MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 171


__ADS_3

"Apa sudah paham sejauh ini Tuan?" Tanya Dokter itu penasaran membuat Daffa sebenarnya ingin menanyakan sesuatu tapi hanya saja bingung dengan awalan yang harus bagaimana.


Dokter yang peka dengan setiap pasangan muda yang selalus saja membahas soal ranjang,langsung memberi kode agar Mirna bisa keluar sebentar agar Daffa bisa leluasa bertanya karena jangan sampai pria itu malu.


"Maaf,Nyonya apa bisa daya kasih konseling untuk pasangan suami isteri ini?" Tanya Dokter itu memastikan membuat Mirna hanya bisa geleng geleng kepala karena dirinya yakin ini pasti akibat tingkah Daffa yang terlihat malu malu kucing itu.


"Awas saja kalau kamu tanya yang aneh aneh dan membuat Menantu ku kesusahan,Mama bakal bikin perhitungan ke kamu agar tidak macam macam lagi!" Bisik Mirna tepat di telinga putranya itu agar tidak macam macam dengan Alika.


Daffa bukan nya menjawab malah menatap heran kearah wanita yang melahirkan dirinya itu,karena dari tadi sikap nya itu membuat Daffa jadi kebingungan dengan apa yang di pikirkan oleh wanita paruhbaya itu.


"Mama makin tua makin aneh!" Sungut Daffa.


"Kamu yang aneh,sudah mau jadi Papa tapi sikap nya bikin jengkel. Awas saja kalau bicara nya salah semua,karena mata Mama ada di mana mana bahkan dinding ini sekalipun!" Ujar Mirna sambil menunjukan kedua jarinya kepada Daffa.


Alika dan Dokter hanya bisa menatap heran ke arah kedua ibu dan anak itu,karena selalu saja bertengkar dari tadi padahal sebenarnya tidak ada masalah yang berarti.


"Ya Tuhan,kasihan suami ku hari ini selalu saja dapat marah dari semua orang!" Lirih Alika dalam hati.


"Baiklah,saya terima semua pertanyaan yang ingin kalian tanyakan sekarang!" Ujar Dokter itu sambil tersenyum membuat Daffa langsung tanpa sungkan bertanya yang dari tadi tersimpan rapi dalam benak nya.


"Kira kira aman tidak ya,jika kami melakukan hubungan suami istri untuk sekarang ini?" Tanya Daffa polos tanpa di filter sama sekali membuat Alika mengambil bantal yang berada di kepalanya untuk di gunakan menutupi wajah nya.


"Astaga,kenapa malah pertanyaan yang tidak berbobot seperti itu sih?" Sungut Alika dalam hati.


"Oh boleh saja itu semua tidak masalah mengingat usia Nyonya yang sudah cukup untuk mengandung,hanya saja pakai gaya yang aman dan tidak terlalu ada goncangan yang berarti agar yang berada di dalam tetap aman aman saja!" Ujar Dokter itu sambil tersenyum.


"Wah gaya apa yang aman agar tidak ada goncangan?" Tanya Daffa lagi polos tanpa di pilah kata kata apa yang pas untuk di gunakan.


"Ya ampun demi dia yang kekal,kekal dan kudus,kudus yang kuasa tolong ampuni dosa hambamu ini karena punya suami yang super duper tidak tahu malu itu!" Lirih Alika lagi dalam hati.


"Ya menurut Tuan gaya apa yang tidak terlalu di goncang tubuh Nyonya Alika,tapi tidak mengurangi kenikmatan yang ada!" Ujar Dokter itu yang memang sudah biasa mendapat pertanyaan seperti itu dari pasangan muda yang baru saja menikah dan punya keturunan.


"Baiklah nanti saya pikirkan lagi gaya apa yang terbaik. Apa bisa saya membawa pulang istri saya sekarang karena kami harus merealisasikan gaya yang terbaik,agar bisa di pakai kedepan nya?" Astaga Daffa ini kelebihan polos atau hanya ingin tahu kira kira otak mesum dokter itu sudah sampai di mana.


"Boleh pulang kok Nyonya Alika,tapi tolong jangan terlalu di goncang cukup di nikmati saja toh santan nya kan sudah jadi adonan otomatis tinggal menikmati hasil saja ?" Alika hanya membulatkan mata sempurna mendengar percakapan dewasa antara kedua manusia itu yang malah pembasahan nya sudah meluber kemana mana.


"Bisa pulang sekarang,karena aku tambah bingung kalau lama lama disini?" Tanya Alika kesal dengan tatapan tajam nya kearah Daffa.

__ADS_1


Kini mereka sudah pulang dengan Mood Alika yang benar benar hancur karena sudah di leburkan oleh Daffa tadi.


"Kalian kenapa jadi saling diam diam seperti ini?" Tanya Mirna heran ketika Alika bahkan menyuruh Daffa duduk di samping sopir taksi sedangkan dirinya duduk di samping Mirna.


"Iya Papa juga heran,apa ada masalah yang Tidak bisa di selesaikan padahal kalian kan sudah mau menjadi orang tua sebentar lagi?" Bey menimpali apa yang dikatakan istrinya itu.


"Aku kalau bicara sama dia itu bakal muntah sampai capek,jadi cari aman lebih baik mungkin seperti begini agar aman dan tidak mumet!" Sungut Alika dengan nada sinis.


"Wah kalau begitu lebih baik kamu ikut Mama sama Papa balik ke indonesia saja,supaya kalau jauh dari dia kamu bakal tetap aman!" Ujar Mirna antusias membuat Daffa langsung terlonjak kaget karena mendengar ucapan sang istri dan juga jawaban tak terduga milik Mirna itu.


"Kalian ngomong apa tadi?" Tanya Daffa kesal.


"Kamu jangan ngomong Nak nanti muntah lho,biar masalah ini Mama yang Handle!" Tegas Mirna sambil menggoyangkan tangan nya kearah Alika.


"Kamu itu masih muda kok kuping nya sudah error,padahal jarak kita hanya beberapa senti saja masa iya apa yang Mama ucapkan kamu malah tidak dengar?" ketus Mirna.


"Ya habis nya Mama itu kelebihan aneh,masa iya aku disuruh bulan madu sendirian padahal kan punya istri!" Ketus Daffa.


"Lha kenapa Mama malah di salahkan,menurut kamu salah nya Mama itu dimana coba padahal ini kan untuk kebaikan Istri kamu bukan Mama?" Tanya Mirna tak terima.


"Bodoh Amat,kamu pikir Mama bakal peduli dengan kesusahan kamu itu?" Ejek Mirna.


"Terserah Mama sajalah,tapi yang pasti dimana ada Alika disitu ada Aku. Bagaimana Yang,kamu setuju kan apa yang aku katakan?" Tanya Daffa sambil memasang senyuman terbaik nya.


"Hemmm!" Sahut Alika hanya seperti itu saja.


"Biarlah semua berlalu seperti apa yang dikatakan oleh kalian yang penting Mama bakal punya cucu,ah bahagianya nanti di rumah bakal lebih ramai dan Mama tidak kesepian." Ujar Mirna sambil mengelus perut rata milik Alika itu.


Apa yang di rasakan oleh keluarga itu berbanding terbalik dengan apa yang di rasakan oleh Dea,selingkuhan Number One milik Raka itu yang bahkan kini entah pantas di sebut apa naik level atau turun level.


Pasal nya dirinya yang biasa nya hanya melayani satu pria saja,sumpah demi Dewa kini dirinya bahkan di jadikan piala bergilir oleh beberapa pria hidung belang sekaligus.


Jika orang lain bakal.takut dengan berbagai penyakit menular lain nya,berbeda dengan wanita itu yang bahkan sangat menikmati dengan apa yang ada hanya untuk demi segepok uang yang tidak sesuai dengan taruhan nyawa.


"Ah Baby kamu sangat seksi!" Ujar Bandot brengsek yang bahkan melupakan jika sudah punya istri.


"Oh jelas Ayang Bebep ku,karena biar bagaimanapun aku adalah yang terbaik di antara semuanya!" Sahut Dea penuh percaya diri.

__ADS_1


"Tapi Sayang kamu kurang nilai satu saja karena sudah tidak Virgin lagi!" Ujar pria yang tengah meng ga ga hi Dea itu dengan tersenyum mengejek.


Mendengar penghinaan yang secara tak langsung itu membuat Mood Dea seketika menjadi hancur,sebab baginya pria seperti mereka itu tidak pantas menyebut soal hal begituan.


Jika saja dirinya bisa menghajar pria itu tanpa memikirkan uang maka sudah ia lakukan dari tadi,hanya saja mau bagaimana lagi ketika raja dunia sedang bekerja.


"Kenapa diam,jangan bilang kalau kamu marah karena perkataan ku tadi?Padahal itu adalah kenyataan yang tidak terbantahkan dan kamu tidak mungkin menolak hal itu kan,sebab sudah longgar dimana mana saja mau kasih komentar!" Ujar pria itu lagi.


Dea menatap tak percaya kearah Pria itu yang ternyata merupakan orang yang sangat cerewet ketika ML,hingga membuat Dea rasa rasanya ingin pergi saja.


Ketika melihat wajah kesal Dea semua orang yang berada di ruangan itu hanya tertawa karena merasa lucu,sebab ada orang yang sedang saling mengejek tapi tetap bergumul.


"Kalian itu adalah pasangan yang tidak saling menguntungkan,karena ada yang terpaksa dan ada juga yang ingin lari!" Ledek para pria disitu yang juga sedang asyik dengan para wanita seksi yang lain.


Ingat lah!!!


Jika kenikmatan dunia itu tidak pernah ada yang abadi karena hanya sebatas titipan dan sementara,percayalah jika semua kenikmatan itu diambil maka penyesalan selalu datang dari belakangan dan sudah tidak ada manfaat nya sama sekali.


"Sudah cepat kau selesaikan semuanya dan setelah itu bayar aku,karena ini adalah hari terakhir aku melayani pria cerewet seperti mu!" Ujar Dea kesal.


Semua orang disitu tertawa melihat wajah emosi milik Dea itu,membuat Pria itu meradang karena merasa tidak di hargai.


Di hamburkan segepok uang tunai pada wajah dan tubuh polos Dea,lalu sambil tertawa mengatakan hal yang membuat wanita itu langsung menitikan air mata.


"Kau akan mendapatkan uang lebih dari ini jika menjilat kaki ku sekarang!" Ujar Pria itu dengan wajah nya yang membuat Dea yak bisa bernafas dengan baik karena tak bisa menahan emosi.


"Aku memang wanita tidak sempurna tapi aku juga punya harga diri yang tidak bisa kau injak injak semau mu,karena harga diriku tidak bisa kau beli dengan uang!" setelah mengatakan hal itu Dea langsung memakai pakaian nya lalu mengambil uang yang berada di nakas samping tempat tidur itu.


Karena biar bagaimanapun dirinya sudah capek untuk melayani pria itu masa iya tidak dapat apapun,padahal dirinya tadi sudah totalitas untuk melakukan itu semua.


"Tidak ada kata terima kasih untuk pria aneh seperti kalian,dan aku tidak akan mau ketemu kalian lagi seumur hidup ku!" Tegas Dea dengan mata yang memerah karena menahan tangis dan malu.


Semua orang yang tadi tertawa ngakak,langsung diam saja tanpa banyak bicara lagi karena apa yang dikatakan Dea begitu menusuk seolah tidak bisa diajak kompromi.


Dea pergi dengan hati yang begitu hancur karena tidak percaya dengan kejadian memalukan yang tengah ia hadapi,ternyata uang bisa membuat orang senang tapi merasa sakit dalam hati yang tidak terperihkan hingga membuat siapa saja sampai lupa caranya bernafas karena saking perasaan sakit yang dirasakan itu tidak bisa di ungkapan dengan kata kata.


"Ya Tuhan aku hancur sekarang,aku harus bagaimana kedepan nya.Ini semua gara gara Raka,yang sudah membuat ku jadi hancur!" Lirih Dea.

__ADS_1


__ADS_2