
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Maaf ya guys Berapa hari ini author ada sedikit ngelantur nulisnya, soalnya maklum bulan Desember banyak kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan Jadi kadang-kadang memaksa kan diri di sela-sela capek dan akhirnya jadi Blank pikirannya.
sebenarnya pengen off bulan ini hanya saja autor Tak Tega pada kalian, meskipun ngalor-ngidul tetapi mesti harus berjalan.
Terkadang juga sambil nulis eh matanya bawaannya merem melulu, dan akhirnya kepalanya ketipu HP kan sakit guys.
jadi Yang komen Beberapa hari lalu soal tulisan autor yang kosakatanya tidak betul 1, author minta maaf ya soalnya mesin Kalau dipaksa terus pasti bakalan anjlok apalagi manusia yang hanya terbuat dari daging tulang dan darah.
lanjut
__ADS_1
Alika kini memilih untuk merebahkan dirinya di tempat tidur yang nyaman, tetapi sebelum itu wanita cantik itu merapalkan doa agar tak diganggu oleh makhluk hidup manapun.
Semoga malam ini aku bisa tidur dengan tenang terbebas dari manusia apapun yang ada, terus kalau ada yang pengen mengganggu ku doakan semoga cepat insyaf!" ujar Alika lalu segera merebahkan tubuhnya di kasur empuk milik penginapan itu.
" tapi kalau Iyang mengganggu tidurnya setampan Oppa Ji Chang Wook, Aku ikhlas ikhlas ikhlas nya bahkan tidak usah bangun sekalian juga aku Ridho!" sambung Alika lagi sambil tersenyum.
ih Neng Alika Ma tega masa iya autor yang remahan rengginang begini saingannya sama Bidadari pasti kalah telak dong.
sedangkan di luar ruang penginapan itu Daffa sedang uring-uringan, karena sedari tadi dirinya tak melihat Alika sama sekali. padahal sekarang adalah waktunya makan malam, apaan Ika merupakan tipe wanita yang takut gemuk sampai-sampai Tidak mau makan malam?
Ben merasa heran dengan kelakuan majikannya itu, dari tadi terlihat seperti orang gelisah yang sedang menahan buang air terus toiletnya kepake sama orang lain Jadi bisanya hanya mondar-mandir doang.
" Kenapa kamu sampai bisa punya pemikiran seperti itu, Sejak kapan Aku ingin akrab dengan wanita seperti itu dalam mimpi pun tak sudi! " tanya Daffa Ketus sengaja menutupi kegugupannya karena kegelisahannya tadi ternyata disadari oleh Ben.
" oh bukan seperti itu ya tuan maaf saya Anda ingin mengobrol dengan Nona Alika makanya saya menawarkan diri untuk memanggilnya." sahut band sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
__ADS_1
" makanya lain kali kalo ngomong itu dipikir dulu enak saja main asal tuduh, Memangnya kamu pikir stok wanita cantik di dunia ini sudah habis apa Jadi harus ditemani dia segala!" Ketus Dafa lalu memilih masuk ke dalam kamarnya karena jika berlama-lama dengan Ben maka kegugupannya itu akan sangat kentara.
Ben menatap punggung tuannya itu sambil menggelengkan kepalanya, dirinya bukan baru sehari bekerja bersama dengan Dafa Maka kalau ia berbohong itu ia tak terlalu paham.
gestur tubuhnya Daffa menyiratkan bahwa sebenarnya pria itu menyukai Alika, hanya saja karena gengsinya terlalu di ambang batas, maka dari itu pria itu selalu berusaha untuk mengelak.
" jatuh cinta saja repot nya minta ampun, apalagi kalau sudah jadi bucin akut bisa habis diriku karena jadi bulan-bulanan tuan kalau sedang berantem!" sungut Ben dalam hati.
di dalam kamar Daffa bukannya langsung beristirahat, dirinya malah berjalan mengitari keliling kamar tempatnya menginap hingga layaknya seperti setrikaan.
ingin hati Daffa menemui Alika, hanya saja dirinya juga sempat memikirkan malu jika sampai ketahuan oleh asistennya itu.
" Kenapa tuh cunguk Sialan aku bawa juga kesini ya, kan jadinya tidak bebas kesana kemari kalau tidak ingin ditanya dengan berbagai pertanyaan yang aneh-aneh itu?" sungut Daffa kesal.
lebih parahnya Ben ia seolah mendapatkan ide brilian untuk membalaskan perbuatan Daffa padanya selama ini, maka dari itu pria itu bukannya kembali ke kamar malah sengaja menjadi satpam tepat di depan pintu kamar yang di tempati oleh Daffa.
__ADS_1
" Aku ingin melihat kegigihan anda tuan, kira-kira bakalan bertahan di dalam kamar dan tetap mementingkan ego atau keluar menemui Nona Lika? " batin Ben sambil tersenyum smirk'
ceklek