MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 141


__ADS_3

kalaupun Raka ingin pergi dari situ sepertinya tidak terlalu memungkinkan, mengingat dirinya sangat tidak mengerti sekarang berada di mana Belum lagi para penduduk yang susah sekali diajak berkomunikasi.


Jika saja semuanya bisa dipermudah tentu Raka tidak mungkin masih berada di tempat itu, apa yang terjadi pada dirinya sekarang membuat pria itu kebingungan harus mengeluh atau berteriak agar semua orang mendengar jika dirinya tidak ingin berada di situ.


sedangkan Dea yang merupakan partner ranjangnya Raka kebingungan menghubungi pria itu, bagaimana dari kemarin ponselnya sama sekali tidak aktif membuat wanita itu frustasi. sebab selama ini karena dijadikan selingkuhan diam-diam oleh Raka segala kebutuhan wanita itu dipenuhi oleh pria itu, jika sudah seperti ini dirinya yang notabene merupakan orang miskin kebingungan harus mencari sumber uang dari mana lagi.


Memang sih dirinya bekerja di Travel milik Raka tapi gajinya itu sama sekali jauh dari kata cukup jika mengingat gaya hidupnya yang sekarang, yang selalu saja berusaha tampak seperti wanita sosialita lainnya yang memiliki segala-galanya padahal itu dari hasil uang menjual diri.


" ini orang terselip di belahan bumi bagian mana sih kok bisa bisanya tidak bisa dihubungi sama sekali, apa dia tidak sadar kalau aku sedang mencarinya karena sudah kehabisan uang? kok bisa-bisanya ya dia menghilang seperti begini, Jangan sampai dia sudah mendapatkan wanita yang lebih bahenol di sana untuk dibawa pulang ke sini?" gerutu Dea harus bersikap seperti apa lagi.


berbeda dengan Vika yang tidak terlalu mempermasalahkan jika Raka tidak ada, karena dirinya selama ini hanya bersenang-senang saja tidak terlalu mementingkan uang pria itu yang menurutnya gampang dicarinya dengan cara menggaet pria kaya yang lain.


toh semua pria itu jika sudah melihat wanita yang berpakaian sedikit terbuka dan kulitnya putih mulus tentu tidak bakalan menolak pesona mereka, maka dari itu jika Raka pergi menghilang tanpa kabar begitu saja Bukankah ada orang lain lagi di muka bumi ini yang gampang untuk ditipu olehnya.


" kalau memang Si Raka bego itu udah menghilangkan masih ada Raka Raka yang lain, Jadi untuk apa aku mencarinya hanya membuang waktu dan tenaga serta tidak mendapatkan keuntungan sedikitpun. karena di dalam pikirannya itu hanya Alika Dan Alika saja orang lain itu hanya dianggap sebagai pelampiasan tanpa melibatkan perasaan, jadi daripada aku aku yang kepikiran terus sakit karena tidak mendapatkan pelampiasan juga ya lebih baik aku jalan-jalan menikmati hidup yang ada." ujar Vika sengaja memanas-manasi Dea yang tengah uring-uringan disampingnya karena mereka sekarang berada di tempat kerja.


Dea menatap tajam ke arah Vika yang dari tadi seolah sedang mencari masalah dengannya, tidak tahukah wanita itu jika sekarang yang tersisa didalam atm-nya dia itu hanya uang Rp200.000. karena dirinya berharap jika semalam itu Raka mengajaknya ketemuan dan dengan begitu dirinya bakal mendapatkan uang, tapi sayang harapan tak sesuai kenyataan sampai pagi menjelang pun tidak ada tampak batang hidungnya Raka untuk kembali.


Ya iyalah orang Raka ada di Korea terus itunya ada di Indonesia menyambungnya di mana coba, mau Ditunggu sampai kucing bertanduk pun si doi nya tidak bakalan muncul orang lagi diikat tanpa tali kok kalian malah menunggunya tanpa kepastian.


sebab saat Raka pergi menyusul Alika Dan Daffa honey Moon di Korea pria itu pergi tanpa pamit ataupun bilang kepada siapapun tentang keberangkatannya, karena menurutnya dirinya itu hanya terikat dengan Alika tidak ada yang lain termaksud kedua orang tuanya.


sehingga biarpun Dea menunggu dengan sabar dan berharap ada kepastian tidak akan ada namanya Raka Alfian yang bakalan muncul di situ, orang dirinya sekarang ada di mana pun tidak ada yang tahu selain Deka dan Dafa.


" Kamu itu kenapa sih selalu ikut campur dengan urusan orang lain, ya suka-suka aku dong mau nungguin dia atau tidak kenapa jadi kamu yang repot? kalau memang kamu sudah tidak punya urusan dengan dia lagi Ya sudah sana pergi jangan muncul dihadapanku mengganggu saja, aku itu kalau lihat kamu terus rasanya pengen ngomong sebab kamu itu adalah orang yang paling menyebalkan di jagat raya ini tahu tidak?" teriak Dea merasa kesal karena Vika yang dari tadi sedang memprovokasi nya.


Vika tersenyum mengejek ketika melihat wajah memerah Dea yang sedang kesal kepadanya, padahal menurutnya dirinya dari tadi itu kata jujur dan tidak mengada-ada karena memang sesuai kenyataan jika Raka itu tidak akan pernah peduli dengan mereka berdua sedikitpun.


" aku itu bukan mau ikut campur dengan segala macam urusan yang menyangkut kamu dan dia, hanya saja kamu itu harus sadar posisi dong siapa kita di dalam hidupnya dia! Kamu tahu kan kalau kita itu hanya pelarian saja Dia berbuat seperti begitu sambil menunggu Alika bakalan kembali atau tidak, jadi lebih baik jadi wanita itu gunakan Loh apa yang sudah ada dalam tubuh kamu jangan hanya buat 1 orang saja memangnya kamu tidak bosan?" tanya Vika sambil berlenggak-lenggok kesana-kemari seolah memamerkan body goals di hadapan Dea.

__ADS_1


" Ya sudah kalau memang kamu ingin memamerkan Tubuh kamu ya pergi sana jangan berdiri Malah memamerkannya dihadapanku Memangnya kamu pikir aku ini wanita apa, Hei asal kamu sadar ya aku itu masih normal biarpun kamu sekarang telanjang dihadapanku juga aku tidak bakalan ingin menyentuh kamu sedikitpun!" Ketus Dea karena melihat sikap Vika yang menurutnya terlalu berlebihan sehingga menganggap orang lain itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya sendiri.


" Aku juga bakalan mau pergi kau dari sini tidak perlu kamu bilang ataupun kamu mengusirku karena aku juga memang tidak ingin berlama-lama disini, soalnya di sini itu tidak ada yang terong adanya cuma semangka doang aku kan tidak ingin menyimpang Soalnya aku kan hobi harus lurus"! Sindir Vika lalu mengambil tas selempang yang biasa di rumah pakai dan segera Beranjak Pergi dari situ diantar dengan tatapan sinis dari Dea.


" dasar wanita aneh mau memamerkan kelebihannya dia di hadapanku, Memangnya dia pikir aku ini adalah salah satu wanita yang terlihat begitu miskin yang memaksakan diri menjadi koleksinya Raka?" sungut Dea yang sudah tidak fokus pada pekerjaannya karena sama saja dirinya tiap hari itu rajin datang ke kantor karena ada Raka bakal diservis dengan sebegitu aduhai nya dan hasil akhirnya pulang bakalan membawa lembaran uang berwarna biru dan merah.


" aku harus kemana lagi ya untuk mencari uang kalau tidak bisa dipastikan Aku tidak akan makan nih hari ini dan besok, soalnya Raka benar-benar tidak bisa dihubungi sama sekali?" resah Dea frustrasi karena kebingungan dengan nasibnya yang tidak menentu sekarang ini hanya karena terlalu bergantung pada seorang pria yang bukan siapa-siapanya.


masih baik kamu Dea di tangan masih memegang uang Rp200.000 sedangkan Raka Kasihannya minta ampun, karena segala sesuatu sudah disiapkan tanpa memberikan dirinya pegangan uang sedikitpun. yang ada pria itu sudah disiapkan makan minum yang jauh dari kata layak menurut versinya Raka tapi kalau versinya autor itu sudah lebih dari cukup, ada susu dan roti serta telur ayam dan juga ayamnya sendiri meskipun harus diolah lagi.


"Masa iya aku harus sama seperti si Vika,yang harus menjual diri demi uang? Tapi kalau aku hanya duduk diam,mana ada uang yang datang?" Batin Dea yang mulai bimbang.


Jika saja semua orang pasti bakal berpikir jika bekerja adalah solusi terbaik,maka sebagian orang pasti bakal memikirkan jalan pintas.


Apalagi didukung dengan tubuh nya yang seksi,montok dan juga bohay layak nya gitar spanyol.


Raka sebenarnya hanya menginginkan kepuasan sambil berfantasi jika dirinya melakukan nya dengan Alika,maka dari itu setiap bersama wanita manapun pasti pria itu berpikiran bahwa dirinya sedang melakukannya dengan Alika.


Bagaimana tidak selama beberapa hari terakhir ini,Diana selalu saja menggangu ketenangan nya.


Mulai dari mengetuk pintu kamarnya dengan begitu keras setelah itu berteriak minta tolong tanpa ada sebab yang jelas,dan lebih parahnya lagi mengatakan kepada semua orang jika Deka dan dirinya sedang berbulan madu.


"Kamu kenapa disini?"Tanya Deka kesal ketika melihat kehadiran Diana di cafe tempat dirinya menikmati sarapan pagi.


Mendengar pertanyaan dari Deka itu membuat Diana hanya bisa tersenyum smirk,karena wanita itu mendapatkan ide yang sangat brilian.


"Wah kebetulan dong,kenapa sih kita itu ketemunya sellsy saja mendadak.Apa ini yang dinamakan berjodoh,padahal aku sih ogah kalau jodohnya sama Om Om!" Ujar Diana tanpa dosa membuat Deka mendengus kesal.


Siapa sih yang tidak emosi ketika dituduh melakukan sesuatu yang sama sekali tak ada niat untuk melakukannya,malah dituduh dengan rasa percaya diri yang begitu tinggi.

__ADS_1


"Apa kamu bilang?" Tanya Deka sambil mengerutkan keningnya karena bingung.


"Astaga Om ini selain pikun ternyata juga lemot ya,tapi tak apalah maklum orang kalau sudah usia lanjut kan selalu saja lupa dengan topik pembicaraan!" Ledek Diana lalu segera duduk dimeja tempat Deka berada setelah itu dengan tanpa malunya mencomot nasi goreng dan telur setengah matang milik Deka dan memakannya..


Deka menatap tajam kearah Diana yang tidak ada sopan santun nya sama sekali,bahkan bisa dibilang tidak ada kata permisi dengan tuan barang sedikitpun.


Arin yang berada di samping Diana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Diana yang sangat memalukan itu,padahal biasa nya sahabat nya itu sangat tidak menyukai makanan bekas orang.


"Astaga Yana,kamu ini kenapa sih seperti orang dari jaman batu?" Sungut Arin dalam hati.


Diana yang asyik makan akhirnya tersadar jika dirinya salah mengambil makanan,dan lebih parahnya lagi wajah Deka yang sangat tak bersahabat itu.


"Uppss,maaf Om! Soalnya tadi aku kira ini makanan tidak ada yang punya!" ucap Diana tanpa dosa membuat Deka menatap tak percaya ke arah wanita itu.


" maksud kamu, saya yang Badannya sebesar ini masih tidak bisa melihat? jangan kasih alasan yang tidak masuk akal yang kamu pikir sedang berbohong dengan anak SD, soalnya saya setiap hari bertemu dengan kamu selalu saja bawaannya ingin marah!" kesal Deka yang masih mencoba untuk menjaga nada bicaranya agar tidak terlalu terdengar emosi sebab disitu tempat umum.


" ya kamu memang keterlaluan juga sih masa iya makanan orang Kamu asal comot saja, jangankan si om orang akunya saja merasa kesal!" sungut Arin karena tidak menyukai sikap Diana yang selalu mencari masalah dengan pria dewasa itu.


" Memangnya ada yang salah dengan perkataanku tadi, kalian nya saja yang terlalu berlebihan dalam menyikapi sesuatu orang akunya saja tidak ingin mencari masalah dengan orang lain kok?" tanya Diana sambil mengerutkan keningnya karena tidak menyukai dengan Arin yang terlalu membela Deka membuat pria itu merasa besar kepala.


" kamu itu kejahatan ya yang telah kamu lakukan Sudah dilihat semua orang tapi masih saja mengelak, saya itu jadi bingung kok bisa ya ada manusia seperti kamu di muka bumi ini sampai-sampai membuat orang lain merasa kesal setiap berdekatan dengan kamu!" Sindir Deka sambil menatap sinis ke arah Diana yang juga sedang menatap ke arahnya dengan tersenyum mengejek.


" kenapa kamu mau marah ke saya karena sudah lancang melakukan hal yang menurut kamu tidak pantas? Ya sudah itu terserah kamu haknya kamu juga Saya mah tidak terlalu peduli, lagian menurut saya kamu tinggal memesan makanannya ulang lagi kok repot banget sih jadi orang!" saran Diana lalu kembali meminum minumannya Deka yang terlihat begitu menggugah selera di mata wanita itu.


" Terserah dari kamu saja yang penting intinya 1 Jangan pernah menggangguku ataupun mencariku lagi, karena aku tidak akan mengampuni kamu lagi jika besok lusa kita bertemu!" setelah mengatakan hal itu Deka pun bangkit berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu sebab dirinya sudah tidak ingin lagi mendengar apapun yang dikatakan oleh Diana yang Hanya mengundang emosinya saja.


" Ya sudah sana pergi Siapa juga mau pengen ketemu sama manusia seperti kamu, yang hobinya hanya marah-marah tidak jelas seolah kamu adalah manusia yang paling benar di jagat raya ini!" kesal Diana lalu memilih pergi juga dari situ sebab dirinya untuk apa berlama-lama di situ jika orang yang menjadi bahan bully-an sudah pergi.


Percayalah jika yang sedang kebingungan di sini itu adalah Arin, sebab melihat Diana yang begitu keras kepala padahal dirinya yang salah.

__ADS_1


" Astaga ini orang-orang pada pergi semua meninggalkan aku sendiri tanpa dihiraukan sama sekali, aku kelihatan seperti orang bodoh yang tidak dihargai sama sekali sehingga ditinggal pergi begitu saja." desah Arin frustasi lalu mengejar langkah kaki Diana yang sudah begitu cepat meninggalkan dirinya.


bahkan Arin harus berusaha untuk sedikit berlari cepat agar bisa mengembangkan langkah kaki cs nya itu, jika tidak bisa dipastikan maka dirinya akan ditinggalkan tanpa dipedulikan sama sekali.


__ADS_2