
Alan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung harus bersikap seperti apa agar Lia merestuinya, di dalam pikirannya selama ini bahwa meminta restu kepada calon mertua itu sebenarnya tidak rumit ternyata pikirannya itu tidak sesuai dengan kenyataan.
sebab ternyata mama dari calon istrinya itu sangat Barbar dan susah sekali untuk diajak kompromi, membuat dirinya sudah seperti orang kebingungan yang tidak tahu harus bersikap seperti apa lagi agar bisa mendapatkan Restu sekaligus bisa bebas menemui calon istrinya. sebenarnya belum bisa disebut calon sih soalnya emaknya belum kasih Restu loh, aku saja bingung menyebutnya Seperti apa soalnya emaknya masih jual mahal sama anaknya.
" Aduh mama jangan marah-marah seperti itu dong, nanti kalau anak mama tidak ada yang mau sama dia gimana coba urusannya? Harusnya bersyukur dong punya calon menantu seperti ku yang perfect segala-galanya, Sebenarnya bukan mau menyombongkan diri atau ingin kelebihan narsis tapikan sesuai kenyataan apa yang aku katakan barusan!" bukannya Lia yang marah tetapi Ana kali ini yang kebakaran jenggot mendengar perkataan alam yang begitu percaya diri seseorang mendudukkan dirinya bahwa tidak ada pria lain lagi selain dia.
" apa kamu bilang tadi, Wah makin hari makin tambah parah percaya diri kamu seolah-olah aku ini tidak ada harganya di mata pria yang lain? kalau sampai kamu mengucapkan kata-kata itu ulang lagi satu kali aku bakalan pastikan mengusir kamu dari sini, sebab sepertinya keenakan sekali kamu jadi orang dengan begitu percaya dirinya menjelekkan aku?" Ketus Ana karena tidak menyukai perkataan Alan yang terlalu percaya diri bahkan seolah Tengah merendahkannya.
Alan menepuk pelan kepalanya frustasi karena ternyata dirinya sudah salah mengucapkan sesuatu hingga sekarang bukan hanya Lia yang marah tetapi Ana juga, jika sudah seperti begini urusannya maka bisa dipastikan dirinya bakalan menjadi terdakwa tanpa pengampunan sama sekali.
" Astaga sayang tadi itu hanya salah ngomong tapi tidak berasal dari hati yang paling dalam Hanya di ujung bibir doang, kamu percaya kan sama aku kalau aku itu selalu mencintai kamu apa adanya dari dulu sekarang dan nanti!" bujuk Alan tapi tak digubris sama sekali oleh Ana yang sudah kepalang emosi.
" Nah akhirnya kamu sadar juga kan Gimana buruknya pria ini. makanya Mama selama ini kan sudah bilang lain kali itu jangan hanya lihat tampang doang, Nah sekarang untung juga belum kebablasan jadinya tidak masalah kalau kalian bisa seperti begini lebih aman dan cepat tidak bikin ribet!" Lia bergerak menjadi kompor gas agar kalau Ana terbakar Nanti beres deh masalahnya.
mendengar apa yang dikatakan Mamanya itu Ana jadi kebingungan Siapa juga yang mau pisah dari Alan, Memangnya dirinya itu anak kecil jadi mudah saja untuk membuat agar ia dan Alan berantem.
" yang bilang aku mau pisah sama Alan itu siapa, mama lain kali kalo ngomong jangan asal Seenaknya saja tanya dong sama aku? lagian yang menjalani ini semua kan kami berdua jadi otomatis yang harusnya ngobrol itu kami berdua, Mama tidak perlu ikut campur terlalu jauh seolah-olah aku ini anak kecil yang baru menetas belum paham tentang arti hidup sama sekali!" ketus Ana lalu memilih untuk mendorong tubuh Alan segera keluar dari tempat itu dan pulang jika tidak urusannya bahkan lebih ribet lagi.
" Iya Ana urusan mama sama dia kan belum selesai Kenapa kamu menyuruhnya pulang seperti itu tanpa permisi, Kamu jadi anak kok tega sekali sih tidak menghormati orang tua sendiri?" tanya Lia tak terima ketika Alan sudah menuju ke mobilnya padahal sebenarnya kata-kata marah sedang memuncak di dalam benaknya siap untuk dikeluarkan sewaktu-waktu.
" Mama kalau ngomongnya terlalu lama ya makanya aku suruh dia pulang soalnya aku belum mandi terus perut aku udah lapar, kalau mau daftar jadi drama Queen lebih baik di tempat lain saja jangan di sini Soalnya kepala sakit lihatnya!" ujar anak cuek bebek lalu pergi dari situ sebab sudah capek kepalanya dipaksa untuk berpikir ini masih pagi Bro setidaknya rilekskan dulu pikiran dengan sarapan masa iya sarapannya pakai kata-kata yang pedas melintir!" setelah mengatakan hal itu Ana pun kembali ke kamarnya membiarkan Mamanya itu merenung seorang diri entah kata-kata Ana bisa membuatnya sadar atau tambah parah.
Lia menatap sekitarnya dan satu pengurang tidak ada yang peduli padanya membuat wanita paruh baya itu mendengus kesal, apa jangan-jangan pamornya sudah mulai redup sehingga tatapan tajam nya tidak ditakuti oleh semuanya.
" Ini orang pada kurang ajar semua ya denganku bisa-bisanya Aku masih pengen ngomong Mereka pergi begitu saja bahkan tanpa permisi pulang, awas aja kalian ya nanti kalau aku tunggu di momen yang pas baru ku keluarkan uneg-uneg yang selama ini kurasakan!" Sungut Lia kali ini dirinya menjadi ibu rumah tangga yang terbaik kembali yaitu menyiapkan sarapan untuk seisi rumah.
Alan mengusap dadanya pelan sambil menatap ke arah rumah kekasihnya itu, dirinya sebenarnya merasa tak enak hati kepada Lia tetapi sedikit takut juga sih kalau lama-lama di sana nanti urusannya bisa lebih panjang lagi.
pulang, yang merupakan salah satu pilihan yang paling teraman dan terbaik saat ini.
__ADS_1
IKLAN GUYS🌼🌼
sedangkan Devon di pedalaman Afrika sedang kesulitan di malam pertamanya berada di tempat itu, Bagaimana tidak penerangan di sana itu hanya batas jam 12 malam setelah itu hanya ada gelap gulita menyesuaikan kulit semua orang.
belum lagi nyamuk nyamuk nakal yang suka menghisap tubuh seseorang sampai meninggalkan bekas merah layaknya kissmark seorang kekasih yang lagi haus ya Maksudnya lagi *****, ditepuk kiri hinggap di kanan dipukul di kanan eh malah mengelus pipi.
" Ya ampun aku bisa mati berdiri kalau seperti begini Kok bisa ya nyamuk-nyamuk di sini sangat nafsu terhadapku, mereka pikir aku ini wanita berbikini yang lagi tebar pesona dengan bayaran nya pakai diskon?" gumam Devon ingin sekali menangis dengan apa yang pernah dialaminya.
" Mama Lila dan papa Hartawan kalian itu orangtua yang paling keterlaluan setidaknya datanglah dengan anakmu di sini biar kita merasakan Derita sama-sama, kalian ma lagi enak-enakan pakai selimut tebal tempat tidur nyaman Eh aku sangat menyiksa batin dan pikiran sekarang ini!" percuma saja menjaga image jika akhirnya mengalami hal yang tidak terduga Devon memilih menangis meraung-raung terserah semua orang mau berpikiran apa yang penting intinya apa yang diinginkan tercapai.
mandor yang bertugas menjaganya menatap kesal kearah kamar tempat Devon berada, pasalnya sudah tengah malam tapi pria itu tidak bisa berhenti bicara membuat dirinya yang ingin tidur pun begitu terganggu.
" Woi kamu jadi orang bisa diam tidak, Emangnya kamu pikir Tidak ada orang lain lagi yang hidup di dunia ini hanya kamu saja?" tanya mandor itu sambil menendang kuat pintu kamar Devon membuat sang empunya terlonjak kaget.
" alamak itu yang tadi memukul pintu kamarku buldoser atau apaan sih kok bisa ya sampai goyang itu, sepertinya mandor itu memiliki tenaga dalam yang super extra sehingga membuat siapa saja pasti bakalan merinding melihatnya?" gumam Devon prustasi lalu memilih untuk membuka pintu mencoba untuk menanyakan apakah di situ ada Autan yang bisa dipakai.
ceklek
" Baiklah Devon Tetap tenang kalem usahakan jangan bertingkah aneh agar membuat si singa Kelaparan itu Barat, Soalnya kalau sampai dia marah urusannya bakalan lebih ribet lagi malah di sini kamu tidak punya siapa-siapa lagi?" Devon mencoba mensugesti dirinya agar tidak membuat mandor itu merasa emosi bertambah parah kepadanya.
" Permisi tuan mandor yang terhormat, apa ada A*tan di sini ini? "tanya Devon membuat pria itu menatap heran ke arahnya.
A*tan???
yaelah Devon setidaknya kamu tanya obat nyamuk atau apalah masa kamu pergi tanya hal yang belum tentu diketahui oleh mandor itu, kalau obat nyamuk itu kan lebih merakyat siapa saja bisa memakainya mulai dari golongan atas bawah tapi yang paling ideal kimia golongan bawah sebab yang bawah itu lebih enak.
" Makanan apa yang sedang kamu tanyakan ke saya?" tanya mandor itu sambil mengerutkan keningnya membuat Devon menatap heran sangkut-pautnya makan obat nyamuk dengan makan apa ya?
" Waduh, saya itu sedang tidak menanyakan makanan tetapi sedang menanyakan sesuatu benda untuk mengusir nyamuk nyamuk nakal yang daritadi terlalu bernafsu melihat saya! "perkataan Devon yang begitu ambigu membuat mandor ingin sekali menghajar pria yang dari kemarin selalu menyusahkan dirinya.
__ADS_1
" kamu itu selama ini hidup atau mati sih sampai memberikan pertanyaan pun selalu membuat orang kepala sakit untuk berpikir jawabannya, atau jangan-jangan bukan di sini yang pedalaman tetapi tempat kamu tinggal dulu itu yang lebih kuno kolot?" tanya mandor itu seolah mengejek tempat tinggal Devon selama ini yang bisa dibilang bagaikan langit dengan bumi dengan tempatnya yang sekarang.
what the.'.
" di sana ada ponsel ada sinyal dan juga lampunya menyala seumur hidup, gedungnya tinggi tinggi ber-ac gadisnya cantik-cantik putih mulus mau ngapain aja bebas karena ada mobil disamakan dengan tempat ini? Oh Tuhan ini sepertinya jawaban yang sangat aku inginkan untuk dilontarkan selama beberapa jam terakhir, apa pria ini tidak sadar jika fashionku berbeda jauh dari mereka?" tanya Devon dalam hati tidak mungkin dirinya mengatakan secara langsung bisa kalah telak diajak SmackDown.
" kamu diam saja Apa benar yang saya katakan jika di tempatmu itu masih hidup dengan zaman batu, tidak seperti Disini yang ada listrik menyala walaupun hanya sampai jam 12 malam? dan juga kulit-kulit para wanita Disini sangat mulus dengan warna hitam pekat nya begitu seksi, belum lagi bibir berbahaya mereka pasti kamu bakalan ketagihan merasakannya?" pertanyaan mandor itu membuat Devon hanya bisa mengelus dadanya Demi Tuhan dirinya kebingungan harus berkata manis seperti apa agar pria itu tidak tersinggung mendefinisikan tempat dirinya ada sekarang.
" kalau misalnya saya katakan tempat saya dulu itu itu 11 12 sama Surga Dunia anda percaya atau tidak, listriknya menyala seperti siang terus tidak ada malamnya? belum lagi para wanita seksinya yang kalau berjalan di bawah terik matahari terlihat begitu menggoda hati dan pikiran, terus intinya hanya satu tidak ada nyamuk nyamuk kurang ajar ya Dari tadi ingin menghisap tubuh saya seolah-olah merupakan makanan paling enak menurut mereka?" tanya Devan pelan membuat mandor itu tertawa ngakak.
Ya iyalah jelas pria itu tertawa ngakak tidak merasa lucu Bagaimana masa iya ada tempat sebagus itu tapi Devon mau dengan senang hati datang ke sini, Padahal kalau bisa memilih dia lebih baik di surganya dunia itu daripada di gelapnya dunia.
" Kenapa Anda tertawa Memangnya ada yang aneh dengan perkataan saya, Perasaan dari satupun perkataan saya tadi tidak ada yang salah ataupun lucu?" tanya Devon penasaran karena melihat gaya tertawa pria itu yang begitu sangat menikmati.
" Oh Tuhan anak muda kau memang tidak menyadari sama sekali apa yang salah dengan perkataan kamu tadi padahal saya yang mendengarkan Shakila saja merasa tak bisa menahan tawa, kok bisa-bisanya kamu tidak menyadari hal itu sebenarnya otak sama pikiran kamu lagi berkelana ke bagian bumi yang mana?" tanya mandor itu sambil tersenyum mengejek membuat Devon masih saja belum menyadari maksud dari perkataan pria itu.
" saya itu merasakannya sama kamu sudah tahu di sana katanya Surga Dunia kok bisa-bisanya mau datang ke sini secara sukarela, sudah begitu tidak mengetahui keadaan wilayah yang bakalan kamu datangi?" tanya mandor itu membuat Devon mendengus kesal karena hal yang tidak ia inginkan malah dikira dirinya menginginkan hal itu.
" asal anda tahu ya saya itu dari ujung rambut sampai ujung kuku kaki saya yang paling terdepan saya tidak pernah ikhlas datang ke sini, hanya karena tuan anda yang begitu sombong arogan dan juga mentel yang memaksa saya untuk datang makanya saya datang ke sini!" tegas Devon dengan semangat 45.
" Kenapa saya melupakan hal itu ya kalau kamu itu datang kesini karena mendapat hukuman dari Samuel alfonzo,....
Sorry Guys faktor lagi sakit jadi gagal fokus alhasil cerita dari novel sebelah autor selipkan sedikit di sini biar kalian penasaran dan bisa mampir di sana, Jangan lupa untuk mampir ya di karya terlamanya autor yaitu cinta itu sederhana....
Kalian pasti penasaran kan kisah Devon Seperti apa nantinya disana, Makanya jangan lupa mampir agar cerita yang sudah setengah bagian ini bisa kalian lanjutkan bacanya di sana!
LANJUT 💮💮
Di lain tempat Deka hari ini sengaja tidur dengan menggunakan earphone, agar dirinya tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Diana didepan kamarnya. sebab dirinya yakin wanita cerewet itu tidak bakalan membiarkan dirinya tenang walau sejenak, karena sikap pengganggunya itu sudah mendarah daging dan tidak bisa terlepas.
__ADS_1
padahal tanpa dirinya ketahui Diana lagi sedang berusaha mencoba insaf dengan membereskan semua barang-barangnya agar bisa secepatnya kembali ke tanah air, dirinya berjanji juga suatu saat ketemu dengan Deka kembali ia bakal membalas dendam dengan caranya yang paling sadis menurut gaya anak muda zaman sekarang.
" Kamu beneran mau pergi malam ini juga kembali ke Indonesia, di sini bunga sakura pada masih bermekaran lho rugi kalau kita sampai menikmati hanya sehari doang?" tanya Arin yang berusaha membujuk Diana agar berubah pikiran.