MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 112


__ADS_3

Ketika Rasa bisa membuat aku bodoh,maka dengan mencintaimu membuat aku menjadi pintar untuk menghargai salah satu ciptaan Tuhan yang terindah di dunia.


Dafa sudah tidak ingin berdebat dengan semuanya lagi dirinya memilih memantau istri dari jauh, sebab kedua wanita paruh baya itu tidak membiarkannya sama sekali untuk mengganggu Alika.


" yang punya istri Siapa terus siapa monopoli, udah tahu begini jadinya mah mendingan mereka tidak usah kesini sekalian karena sama saja tidak ada membawa perubahan sama sekali yang ada hanya mengganggu!" sungut Dafa dalam hati sedangkan Alika sudah mulai merasa rileks dan sedikit melupakan keberadaan suaminya dan menikmati perjalanan bersama Alice dan Mirna.


" ingat ya kamu hari ini jangan coba-coba sedikitpun berdekatan dengan suami kamu karena kamu hanya miliknya kami , biar suami kamu tuh tau rasa karena Sudah berani membawa kamu pergi jauh-jauh!" tegas Mirna.


Alika bergidik ngeri Kenapa mertuanya sekiller itu ya, kalau begini terus bisa bahaya jika nanti dirinya ikut tinggal dengan mereka Dafa pasti menjadi korban keusilannya.


" aku setuju sekali dengan apa yang kamu katakan, Siapa suruh sudah membawa pergi Alika nya jauh-jauh dan hasil akhir kita yang jadi pusing sendiri!" Alice menimpali perkataan besannya itu.


" Ya terserah Mama saja deh soalnya aku juga bingung mau komentar apa, hanya saja jangan terlalu kelamaan juga ya soalnya kasihan Mas Dafa ditinggal pergi sama istrinya terus." ujar Alika sambil tersenyum.


" haduh Kamu juga ketularan deh dari Daffa, sama saja enggak mau pisah jauh maunya nempel terus. coba Alice kamu punya anak gadisnya 2 satunya kan bisa kita jadikan teman jalan, Nah karena ini satu saja akibatnya jadi kita yang kesusahan kan soalnya yang diajak itu malah tidak ikhlas?" sungut Mirna membuat Alice menatap heran ke arahnya.


" Lho kenapa harus aku kenapa bukan kamu punya anak ceweknya, Emangnya kamu pikir tidak sakit apa kalau melahirkan terus terus jadi kamu dengan entengnya menyuruhku seperti itu?" tanya Alice tak terima.


" kita ini kan lagi membahas soal anak gadis dan merupakan keahlian kamu untuk menghasilkan anak gadis yang cantik. jadi harapan untuk memiliki anak cewek yang lebih besar kan Kamu, makanya aku menyuruh kamu saja biar langsung ada kepastian tidak perlu di php-in!" jelas Mirna membuat Alice hanya bisa menggelengkan kepalanya karena saat berbicara wanita itu dengan santai saja mengatakan hal itu seolah tanpa beban.


" Ya sudah terserah kamu saja, mungkin kamu pikir membuat anak itu rasanya enak kayak membuat adonan donat. kalian tinggal dipelintir Terus maunya bentuknya seperti apa langsung deh jadi, tidak perlu harus penasaran lagi gimana bentukan saat keluar?" ujar Alice membuat Mirna hanya bisa cengengesan.


Alika menatap Jengah ke arah kedua manusia paruh baya itu, Karena melakukan hal yang menurutnya sangat tidak penting dan Hanya mengundang emosi saja padahal ada pembahasannya lain yang lebih berfaedah daripada hal itu.


" kalian dari tadi itu sebenarnya nggak bahas apa sih aku hasil akhir jadi berdebat, Jangan dijadikan kebiasaan dong kalau hal yang itu aneh yang ada di bikin malu tahu tidak?" tanya Alika heran bukannya marah tetapi Mirna dan Alice malah tertawa.


" Ih kamu Kok jawabnya gitu sekarang letak hal yang bikin malu di mana Coba, kita akan berbicara sesuai fakta tidak perlu ada yang disembunyikan agar persahabatan kita Makin erat dan langgeng?" sahut Alice sambil mencubit gemas pipi putrinya itu.


" apa-apaan sih Mama ini sakit tahu tidak, ini orang banyak loh melihat kesana kemari aku punya suami diperlakukan seperti anak kecil?" sungut Alika kesal tapi Mamanya memilih untuk tidak peduli dan hanya mengangkat kedua bahunya.


di lain tempat Raka kini Tengah kebingungan karena setahunya semalam dirinya berada di kantor polisi daerah Jeju, Tapi kenapa di pagi lagi yang entah berada di negeri antah-berantah bagian mana.


What the.....


" ini di mana Kok bisa aku berada disini perasaan semalam kan aku di kantor polisi yang cara orang ngomongnya aneh semua, Masa Iya aku tidur sambil jalan terus kalau sampai benar-benar terjadi gila sekali cara jalan ku sampai tidak jelas begini?" gumam Raka monolog karena bingung sebenarnya posisinya sekarang itu berada di sudut planet yang bagian mana lagi coba.


"Ayo berpikir Raka,kenapa kamu sampai bisa terdampar disini?Jangan sampai kamu malah menjadi santapan para wanita bermata sipit itu,karena pasti mereka bakal minta tambah lagi!" Gumam Raka lagi.

__ADS_1


Terlihat Raka sudah seperti orang stress yang melakukan sesuatu sendirian bahkan terlihat seperti orang yang tengah tidak memiliki semangat hidup, habisnya berkata sesuatu sendirian tanpa memikirkan keadaan di sekitarnya padahal sebenarnya dirinya sedang diperhatikan oleh seseorang dari sudut ruangan.


" dari tadi aku ngomong kok tidak ada tanda-tanda kehidupan atau ada orang-orang lain yang di sekitar sini, setidaknya ada wanita seksi atau berbikini paling tidak memakai lingerie warna merah begitu yang sangat menggoda iman dan pikiran?" batin Raka yang frustasi karena sudah beberapa hari si juniornya dikandangkan terus tanpa bisa untuk dilepas.


Deka yang berada di ruangan itu tapi karena penerangannya Minim makanya tidak terlihat jika dirinya sedang melihat ke arah Raka, Untung saja ia masih ingin membalaskan dendam kalau tidak sudah dipastikan Raka sudah keok dan Menjadi santapan ikan kelaparan di tengah laut.


" dasar pria aneh untung juga stok kesabaranku masih banyak Coba kalau tidak sudah ku hajar Habis dirimu sekarang juga karena sudah melakukan hal yang membuat waktuku tersita percuma, sudah tahu bahwa Nyonya Bos sudah menikah Tapi masih saja melakukan hal yang tidak-tidak? dia pikir di dunia ini hanya dia saja yang orang harus urus, untung juga aku masih memiliki sabar Kalau tidak Demi Tuhan sudah ku kuliti habis dirinya yang tidak berbentuk itu!" sungut Deka.


Raka yang sudah merasa bosan berteriak sekuat mungkin agar semua orang mendengarkan dirinya sebab Siapa sih yang bakal betah di ruangan yang gelap tanpa penerangan seperti begitu, yang ada itu hanya genderuwo yang mau di tempat seperti itu Sedangkan dirinya selalu beranggapan jika makhluk tertampan di dunia Jadi tidak 1 level jika berada di ruangan yang banyak nyamuk nakal itu'


" Woi ada orang tidak di luar cepat buka pintu kalian pikir aku manusia apaan sampai harus ditawan seperti begini, cepat buka pintunya atau tidak bakal aku dobrak kalian belum tahu siapa itu Raka Alfian yang sebenarnya dan ingin bukti?" teriak Raka yang sudah mulai merasa tidak nyaman berada di ruangan itu sendirian.


" Oh ternyata si cunguk sudah tidak betah ya di tempat yang seperti begini, kalau begitu saatnya sekarang kita samperin dia terus melihat Sebenarnya apa yang tengah dialami sekarang ini?" batin Deka pelan.


Tap tap tap


Raka menoleh kearah sumber suara ketika mendengar ada yang mendekat,dirinya merasa heran kok bisa ada orang dalam ruangan itu padahal pikirnya yang ada disitu hanyalah dirinya sendiri.


"Lho kok ada orang disini,terus aku harus pake Bahasa apa nih buat ngomong?" Ujar Raka pelan tapi masih bisa di dengar oleh Deka.


"Pake bahasa Goib!" Ujar Deka sembari menahan tawanya.


"Mmm permisi Oppa atau Appa,bisa ajak kompromi tidak?" Tanya Raka sok cool.


"Nih orang mau ngomong apa lagi coba,jangan bilang dia menyuruhku membawa wanita seksi kesini?Wah kalau sampai itu terjadi aku bakal potong anu nya buat di kasih makan si otong yang kurang belaian."Batin Deka.


"Hemmm!" Sahut Deka singkat padat dan jelas.


"Waduh singkat amat jawabnya,mana aku tahu dia laki laki atau cewek? kalau cewek siapa tahu aku bisa tebar pesona begitu,biarpun Hantu tapi kalau sudah di Oplas kan tidak masalah?" Batin Raka yang dimana mana jiwa maniak nya selalu dipakai.


"Emmm,apa aku bisa di keluarkan dari sini sekarang juga?Tenang kalau soal bayaran aku punya banyak uang kok,bahkan di negara perusahan aku adalah paling terbesar di antara semuanya!" Pinta Raka penuh percaya diri.


"Apa katanya,memiliki perusahan terbesar? Wah ukuran travel yang sebesar toilet Nya Tuan Daffa saja di banggakan apalagi sebesar perusahan Tuan Daffa,pasti katanya bakal tambah songong!" Sungut Deka dalam hati.


"Hemmm!" Ujar Deka singkat karena ingin membuat Raka penasaran.


"Aduh kenapa singkat sekali jawabannya,kalau model begini mana aku bisa mengerti nada bicaranya ?" Tanya Raka pelan.

__ADS_1


"Anyeong,itu Kumaha Aishh aku harus ngomong apa sih soalnya bingung bahasa korea?" Sungut Raka frustasi.


Jiwa maniak nya muncul disaat yang pas,tanpa menunggu dan banyak bicara lagi Raka langsung membuka pakaiannya hingga bu**l.


Karena menurut pemikirannya jika yang sedang berbicara dengannya adalah seorang wanita,karena terdengar malu malu dan sepertinya tidak ingin berbicara padanya.


"Yesss,ternyata kalau bu*il di gelap gulita begini sangat adem tapi sayang bo**ng ku yang se*si jadi bikin nyamuk nakal tepar karena merasa kenyang?" Ujar Raka sambil senyum senyum sendiri.


What The...


Deka yang mendengar perkataan Raka barusan menjadi merinding sendiri,karena ternyata pria gila itu sedang berubah menjadi tambah gila dengan membuka pakaiannya sendiri.


"Ya Tuhan jauhkan diriku dari manusia kurang ajar dan bi*al seperti Itu,karena aku adalah pujangga pecinta wanita bagaikan Romeo mencintai Juliet!" Batin Deka sambil memegang si Otong miliknya.


"Tong oh Si Otong,tolong jangan lihat kearah manusia bu*il itu ya? Karena nanti kita bakal berdosa sebab melihat hal yang tidak perlu kita lihat,pasti bentuknya sangat bikin sakit mata karena tiap hari di paksa masuk goa yang berbagai macam rupa mulai dari yang sesak sampai yang melar." Deka bergumam berusaha untuk tidak menghajar Raka yang sangat tidak tahu malu itu.


"Schatz,komm her!" Panggil Raka dengan menggunakan bahasa Jerman membuat Deka merasa heran.


"Ini orang apa gila ya,kok bisa bisanya bicara sesuatu yang tidak jelas begitu? Padahal ini kan lagi di korea kenapa malah cara bicara ngelantur begitu,dasar manusia paling aneh di jagat raya dan sangat bikin orang sekitar menjadi pusing?" Sungut Deka.


"gimana kalau aku kerjain saja biar kapok sekalian,siapa suruh mau belajar gila ya sudah aku kasih lulus saja kan biar gampang?" Batin Deka memikirkan sesuatu yang menurutnya bakal menjadi sesuatu yang fantastis.


Secara perlahan Deka mendekati Raka dan dengan kesusahan berusaha untuk memperjelas penglihatan nya,setelah itu dirinya menarik onggokan pakaian Raka di lantai berdebu lalu berusaha mencari sakelar lampu.


Jdarrrr


Bagaikan di sambar petir di kala sore hari nan cerah,Deka tak percaya jika Raka kini tengah bersolo karier sambil merem melek bahkan tak sadar jika ada sepasang mata yang sedang menatap heran kearahnya.


"Kurang ajar nih orang,bukannya takut bakal di bunuh malah asyik memegang Micrphone milik nya?Semoga tidak ada lagi manusia lain di dunia ini yang mirip seperti dia,karena bisa di pastikan bakal tercecer di mana mana santan tidak bermutu miliknya itu!" Batin Deka frustasi padahal dirinya sudah tidak betah berada di situ tapi mau bagaimana lagi tidak mungkin juga kan perintah dari Daffa dirinya abaikan.


"Woiii kasih mati kran airnya jangan terlalu deras,nanti kalau stok habis kan bisa berabe juga kan!" teriak Deka kasar.


Raka yang dari tadi sedang Haha Hihi Haha Hihi,langsung menghentikan kegiatannya dan kasihan si Otong langsung menciut seperti rumput yang layu karena kekeringan.


" kamu kok disitu Memangnya saja kapan? Wah jangan bilang kamu ingin mengintip ku makanya menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan, jangan macam-macam ya kamu cepat keluar dari sini aku mau melanjutkan bikin album dulu?" sungut Raka membuat Deka bukannya pergi malah tersenyum .


" Oh silakan saja melanjutkan pekerjaan kamu tadi aku bakal jadi penonton setia kok mungkin bisa mengarahkan sedikit ke arah yang lebih bagus, soalnya kasihan melihat kamu sudah seperti orang yang benar-benar miskin wanita sehingga sampai tidak tahu tempat dalam melakukan hal kegilaan seperti begitu? Kenapa jadi seorang pria itu terlihat yang mirip sekali harimau lapar seakan-akan tidak punya harga dirinya lagi, sehingga sampai-sampai tangannya tidak ada salah pun kamu gunakan untuk melakukan hal yang asusila seperti begitu?" Deka bukannya membuat harga diri Raka tambah tinggi melainkan tambah menciut ke bawah.

__ADS_1


" eh asisten sialan kamu jangan macam-macam ya dengan ku ingat status kamu itu selalu di bawah dariku seorang pemimpin sebuah perusahaan, dan satu lagi iri bilang Bos karena Si Otong ku selalu saja mendapatkan tempat yang paling terbaik di jagat raya ini!" Raka bukannya malu malah membanggakan dirinya dihadapan Deka.


" Ya sudah kalau kayak begitu kamu Nikmati saja fashion show bu*il kamu itu dihadapan semua orang, pakaian kamu aku sita dan jangan harap kamu bakal mendapatkannya kembali! Bukankah kamu adalah orang yang paling suka dengan memamerkan aurat kamu dihadapan semua orang, semoga saja wanita mata sipit yang berada di negara ini bakal menyukai Si Otong kamu yang tidak dan bentuknya itu!" Deka benar-benar habis kesabarannya karena dari tadi Raka sepertinya tidak sadar dengan keadaannya sekarang ini.


__ADS_2