MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 207


__ADS_3

ketika keduanya Sedang pusing memikirkan semuanya tiba-tiba ada panggilan masuk pada ponselnya Dinda, namun itu dari nomor asing yang tidak pernah ia ketahui sama sekali.


" Papa ini kok ada yang telepon mama Tapi nomornya dikenal, angkat atau Biarkan saja ya?" tanya Dinda kepada suaminya.


" ya diangkat saja siapa tahu itu penting karena selama ini kan tidak pernah ada nomor asing yang menelepon seperti begitu kan, jadi Ayo cepetan diangkat daripada nanti Terlewatkan!" ujar Riki.


Dinda akhirnya mengangkat panggilan itu dengan tidak ada minat sama sekali sebab menurutnya nomor asing yang menghubunginya itu sangat tidak penting, karena Yang ada dipikirannya sekarang ini yaitu keberadaan Raka yang belum jelas sama sekali apalagi ponselnya yang tidak bisa dihubungi.


" ya Halo ini dengan siapa ya?" tanya Dinda memastikan.


" maaf ini dengan keluarganya Raka Alfian? karena kami ingin memastikan sebab saudara tersebut tadi mengalami kecelakaan dan sedang dibawa menuju ke rumah sakit!" Jelas orang tersebut lalu segera mematikan panggilan itu.


Duarrrr


Bagai disambar petir di siang bolong begitulah yang dirasakan oleh Dinda saat ini,bagaimana tidak anak nya yang jelaskan dari tadi ternyata mengalami sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sedikitpun oleh Nya.


jika sudah begini mau menyesali apa yang tadi ia lakukan itu merupakan sesuatu yang sangat terlambat, sebab kejadian yang beberapa jam lalu sudah Terlewatkan tidak mungkin bakalan kembali lagi dan juga diperbaiki,


jika penyesalan itu bisa datang dengan cepat dan juga dapat diperbaiki sesegera mungkin otomatis tidak pernah akan ada manusia yang berbuat salah di dunia ini, Maka dari itu sebelum bertindak lebih baik dipikirkan lebih dahulu jika nanti hasilnya sangat tidak sesuai dengan yang diinginkan.

__ADS_1


ponsel yang dipegangnya itu jatuh ke bawah tidak disadari oleh wanita paruh baya itu sebab pikirannya sudah melalang buana ke mana-mana, memikirkan hal yang bakalan terjadi kepada putranya yang tanpa ia ketahui sama sekali sedang dibawa ke rumah sakit yang mana.


" Tadi mereka mengatakan apa sampai kamu responnya seperti begini? kalau memang itu merupakan sebuah perkataan yang tidak penting ya sudah biarkan saja jangan diambil pusing, yang penting Sekarang kita fokus mencari Raka yang entah ada di mana keberadaannya?" Tanya Riki.


"Pah tadi itu orang menelpon mama terus mengatakan jika Raka kecelakaan yang sedang dibawa ke rumah sakit, hanya saja Mama bingung dia dibawa ke rumah sakit yang mana mama bingung soalnya dia tidak mengatakan hal itu Dan langsung mematikan ponselnya begitu saja!" ujar Dinda lirih bahkan tanpa sadar air matanya pun menetes begitu saja.


ketika suaminya mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya itu dirinya pun langsung lemas ketika kakinya pun seolah tak mampu menopang berat tubuhnya, Sebab semua hal yang didengar barusan itu merupakan pukulan telak baginya yang tidak pernah dipikirkan apalagi diminta selama hidupnya.


" ya sudah kita pergi saja cari ke mana pun rumah sakit yang ada di dekat sini Siapa tahu Raka ada di sana, daripada hanya menunggu tidak ada kepastian begini sama saja bohong kan? "ajak Riki kepada istrinya itu dan Dinda pun menganggukkan kepala pertanda setuju dengan saran yang diberikan oleh sang suami.


keduanya pun menuju ke rumah sakit yang terdekat dari tempat tinggal mereka karena segala macam kemungkinan pasti bisa terjadi, dan juga Raka belum terlalu lama meninggalkan rumah Jadi otomatis tempat tersebut merupakan jarak paling terdekat dan juga paling bisa dicurigai sebagai tempat tujuan.


Dinda mencoba untuk tegar dan juga kuat walau sebenarnya itu jauh dari kata mustahil, tubuh putranya itu yang baru dilihatnya beberapa jam lalu kini sudah sangat tidak dikenali bahkan Bisa dibilang sudah hancur tak berbentuk. namun Harapan di dalam hatinya selalu ada sebab tidak mungkin dirinya mendoakan yang tidak-tidak, putranya satu-satunya yang ada di dunia ini kini tengah bertarung nyawa agar tetap hidup walau sebenarnya itu terasa tidak mungkin mengingat kondisinya yang seperti itu.


" Ya Tuhan, Kok bisa seperti itu nak? tadi Kalau kamu tidak keluar rumah dan Mama juga tidak bicara banyak pasti kamu bakalan masih sehat dan juga tidak terbaring di situ, ini semua salah Mama yang selalu saja menuntut lebih ke kamu padahal kamu selama ini sudah memberikan yang terbaik!" ujar Dinda monolog sambil mengikuti langkah kaki para petugas medis yang sedang mendorong putranya itu menuju ke ruang pemeriksaan.


" permisi, apa ini dengan keluarganya Tuan Raka Alfian? Bisa kita bicara sebentar soalnya ada hal yang ingin kami tanyakan, dan ini mengenai korban?" Tanya salah satu petugas kepolisian yang ada.


Ricky yang merespon apa yang dikatakan oleh pria berseragam itu tetapi Dinda tidak sama sekali, wanita itu seperti orang yang sudah tidak bernyawa lagi Tetapi hanya masih bisa bernafas.

__ADS_1


dirinya bertambah stres ketika dilarang masuk kedalam ruang pemeriksaan oleh para perawat yang berada di situ, padahal dirinya ingin sekali memastikan keadaan putranya Apa baik-baik saja atau tidak sebab kalau dirinya berada di luar otomatis pikirannya bakalan tidak tenang.


"Suster saya mohon,ijinkan saya masuk kedalam dan saya janji tidak akan menggangu pekerjaan kalian. Saya hanya akan melihat saja tanpa bersuara,tapi yang penting saya diizinkan masuk ke dalam untuk memastikan keadaan anak saya apa baik-baik saja atau tidak!" pinta Dinda dengan wajah memelas sebab dirinya tidak tahu lagi harus berbuat seperti apa agar semua orang paham dengan isi pemikirannya sekarang ini jika dirinya itu sedang merasakan cemas yang begitu berlebihan karena keadaan Raka yang sudah seperti begitu .


" tapi maaf Bu soalnya prosedur selama ini sudah seperti begitu karena kami tidak ingin berbagai macam tanggapan para keluarga korban yang bakalan mengganggu jalannya pemeriksaan pasien, maka dari itu lebih baik ibu mendoakan saja semoga nyawa korban masih bisa diselamatkan dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan? " bujuk Suster itu yang merupakan pemandangan yang dihadapi setiap hari dengan berbagai respon keluarga korban.


jika sudah seperti begini Dinda Hanya bisa pasrah tidak mungkin banyak meminta sebab dirinya juga sadar nanti bagaimana responnya saat di dalam entah tenang atau histeris Ia pun tak menjamin hal itu.


sedangkan Riki sedang dimintai keterangan oleh pihak berwajib tentang kondisi korban sebelum keluar dari rumah, karena mereka ingin memastikan Sudah berapa lama Raka keluar dari rumah dan juga kira-kira ada mengkonsumsi alkohol ataupun tidak.


" kira-kira putra anda sudah berapa lama pergi meninggalkan rumah? " tanya petugas dari kepolisian yaitu.


" Sebenarnya dia baru pergi meninggalkan rumah baru sejaman lebih ih yang intinya belum terlalu lama, karena dalam kurun waktu tersebut saya dan juga istri saya sudah mencoba menghubunginya tapi tidak direspon sama sekali!" jelas Ricky yang sesuai dengan kenyataan dan tidak ada yang ia kurangi ataupun ya tambahi karena memang keadaan yang seperti begitulah yang terjadi sebelumnya'


" apa korban sempat mengkonsumsi alkohol selama berkendara ataupun sebelum, nanti kami bakal memeriksa hal itu lebih lanjut dan jika memerlukan keterangan dari keluarga maka kami akan menghubungi anda kembali!" setelah mengatakan hal itu para pria berseragam itu segera undur diri dan untuk kembali ke TKP untuk memeriksa lebih lanjut.


Raka yang sedang mengalami masa kritis tersenyum dalam mimpinya yang terasa sangat begitu jauh sehingga orang-orang di sekitarnya pun terasa Hanya seperti bayangan saja, tetapi yang Intinya cuma satu yaitu yang berada di sampingnya dan yang dilihatnya adalah Alika yang sedang tersenyum kepadanya tetapi bukan senyum karena memiliki perasaan tertentu melainkan tersenyum sebagai tanda untuk perpisahan.


ketika Raka hendak menggapai wajah wanita itu terlihat dari arah belakang nya Daffa sedang tersenyum kepadanya, seorang mengatakan bahwa Alika sekarang sedang tidak sendiri ada orang lain yang bakalan menjaga wanita itu dari apapun dan siapapun.

__ADS_1


" tolong jaga dia untukku apalagi menyakiti hatinya dan sampai dirinya meneteskan air mata, cukup saja diriku yang bodoh karena telah menyia-nyiakannya jangan ada orang lain lagi yang seperti diriku ini. dia itu bagaikan bongkahan berlian yang paling langka di dunia dan Aku adalah orang yang paling terbodoh yang telah menyia-nyiakan berlian itu, Sayangi dia seperti aku menyayanginya bahkan kalau bisa lebih dari itu agar nanti saat aku pergi tidak ada penyesalan! " pinta Raka terhadap Daffa yang notabene merupakan suaminya Alika Dan orang yang bakalan terus menjaga wanita itu kapanpun dan di manapun Meskipun tidak ada dirinya yang merupakan orang masa lalu dan juga orang yang telah menciptakan kepahitan serta air mata yang menetes di wajahnya Alika.


__ADS_2