
HAII READER KU TERSEYENG
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ^^^
"Aku pulang dulu ya,soalnya ada urusan yang penting," pamit Alika.
"Ya kok main pergi saja sih Yang,aku kan masih kangen," lirih Raka.
"Jangan lebay deh kamu,kemarin kemarin saja tidak peduli kalau aku pergi yang ada kamu malah asyik dengan dunia sendiri," sindir Alika.
"Tidak juga Kok Yang,aku kan kerja untuk masa depan kita untuk anak anak kita nantinya," jelas Raka.
"Hah,terserah kamu saja,ingat jangan nakal ya disini atau aku bakal cari yang lebih ganas dan ganteng nya lebih dari kamu," goda Alika.
"Yang ,coba saja kalau berani aku bakal langsung lamar kamu di orang tua kamu," Ancam Raka.
"Aku pulang," teriak Alika yang sudah bangun dan hendak keluar.
__ADS_1
Entah mengapa saat mendengar perkataan Raka tentang melamar,Alika merasa hampa dan tak ada perasaan bahagia sama sekali.
"Astaga nih anak pulang beneran," gumam Raka yang melihat punggung Alika sudah menjauh darinya.
Ketika Melihat Vika yang sudah tersenyum kepadanya,Raka langsung melupakan kegundahan hatinya dan langsung memikirkan urusan ************.
"Kamu ayo keruangan saya sekarang!" Tunjuk Raka kearah Vika yang mana membuat wanita itu tersenyum penuh kemenangan.
Ia tahu bahwa Raka sedang gundah,tapi tak bisa menolak keinginan nya untuk bermain dengannya.
"Ah aku tahu walaupun kamu sangat mencintai Alika,tapi aku yakin kamu juga tak kan bisa melepaskan ku," batin Vika yang langsung masuk kedalam ruangan Raka.
"Wow,kamu udah nggak kuat lagi ya Beb," desah Vika ditelinga Raka yang sedang bermain diarea dadanya Vika membuat wanita itu menggelinjang kenikmatan.
"Diam,dan puas kan aku!" Bentak Raka yang terus saja menghisap ini dan meremas itu.
"Ahhh,Pak pelan pelan dong," desah Vika dengan suara sensualnya.
Raka yang sedang nafsu diatas ubun ubun,langsung menarik tubuh Vika untuk duduk disofa dalam ruangan itu.
Raka menurunkan celananya setengah bagian,hingga terpampang jelas juniornya yang tegak bak prajurit.
__ADS_1
"Puaskan dia sekarang dengan mulutmu!" tegas Raka dan langsung menarik kepala Vika agar mendekatinya dan langsung mengulum sesuatu yang sedang menggantung itu.
"Ya begitu terus Ahh,Lika sayang kamu pintar sekali," gumam Raka pelan tapi masih bisa didengar oleh Vika.
"Brengsek,kamu pikir aku hanya partner se*s kamu doang,yang bisa kamu panggil dan usir sesuka hati. Dasar pria maniak,yang hanya tahu memuaskan daerah ************," umpat Vika dalam hati tapi terus melakukan kegiatannya memaju mundurkan kepalanya.
"Yess begitu ahh iya iya oh Lika kamu memang terbaik Sayang," desah Raka terus sambil memejamkan matanya bahkan ia yang menjadi penentu Ritme permainan Vika.
Tangannya sebelah dipakai untuk memegang ujung bajunya,sedang tangan yang lain untuk memegang kepala bagian belakang milik Vika dan mendorong kepalanya agar lebih dalam lagi.
"Shhhh mmmmm ahhhhhh," akhirnya Raka mencapai klimaksnya bahkan ia sengaja megeluarkan tepat didalam mulut Vika.
"Telan jangan coba coba kamu keluarkan," Sarkas Raka dengan tatapan intimidasi.
Vika yang sedang kesal mau tak mau menelan cairan yang membuat dirinya ingin muntah.
"Keluar dari sini sekarang!" Bentak Raka yang tak peduli dengan keadaan wanita yang ia tinggalkan itu.
Vika yang penampilan nya berantakan,keluar dari ruangan itu dengan wajah yang menahan amarah dan nafsu yang sedang memuncak.
Ia pikir dirinya dan Raka akan bermain,ternyata salah dirinya yang memuaskan Raka sedang dirinya tak dianggap sama sekali.
__ADS_1