
HAII READER KU TERSEYENG
MAAF EPS 25 JADI DOBEL...
HAPPY READING YA GUYS.
LANJUT ***
"Baik Tuan." Sahut Deka santai karena bagimana pun perkataan Bos itu harus dilaksanakan tanpa ada yang namanya penolakan.
"Ma,kenapa sih dari tadi mondar mandir kesana kemari?Apa tidak capek tuh kaki dipaksakan buat berdiri,ayolah duduk dulu!" Tawar Bey karena melihat sang istri yang terlihat gelisah.
"Mana bisa duduk Pah,tuh anak cecunguk dari tadi ditunggu malah belum nongol," Omel Mirna.
"Mungkin masih dijalan tadi kan dia katanya ada ketemu klien,kalau kamu gelisah begini yang ada terasa lebih lama." Sahut Bey sambil menggelengkan kepalanya.
"Ini mah beda ceritanya Pah,antara masa depan keluarga Adrian."Ujar Mirna semangat menggebu gebu.
"Tapi kalau Dafa nya tidak mau bagaimana,masa kita harus main paksa kaya jaman es batu saja," Bujuk Bey yang tak mau sebagai orang tua terlalu memaksakan kehendak.
"Pah,anak kamu itu geraknya lambat sekali,jadi kita sebagai orang tua harus lebih agresif lagi. Kalau dia tidak mau melamar Alika,ya Mama dong yang turun tangan," ujar Mirna semangat empat lima.
"Papa ikut saja deh." Sahut Bey pasrah karena kalau istrinya itu sudah ingin sesuatu pantang pulang sebelum dapat.
"Malam semuanya," sapa Dafa.
"Malam Tuan dan Nyonya," sapa Deka sambil Tersenyum.
__ADS_1
"Kalian duduk,Deka kamu disitu terus Dafa kamu didepan Mama dan Papa," perintah Mirna layaknya instruktur senam sedang memberikan arahan.
Dafa menatap Papa nya pertanda meminta penjelasan,namun hanya dibalas dengan mengangkat bahunya.
"Ok karena sekarang formasi nya sudah lengkap,dengar perkataan Mama ya! Untuk Papa biarpun kepala keluarga,tapi kalau ratu rumah bilang dengar tolong dengar ya!"Perintah Mirna layaknya hakim sedang ingin mendakwa tersangka.
"Dafa gimana hubungan kamu sama calon menantu Mama itu?" Tanya Mirna memastikan.
Dafa mengeryitkan keningnya,ia pikir masalah besar apa ternyata Mirna menyuruhnya datang hanya untuk menanyakan soal Alika saja.
"Jadi Mah,tadi suruh kesini hanya untuk tanya masalah yang tidak penting ini?" Tanya Dafa heran.
"Eitss jangan bilang tidak penting,justru ini sangat penting sekali.Menyangkut masa depan kamu dan keluarga ini!" Sahut Mirna sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya tapi...
"Ya tidak ada yang spesial kok,hanya ketemu membahas pekerjaan saja kok.Lagian nih ya tuh orang sudah punya pacar,jadi berhenti deh bikin malu Mah," ucap Dafa kesal.
"Kamu yang malu tapi Mama tidak,lagian kalau belum ada surat undangan maka kesempatan itu selalu ada." Sahut Mirna tak surut semangatnya.
"Mah aku masih bisa kali cari pendamping,tanpa perlu menurunkan harga diri seperti ini," pinta Dafa.
"Ho ho,kamu pikir Mama bodoh seperti Papa mu hah? Kalau bisa cari pendamping kenapa setiap pulang tidak bawa menantu Mama,ingat ya truck saja punya gandengan masa kamu kalah," Mirna tertawa mengejek.
"Lha kenapa jadi bawa bawa Papa sih Ma?" Tanya Bey bingung karena dikatai Mirna bodoh.
"Diam Pah,nanti soal itu Mama ajarin dikamar biar Papa tahu bodohnya dimana!" tegas Mirna.
__ADS_1
"Jadi bisa besok kamu bawa menantu Mama kesini?" Tanya Mirna memastikan.
"Lha mau ngapain sih Ma?" Tanya Dafa kesal.
"Mama mau berdrama ke dia,bilang kamu itu punya kelainan terus bisa sembuh kalau nenikah.Nah dengan begitu dia pasti nggak bakal nolak,gimana ide Mama cemerlang kan?" Tanya Mirna yang tak sadar jika Dafa kesal setengah mati.
"Mah itu namanya bukan cari jodoh ,tapi cari malu. Orang aku sehat begini kok dibilang punya kelainan,yang benar saja Mah?" ujar Dafa frustasi.
"Mereka sudah punya panggilan Sayang kok Nyonya." Deka menimpali.
"Nah asisten yang seperti ini yang mau dijadikan dadar gulung oleh Dafa karena mulut embernya itu...
"Wah yang benar,apa panggilannya?" Tanya Mirna antusias.
"Deka kamu bosan hidup atau apa Hah,pergi sana sebelum kupenggal kau," bentak Dafa.
"Dan akhirnya nyali Deka menciut jeng jeng jeng...
"Ehh yang suruh dia pulang siapa?Ayo anak manis kasih tahu panggilan sayang mereka,biar bulan ini bonus kamu tambah iya kan pa?" Tanya Mirna kepada suaminya itu.
"kalau masalah uang,suami adalah korban pertama tapi kalau masalah julid menjulid sejak kapan emak emak tanya kesuami??
"Tuan memanggil Nona Alika itu Ular Sanca,terus Nona Alika memanggil Tuan itu Ular Python," ujar Deka pelan karena takut dengan tatapan mematikan dari tempat duduk seberang.
"Ya Tuhan jika ini adalah hari terakhirku,ijinkan aku menyelamatkan harga diri seorang Bos yang tak laku laku." gumam Deka dalam hati sambil menundukan kepalanya.
Deka tak berani menatap kearah Dafa yang seolah bersiap menerkamnya hidup hidup.
__ADS_1