MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 103


__ADS_3

Alika kini tengah mengeluarkan suaranya yang serak-serak basah membuat Daffa tambah gila menggempur habis Alika, pria itu bahkan mengubah posisi yang paling ia sukai berulang kali agar bisa meraih kepuasan yang paling Hakiki.


" Oh my God is so hot and i like that, so baby faster please!" pinta Alika membuat Dafa tambah semangat bermain kuda-kudaan nya.


" tentu saja sayang aku bakal melakukan apa yang kamu inginkan, dan ini sangat sempit membuat aku bertambah ingin terbang!" mendesah Dafa membuat Alika sebenarnya ingin tertawa karena mana bisa terbang melayang saja susah ada manusia hidup cara bicara ini.


" Iya sayang kalau kamu terbang terus tidak punya sayap kalau jatuh bakalan encok itu pinggang kamu, jadi lebih baik tidak usah terbang deh soalnya aku takut nggak bisa tangkap!" Astaga ini Alika parah banget Masa iya suaminya sedang ber hiperbola istrinya tidak mendukung.


" yang ngomong itu yang romantis agar suasananya lebih mendukung lah, masa iya kamu malah ngeledek aku di saat seperti ini yang ada akunya bukan on tapi langsung off!" sungut Daffa yang bukannya menghentikan aksinya malah bertambah gencar agar istrinya menghentikan pembicaraan aku suruh mereka di sela-sela kesibukan yang sangat tidak bisa diganggu gugat itu dan agar dirinya lebih bisa berkonsentrasi membuat adonan Daffa Junior.


Alika memilih diam Sambil merem melek soalnya tumbukan maut yang Dafa berikan dari belakang tubuhnya, sangat membuat wanita itu tidak bisa berkata banyak selain mengeluarkan uh ah uh ah bertanda sedang *****.


Alika tambah menjerit ketika sesuatu yang di dalam tubuhnya hendak keluar,membuat tubuhnya menegang karena cairan kenikmatan yang hendak keluar.


"Mas,aku mau keluar!" Lirih Alika.


"Iya Sayang,Mas juga mau sampai!" Sahut Daffa yang menambah ritme goyangan nya itu membuat suara daging bertubrukan terdengar jelas dari dalam situ.


Membuat AUTHOR yang berada di sudut ruangan jadi merinding,karena membayangkan hal itu membuat siapa saja menjadi panas dingin.😂😂


Dan Akhirnya Wow sudah plong karena apa yang terpendam di keluarkan juga,mungkin istilahnya nyicil doang biar hanya ujung kuku saja.


sedangkan orang tua mereka sudah mencari tahu ke pihak hotel kira-kira di kamar nomor berapa Daffa dan Alika menginap, Sebab mereka Lagi Dan Lagi berpikiran tidak ingin membuat Dafa yang sedang mencemaskan istrinya menjadi terbebani karena harus menjemput mereka.


" Gimana mas udah dapat belum kamar nomor berapa Daffa menginap?" tanya Mirna kepada suaminya.


"sudah, ini kita sudah dikasih kunci cadangan jadi tinggal masuk saja! " sahut Bey santai.


keempatnya pun masuk ke dalam lift bersamaan untuk segera menemui menantu dan juga Putra mereka, orang yang paling sedang mencemaskan sesuatu adalah Alice ini karena dirinya sedang memikirkan Putri semata wayangnya yang entah berada dimana.


Dika yang menyadari keadaan istrinya hanya bisa menggenggam erat tangan wanita paruh baya itu yang terasa begitu dingin, cemasnya orang tua Tapi yang lebih merasakan cemas itu yaitu seorang ibu yang melahirkan bukan berarti sang ayah tidak cemas juga melainkan masih bisa mengontrol emosi dan pikiran.


" Mama tenang saja Bapak bakal melakukan apapun agar Putri kita baik-baik saja dan bisa segera ditemukan, ingat boleh cemas tapi jangan berlebihan karena mama punya riwayat darah tinggi. nanti kalau mama kenapa-napa Siapa yang bakal bantu papa apa untuk mencari Alika, kedatangan kita ke sini kan untuk bisa menemukan putri kita bukan untuk melakukan hal yang tidak-tidak!" pinta Dika hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Alice.

__ADS_1


kini mereka sudah sampai di lantai tempat kamar Daffa berada, setelah mendapatkan nomor kamar yang disebutkan oleh resepsionis Tadi mereka pun segera membuka pintunya tanpa banyak berbicara lagi.


setelah berada di dalam Dika dan Bey memilih untuk duduk di sofa sedangkan Alice menuju ke dapur lalu Mirna masuk ke dalam kamar putranya, belum sampai 5 menit masuk sudah terdengar teriakan Mirna yang membuat semua orang menjadi panik dan segera masuk ke dalam karena takutnya ada apa-apa.


" Dasar anak kurang ajar kok bisa-bisanya ya istri sedang hilang malah melakukan hal yang kurang pantas seperti begini, cepat bangun kamu sebelum mama hajar kamu sampai tak berbentuk!" teriak Mirna menggema di dalam kamar Daffa membuat orang yang sedang tidur sambil berpelukan menjadi terkejut untung juga mereka berdua sudah mengenakan pakaian tapi coba kalau belum bisa berabe jadinya.


semua orang pun sudah masuk di dalam kamar itu menyaksikan pemandangan yang tak biasa, terlihat Mirna sedang memegang lampu meja dengan posisi hendak menghajar kearah Dafa.


sedangkan orang yang berada di tempat tidur itu masih berwajah bantal menatap heran ke arah semuanya, karena sungguh Apa yang dia lakukan itu membuat semua orang auto panik dan terkejut.


" Astaga mah, kenapa teriak-teriak seperti tadi Memangnya ada masalah apa sih? "tanya Bey penasaran kepada istrinya.


" Coba Papa lihat Putra papa itu masa dia membawa wanita lain kedalam kamar ini, tuh wanitanya mukanya semua sedang ketutup sama rambutnya sampai Mama saja bingung penampakannya Seperti apa nantinya! " lirih Mirna yang terlihat menahan tangisnya membuat Dafa jadi heran Memangnya wanita mana yang tadi dia bawa ke tempat tidur jika bukan istrinya sendiri.


Alika yang masih antara sadar dan tidak nyawanya juga seolah belum terkumpul sempurna,memilih kembali tertidur bukan apa apa hanya saja dirinya benar benar tak bisa menahan kantuk.


Maklum ketika masih ingin tidur malah harus di ajak oleh Daffa berolahraga,maka akhirnya mau tak mau ia harus bangun.


"Kalian kenapa sih datang datang malah marah marah,memang nya kenapa kalian bisa datang kesini ?" Tanya Daffa ketus.


Mirna membulatkan matanya sempurna mendengar perkataan Putranya Itu,bukannya minta maaf tapi malah bertambah ngeyel.


"Dasar anak kurang ajar bukannya sadar dari kesalahan,eh malah bicara tidak jelas? Cepat bangun sebelum Mama benar benar marah nih,terus itu perempuan kamu bangunin sekarang juga sebelum Mama gundulin kepalanya biar jangan terlalu tebar pesona sama suaminya orang?" ujar Mirna kesal membuat Daffa bertambah heran sekarang pertanyaannya salahnya di mana coba?


" mama bisa tidak semuanya keluar dulu agar aku bisa memakai pakaianku kembali, setelah itu baru kita ngobrol di luar sambil membawa wanita yang tadi Mama bilang aku sudah bawa ke dalam kamar ini tanpa mengingat keadaan istriku?" akhirnya Daffa menyuruh mereka semua keluar karena sudah bingung harus menjelaskan apa lagi belum lagi ditambah dengan alis yang menangis terus sampai melet-melet.


" kamu tidak lagi ada niat untuk kabur kan, atau mau menyelamatkan wanita itu agar kami semua tidak mengamuk kepadanya atau menghajarnya dengan sepatu wedges yang Mama pakai?" tanya Mirna dengan Tatapan yang penuh selidik membuat Daffa merasa Jengah.


" Mama itu ngomong apa sih dari tadi ngelantur banget loh, bisa tidak keluar sebentar biar aku punya privasi sebentar saja?" ujar Daffa sambil mengerutkan keningnya membuat Alice dan Dika kecewa karena putrinya mereka di mana sedangkan suaminya sudah tidak setia.


" Papa ayo kita pergi dari sini mencari keberadaan Alika, percuma kita datang ke sini kalau akhirnya melihat hal yang sangat menyakitkan bagi orang tua! " Pinta Alice sambil menangis.


mendengar perkataan mertuanya itu Dafa jadi kebingungan, karena keadaannya sekarang tidak mendukung untuk segera bangun dan menjelaskan duduk perkara sebab dirinya dan b sama-sama polos hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.

__ADS_1


dirinya menatap kearah khalifah yang berada di sampingnya Ternyata wanita itu malah lepas tangan dan memilih tidur kembali, kalau sudah begini mau tidak mau dirinya harus bersikap kasar sedikit agar semua orang yang berada di ruangan itu segera menyingkir.


namun Daffa belum juga berkata Mirna sudah mengitari tempat tidur menuju ke arah Alika tidur, terlihat wanita itu memasang wajah garamnya karena mengira wanita yang sedang tidur di samping dafa itu merupakan orang yang sudah mengganggu rumah tangga putranya.


kebetulan suasana yang mendukung Alika ternyata menutup seluruh tubuhnya hingga yang keluar hanya rambutnya doang, membuat Mirna tidak bisa melihat dengan jelas sebenarnya siapa wanita berada di samping Daffa.


Daffa merasa waspada ketika melihat mamanya mendekati Alika, bukan karena apa-apa hanya takut saja jangan sampai Mirna mengangkat selimut mereka seperti Habis sudah bagaikan bayi yang baru lahir.


" Mama mau ngapain, bisa tidak jangan aneh-aneh seperti begitu setidaknya kalian keluar dulu dan biarkan aku bersiap dan setelah itu bolehlah kalian introgasi sampai sepuasnya Bila perlu sampai tahun depan pun I am oke?" Tanya Daffa terima dengan kelakuan mamanya yang terlalu absurd menurutnya.


Daffa juga menatap kearah mertuanya yang terlihat begitu memasang wajah kecewa tapi dirinya bukan tidak ingin menjelaskan langsung, hanya saja tidak mungkin ia memberitahukan bahwa yang tidur di sampingnya itu Alika karena pasti ke dua wanita paruh baya itu bakal antusias dan naik langsung ke atas ranjang dan bisa berabe urusannya nanti.


" Papa sama Mama tunggu di luar dan tolong jangan kemana-mana, nanti setelah aku keluar barulah Terserah Papa sama Mama mau bereaksi Seperti apa aku ikhlas!" ujar Daffa akhirnya membuat semua orang yang berada disitu memilih untuk keluar karena terlihat Wajah pria yang sedang di atas tempat tidur itu terlihat serius tidak ada nada bercanda di dalamnya.


" Ya sudah Mama sama yang lainnya tunggu di luar awas aja ya kamu mau mencoba kabur ataupun mengurung diri dan tidak mau keluar, kekuatan Mama sebagai Wonder Woman KW akan bereaksi dan mendobrak pintu kamar ini!" ujar Mirna dengan tatapan matanya yang begitu tajam hingga Terasa seperti ingin meloncat keluar.


" Ya ela mah, masih saja melakukan sesuatu yang tidak jelas! bisa tidak Lain kali kalau ngomong itu dipikirkan lebih dahulu gimana perasaan orang lain saat kalian, ini baru datang sudah mengganggu orang tidur marah-marah tidak jelas tunggu saja di luar sana nanti kita bakal bahas hal ini!" sungut Daffa dengan tatapan datarnya hingga terlihat seperti tanpa berekspresi sama sekali.


Alice memeluk erat tubuh suaminya sambil bersandar di bahunya Karena Wanita itu benar-benar Terpukul dengan apa yang dia lihat barusan, sungguh menantu yang selama ini mereka banggakan ternyata tidak seperti yang mereka pikirkan.


" Papa mereka kan baru menikah beberapa bulan ini Kenapa anak kita sudah diduakan seperti itu, hati Mama sakit pa rasa-rasanya tidak rela jika dulu membiarkan Alika menikah?" Lirih Alice sambil mengusap air matanya pelan karena dari tadi itu keluar bagaikan air terjun yang tidak pernah mau berhenti.


sedangkan Mirna dan suaminya hanya bisa Saling pandang karena bingung harus mengucapkan apa, karena yang melakukan hal itu adalah putra mereka sendiri Jadi tidak mungkin mereka melakukan pembelaan jika bukti sudah ada di depan mata.


" papa, Mama malu kenapa bisa bisanya kita sudah jauh-jauh terbang ke sini malah disuguhkan pemandangan yang bikin mata sakit apalagi hati lebih sakit lagi! Mama tidak ingin berpisah dengan menantu kesayangan mama, ini semua gara-gara anak papa yang cucunguk berengsek itu hingga akhirnya Semua masalah terjadi seperti begini?" ujar Mirna yang benar-benar menahan emosinya sedangkan Bey sedang mengepalkan tangannya karena jika sebentar Dafa memberikan alasan yang tidak tepat dirinya bakalan menghadiahkan bogem mentah pada putranya itu.


" kita sabar dulu kita tunggu penjelasan dari Dafa, sebab kita semua disini juga bingung dengan apa yang terjadi. dan untuk kamu Dika dan Alice, kami berdua benar-benar minta maaf karena memang Kejadian ini diluar dari Kuasa Kami dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi!" ujar Bey yang memang benar-benar tak enak hati kepada Dika dan Alice karena Putri mereka sedang hilang sedangkan putranya malah melakukan hal yang tidak-tidak.


" Saya juga tidak mungkin gabah mengambil keputusan jika belum mendengar apa yang diucapkan oleh Daffa, namun Jangan salahkan saya jika nanti apa yang dia jelaskan kan tidak sesuai dengan harapan kami!" sahut Dika yang memang benar tidak ingin mengambil keputusan yang gegabah karena itu bukan kebiasaannya yang selalu saja melakukan sesuatu hal secara frontal tanpa memikirkan dan mendengar dulu alasan yang diberikan.


" awas aja tuh anak sebentar Mama bakalan bikin perkedel ala Korea Kebetulan lagi di Korea, Siapa suruh dia sudah membuat Mama kecewa begini rugi dong datang kesini tahu-tahu malah nangis nangis darah nanti kalau oppa-oppa Korea lihat Mama matanya bengkak kan mereka jadi ilfil!" ujar Mirna membuat suaminya hanya bisa menggelengkan kepalanya karena ternyata melankolis disaat yang tidak tepat belum lagi perkataannya layaknya anak ABG sungguh sangat menyebalkan.


" Kamu pikir kamu sendirian nangis darah Saya tidak, nih lihat mata saya lebih bengkak daripada kamu! ini masa depan anak saya dipertaruhkan kalau anak kamu mah enak saja Tinggal Nyosor sana sini langsung gol tanpa menunggu waktu lagi!" sungut Alice memasang wajah cemberut nya.

__ADS_1


__ADS_2