa, Erick terlalu berlebih-lebihan kepada Anindya dan berkeinginan untuk membuat Erick encok keesokan harinya.


Yah, semoga saja terkabul.


"Ehm, Anindya, apa kamu bisa membantuku membuka kaos ini? karena aku ingin menggantinya dengan pakaian santai, agar bisa menyesuaikan pakaian sesuai keadaannya," Nathan memanggil Anindya yang terlihat tengah melamun sembari terus menatapnya.


"Ehm, baiklah,"Anindya mengangguk ragu. Tubuhnya perlahan mendekat dengan tubuh Nathan yang atasannya hampir terjatuh semuanya, kemudian membantu Nathan membukanya.


Namun, masalahnya tinggi tubuh yang tidak seimbang, membuat Anindya tidak bisa membantu Nathan dengan sekuat tenaga.


Alhasil, ia akhirnya memilih menarik leher, Nathan agar mendekat ke arah wajahnya, hingga hidung mereka bersentuhan.


Anindya tanpa sadar merekahkan senyumnya, begitupun dengan Nathan yang terlihat sedang berusaha membuka hati untuk Anindya.


"Kau sangat brutal," Nathan tanpa sadar berucap hal cabul. Membuat Anindya refleks, memukul tengkuknya yang di balas ******* merdu oleh Nathan.

__ADS_1


"Akhh,"


"Heh! tuan!" Anindya mundur dengan pipi yang terlihat merona. Mendengar ucapan Anindya yang sepertinya tengah kesal, membuat jiwa usilnya membara.


Tangannya dengan jahil, meraba di sekitarnya, hingga akhirnya menemukan tempat yang menjadi sasarannya. Pinggang Anindya.


Meremasnya sejenak, kemudian tertawa melihat Anindya yang juga tertawa geli di pundaknya.


Tanpa menyadari bahwa, Erick Tengah memantau Mereka berdua dari CCTV yang Dengan sengaja di pasangnya. Agar ia, tahu, bagaimana sifat Nathan pada perempuan yang di bawanya.


Erick yang melihat kejadian itu, langsung memerah. Wajahnya terasa amat panas dengan senyuman yang entah beberapa kali ia sembunyikan.


Beberapa pengawal, yang melihat itu hanya mendatarkan wajahnya. Berusaha menahan tawa, yang tidak lama lagi akan keluar. Erick yang melihat hal itu berdehem ringan. Mengembalikan ekspresinya agar kembali seperti semula.


"Tuan jangan begini ah! malu astaga!" Anindya berusaha melepaskan tangan Nathan dari pinggangnya. Namun, bukannya lepas tangan Nathan malah semakin erat memeluk pinggang Anindya, hingga akhirnya tubuh mereka berhimpitan tanpa ada jarak sedikit pun diantaranya.


Nathan tersenyum. Ia pikir menggoda Anindya tidak akan seseru ini, namun ternyata pemikirannya salah. Menggoda Anindya yang pemalu itu menyenangkan.


Dan, tanpa sadar, Nathan telah membuka celah untuk nama Anindya masuk ke dalam hatinya. Perlahan senyuman yang dahulu ia kini kembali terpancarkan.

__ADS_1


Jangan tanya kenapa, karena orang yang sedang dalam tahap jatuh cinta memang tidak akan normal kelihatannya.


"Saya pikir kamu gak bisa malu. Soalnya dari tadi bicaranya baku terus sama saya," Nathan kembali menggoda Anindya yang semakin merona. Tangannya kini merambat, meraba-raba tubuh Anindya hingga menemukan wajahnya. Kemudian menangkup pipi Anindya yang sedikit tirus dengan kedua tangannya.


"Saya baru sadar kamu kurus sekali. Kamu umur berapa sih? kok kaya masih umur 16 tahun ya?" Lagi Nathan menggoda. Namun, kali ini tidak dengan nada yang bercanda. Namun dengan nada yang terdengar sangat serius.


Anindya yang mendengar itu hanya menampilkan senyuman manisnya. Tanpa sadar ia menggelengkan kepalanya dan berakhir bibirnya mengecup telapak tangan Nathan yang ada di pipinya.


"E-eh?"


Hmpp!


Nathan bersemu. Tangannya langsung refleks beranjak dari pipi Anindya, kemudian menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


Dengan sesekali menatap Anindya malu-malu, persis seperti seorang kucing kecil yang baru saja dijinakkan oleh majikannya.


Dan, Anindya suka itu!


Nathan terlihat sangat manis dengan sikap pemalunya. Itu, membuat Anindya bersyukur. Setidaknya pemikirannya tidak salah. Keinginannya untuk menikah dengan Nathan itu adalah benar. Dan, kini ia bisa merasakan bagaimana nikmatnya.

__ADS_1


Meskipun saat ini, mungkin, belum tumbuh cinta dihari Nathan.


Tapi, itu bisa di pupuk kan?


__ADS_2