
Hai READER
Like N KOMENNYA
Terima kasih
LANJUT ****
" jadi Gimana tawaran Mama masih berlaku kan, Soalnya mama tuh pengen banget loh punya menantu terus bisa diajak nyalon bareng shopping itu kan oke banget?" tanya Mirna memastikan.
Daffa menatap kesal kearah semua orang yang berada di ruangan itu, karena memperlakukan dirinya seolah-olah orang yang sakit keras jadi apa-apa harus dibantu termasuk dengan urusan jodoh.
" enak sekali Mama kalau mama masak yang punya istri kan aku, kenapa dia harus pergi bareng mama terus akunya gimana?" tanya Daffa sinis.
Mirna duduk bersantai di samping suaminya tak peduli dengan ocehan putranya, karena baginya orang yang gengsi tinggi setinggi langit kayak Daffa itu tidak patut untuk dihiraukan setiap perkataannya yang hanya ada bikin sakit kepala.
" ya suka-suka Mama lah mau ngapain menantu mama, Lagian kalau bukan mama yang berinisiatif kamu Mama mau!" Ketus Mirna sambil tersenyum mengejek.
Bey menatap heran ke arah ibu dan anak itu, dari tadi mereka berdebat tentang jodoh dan menantu untuk Daffa padahal orangnya saja belum muncul di permukaan.
" kalian itu aneh orangnya saja belum ada disini Tapi kalian sudah bertengkar lebih dulu, nanti kalau orangnya sudah ada mau jadi apa rumah ini karena tingkah kalian yang tidak jelas itu?" tanya Bey sinis.
Mirna menatap horror ke suaminya itu, sebab bukannya mendukung dirinya malah mau ingin cari perkara kalau model begini mah sayang kalau dilewatkan menurut seorang Mirna.
__ADS_1
" anda sadar tidak Tuan sedang mencari perkara dengan macan asia dalam rumah ini, Saya mau lepas tangan takut nanti kena tampol sama sendal wedges nya milik nyonya!" bisik Deka kepada tuannya itu.
" Astaga Kenapa kamu baru bilang sekarang nanti kalau aku kenapa-napa kamu yang tanggung jawab ya, soalnya tuh lihat wajah istriku bakar bisa menyala jadinya! " bisik Bey pula.
Mirna menatap mereka dengan ekor mata, ia yakin pasti dirinya kini yang menjadi objek perbincangan kedua manusia itu.
" kalian tinggal pilih saja mau yang mana, menu juga alam laut atau ke alam baka? " tanya Mirna sinis membuat deka Dan Bey bergidik ngeri dibuatnya.
" saya tidak ikut campur Nyonya kalau urusan itu, silakan tanyakan pada Tuan saja!" ujar Deka yang seolah lepas tangan.
Bey menatap heran asisten putranya itu, pesan dari dirinya yang ngajak mengobrol sambil berbisik membicarakan sang istri kenapa sekarang seolah dirinya cuci tangan.
" loh kok jadi aku, Padahal tadi yang ngegas lebih dulu kan kamu ngajakin julid?" tanya Bey memastikan.
" diam kalian berdua jangan bicara banyak lagi, dasar manusia dengan wajah tanpa judul! bawaannya selalu Bikin kesal saja, gosip di belakang Mama lagi bakalan kuhajar!" ancam Mirna dengan menatap tajam kearah keduanya.
" kalau sudah selesai debatnya aku kamar dulu ya , soalnya mataku sakit lihat manusia-manusia tidak berguna itu!" sinis Daffa.
" mana bisa begitu, orang pembicaraan saja belum selesai kok main nyelonong Pergi begitu Saja! Ayo duduk lagi kita bahas yang paling penting dari semua yang ada, Jadi gimana besok mau Mau tidak ikut mama lamar anak gadis orang!" tanya Mirna memastikan.
" Astaga mama, Ayolah jangan bikin keputusan yang tidak tidak begini!Itu anak gadis orang lho ma bukan anak kucing tinggal main ambil pergi begitu saja, nanti kalau orang tuanya tersinggung atau gimana kan urusannya bisa ribet?" desah Dafa frustasi karena bingung dengan jalan pikiran Mamanya itu.
" Ya ampun Makanya mama harus ketemu sama Alika dulu , terus mama ngobrol berdua sama dia biar jelas!" sahabat Mirna serius.
__ADS_1
Daffa mengacak rambutnya frustasi, Entah bingung cara berbicara kepada mamanya ini agar itu pakai bahasa apa.
" mama aku mesti ngomong bagaimana lagi sih biar mama paham, Tolonglah jangan pernah permalukan aku kayak begini! karena terkesan nya lelaki idiot, yang tidak bisa ngapa-ngapain dan akhirnya harus dibantu." ucap Dafa pelan.
" Ya emang kamu idiot karena sampai sekarang tidak tahu pintar-pintar buat cari jodoh, makanya buang kebiasaan lama yang selalu pakai bahasa Wonderland biar paham!" ejek Mirna.
" pakai bahasa Wonderland nyonya, Kenapa tidak sekalian pakai bahasa kucing garong atau kucing anggora yang ter miaomiao!" Deka menimpali membuat Dafa menatap tajam ke arahnya.
" kamu itu lebih baik stop bicara karena selalu saja bikin orang darah tingginya kumat diam saja bikin emosi apalagi!" kesel Dafa membuat Deka hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Sementara itu di kediaman mariano, Alika tanggal berdebat dengan mamanya Alisa. Bagaimana tidak mamanya yang punya tingkat kepo di atas rata-rata, selalu saja bertanya tentang yang rekan bisnis yang ditemui oleh Alika.
" Jadi gimana ada yang beda nggak?" tanya alis antusias.
" ada!"sahut Alika sambil terus memainkan ponselnya.
wajah Alisa lebih sering sumringah lagi, Ya iyalah secara jangan sampai di antara tumpukan rekan-rekan yang terbaru dan paripurna itu ada yang bisa dijadikan mantu.
" jadi gimana udah ada tanda-tanda PDKT belum?" tanya Alisa lagi.
" ada karena setiap mau ngobrol sama mereka kan dia memang harus dekat kalau jauh mah bukan ngobrol tapi demo!" balas Alika sambil terus menscroll akun medsos miliknya.
" Alika mariano, kalau kamu terus kayak begini mah kapan laku anak gadis sudah sebiji sebuah saja tapi ribet nya minta ampun!" ujar Alisa gemas.
__ADS_1
" ih Mama memangnya aku barang apa harus pakai laku segala, gini-gini itu anak gadis Mama loh! lagian Mama nggak sayang sama aku kalau misalnya aku sudah punya suami bakalan pergi dari sini, eh jadi suami di rumah ini apa nggak ada rasa rasa gimana gitu?"tanya Alika penasaran.
" tidak bakalan ada tuh kayaknya, Soalnya ini rumah bakalan terbebas dari yang namanya virus-virus yang berterbangan dimana-mana!" ejek Alisa.