
Hehe aku balik lagi,tapi tangan kalian yang pada Ngilangš¤£š¤£.
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Raka mencerna semua perkataan Mamang Batagor barusan,ia akui jika pemikiran pria paruh baya itu seratus persen benar.
"Ahh aku harus kejar Lika sekarang!" Gumam Raka lalu berlari menuju mobilnya untuk menyusul Alika kerumahnya.
Satu yang ia tak ketahui jika Alina sebenarnya kembali ke kantor Dafa,karena sore ini ada kunjungan lapangan proyek mereka.
"Kenapa sih harus bertemu lagi dengan si Python menyebalkan itu sih,"Gerutu Alika yang sangat merasa dongkol dengan kelakuan Dafa siang ini.
Saat sampai di kantor ia sebenarnya tak ingin masuk,dan berencana hanya menunggu di parkiran.Akan tetapi sayang,baru saja mobilnya terparkir Dafa dan asisten permen karet lengket itu sudah berdiri dihadapannya.
"Haii Nona," panggil Deka.
"Oh my Ghost,nih orang memang selalu gentayangan atau apa sih sampe selalu nongol dimana mana?" gerutu Alika.
"Kamu mau saya tinggal atau apa Hah," Bentak Dafa yang melihat Alika tak ada inisiatif untuk naik mobilnya.
"Ehh Iya maaf Tuan(Python,dalam hati)saya naik nih!" Sahut Alika menahan emosinya.
__ADS_1
"Kamu maksud nya apa duduk didepan?" Sarkas Dafa kasar.
"Hah,kamu kenapa sih terserah aku duduk dimana,kenapa kamu yang repot." Kesal Alika.
"Deka kamu turun,aku yang nyetir,"Perintah Dafa.
Alika yang melihat Deka turun dan hendak duduk dibangku belakang.dirinya berinisiatif untuk keluar juga,karena dirinya mana mau duduk dekat Dafa.
"Heii kenapa kamu turun?" Tanya Dafa bingung.
"Lho kan kamu yang nyetir,artinya aku duduk dibelakang saja." Sahut Alika santai.
"Oh jadi kalian mau saya jadi sopirnya?" Tanya Dafa datar.
"Kamu saya gaji bukan untuk bermalasan." Sindir Dafa kesal.
Nah itu kan Deka salah lagi,woii bukannya tadi kamu yang suruh asisten teraniaya kamu itu?
"Salah lagi diriku ini!" Batin Deka.
"Astaga kamu yang sabar ya,punya majikan yang plin plan seperti ini," sindir Alika.
"Nona tolong jangan pancing singa tidur jadi bangun," pinta Deka dalam hati.
"Tuan maafkan saya jika bermalas malasan,biarkan saya yang menyetir.Nona tolong duduk dibelakang,karena saya tidak nyaman menyetir jika ada yang duduk disamping," pinta Deka yang seolah paham dengan jalan pikiran tuan nya itu.
__ADS_1
"Baiklah jika itu bikin kalian berdua senang," ketus Alika kesal lalu duduk disamping Dafa dibangku belakang.
Ketiga nya lalu menuju ke tempat proyek,sesampainya disana mereka menggunakan alat pengaman diri.Karena lokasi itu sangat berbahaya bagi siapa saja,jadi segala sesuatu diperlukan.
Para Arsitek dan pemborong sudah berada dilokasi tersebut,mereka tersenyum melihat tuan muda dan juga wanita cantik disamping nya itu.
"Wah ini namanya bidadari ditengah gurun pasir," ujar mereka pelan.
"Sore semuanya!" sapa Dafa.
"Sore Tuan,Nona!" ujar mereka sambil membungkukan badan.
"Kalian pasti belum tahu kan siapa wanita di samping saya ini,perkenalkan namanya Alika Mariano putri dari Tuan Andika Mariano," ucap Dafa.
"Wah,ternyata pewaris harta keluarga Mariano wanita yang sangat cantik," puji mereka semua.
"Tapi galak," sambung Dafa mengejek Alika yang menatap horor kearahnya.
"Bagaimana persiapan semuanya,apa proyek pembangunan hotelnya kita bisa mulai?" Tanya Dafa.
"Bisa Tuan,semua pekerja tinggal menunggu Aba aba dari anda." Sahut mereka.
"Ok bagus!" Ujar Dafa sambil tersenyum.
Sudah dulu ya...author lagi tidak fit..
__ADS_1