MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 107


__ADS_3

sebenarnya Daffa Tak Tega Ketika sang istri memarahi semua hanya hanya saja mau bagaimana lagi dirinya juga sebenarnya merasa kesal, Lagian tak ada salahnya jika memperbaiki apa apa yang harusnya diperbaiki.


" tapi kan kami melakukan ini semua karena merasa khawatir, Jadi kamu jangan salah paham seperti itu dong? kalau tidak siapa aja kamu melakukan hal yang aneh seperti tadi jika hasilnya bakal terjadi hal yang tidak diinginkan, Kamu tahu kan kalau kami panik sekali ketika mendengar kamu diculik Sedangkan ini di negeri orang ?" tanya Alice yang tidak terima jika putrinya dari tadi seolah malas tahu dengan keberadaan mereka malah lebih pedulikan keberadaan Deka.


" tapi kan segala sesuatu itu sebelum mengambil sebuah keputusan harus dipikirkan dahulu dong, kalau misalnya Mama sama Papa tadi kecewa terus main tinggal pergi begitu saja gimana jadinya dong? "tanya Alika Tak habis pikir.


" sayang untung juga aku menahan mereka tadi Kalau tidak antar sekarang sudah ada di mana Aku juga tidak tahu, habisnya isi otak mereka sudah mencurigaiku sampai-sampai mendengar penjelasanku saja mereka tidak mau! " Dafa dengan sengaja menceritakan kelakuan orang tua Alika yang tadi terlalu mendramatisir keadaan.


mendengar perkataan menentu mereka yang seolah tidak mempedulikan mereka yang ada menjadi provokator membuat Dika dan istrinya menatap tajam ke arah Daffa, sedangkan orang yang berkata tetap hanya mengangkat bahunya seolah tak peduli dengan kejadian yang ada.


Deka yang dari tadi sudah diberikan perintah oleh Alika tapi belum bangun juga karena belum mendapatkan perintah dari Daffa, karena pria itu tahu jika sang majikan hendak membalas dendam itu lebih sadis sesuai dengan kemauannya.


" kamu bisa ikut saya sebentar ke dapur, karena ada hal penting yang ingin saya bahas dengan kamu! "ajak Dafa sambil menatap kearah Deka membuat pria itu mengerutkan keningnya mana ada membicarakan hal Serius tapi arahnya ke dapur.


" Baiklah tuan! " sahut Deka yang tidak berani bertanya banyak karena bukan kapasitasnya untuk melakukan hal itu.


Sesampainya di sana Daffa menyuruh DK untuk membuat kopi dan juga teh hangat, karena kasihan daritadi berdebat belum ada yang menyuguhkan minuman membuat tenggorokan terasa kering bagaikan di padang pasir.

__ADS_1


sedangkan Deka yang dari tadi sudah curiga hanya memilih untuk menghembuskan nafasnya saja, membuat Dafa mengerutkan keningnya ketika melihat respon Tak Biasa dari asisten nya itu.


"Kenapa kamu melakukan hal itu jangan bilang mau berkomentar, ingat ya kamu selama di sini maka tidak melakukan pekerjaan apapun jadi otomatis segala sesuatu yang saya perlukan selain dari pekerjaan yang harus kamu lakukan?" hanya dapat diterima dengan Respon yang diberikan oleh Deka padahal pria itu mungkin hanya ingin menghembuskan nafasnya saja kali.


" Saya tidak apa-apa Tuan malah saya ikhlas seikhlasnya, Jadi anda jangan merasa cemas ataupun mencurigakan hal yang tidak terjadi sama sekali!" sahut Deka memaksakan senyuman di wajahnya walau terlihat kaku. Ya iyalah orang yang biasanya berwajah datar tapi suruh senyum Jangan harap.


"kamu nanti tolong usahakan membuat buat pria pengganggu itu lupa jalan pulang bila perlu sekalian tidak pulang sama sekali, agar hidupku dan Alika bisa tenang selamanya karena jika tidak maka bisa dipastikan Kami tetap saja seperti begini selalu diganggu oleh Nya!" perintah Dafa di sela-sela kesibukan Deka itu.


jika biasanya keduanya membahas pekerjaan sambil menghadapi kertas dan pulpen kali ini berbeda sama sekali, yaitu terlihat Deka sedang memegang sendok dan cangkir untuk menyiapkan minuman bagi semua orang sedangkan Dafa mau berdiri santai.


" Ya Iyalah siapa juga menyuruh kamu untuk pergi sekarang juga, memangnya siapa mau melanjutkan pekerjaannya kamu yang tertunda itu?" Ketus Daffa karena menyadari sikap Deka yang semakin lemot mungkin karena faktor umur.


" Maafkan saya Tuan! " sahut Deka membuat Daffa merasa Jengah karena dari tadi hanya terdiri dari 3 kata.


" Terserah kamu mau ngomong apa yang penting Apa yang kamu kerjakan sekarang jangan pakai lama, Saya orangnya paling tidak suka menunggu!" sahut Daffa lalu segera pergi dari situ.


diam adalah jalan terbaik yang dipilih oleh Deka sekarang bisa bahaya urusannya jika dirinya membalas perkataan Daffa tadi.

__ADS_1


Alika yang sedang ditanya panjang kali lebar oleh para orangtuanya menghembuskan nafas lega ketika suaminya datang, sebab dirinya kebingungan harus menjawab dengan pertanyaan Bagaimana caranya Dafa bisa menemukannya.


" Nah itu orangnya sudah ada jadi kalau bisa tanyakan saja ke dia, soalnya saya juga bingung harus menjawab apa? " sahut Alika sambil menatap ke arah suaminya.


Daffa mengerutkan keningnya Kenapa tiba-tiba dirinya harus menjawab pertanyaan, padahal sebenarnya ia sedang tidak mood jika membahas soal Raka yang sudah membuat dirinya kelimpungan semalam.


" jika kalian bertanya soal pria yang membuat segala kekacauan ini terjadi maka jawabannya Langsung tidak, karena aku bukan tidak punya pekerjaan jadi membahas orang lain yang sudah jelas-jelas membuat hidupku jadi berantakan seperti semalam. untung juga ada kenalannya Papa yaitu Mister Kim yang membantu kalau tidak, bisa dipastikan kalau aku bakalan seperti orang stres di jalanan yang tidak bisa menemukan istriku!" penjelasan Dafa membuat semua orang menjadi paham dan juga merasa bersalah karena sudah berpikiran yang tidak-tidak.


" Maafkan mama ya nak tadi sudah berprasangka buruk sama kamu, tapi kamu jangan marah ya karena itu semua kami lakukan karena merasa sayang dengan menantu kami!" pinta Mirna dengan raut wajahnya yang bersalah membuat Dafa hanya bisa mendengus kesal.


" sama saja kalau aku masih tetap marah Memangnya kejadian tadi bakal terulang kembali dan kalian tidak bakal melakukannya? jadi lebih baik lupakan saja tidak usah dibahas kembali membuat aku jadi bertambah kesal tahu tidak, Dan ini si Deka lagi mana sih disuruh buatkan minuman saja kayak menyeduh batu sampai tidak nongol-nongol?" sungut Daffa membuat Deka pun menjadi kena imbasnya.


" Maafkan saya Tuhan jika kelamaan soalnya tadi kebingungan mencari nampan untuk membawa ini semua, soalnya tadi tidak dikasih tahu tempatnya di mana makanya saya sedikit lama!" ujar Deka merasa tak enak hati.


" Astaga kenapa tidak mau ngomong tadi biar saya yang mengerjakan hal ini, jatuhnya akan merepotkan kamu padahal ada wanita Disini?" tanya Alika tak enak hati membuat Daffa mendengus kesal masa istrinya itu malah menaruh perhatian pada pria lain yang jelas-jelas dirinya sedang berada di situ juga.


" sayang, bisa tidak Jangan melakukan hal itu kepada pria lain ada aku loh Disini?" tanya Dafa menahan kekesalannya membuat Alika mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan jalan pikiran pria yang berada dihadapannya itu.

__ADS_1


__ADS_2