
Deka menatap tajam kearah Diana yang masih saja dengan gaya santai nya berbicara,padahal orang yang di maksud adalah dirinya.
" ini Orang jangan bilang sedang mencari masalah denganku, Masa dari tadi selalu saja membahas hal yang tidak tidak? padahal kan dia harusnya sadar kalau aku sekarang sedang berada di belakangnya, dasar wanita aneh sukanya selalu mencari masalah denganku! " gumam Deka sambil menatap sinis ke arah Diana yang terlihat santai saja ketika mengucapkan semua itu.
" wah manusia Siapa yang sedang mencari perkara dengan kamu, itu kalau jadi aku sudah bisa dipastikan bakalan kuhajar sampai bengkok orangnya biar sadar kalau wanita itu tidak bisa dianggap remeh?" tanya Alika yang terlihat begitu semangat mengetahui drama yang sedang dialami oleh Diana barusan.
Diana tersenyum mengejek ke arah Deka yang terlihat menahan nafas ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Alika, wanita itu serasa mendapatkan teman yang cocok untuk mengerjai Deka agar tidak terlalu sombong.
" Astaga Anda keterlaluan sekali nyonya, masa ingin menghajarku sampai bengkok, Apa Anda tak sadar jika sebenarnya orang yang dimaksud oleh wanita jadi-jadian ini adalah asisten suaminya anda?" desah Deka dalam hati yang merasa begitu frustasi.
" Tenang saja saya bakalan kasih tahu kok orang kurang ajar itu ada di mana Nanti kalau saat sudah ketemu, hanya saja sekarang karena mumpung kita sudah berada di sini Jadi bagaimana kalau kakak Nikmati saja makanannya selagi masih hangat!" ujar Diana sambil tersenyum mengejek ke arah Deka yang terlihat menghela nafasnya kasar setelah pelayan restoran itu mengantarkan pesanan mereka.
Diana merasa senang ketika melihat wajah tak berdaya milik Deka tadi, dirinya ingin bermain-main dengan pria itu karena menurutnya bosan juga hidup jika hanya lurus lurus saja kenapa tidak dinikmati sekalian'
" Baiklah Tuan terhormat kita akan melihat sampai dimana kemampuanmu itu untuk menghindar dariku, karena mulai dari sekarang hidupmu tidak bakalan tenang karena sudah berani mencari gara-gara dengan seorang Diana Pelangi?" batin Diana tersenyum penuh kebahagiaan yang tidak pernah ia rasakan selama ini karena akhirnya punya mainan baru dan tidak melulu harus menghabiskan uang orang tuanya.
" Oh iya ngomong-ngomong kita belum kenalan, perkenalkan namaku Diana dan ini sahabatku namanya Arin. Aku ingin mengatakan kalau hari ini sudah punya pacar namanya Cecep, Jadi jika semua orang punya pemikiran bahwa kami selalu bersama karena memiliki kelainan maka orang tersebut mengalami kegilaan yang sangat tidak bisa dibilang waras!" ujar Diana selalu saja mengusik ketenangan Deka padahal pria itu sedang tidak ingin berdebat di depan siapapun apalagi di hadapan majikan yang super duper cerewet jika lagi ingin mencari tahu sesuatu hal.
" Oh perkenalkan namaku Alika Marino, dan ini Suamiku Dafa Adrian serta asistennya Deka William!" sahut Alika antusias.
" Memangnya pernah ada yang punya pemikiran kalau kalian itu jeruk makan jeruk, Wah aku yakin orang itu pasti pikirannya sempit sekali karena mengira seorang sahabat yang terlihat begitu dekat adalah orang yang mempunyai perilaku serong? " tanya Alika membuat Deka yang sedang makan langsung tersedak karena terkejut sebab dikiranya Nyonya Bosnya itu sudah tidak membahas hal itu lagi ternyata dirinya salah besar Alika yang jiwa kepo nya di atas rata-rata terlihat tidak bisa diam jika belum mengetahui kebenaran.
" sebenarnya selama ini tidak ada sih tapi hanya baru kemarin malam doang, padahal kan sahabatku ini hanya memanggilku dengan sebutan sayang masa iya dia langsung berpikiran yang aneh-aneh? memang bener sih apa kata Kakak tadi kalau orang itu punya pemikirannya sempit sekali, sampai-sampai Aku punya pemikiran kalau otaknya itu pasti jika disamakan dengan otak udang pasti udang lebih pintar!" ujar Diana yang ingin sekali tertawa melihat wajah merah padam milik Deka itu karena tidak dapat menyalurkan rasa emosinya yang sedang Terpendam di dalam ubun-ubun.
" Oh my God Kasihan sekali nasibmu Deka terlihat menjadi kaum yang teraniaya di meja makan itu, setidaknya kedua wanita itu menghentikan lah ah dirimu sebagai bahan gibahan mereka sebab terlihat begitu tidak etis Ketika seseorang yang teraniaya tidak dapat membalasnya meskipun dirinya ingin....
__ADS_1
" sayang, kalau makan jangan ngobrol dong katanya masih pengen jalan-jalan lagi? atau makanan yang ada di depan kamu sekarang ini tidak menggugah selera sampai-sampai kamu memilih untuk mengobrol saja, kamu ngomong ya sama aku biar aku bantu pesankan yang baru yang sesuai dengan keinginan kamu itu?" tanya Dafa perhatian yang tidak mempedulikan sekitarnya jika ada 3 pasang mata yang sedang menatap iri kearah mereka berdua.
" makasih Mas, hanya saja Bukannya aku tidak selera tetapi sepertinya punya teman ngobrol di negeri orang itu sangat langka maka dari itu aku menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin!" jelas Alika sambil mengusap pelan bahu suaminya itu yang terlihat begitu khawatir padanya.
" Iya tetap saja mengobrol Aku tidak pernah melarangnya hanya saja makan juga lebih penting, Lagian lebih enakan mengobrol sambil makan tapi jangan sampai segitunya juga aku nanti dicuekin loh sama kamu!" sumpah demi Dewa Neptunus Dafa yang terlihat Arogan itu jika sama istrinya terlihat seperti kucing yang sedang minta buat dielus-elus minta untuk diperhatikan tidak ingin dikacangin sama sekali.
" Om, kalau anda berbicara seperti begitu kan pesannya aku sudah memaksakan ke Alika buat ngobrol? padahal nih ya kita itu hanya mau sedang membicarakan fakta yang terjadi bukan opini, Jadi kalau om kalau tidak ingin mendengarkan nya ya sudah diam saja jangan banyak komentar ini kan urusannya wanita?" Arin hanya bisa menggelengkan kepala mendengar perkataan sahabatnya itu yang jika ada sesuatu hal yang tidak menyenangkan dalam pikirannya pasti saat itu juga bakal ditangkis dengan kata-katanya super duper menyengat di telinga.
Dafa yang mendengar apa yang dikatakan oleh Diana mengerutkan keningnya karena mana karena heran ada orang yang sudah berani membantahnya, padahal Apa salahnya dirinya sebagai seorang suami memberikan perhatian yang berlebih kepada istri sendiri.
" saya ngomong ke istri saya kenapa jadi kamu yang repot, kalau kamu mau kasih perhatian cari suami kamu sekarang juga terus ngobrol ke dia jangan memotong perkataan orang lain?" tanya Dafa sinis dengan wajah yang datar membuat Diana menatap tak percaya.
" Om marah karena aku sudah mengatakan hal itu, yaelah Om itu kan hanya sebagai bentuk dari protes saja jangan ngegas dosa loh?" tanya Diana membuat Alika tak bisa menahan tawanya karena ada orang yang sudah berani mengajak suaminya berdebat.
" Aduh kak ini masih lebih baik loh orang yang namanya Diana Pelangi ini suka sekali mengajak orang berdebat, pernah nih satu kali pas Dosen lagi menjelaskan materi dia tidak mengerti sama sekali eh malah dosennya yang dimarahi!" jelas Arin yang mengingat tingkah konyol sahabatnya itu.
" Terus kata dosennya apa, tidak mungkin dong memiliki mahasiswa yang menyebalkan seperti itu dosen malah memuji? " kali ini Deka yang lebih antusias karena menurutnya dengan hal ini bisa menjadi ajang balas dendam kepada Diana yang dari tadi sudah menyulut emosinya.
" kamu untuk apa Cari tahu Memangnya ada hak apa kamu melakukan hal itu, jadi orang percaya diri sekali sampai-sampai mengira bahwa setiap kelemahan orang bakalan kamu jadikan bahan untuk ledekan? " tanya Diana tak terima ketika melihat wajah Deka yang begitu bahagia ketika mendapatkan hal yang bakalan menjadi senjata untuk menjatuhkan harga dirinya secara tak langsung.
" setiap orang kan punya kebebasan untuk berpendapat dan berbicara, jadi pertanyaannya apa kamu untuk mengatur ngatur hidup saya?" ini hari ini tuh bukan menjadi ajang buat melepaskan rasa lapar yang melanda tetapi ajang untuk berdebat dan juga balas dendam dengan kata-kata tanpa perbuatan dan kelalaian.
" Oh my God, kita ini sebenarnya mau makan atau mau mendengar kalian lagi mau menyiarkan radio dadakan? dari tadi setiap satu suapan yang masuk di dalam tenggorokan saya selalu diantar dengan kata-kata kalian, jika satu kali lagi kalian berdua berbicara bakalan saya nikahkan sekarang juga di sini! Ingat ya saya seorang Daffa Adrian tidak pernah takut menghadapi sesuatu apapun apalagi menghadapi orang tua kamu dalam meminta izin menikah kan kalian berdua, jadi jangan coba-coba berbicara lagi sekarang nikmati makananmu itu agar kuping saya bisa selamat dari penyakitnya!" tegas Daffa yang merasa kesal kepada semuanya sebab dari tadi nafsu makannya seolah hilang mengambang di udara tidak ingin kembali lagi karena mendengar kata-kata mereka yang tidak pernah berhenti berbicara.
Diana menatap takut ke arah Daffa yang kalau sedang marah sungguh sangat mengerikan jika dipandang, sedangkan Alika menatap Jengah kearah suaminya itu yang sepertinya terlalu sensitif belakangan ini hingga terlihat mudah sekali marah jika ada yang berani mendukung perasaannya.
__ADS_1
" kamu jangan dibawa hati ya perkataan suaminya kakak tadi, maklum dia sepertinya lagi stres sama pekerjaannya sampai-sampai ngomongnya ngelantur jauh sekali!" ujar Alika yang tidak ingin membuat Diana jadi merasa canggung di tempat itu sebab dari tadi mendengar Gadis itu berbicara dirinya sudah mempunyai hiburan tersendiri melepaskan diri dari stres yang sedang dihadapi.
" Ya tetap saja Kak kalau semuanya pada marah-marah saya kan jadi bingung harus ngomong apa lagi agar semuanya kembali normal, ini om om berdua kenapa juga Masa dari tadi sensitif sekali seperti perempuan lagi PMS Padahal kita hanya saja biasa saja tidak sampai melehoy kayak begitu?" Siapa yang tidak emosi jika perkataan Diana itu memang selalu mengundang emosi.
" kamu juga diam sudah deh jangan selalu nyolot sudah tahu salah kok masih saja Kamu bikin diri sangat benar, Lain kali itu kalau mau ngomongin sesuatu dipikir jadi aku pun belum tentu menerima semuanya! "kesal Arin karena sepertinya Diana tidak ada niat buat menjaga image-nya hingga kalau mau bicarakan sesuatu selalu saja asal nyeplak.
" Iya maaf kalau semuanya merasa tidak nyaman karena mendengar perkataan itu, tapi kan tidak ada yang salah dengan ucapanku barusan hanya saja kalau memang semuanya tidak menyukainya aku mingkem deh!" Sesal Diana sendu membuat Deka yang berada di samping yang menjadi tak tega karena baru kali ini wanita itu menjadi kucing penurut.
" kamu masih mau makan, Apa perlu aku pesan lagi?" tanya Deka perhatian membuat Diana mengerutkan keningnya pernah merasa heran.
" Aku kenyang, Terima kasih tawaran datang tidak tepat waktu!" ujar Diana sambil memasang wajah cemberut nya membuat Deka hanya bisa mengusap pelan wajahnya karena ternyata bersikap manis kepada wanita itu sangat susah sekali sebab sepertinya tidak ada niat untuk mengetahui ketulusan hati dari orang lain.
" kalian itu kalau kompak kelihatannya manis loh aku saja sampai mengira kalau kalian itu adalah suami istri?" goda Arin membuat Diana menatap tajam ke arahnya.
" ngomong-ngomong kira-kira dong masa iya kita berdua dibilang suami istri, orang semalam saja dia sudah berpikiran yang tidak-tidak tentang kita berdua?" sungut Diana tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Arin barusan membuat Alika akhirnya tersadar jika sebenarnya Deka dan Diana sudah pernah saling ketemu sebelumnya.
" Jadi kalian sudah saling kenal sebelumnya, atau jangan-jangan wanita yang kita dengar di telepon itu adalah kamu?" tanya Alika penasaran membuat Diana merutuki kebodohannya yang tadi sudah keceplosan mengatakan hal yang tidak ingin diingat nya.
" aduh bukan seperti begitu Kak kejadiannya, hanya sudah ya please jangan dibahas lagi aku pusing kalau mengingat hal itu?" bujuk Diana yang pura-pura memasang wajah memelas nya agar tidak ada lagi pembahasan yang lebih lanjut soal kejadian yang menimpa dirinya dan Deka yang akibat dari salah paham yang tidak terduga itu.
" ya padahal aku pengen banget lo mendengar kisah kalian yang lebih lengkapnya lagi, tapi kalau memang kamu tidak ada niat buat menceritakan hal itu Ya sudah aku enggak apa-apa enggak bakalan juga paksa kalian!" sahut Alika sambil memaksakan senyuman di wajahnya karena sebenarnya dirinya sangat menyukai karakter Diana yang ceplas-ceplos dan tidak ada yang namanya menjaga image sehingga nanti terlihat berbeda jika sudah lama kenalnya.
" kalian nanti setelah dari ini mau kemana lagi, jadi anak muda itu memang enak banget ya ke mana-mana sesuai dengan keinginan tidak ada yang bakalan melarang?" mendengar apa yang ditanyakan oleh Alika barusan membuat Dafa mengerutkan keningnya karena secara tidak langsung istrinya itu sudah menyindir dirinya jika melarangnya untuk melakukan hal yang aneh-aneh.
" Kan aku sudah bilang terserah kamu mau liburan di mana nanti bakal aku temani, tidak mungkin juga kan suamimu ada sedangkan harus orang lain yang menemanimu?" tanya Daffa yang mencoba untuk mengklarifikasi isi otak istrinya itu agar tidak mengatakan hal yang aneh-aneh.
__ADS_1