MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 40


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


" kamu itu niat tidak buat membicarakan tentang kita kedepannya, kalau tidak niat untuk apa kita kesini tadinya?" tanya Daffa kesal.


Ya iyalah sedari tadi Alika tak menghargai kehadirannya sama sekali, bahkan tanpa berdosa sedikitpun malah sibuk dengan benda persegi panjang yang namanya ponsel.


" Kalau tidak ada niat ya tidak mungkin juga aku sekarang terdampar disini dengan kamu, jadi kalau mau ngomong sesuatu jangan aneh-aneh deh kesannya berlebihan!" Ketus Alika kesal.


Daffa hanya menghembuskan nafasnya kasar, ternyata berbicara dengan makhluk yang namanya wanita harus membutuhkan kesabaran ekstra.


" Jadi kamu mau bicara apa, soalnya sama saja kan kita mau menolak tuh lihat tadi mereka sangat antusias begitu? sudah jalani saja pernikahan kita, entah nanti apa jadinya lihat saja kedepannya!" ujar Alika yang sudah tak ingin berdebat lagi.


" itu kan pemikiran kamu tapi bukan pemikiranku loh, jangan seenaknya menyimpulkan sesuatu jika nantinya yang jalani kita berdua!" sinis Daffa yang membuat Alika merasa jenuh.


" kamu itu Jadi orang kok kebanyakan aneh sih, Tadi katanya suruh bahas masalah kita. Nah sekarang aku Bahas eh malah kamu yang ngegas, sebenarnya maunya kamu tuh apa?" tanya Alika penasaran.


" Kita Nikah kontrak setahun bercerai, Itu juga kalau kamu mau!" saran Alika lagi membuat Dafa menatap tajam kearah wanita cantik itu.



" jadi kamu Pikir pernikahan ini main-main, Kamu pikir aku tipe pria yang mempermainkan pernikahan dengan secara sadar begitu?" tanya Daffa Tak habis pikir dengan jalan pikirannya Alika.


" aku kan hanya ngomong habisnya kamu tidak kasih solusi kan dari tadi, lagian Kamu pikir aku juga mau apa dengan status jadi janda?" tanya Alika memasang wajah cemberut nya.


" jangan memasang wajah yang menggelikan seperti itu, lama-lama Aku skap biarlah lebih rata tidak berbentuk!" ejek Daffa membuat Alika mendengus kesal.


" Ih kamu mah tega, masa bilang aku kayak gitu. biar begini tapi jadi rebutan loh kalau di luaran sana, jadi kamu tidak bakalan menyesal karena keturunan kita bakalan lebih bagus dan Oke sedap dipandang mata!" Alika berkata hal itu dengan penuh rasa percaya diri membuat Dafa mengacak gemas rambutnya.


" Hey keturunan kita tuh bakalan kelihatan Oke karena bibitnya berasal dari aku, Jangan percaya diri sendiri begitu deh enak saja!" ujar Daffa yang terlihat lebih cerewet kali ini padahal biasanya jangan bicara sekedar untuk mengusir nyamuk yang hinggap saja tidak mau.


" Ih kamu mah enak banget yang buka ************ kan aku bukan kamu, Lagian kalau nggak ada aku Emang kamu mau keluarin santan kelapanya ke siapa?" tanya Alika sinis.


" itu mah resiko jadi wanita harus siap siap digempur kapan saja, tapi aku yakin kamu bakalan mendesah keenakan karena aku pria tangguh loh!" tanpa kedua sadari jika jarak antara mereka berdua sudah sedikit terkikis dengan perdebatan absurd mereka barusan.


" Bisakah kita pulang sekarang, soalnya Pasti orang rumah sudah berpikiran yang tidak-tidak?" ajak Alika yang tidak ingin berlama-lama di situ.


Daffa mengerutkan keningnya, karena merasa bingung dengan perkataan Alika yang ambigu itu.

__ADS_1


" Maksud kamu yang tidak-tidak itu apa, soalnya aku bingung memangnya kita ngapain Di Sini?" tanya Dafa penasaran.


" ya kita kan di gelap-gelapan seperti ini, Nanti kalau ada yang curiga kita lagi berbuat mesum gimana dong?" Ketus Alika karena Daffa tidak paham dengan maksudnya dari tadi.


pletak


Daffa menyentil kening Alika, hingga membuat wanita cantik itu meringis karena kesakitan.


" Hei itu sakit, enak sekali kamu ya Melakukan hal itu padaku ?" kesal Alika sambil mengusap pelan jidatnya yang sakit.


" Siapa suruh isi otaknya hanya hal mesum saja, Emangnya kamu pikir aku doyan wanita kayak kamu. sudah jelek, cempreng, hobinya hanya ngomong saja bikin kuping orang serasa mau lepas!" ledek Dafa membuat Alika mendengus kesal.


"Wah apa kamu bilang tadi,aku wanita Mesum?Apa tidak salah Mas Bro, bukannya kalian kaum pria itu selalu saja tidak pernah menghargai yang ada di depan mata. yang ada bukannya dijaga baik-baik, malah disia-siakan begitu saja!" secara tidak langsung Alika sengaja menyindir mantan kekasihnya dahulu.


Dafa yang Mendengar hal itu entah mengapa ia merasa seolah tidak suka ketika Alika berduaan dengannya tapi memikirkan orang lain, entah rasa Apakah itu tapi ia sendiri saja bingung Untuk menafsirkan.


" kamu lagi bahas mantan kamu itu, bisa Tidak hargai kehadiranku sedikit saja? tidak membahas hal yang tidak perlu dibahas, karena Biar bagaimanapun aku ini calon suami kamu!" tegas Dafa lalu menarik tangan Alika agar ikut dengannya pulang.


Alika memilih ikut saja daripada berdebat toh gunanya apa juga, hanya saja cara Dafa memperlakukannya barusan terlihat sangat tidak menyenangkan.


" Hei bisa lepaskan tanganmu dariku, Aku juga mau pulang kok tanpa perlu kamu tarik-tarik begini?" tanya Alika Ketus.


"dasar pria aneh, tadi ngatain diriku mesum Padahal dia sendiri lebih parah!" batin Alika.


" jangan mengumpat dalam hati, belum apa yang kukatakan tadi benar-benar bakalan kulakukan!" ancam Daffa yang masih sakit tidak melepaskan pegangan tangan.


" seterah aku dong mau ngomong apa Kenapa kamu jadi repot, yang punya mulut kan aku kalau kamu mau ngomong ya Tresna sampeyan Mas!" kesal Alika.


" itu bahasa alien dari planet mana?" tanya Daffa bingung.


" astoge Tuhan tolong, bahasa dari negara sendiri ndak ngerti?" tanya Alika dengan logat Sunda.


Alika Sebenarnya bukan orang yang berasal dari Pulau Jawa, hanya saja kebiasaan bergaulnya yang humble membuat ia bisa dengan leluasa menguasai beberapa bahasa daerah.


kini keduanya sudah sampai di depan rumah, terlihat orang tua mereka sedang berdiri menatap ke arah jalan entah apa yang mereka.


" loh kok Semuanya berdiri di luar, memangnya lagi nungguin pesanan online ya?" tanya Alika yang sengaja mencairkan suasana.


" diam Kamu bocah, pergi Kok tidak balik-balik lagi! mau besok Papa sama Mama kawin kan kalian berdua, karena ketahuan berbuat yang tidak-tidak di tempat umum!" ancam Alice dengan nada Ketus nya.


wadidaw

__ADS_1


" Ma, bisa tidak otaknya itu selalu berpikiran positif jangan yang negatif melulu! aku ini anaknya Mama loh harusnya Mama lebih percaya padaku bukan pada pikirannya Mama sendiri, Emangnya Mama pernah lihat aku mesum sama anak-nya orang?" tanya Alika yang tak habis pikir dengan jalan pikiran orang tuanya itu.


" Eh tahu tidak jika hanya ada seorang wanita dan seorang pria di tempat gelap maka orang ketiganya itu setan, dan karena ada setan otomatis ada kesempatan dong buat dosa!" nah penjelasan alis itu ibarat kata jauh panggang daripada api.


katanya mau menjodohkan kedua anak manusia itu, masa keduanya berjalan agar lebih dekat Bisa lah kan lagi entah maunya apa terserahlah dari mereka.


" terserah Mama saja deh sebahagia dan semerdeka Mama aku mah bisa apa paling cuma ngomong doang, sekali-sekali dengarlah penjelasan anaknya jangan disalah terus capek tahu!" Alika terlihat pasrah seperti kamu yang lagi sedang terintimidasi Padahal dia lagi berakting menarik perhatian dari yang lain.


" besan Alice, jangan dimarah dong calon menantu ku! aku nggak tega lihatnya nya, sudah secantik itu tapi mukanya cemberut?" Puji Mirna membuat Alika bersorak girang dalam hati.


sedangkan Daffa masih memasang tatapan datarnya, Karena hati dan pikiran yang masih tertuju dengan perkataan Alika barusan.


" masa tega sekali wanita ini, mau menikah denganku tapi masih menyebut pria lain? Memangnya apa Bagusnya sih tuh cucunguk, perasaan aku lebih tampan deh!" sungut Dafa dalam hati.


" wajah kamu kenapa Boy, jangan bilang karena tidak dapat jatah?" tanya Bey Setengah berbisik pada putranya itu.


" papa mana paham urusan anak muda zaman sekarang, jadi jangan ngebahas yang aneh-aneh deh aku lagi nggak mood!" kesal Daffa.


" apa sebaiknya kita masuk kembali ke dalam rumah, tidak enak loh berdiri hanya di teras begini?" tanya Dika.


" Aduh maaf deh mas besan, Soalnya kami masih punya urusan lain lagi. nanti besok kami kesini lagi untuk membahas pernikahan mereka berdua, semoga cepat diselenggarakan ya biar kita bisa menjadi keluarga!" ujar Mirna yang terlihat begitu antusias.


semuanya makan bukan perkataan wanita paruh baya itu karena memang tidak ada yang salah dong, hanya saja tanpa mereka sadari jika Alika dari tadi tidak nyaman dan tatapan Daffa yang tajam ke arahnya.


Alice hanya tersenyum melihat Dafa yang dari tadi menatap ke arah putrinya itu, apalagi dengan wajah merona milik Alika yang entah malu atau apalah itu.


"Ekhem ekhem, Jangan dilihat terus nak nanti juga pasti halal baru boleh dilihat sepuasnya!" goda Alice membuat Dafa jadi salah tingkah karena ketahuan sedang menatap anak gadis orang.


semuanya terkekeh geli melihat wajah Daffa yang bak kepiting rebus, karena ketahuan berbuat yang aneh-aneh.


" Astaga Alice Coba kamu lihat wajah ini bocah malunya nggak ketulungan, Siapa suruh tadi sok jual mahal Eh sekarang maunya nemplok terus!" ledek Mirna membuat Dafa yang sedang emosi langsung pergi begitu saja dengan disusun oleh Deka.


" Tuan ada mau kemana, Apa tidak sebaiknya berpamitan pada calon mertua Anda dulu?" tanya Deka setengah berlari.


" diam kamu jangan banyak bicara sebelum kupastikan ini adalah hari terakhirmu di dunia, pergi menjauh dariku Jangan coba-coba muncul sebelum kupanggil!" usir Daffa karena melihat sikap kepo yang dimiliki oleh Deka tadi.


Daffa melajukan mobilnya meninggalkan rumah keluarga besar mariano, dirinya berjanji akan membuat Alika tidak akan mengingat masa lalunya dengan pria Kurang ajar seperti Raka Alfian itu.


" Kenapa sih tadi aku bisa ketahuan seperti itu, Aku cinta mati lagi sama anaknya mereka padahal mah jangan harap?" gumam Daffa monolog.


karena tidak punya tujuan yang jelas pria itu memilih berputar-putar di tengah kota, soalnya mau kembali Malu nanti jadi bahan ledekan mamanya yang super iseng itu.

__ADS_1


__ADS_2