MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 216


__ADS_3

Alan begitu bahagia karena akhirnya bisa menikah dengan wanita Pujaan hatinya,padahal perjuangan dirinya untuk bisa ketahap ini tidak bisa dianggap remeh.


"Siapa saja yang mendengar hal ini pasti bakal menyebut aku adalah pria yang berbahagia,karena bisa mendapatkan wanita sesempurna kamu!" Bisik Alan tepat di telinga Ana saat keduanya tengah berada di ruangan ganti untuk persiapan resepsi pernikahan kalian.


"Lan,jangan sampai kamu melakukan hal yang tidak tidak pada menantu Mama!" Teriak Sandra dari depan pintu.


Alan mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Mamanya itu,karena itu sama saja mencampuri urusan makan minumnya.


"Mah,pliss deh jangan terlalu sambar seperti ikan. Aku itu bukan anak kecil lagi yang bisa kalian atur sesuka kalian,terserah mau aku colek atau apapun itu karena dia kan istriku!" teriak Alan dari dalam karena merasa jengah dengan sikap sang Mama.


Sandra yang mendengar jawaban dari putranya itu langsung Ingin sekali menghajar pria itu,tapi beruntung Alan sedang berada dalam satu ruangan bersama Ana sang menantu.


"Dasar anak kurang ajar suka nya membuat orang tua emosi,semoga saja cepat jadi seorang Papa untuk anak kembar 4 biar kapok mengurusnya!" Omel Sandra.


Alan dan Ana yang mendengar apa yang dikatakan oleh Sandra hanya bisa geleng geleng kepala,karena wanita paruh baya itu selalu saja terlihat emosi ketika ada hal yang tidak pas dimatanya.


"Mama Sandra memang ajaib,selalu saja bicara tidak jelas!" Ujar Ana membuat Alan juga ikutan tersenyum.


"Hehe siapa dulu dong Anak nya,yaitu suami kamu sendiri dan juga merupakan pria yang paling keren sejagat!" Alan terlihat begitu narsis karena memang begitulah kebiasaannya ketika bersama dengan Ana.


Lia datang mendekat kearah Sandra yang sedang memasang wajah cemberutnya,terlihat wanita itu ingin tertawa tapi hanya ditahan nya sebab takut nya Sandra bakal tambah kesal dan urusan nya bakal lebih ribet dari yang ini..


"Heii Cantik,apa tidak malu tetap ada disini padahal kita juga sudah ada diposisi ini?" Tanya Lia setengah berbisik.


Sandra terkejut ketika ada yang tiba tiba muncul di belakang nya,padahal ia sedang serius tadi memikirkan kata kata yang pas untuk melawan Alan.


"Ishhh kamu bisa diam tidak? Aku itu lagi serius karena ingin membalas kata kata menantu kamu yang tidak punya akhlak itu,yang selalu saja punya cara buat membantah apa yang dikatakan oleh orang tua sendiri!" sungut Sandra.


"Kamu itu harus lebih sabar karena biar bagaimanapun kelakuan anak kamu itu pasti mencontoh dari orang tuanya,jadi lebih baik sabar saja dan jangan banyak mengeluh!" sindir Lia membuat Sandra menatap tajam kearah nya.


"Kamu itu kenapa sih kalau bicara selalu saja memancing emosi,untung juga kita besanan coba kalau tidak sudah kuajak jambak jambakan mumpung hari stylish masih ada di dalam!" Sungut Sandra.

__ADS_1


"Hehe,bercanda GUYS! Jangan terlalu suka marah marah tidak jelas nanti cepat tua,ayo kita kedalam aula soal nya tuh para tuan suami sedang menunggu!" ajak Lika sambil menarik tangan Sandra agar ikut dengannya.


"Pelan pelan dikit dong ini sakit,memang nya kamu pikir aku kambing yang bisa kamu bawa jalan sambil ditarik?" Tanya Sandra .


Lia tidak menggubris apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu karena sama saja bakal lebih panjang urusannya,sebab Sandra kalau lagi marah otomatis matahari yang sedang redup bakal langsung terang benderang.


"Yang,masuk nya pelan pelan dong soalnya yang tadi saja masih sakit!" Pinta Ana dengan wajah yang begitu masam karena kelakuan Alan yang tadi dengan sengaja mengeluarkan. cincin dari tangan Ana dengan begitu kuat.


"Ya siapa suruh kalau itu bahwa menikah itu bakal memakai cincin tapi kamu malah mengunakan kaus tangan,nanti saat kasih keluarnya kan begini jadinya repotnya minta ampun!" sungut Alan.


"Aku yang sakit tapi kok kamu yang banyak komentar,memang nya kamu pernah merasakan hal itu?" Tanya Ana ketus.


"Tidak pernah dan tidak akan pernah,soalnya ribet kalau memakai sesuatu yang dibungkus sebab bagian dalamnya tidak bakal terasa!" Ujar Alan ambigu..


Ana heran dengan pembahasan sang Suami yang terasa begitu aneh dan keluar dari pembahasan awal,padahal hanya masalah cincin tapi kenapa lari kearah yang memakai bungkus.


" kamu itu sepertinya isi otakmu harus sedikit dirubah biar lebih bagus lagi dan isia nya bisa dimengerti,soalnya kalau tidak yang ada itu hanya membuat orang lain menjadi bingung!" sindir Ana tapi sambil tertawa.


"Woii pengantin baru,ngapain saja sih didalam? Tuh para tamu pada nungguin,kalau kalian tidak ingin menjadi mempelai biar aku dan suamiku yang menggantikan!" Teriak Alika dari luar karena merasa kesal dengan sikap Ana dan Alan yang berada di ruangan ganti tapi sampai berabad tidak keluar juga.


"Astaga,ada ibu hamil didepan!" Bisik Ana.


"Sabar Bumil,ini juga sudah selesai lagi bersih bersih saja!" Sahut Alan yang mengerjai Alika dan Daffa suaminya.


"Kurang ajar kalian ya,orang lain boleh menunggu kalian eh malah di biarkan saja!" Ujar Daffa kesal tapi yang namanya Alan mah bodoh amat.


Ceklek


"Minggir,jangan halangi jalan kami berdua sebab hari ini yang bakal menjadi raja dan ratu sehari ya kami berdua!" Alan terlihat begitu pongah nya.


Alan menarik tangan istrinya itu agar segera pergi dari situ,karena menurut nya Alika dan Daffa itu hanya menganggu saja.

__ADS_1


"Mas,jadi ceritanya kita di anggurin begitu?" Tanya Alika pelan.


"Biarkan saja,kita juga kan bisa melakukan hal itu suatu saat nanti! yang penting Intinya cuma satu yaitu sekarang Biarkanlah mereka melakukan sesuka hati, tidak usah kita pedulikan sama sekali!" Jelas Daffa.


"Mas, Apa bahasa kamu tadi itu tidak kasar kepada mereka berdua? soalnya melihat wajah Alika Sepertinya dia sedang kesal deh ke kita, karena sudah mengatakan hal yang tidak-tidak?" Tanya Ana memastikan.


" Sekali kali pemeran pembantu mengalahkan pemeran utama kan tidak masalah,karena intinya cuman satu yaitu cerita ini juga bakalan tamat sebentar lagi!" Ujar Alan santai..


Dea yang kebetulan juga di undang karena suaminya merupakan salah satu orang bengkel yang selama ini dipakai oleh perusahaan Alan,maka dari itu ketika melihat Alika dirinya mendekati wanita yang usia kehamilan sama dengan nya.


"Nona Alika,selamat malam!" Sapa Dea pelan membuat Alika menoleh kearah sumber suara.


"Heii kamu juga disini,wah ini perut sudah besar saja. Padahal aku pikir yang bala punya perut balon hanya aku saja,tapi syukurlah aku punya teman untuk ngobrol !" Sahut Alika antusias.


"Maafkan aku atas kesalahan aku yang dahulu,tapi jujur aku sangat menyesal untuk semuanya !" lirih Dea.


Alika tertawa karena mendengar nada bersalah milik Dea itu,padahal dirinya saja tidak mempermasalahkan hal itu.


"Itu sudah masa lalu dan harusnya menjadi pembelajaran untuk kedepan nya,ingat ya kamu sekarang sudah punya suami dan juga calon anak yang sedang kamu bawa!" Alika bukan ingin menjadi guru atau sok tahu hanya saja membawa seseorang kejalan yang benar itu kan tidak ada masalah.


" Aku janji tidak bakalan melakukan hal yang sama lagi seperti dulu, Karena sekarang apa yang aku miliki tidak akan pernah aku tinggalkan ataupun Aku khianati!" Sahut Dea.


" kalian sekarang tinggal di mana Soalnya Aku tidak pernah melihat Kamu duduk di tempat biasanya kamu nongkrong dengan teman-temanmu, aku selalu lewat di arah situ tapi tidak pernah melihatnya makanya aku jadi penasaran?" Tanya Alika penasaran.


Dea tersenyum karena merasa ada yang memperhatikan dirinya,padahal selama ini ia merasa bahwa hanya Tio yang selalu memperhatikan dirinya sampai hal yang terkecil sekalipun.


"Aku sementara ini tinggal bareng Mas Tio dibengkel,nanti setelah itu kami bakal pindah ke kota asalnya dia !" jelas Dea.


Alika menatap tak percaya kearah wanita hamil itu yang setelah menikah mengalami perubahan yang begitu tinggi padahal selama ini tidak seperti itu.


"Kamu beneran mau pindah,bukan kah di tempat tinggal nya Tio itu merupakan daerah yang jaraknya jauh dari perkotaan ?" Tanya Alika memastikan.

__ADS_1


" Bukan kah hidup itu harus ada perubahan,tidak bisa hanya berada di zona nyaman saja? Karena setiap orang memiliki nasib masing masing,tidak selamanya setiap orang yang hidup di kota memiliki nasib yang sama!" jelas Dea.


__ADS_2