MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 96


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


"Ya sudah kalau begitu Tunggu apa lagi kita berangkat sekarang, kalau para Suami masih mengandalkan telepon sana-sini silakan tinggal jaga rumah Kalau kami mau mencari secara langsung!" tegas Mirna lalu segera pergi dari situ.


Dika dan Bey saling tatap karena bingung harus bagaimana Lagi,jika para istri sudah bilang begitu maka mereka hanya bisa diam saja tanpa berkomentar.


Alice dan Mirna yang sedang cemas dan pusing karena keadaan Alika,tambah emosi ketika melihat suami mereka yang terlihat begitu lelet.


"Ayo Liss kita berangkat sekarang,karena aku sudah tak bisa menunggu lagi.Biarkan saja nih aki aki maunya Apa,nanti menyesal baru nyaho sendiri!" Sungut Mirna sambil menatap ketus kearah Dika dan Bey.


kedua pria dewasa itu menatap heran ke para istri mereka, kok bisa-bisanya mereka mengatakan hal yang tidak-tidak Padahal dari tadi tidak ada bahasa dari keduanya menolak atau pun mengiyakan.

__ADS_1


" kalian itu kenapa mengambil sebuah keputusan selalu mendadak seperti begini, kita harus memberi dukungan kepada Daffa dan juga membantu menghubungi orang yang bisa kita hubungi. tapi kalau kita ke sana kapan baru bisa mengurus semuanya, nanti kalau terlambat gimana?" tanya Dika memastikan membuat Alice menatap kesal kearah suaminya itu.


" Ya sudah kalau kayak begitu kami berdua yang bakalan pergi sendiri tidak perlu menunggu kalian, Soalnya percuma punya suami yang katanya bisa melakukan segalanya ternyata mencari anak sendiri juga tidak becus!" sinis Alice selalu memberi kode kepada Mirna agar keduanya segera pergi dari situ.


begitulah sifat seorang wanita terkadang lebih mementingkan yang namanya ilmu pasti daripada berpikir secara jernih, mau tidak mau Bey dan Dika pasrah mengikuti kemauan istri mereka.


Mereka sudah pergi negara tempat Daffa dan Alika berada, mereka selisih beberapa menit dengan Deka yang ternyata sudah lebih dulu pergi ke sana. Bagaimana tidak perintah Daffa adalah mutlak tidak terbantahkan, jadi mau tak mau biarpun pekerjaan disini sepenting apapun ia harus meninggalkan hal itu.


di sebuah ruangan yang gelap Alika mengerjapkan matanya secara perlahan memastikan dirinya Sebenarnya ada di mana sekarang, namun ia tak mengenali tempat itu karena terlihat begitu asing dan tidak pernah dirinya datangi sama sekali.


" ini di mana, kok bisa-bisanya aku terdampar di sini? kira-kira Siapa yang membawaku ya ke sini tidak punya kerjaan sekali itu orang, Awas aja kalau sampai ketemu kan bakal bikin ayam geprek biar nyaho sekalian dan tidak melakukan hal yang aneh-aneh lagi!" sungut Alika kesal Bagaimana tidak dirinya tadi sedang menikmati bunga sakura yang sedang bermekaran kok sekarang malah berpindah tempat secepat ini.


Alika yang sudah merasa Jengah berada di situ memilih untuk berdiri dan hendak pergi, namun ternyata sesuatu yang tak pernah dirinya bayangkan terjadi di mana tubuhnya Diikat Di sebuah bangku hanya syukur saja kakinya yang masih dibiarkan bebas.


" kamu sudah sadar, syukurlah kalau begitu! Jadi bagaimana dengan tawaran ku yang tadi kamu sudah memikirkannya atau belum, karena aku ingin mendengar keputusanmu secepatnya sebelum pria itu menemukan kita? "tanya Raka memastikan sambil mengelus senyumnya membuat Alika menatap Jengah dan bukannya terhipnotis malah bertambah kesal.

__ADS_1


" Kamu itu sebenarnya harus dibilang pakai bahasa apa lagi sih, kalau aku sampai kapanpun tidak akan pernah mau ikut denganmu kemanapun?" tanya Alika tak bisa menahan kekesalannya.


" loh kok begitu padahal kamu Harusnya bersyukur loh aku sudah rela jauh-jauh datang ke sini dengan menyusul Kamu, bukannya dihargai kamu malah mengatakan hal itu! sebenarnya apa sih Hebatnya pria itu dibandingkan aku, kaya aku juga tampan sebelas duabelas Lah terus apa lagi ya mesti dia banggakan sampai membuat kamu tidak mau berpaling? " tanya Raka narsis membuat Alika ingin sekali menambal Wajah pria itu biar berhenti berbicara.


" kamu itu memang manusia paling tidak punya rasa malu, sadar tidak dengan apa yang kamu bicarakan dari tadi? Menurut kamu apa yang tidak kamu punyai dibandingkan dia, anak kecil saja pasti bisa sadar dengan kekurangan kamu itu tapi hanya sayang kamu yang sudah tua itu tidak menyadarinya! " Sindir Alika membuat Raka mengernyitkan keningnya.


" cepat katakan apa yang tidak aku punya Biar aku bakalan melakukan hal yang seperti kamu mau, Tapi tolong setelah aku mengikuti apa yang kamu mau kamu harus penuhi janji kamu yang waktu itu bakal meninggalkan dia!" pinta Raka antusias karena dirinya yakin Alika pasti bakalan berpaling dan kembali padanya.


Alika tersenyum sinis Ternyata selain Maniac Raka juga mempunyai sifat percaya diri level akut, yang Bahkan seolah tidak memikirkan hal itu sama sekali dianggapnya seperti angin lalu saja.


" Kamu yakin mau mendengarkannya, nanti kalau kamu sakit hati atau malu aku tidak tanggung jawab loh? " tanya Alika membuat Raka bertambah antusias mendengar persyaratan apa yang ingin dikatakan oleh Alika.


" yang dipunyai suamiku adalah kesetiaan, tidak mempermainkan hati seorang wanita apa lagi mempermainkan tubuhnya! dan aku yakin kamu bahkan tidak memikirkan hal itu sama sekali, jadi percuma saja pria seperti kamu mengatakan bahwa akan berubah karena itu hanyalah omong kosong. dan aku juga bukan anak kecil yang bisa saja dipermainkan oleh kamu Sesuka Hati, jadi tolong sebelum sesuatu hal yang tidak kamu inginkan terjadi mendingan kamu mundur saja deh Bukankah itu untuk keselamatan kamu juga?" tanya Alika dengan nada mengejek.


Raka menghembuskan nafasnya kasar karena memang apa yang dikatakan Alika itu sangat benar sekali, hanya saja ketika ego diatas segala-galanya maka bisa dipastikan tidak akan ada namanya kata mengalah.

__ADS_1


" aku bakalan berubah kalau kamu mau kembali denganku, karena aku butuh sesuatu yang bisa membuat aku termotivasi. tapi kalau kamu tidak mau kembali denganku sama sekali, maka bisa dipastikan Berapa banyak wanita yang bakalan aku rusak tak peduli dengan perasaan mereka karena itu semua gara-gara kamu!" perkataan Raka itu sukses membuat Alika kebingungan kenapa Lagi Dan Lagi dirinya di kambing hitamkan padahal Ia tak paham sama sekali.


" yang mau berubah itu kan kamu kenapa harus bawa-bawa diriku, Lagian kamu kok tidak tahu kapok-kapok nya nanti karena sesuatu yang tidak diinginkan baru menangis. jadi pria itu sudah dewasa tolong dong jangan plin-plan, karena nanti kalau sudah aki-aki menyesalnya bakalan Datang Terlambat." Alika benar-benar dibuat tersulut emosi yang melihat Raka yang begitu percaya diri.


__ADS_2