MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 139


__ADS_3

Alan yang melihat Ana sedang menatap ke arahnya lewat jendela langsung mengangkat kedua tangannya seolah ingin memberitahukan kepada kekasihnya tentang keberadaannya, membuat


Ana hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bingung harus bersikap seperti apa lagi.


" Ya Tuhan orang Kenapa sih tidak pernah bisa berubah, kok mau-maunya saja mencari masalah nanti kalau sebentar Mama sama Papa lihat resiko tanggung sendiri!" sungut Ana pelan setelah itu kembali menutup gorden jendela nya tidak ingin lagi menatap kekonyolan Alan yang menurutnya unfaedah sama sekali.


tanpa dirinya sadari Jika ternyata Alan sedang berusaha memanjat gerbang rumahnya untuk menuju ke jendela dapat berada di kamar Ana, sebab pria itu mempunyai pemikiran maksimal sudah datang jauh-jauh jika hasilnya tidak bisa bertemu.


Ana yang sudah bergegas kembali untuk tidur merasa heran ketika ada yang mengetuk jendela kamarnya, alisnya pun mengerut karena dirinya paham betul Siapa yang tengah berada di luar jendela itu jika bukan kekasih pengganggunya itu.


" astaga, ini orang benar-benar nekat ya Memangnya dipikir tengah malam itu orang begadang bukannya tidur? aku bisa ya Tuhan kamu ciptakan stok manusia satu seperti itu di muka bumi ini, bukannya membuat makhluk lain merasa bahagia ataupun senang karena kehadirannya malam membuat orang lain hanya bisa mengelus dadanya karena stres!" ujar Ana lalu segera menuju ke arah jendela dan terlihat Alan Tengah memasang wajahnya tanpa dosa sama sekali padahal sudah mengganggu tidur orang.


" Bukain pintunya dong, masa iya aku dibiarkan di luar seperti pencuri? Apa kamu mau aku mati kedinginan di luar sini karena kehadiranku tidak kamu peduli sama sekali, kamu bakalan menyesal karena sudah kehilangan kekasih yang paling tampan membahana juga bumi ini!" Bujuk Alan sambil tersenyum membuat Ana bukannya merasa tersanjung malah rasa ingin muntah.


" yang suruh kamu datang kesini itu siapa terusnya sekarang menyesal karena takut kedinginan juga siapa? orang itu kalau takut mati Mendingan jangan nekat karena sama saja nyali tidak mendukung keadaan, jadi pria kok cengeng banget sedikit-sedikit mengeluh padahal badannya segede buntal!" sinis Ana Tapi tetap saja membuka jendela kamarnya supaya Alan bisa masuk Kasihan juga si anak orang menggigil kedinginan di luar.


setelah Alan masuk ke dalam kamarnya terlihat bibir pria itu memucat entah mungkin karena kedinginan, sebab bisa-bisanya berkendara di tengah malam hanya menggunakan kaus oblong tanpa menggunakan jaket.

__ADS_1


" kamu kenapa wajahnya seperti itu, makanya jadi pria cengeng kok Paksa diri bikin kuat? Lain kali itu Malu sama keadaan jangan merasa diri sangat kuat, padahal orang lain sadar kalau kamu itu pria lemah yang suka sekali cari masalah. tapi tidak suka bertanggung jawab dengan masalah yang ditimbulkan, dan alhasil semua orang gede kebingungan harus bersikap seperti apa lagi untuk menghadapi kamu?" sinis Ana lagi membuat Alan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal karena ternyata bertaubat dengan kekasihnya di tengah malam seperti ini sangat mengerikan.


" Ya habisnya mau gimana lagi orang aku kangen sama kamu jadinya ya nekat datang ke sini, Lagian jadi orang itu jangan mengeluh banyak loh Bukannya kamu harus senang karena aku itu merupakan pria yang romantis dan bertanggung jawab tidak suka membiarkan kekasihnya menunggu?" tanya Alan dengan penuh rasa percaya diri membuat Ana menatap heran ke arahnya.


" idih, Sejak kapan aku tersanjung Ketika kamu datang menggangguku di jam seperti begini? lain kali ngomong itu sesuai kenyataan jangan kenyataannya tidak ada tapi kamu berbuat seolah ada, Memangnya kamu tidak sadar dengan apa yang kamu lakukan?" ledek Ana membuat Alan mengusap rambut wanita itu kasar agar menghentikan segala macam kata-kata pedasnya yang seolah-olah tidak menyukai kehadiran dirinya.


" Ya sudah kamu sudah datang terus ketemu sama aku kalau bisa sekarang pulang ya, soalnya nanti apa kata orang kalau kamu datang di tengah malam seperti begini terus kita digerebek seperti orangnya lagi berbuat asusila?" bujuk Ana membuat orang menatap tak percaya ke arah kekasihnya itu?


" aku baru sampai loh masa iya dengan Teganya kamu mengusirku untuk pergi lagi, Nanti kalau aku sampai di rumah kira-kira menurut kamu sudah jam berapa coba? jadi lebih baik aku menginap saja di sini tidak ada salahnya juga kan, Lagian kita kan juga sudah pernah tidur bareng terus tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan buktinya kamu masih belum buka bungkus kan?" tanya Alan dengan santainya membuat wajah Ana memerah karena perkataan absurd yang diucapkan oleh kekasihnya itu yang tidak pernah dipikir dulu.


" kalau tahu bahwa jarak dari sini ke rumah kamu itu jauh Kenapa harus datang ke sini tadi, ada saja jalan pemikiran kamu yang tidak benar satupun? pokoknya mau ada hujan badai Guntur kilat kamu tetap harus pulang sekarang juga, Enak saja kamu ya main modus sesuatu yang tidak jelas seperti begini!" usir Ana sambil menarik tangan Alan agar keluar dengan cara melompat dari jendela kamarnya soalnya pintu depan merupakan jalan yang tidak aman untuk pria itu.


bukannya menuruti apa yang Anda katakan Alan malah menarik tubuh mungil kekasihnya itu agar ikut dengannya naik ke atas tempat tidur, jika dirinya Terus meladeni apa yang anda ucapkan bisa dipastikan ini malam tidak akan namanya ada jatah untuk tidur.


" lebih baik kamu diam saja jangan banyak bicara urus tidur atur kondisi agar sehat walafiat, soalnya capek juga kalau kamu harus melakukan sesuatu yang menguras emosi di tengah malam! "tawar Alan santai bahkan dirinya sudah tidur dengan tanpa berdosa nya di atas tempat tidur milik Ana itu.


Ana menatap tajam kearah sosok yang tengah menatap dirinya tanpa dosa itu, ini namanya pergi tanpa pamit dan datang tanpa diundang sudah mirip seperti jelangkung.

__ADS_1


" kamu Jadi orang kok tega sekali sih menatapku seperti begitu di tengah malam begini, Nanti kalau aku kebawa mimpi dan mengira bahwa yang menatapku itu adalah kuntilanak kan urusannya bisa berabe juga!" goda Alan sambil menaik turunkan alisnya membuat Ana bingung harus bereaksi Seperti apa jika dirinya adalah wanita tega tentu saja bakalan memanggil Lia untuk mengusir calon menantunya yang tidak pasti itu.


" Terus tadi kamu ke sini mau ngapain coba kalau akhirnya bakalan mengganggu diriku, kamu itu bukannya menyelesaikan masalah tetapi yang ada malah menimbulkan masalah?" tanya Ana kesal.


" sekarang pertanyaannya masalah apa yang sudah aku timbulkan padahal keadaan kan lagi tenang mengalun, kamunya saja yang terlalu bersikap berlebihan padahal segala sesuatu tidak terlalu khawatir kan?" tanya Alan tak terima membuat Ana bingung harus menjawab apa agar pria itu paham.


" Terserah dari kamu saja yang penting intinya saat besok bangun pagi kamu sudah tidak ada disini sebelum ketahuan sama mama dan papa, Aku mau tidur dengan tenang malam ini tanpa gangguan sedikitpun soalnya siang sudah terganggu masa iya malam juga!" Ketus Ana lalu memilih untuk memejamkan matanya sudah cukup dirinya berdebat dengan pria aneh yang tidak pernah ada kata mengalah ataupun mengakui kesalahannya.


alam yang melihat anak tidak mempermasalahkan keberadaannya tersenyum penuh kemenangan karena akhirnya dirinya bakal bisa tidur dengan memeluk guling yang hidup, daripada harus memeluk guling yang tidak tahu bicara ataupun merespon perbuatan orang lain.


" Ya sudah kalau begitu Ayah tidur kamu jangan ajak aku untuk ngobrol terus, nanti besok pagi malah aku yang disalahkan oleh kamu karena terlambat bangun!" ajak Alan membuat Ana mendengus kesal Kenapa dirinya yang harus disalahkan padahal jelas-jelas pria itu yang dari tadi mengobrol tanpa henti.


" kamu yang datang menggangguku Kenapa harus mengatur ku lagi, Jadi orang kok tidak punya rasa malu sama sekali?" Sindir Ana sambil memejamkan matanya membuat Alan merasa gemas lalu meraih tubuh mungil itu termasuk di dalam dekapannya.


" Kamu itu kenapa sih menggemaskan sekali, membuatku ingin selalu memakan kamu sampai tidak tersisa sedikitpun!" goda Alan tapi sedikit pun tak digubris oleh Ana.


" Kamu pikir aku ingin makanan enak apa yang bisa saja kamu makan Sesuka Hati, makanya halalkan anak orang dulu baru bisa melakukan sesuatu sekehendak hati tanpa memikirkan perasaan orang lain?" Sungut Ana kesal.

__ADS_1


__ADS_2