
Dio ingin sekali tertawa ketika melihat wajah tak percaya milik Alan itu, dirinya dari tadi kan sudah berkata tapi dalam hati jika wanita seperti Bella itu tidak usah dikasih hati karena bisa dipastikan dia bakalan mau minta jantung sekaligus tulang.
" Nah maka dari itu tadi kan saya sudah ngomong Kenapa anda masih tidak percaya, lihatkan sekarang kena batunya dulu baru nyaho sendiri mau salahkan siapa coba masa iya harus memanggil Nona Ana Amelia urusannya bakalan bisa berabe lagi kalau sampai dia ada di sini?"Batin Dio ingin sekali tertawa sambil jungkir balik.
" kamu kenapa memasang wajah seperti itu Kamu mau ingin tertawa atau ingin meledek saya, Ya sudah silakan lanjutkan saja apa yang ingin kamu lakukan Saya orangnya ikhlas kok menikmati sekali apa yang ingin kamu lakukan Yang penting setelah itu langsung menyimpan barang-barang kamu dan keluar dari perusahaan saya! "sinis Alan sambil menatap kearah Dio yang wajahnya sudah memerah dari tadi karena menahan tawanya.
" Saya tidak ingin melakukan apapun Tuhan dan juga tidak ingin keluar dari perusahaan ini, silakan Anda lanjutkan urusan dengan Nona Bella karena saya akan menjadi seorang pendengar yang setia tanpa berekspresi apapun!" ujar Dio dengan satu kali tarikan napas sebab dirinya tidak ingin berubah pikiran dan malah bukan Bella yang keluar dari perusahaan itu tetapi kebalikan yaitu dirinya.
Percayalah ketika Dio di marahi seperti itu orang yang paling menikmati adalah Bella sebab menurutnya Alan itu Tengah menunjukkan kekuasaannya dan juga ingin menandakan bagaimana status Bella saat ini, makanya wanita itu dari tadi tersenyum mengejek kearah Dio hanya saja syukur juga Dio tidak menyadari hal itu jika tidak dendam kesumat mereka berdua akan lanjut sampai keluar dari ruangan Alan.
" menurut anda hukuman apa yang cocok ketika ada pegawai yang mengobrol di jam kantor, karena saya sebagai seorang pemimpin perusahaan tidak merugi dengan memberikan gaji buta kepada orang yang kinerja nya tidak sesuai dengan harapan? "tanya Alan membuat Bella mengerutkan keningnya karena sepertinya apa yang dikatakan oleh Bosnya itu sangat jauh dari ekspektasi nya dari tadi.
" maaf tuan kalau Boleh saya tahu maksudnya Anda apa ya, sebab Sepertinya saya tidak bisa berpikir sampai ke arah situ dari tadi kan tidak nyampe pembicaraan sampai di situ?" tanya Bella sambil mengerutkan keningnya karena memang apa yang dikatakan oleh Alan itu terasa begitu ambigu sebab seolah yang ia impikan dari tadi itu bukan yang itu.
" di sini yang menjadi bosnya Anda atau saya Nona Bella, sampai apa yang saya tanyakan kepada Anda harus saya ulangi lagi? Sebagai seorang pemimpin dia butuh jawaban dari para pegawai dan juga sebagai seorang pegawai mereka harus bersiap memberikan jawaban kepada pemimpin kapanpun dan dimanapun, jadi tolong jangan mempersulit pemikiran saya ataupun pekerjaan saya dengan membiarkan apa yang ingin saya ketahui menggantung begitu saja? " pertanyaan Alan itu membuat tubuh Bella bergetar karena kata-kata yang dilontarkan Alan itu tidak ada dengan nada Halo semuanya dengan nada bentakan sama sekali.
Dio ingin sekali tertawa ketika melihat kedua kaki Bella yang begitu gemetar dan sangat terlihat dengan kasat mata, Padahal dari tadi wanita itu begitu percaya diri saat masuk keruangan berharap bahwa Dewi Fortuna akan berpihak padanya ketika melangkahkan kaki ke dalam ruangan itu.
" Nah sekarang giliran anda untuk menikmati perkataan halus nan menggigit milik Tuan Alan Itu karena dari tadi saya sudah menjadi korbannya sekarang giliran anda, sepertinya dari tadi kenapa saya tidak menyalakan kamera agar bisa merekam kejadian ketika wanita songong Ini merasa ketakutan setelah itu bakalan saya viralkan di seluruh pegawai kantor Biar mereka tahu kalau Ternyata Gadis songong dibentak sama majikan langsung tepar!" Alan yang melihat wajah Dio seperti Tengah berperang dengan batin nya sendiri membuat pria itu hanya menggelengkan kepalanya karena menyesali keputusan awalnya yang merekrut pegawai yang satu pun tidak ada yang benar Sikap mereka.
__ADS_1
" sepertinya mulai saat ini saya bakalan meneror Papa saya untuk menanyakan sebenarnya siapa yang merekrut pegawai masuk ke perusahaan ini, sebab semuanya tidak ada yang benar semuanya adalah orang-orang yang berotak miring sehingga kinerja mereka itu tidak ada yang perlu dibanggakan sedikitpun?" Sindir Alan membuat Bella dan Dio saling tatap karena yang ada di ruangan itu kan mereka berdua otomatis yang dikatakan oleh alam itu pasti tertuju untuk mereka berdua.
" Waduh kenapa saya yang jadi kena imbasnya perasaan saya dari kemarin tidak melakukan kesalahan ya walaupun kesalahan saya yang kemarin dulu itu yang merupakan hal yang fatal, tapi kan kemarin dulu sama kemarin dan ini hari berbeda karena ini hari saya belum melakukan kesalahan sama sekali meskipun ada sih karena memanggil Nona Bella yang terlalu lama?" Tanya Dio dalam hati.
" oke baiklah karena kalian berdua itu sedang memilih untuk mogok bicara tidak masalah menyangkut Saya adalah orang baik, jadi yang ingin saya tanyakan kepada kalian berdua itu terserah siapa yang mau menjawab lebih dulu yang penting intinya 1 harus kasih jawaban! Menurut kalian apa yang harus saya lakukan kepada pegawai yang suka molor kerja tetapi menuntutnya banyak, terus berbuat seolah Dia adalah orang yang paling keren terkece badai membahana mengalahkan kekasih saya Ana Amelia?" tanya Alan dengan satu kali tarikan nafas bahkan adanya kali ini Terdengar sangat berbeda yaitu tegas.
" tapi saya kan tidak pernah ada niat untuk mengalahkan Nona Ana tuan, bahkan saya sangat mengagumi beliau karena memiliki jiwa pekerja keras meskipun usia sangat muda di saat orang lain malah ingin menghabiskan harta orang tua mereka?" tanya Dio bingung ketika Alan mengatakan bahwa ada yang ingin bersaing dengan kekasihnya padahal dirinya tidak ada niat untuk melakukan hal itu sama sekali Gila kali Memangnya dirinya terong makan terong.
" jangan mengagumi kekasih saya karena dia itu hanya miliknya saya dan tidak akan saya berikan kepada orang lain meskipun nyawa saya taruhannya, jika sampai Saya dengar kamu mengatakan hal itu lagi kamu bakalan saya hajar sampai besok pagi dan setelah itu antar kamu ke kubur sendirian!" tegas Alan yang tidak ingin Ana itu dikagumi oleh pria manapun karena menurutnya itu adalah modus untuk merusak hubungan mereka yang sangat susah payah harus ia perjuangkan selama ini.
" Maafkan saya tuan tapi sebenarnya saya mengagumi Nona Ana itu bukan maksudnya menyukai dia tapi karena memang hanya sebatas mengagumi saja, tapi kalau anda tidak menyukai saya melakukan hal itu maka mulai dari saat ini saya bakal cancel rasa kagum saya!" sahut Dio yang tidak ingin lagi memperpanjang perdebatan karena menurutnya urusan Alan dan Bella itu lebih penting.
" ya memang apa yang kamu katakan barusan itu sangat benar yaitu kamu harus meng-cancel rasa suka kamu kepada kekasih saya, Jika kamu masih mau bernafas dengan bebas dan juga keluar masuk perusahaan ini tanpa kendala sedikitpun!" sahut Alan membuat Bella yang berada di situ mendengus kesal karena kehadirannya yang sudah mengikuti permintaan pria itu tapi rasanya tidak dihargai sama sekali.
" Ya Tuhan saya tidak akan percaya lagi dengan pujian dilontarkan oleh Tuan Alan karena sebenarnya itu hanyalah sebuah bualan belaka dia tidak sungguh-sungguh mengatakannya, karena Setelah dia memuji saat itu juga dia bakalan menjatuhkan harga diri kita tanpa permisi ataupun memikirkannya sedikit." begitulah janji yang diucapkan oleh Dio dalam hati.
" kamu apa tidak menemukan jawaban sama sekali dengan pertanyaan saya yang tadi, atau memang kamu itu orangnya Sebenarnya gue berpikir sangat lambat sehingga satu pertanyaan harus diulang-ulang berulang kali agar kamu paham?" tanya Alan memastikan membuat Bella kebingungan harus menjawab apa.
" bukan seperti itu juga sih tapi kan saya juga bingung harus menjawabnya mulai darimana soalnya kan saya selama bekerja selalu fokus tidak pernah pecah, Jadi sebenarnya pertanyaan itu tidak pantas ditujukan kepada saya karena bakalan tidak akan mendapatkan jawabannya sedikitpun?" ujar belang dengan adanya yang terdengar begitu manjalita seolah memancing Alan agar menatap kearahnya walau sesaat saja.
__ADS_1
" Oh jadi kamu merasa Jika kamu adalah manusia yang paling benar dan otomatis pertanyaan saya tadi itu sebenarnya salah sasaran, itu artinya manusia bego yang saya lihat tadi di depan itu bukan kamu?" tanya Alan dengan wajahnya yang sinis karena merasa lucu dengan rasa percaya diri Bella yang sebenarnya seperti orang yang telah berbohong padahal sebenarnya ada bukti yang berada di depan mata'
Bella yang mendengar apa yang dikatakan oleh Alan barusan langsung membulatkan matanya sempurna karena dirinya yakin sindiran itu tertuju kepadanya, hanya saja gengsi dan juga kebiasaan berbohong maka wanita itu itu memilih untuk tidak ingin mengakuinya sebab toh ada orang lain juga kan disitu bukan hanya dirinya saja.
" Saya kurang tahu ya Siapa tadi yang di depan soalnya saya setelah mengobrol dengan Nadia Lalu setelah itu langsung kembali ke cubicle nya saya, jadi kalau anda melihat ada orang yang mengobrol di jam kantor otomatis Mungkin orang lain di kantor ini sebab memang selama ini selalu seperti begitu kelakuan mereka jika anda tidak ada." jelas Bella dengan penuh rasa percaya dirinya di dalam pikirannya Jika Alan tidak tahu apa-apa tentang sikapnya selama ini di kantor.
" Oh jadi Menurut kamu saya yang salah lihat tadi ya, Apa perlu saya bawa CCTV ke sini biar ada buktinya? soalnya sepertinya ingatan kamu sedang bermasalah jadi perlu untuk disegarkan, karena memang manusia zaman sekarang itu lebih memerlukan bukti ketimbang kata-kata saja? " tanya Alan memastikan membuat Bela langsung bungkam karena ternyata dirinya sedang dijebak dengan pertanyaan dan juga jawabannya ia lontarkan sendiri tanpa sadar sedikitpun.
" terus kamu juga tahu kan kenapa Saya menyuruh kamu mengganti pakaian, soalnya apa yang kamu pakai itu sungguh membuat mata saya sakit melihatnya tidak ada yang bagus sedikitpun Tetapi menurut kamu itu membanggakan ya?" tanya Alan membuat Bella dalam posisi Serba Salah jika dirinya diam Bisa langsung dijadikan tersangka tetapi dirinya menjawab lebih bakalan rumit masalahnya.
" Maafkan saya Tuhan sebab nanti besok lusa saya bakalan mengganti pakaian saya sesuai dengan keinginan anda, jika nanti anda tidak menyukainya besar langsung mengatakan kepada saya agar saya merubahnya lagi sesuai dengan keinginan Anda." tawar Bella membuat Alan mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan Perkataan wanita itu yang begitu percaya diri.
" Menurut kamu apa Saya tidak punya pekerjaan jadi setiap Apa yang kamu lakukan harus saya menegurnya secara langsung, Jika seperti itu kejadiannya terus kegunaan para manajer di perusahaan ini apa jika harus saya yang turun tangan?" tanya Alan lagi.
" Astaga saya harus melakukan apa agar Tuan Alan tidak marah-marah dan menyindir secara halus, karena juga seperti ini kejadiannya saya bisa tidak bakalan betah berada di dekatnya sedikitpun?" gumam Bella frustasi karena sepertinya Alan tidak bisa diajak berkompromi terlihat begitu jelas dari tampangnya yang sangat tidak bersahabat yaitu'
" Baiklah kalau begitu saya bakalan sering berkomunikasi dengan manajer tentang kesalahan saya, ampuni saya dan tolong jangan pecat saya karena saya sangat memerlukan pekerjaan ini!" pinta Bella memelas membuat alat menatap sinis pinta Bella memelas membuat Alan menatap sinis ke arahnya.
" Dari kemarin kemarin Kamu kemana saja sampai baru sadar Jika kamu itu adalah orang yang paling banyak kesalahannya di tempat ini, selalu saja membully pegawai yang baru masuk dan juga berbuat seolah kamu adalah nyonya besar di sini jadi bisanya hanya memberikan perintah kepada orang lain?" Bella mulai merasakan bahwa ini adalah hari-hari terakhirnya untuk berada di tempat itu sebab sepertinya pemilik perusahaan itu sangat tidak menyukai keberadaannya di situ padahal dirinya membutuhkan sekali pekerjaan'
__ADS_1
" Saya janji tidak bakalan melakukan kesalahan lagi tapi tolong ampuni saya untuk kali ini saja, saya janji bakalan berubah dan tidak akan berbuat hal yang aneh-aneh lagi sehingga membuat Anda marah." Bella terlihat begitu memelas tapi yang namanya Alan tidak bakalan pernah mentolerir sebuah kesalahan Karena dirinya yakin bisa sesuatu ditolerir bisa dipastikan sesuatu yang lain bakalan datang dalam hitungan menit pula.
" kamu ambil pesangon di bagian personalia setelah itu Angkat kaki dari tempat ini jangan pernah muncul lagi, Oh iya Satu lagi kalau kamu bekerja di tempat yang baru tolong jaga penampilan kamu sebab Kami para lelaki tidak semuanya mata keranjang dan menyukai hal-hal yang berbau begituan!" setelah mengatakan hal itu Alan pun mengibaskan tangannya agar semua orang yang berada di ruangan itu segera pergi'