MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 128


__ADS_3

Alan tersenyum senang mendengar pola pikir kekasihnya itu yang ternyata mementingkan orang lain di atas kepentingan pribadi, wanita yang berpola pikir seperti begitu pantas untuk dipertahankan karena pasti kedepannya bakal selalu memikirkan Bagaimana kebahagiaan keluarga kecil mereka tanpa memikirkan kebahagiaan diri sendiri.


" terima kasih, Terima kasih karena sudah mau mementingkan orang lain Terima kasih juga karena selalu ada untuk orang lain! tapi boleh tidak aku meminta satu hal saja kamu Dan tolong jangan menolaknya, yaitu Aku ingin kamu menghargai perasaanku dan juga mendukungku untuk melanjutkan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Soalnya kamu tahu tidak aku selalu tersiksa kalau dekat sama kamu terus, Kamunya sih tidak masalah tapi aku nya itu loh yang seperti langsung meremang! " ujar Alan yang terlihat begitu serius membuat Ana menatap heran ke arah pria itu.


" Kamu itu ngomong apa sih dari tadi aku kayaknya bingung soalnya kesannya kayak kamu sedang tertekan atau memikirkan banyak hal, padahal sebenarnya kan tidak ada masalah yang serumit itu Jika kamu mau melakukannya dengan tidak terlalu membebankan sesuatu? " tanya Ana dengan wajah penuh selidik karena memang dari tadi perkataan Alan itu terdengar ambigu dan seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting tapi Ana saja bingung Apakah itu biasa dan dipikirkan oleh kekasihnya.


" tadi Mama telepon minta aku cepat pulang dan menikah, Padahal aku saja bingung di sini aku punya kekasih tapi aku harus disuruh kembali ke sana! masa iya mereka dengan Teganya mau menjodohkan aku dengan wanita lain Terus kamunya Aku bakal simpan di mana coba, sebab mau memaksakan kamu ikut kembali denganku kan tidak mungkin kamu mau soalnya selama ini kan kamu tidak terlalu menganggap serius hubungan kita! " Alan terlihat sedang berakting agar Ana merasa iba kepadanya dan Mau menyanggupi permintaan orang tuanya yaitu segera menikahkan mereka berdua.


Namun ternyata harapan Alan itu tak sesuai dengan jalan pemikiran Ana yang sangat beda jauh dengan perkiraan pria itu, justru yang ada Ana malah mendukung alat untuk segera kembali ke orangtuanya dan mendukung acara Perjodohan mereka.


" Oh ya sudah kalau memang mereka ingin menjodohkan kamu dengan wanita di sana itu malah lebih bagus kasihan kan kalau mereka sudah tua terus kesana kemari, jadi kamu sebagai anak yang berbakti kepada orang tua harus dong menghargai permintaan mereka itu hitung-hitung sebagai balas budi! " sahut Ana santai tanpa beban membuat Alan menatap tak percaya ke arah nya.


" jadi Kamu mendukung kalau mereka menjodohkan aku dengan wanita lain, jadi menurut kamu selama ini hubungan kita ini apa Hanya Sekedar main-main Saja? " tanya Alan yang dari tadi sibuk menyetir langsung menghentikan Laju kendaraan itu di pinggir jalan tak peduli dengan pengendara yang lain karena baginya masalahnya sekarang itu lebih penting.


" kamu kok malah berhenti di sini ini tadi katanya kita ke kantor kamu soalnya ada meeting sama klien, kamu nih ada-ada saja jalan pemikiran selalu berubah-ubah Kapan sih satu arah lurus aja? " Ana seolah tak menyadari kesalahan apa yang baru saja ia lakukan padahal sebenarnya Alan hanya ingin perkataan Maaf Dari wanita itu jika sudah menggantungkan hubungan mereka ke arah yang tidak jelas.


" kamu tidak sadar dengan apa yang kamu katakan barusan dan seolah-olah melupakan bahwa hal itu tidak pernah terjadi, baiklah kalau memang itu maunya kamu besok juga aku bakal pergi dari negara ini dan tidak akan kembali lagi jika memang hubungan ini tidak ada apa-apanya di mata kamu? " tanya Alan dengan wajah datar makan entah marah ataupun tidak Ana tidak bisa membacanya.


" Emangnya tadi aku katakan apa sampai kamu marah-marah seperti begitu, itu kan perkataan dari orang tua kamu ya aku sebagai seorang wanita yang tidak ingin selalu disalahkan karena hubungan kamu dan orang tuamu yang bakalan keruh Aku ikhlas kamu mengikuti kemauan mereka bukan malah kamu memojokkanku seperti itu? " sahut Ana tak terima.


Bughh

__ADS_1


tanpa banyak bicara Alan menonjok setir mobil yang tepat di hadapannya itu sekedar melampiaskan emosi yang tengah ia rasakan, membuat Ana di sampingnya terlonjak kaget karena perbuatannya secara tiba-tiba itu.


" Kamu kenapa sih marah-marah tidak jelas seperti begitu, kalau kamu sikapnya selalu seperti begini aku jadi bingung loh kita mau jadi seperti apa nantinya? sebab dalam menyelesaikan sebuah masalah saja kamu selalu Pakai emosi apalagi masalah kita berdua yang rumit seperti begini, bisa tidak sekali-sekali Kamu hargai pendapatku walau hanya sedikit saja?" tanya Ana sambil mengerutkan keningnya.


"Iya kamu benar sekali kalau aku ini adalah pria yang temperamen dan emosional, Kamu tahu tidak kenapa sampai Aku melakukan ini semua itu karena kamu yang tidak pernah menghargai perasaan ku walau hanya sedikit saja? kamu dengan entengnya menyuruh aku untuk kembali ke Kanada dan menerima Perjodohan orang tuaku, Padahal di sini jelas-jelas kamu tahu kalau aku adalah kekasih kamu dan otomatis bakal menikah ya juga sama kamu bukan sama orang lain? " Ana akhirnya sadar ternyata Alan dari tadi marah-marah tidak jelas itu hanya perkataannya yang tidak terlalu serius yang ia ucapkan barusan.


" Oh jadi dari tadi itu kamu marah-marah hanya karena aku ngomong seperti itu, padahal aku ingin lihat lho reaksi kamu seperti bagaimana kalau aku menyerah dengan hubungan kita? ternyata memang kamu seperti begitu ya selalu saja lebih mementingkan emosi daripada aku, tapi apa iya kamu yakin kalau kita cocok untuk bersatu sedangkan aku hanya sebagai pelarian kamu saja?" tanya Ana lagi membuat Alan mendengus kesal karena hanya itu saja yang merupakan senjata pamungkas yang dipakai Ana saat berdebat dengannya.


" kamu mau aku harus berbicara apa lagi supaya percaya kalau aku serius dalam menjalani hubungan dengan kamu dan tidak ada bermainnya, kalau setiap hari kata pelampiasan selalu kamu jadikan tolak ukur dalam hubungan kita tetap sampai dunia kiamat pun kita tetap begini saja tidak bakal melaju yang lebih ke tahap selanjutnya? kamu mau aku bikin kamu hamil dulu baru kamu mau menikah denganku, Ya sudah kalau begitu ayo kita ke hotel terdekat biar aku balapan kamu bagaimana caranya agar satu kali bermain langsung jebol dan hamil?" wajah Ana memerah karena malu sebab Alan ketika emosi selalu saja tidak memikirkan sopan ataupun tidak dengan apa kata yang ia keluarkan.


" Ya Tuhan kenapa bawa-bawa hamil segala sih sah saja belum Kok sudah sebut barang, suruh saja orang tua kamu datang terus lamar Aku di depan Papa sama Mama apapun jawaban mereka aku bakal mengikuti!" ujar Ana sambil menundukkan kepala hanya karena ternyata keduanya memang pasangan paling absurd sejagat raya karena membicarakan pernikahan tidak ada tempat yang romantis selain di atas mobil. semoga saja malam pertama juga tidak terjadi di atas mobil, karena kalau tidak mau taruh di mana wajah orang tua Mereka karena keduanya terlihat semua manusia yang tidak berpendidikan moral dan juga kiranya minta ampun sampai tidak mampu menyewa Hotel Padahal kalau bisa dibilang soal materi mereka tidak kekurangan sedikitpun.


" Emangnya kamu tidak takut Alika bakal membenci kamu karena mau menerima wanita lain, atau jangan sampai besok bisa dia bakal bercerai dari Daffa dan meminta kembali ke kamu gimana?" tanya Ana yang mencoba mengetahui gimana sih isi hati seorang Alan.


" kamu jangan mulai lagi deh nanti kalau aku salah jawab bakalan jadi perkarakan, lain kali itu membahas soal kita saja jangan membalas orang yang tidak ada sama sekali dan hanya menimbulkan perang dunia?" sungut Alan karena takut salah bicara dan membuat Ana radang dan akhirnya segala rencana yang di dalam otaknya buyar.


" lho aku kan hanya bertanya saja kalau tidak mau menjawab Ya sudah apa sih repotnya, Kenapa kamu jadi sensi begitu kalau membahas soal ikan Bukankah dia itu cinta pertama kamu yang bahkan kamu kejar-kejar sampai sekarang!" tanya Ana dengan tersenyum mengejek.


" nah tuh kan aku salah lagi padahal aku hanya tidak ingin memperkeruh suasana bisa tidak kamu pancing emosinya Lain kali saja jangan sekarang aku lagi senang loh tadi, kamu selalu saja merusak mood ku yang sedang gembira Memangnya kamu sengaja ingin melihat wajah aku selalu cemberut atau gimana sih?" tanya Alan membuat Ana tak bisa menahan tawanya karena Coba bayangkan saja pria tampan terus mengerucutkan bibirnya gemas tidak kelihatan nya.


" Ih kamu gemesin banget sih pengen aku bungkus bawa pulang terus kujadikan boneka pajangan ku di rumah, soalnya sangat enak buat dipandang mata dan pasti semua orang bakal mengakui apa yang aku katakan barusan!" goda Ana membuat Alan mengerutkan keningnya dirinya setampan itu pengen dijadikan boneka pajangan alamat ada saja pemikiran wanita dihadapannya itu.

__ADS_1


" Enak saja kamu kalau ngomong masa iya aku setampan ini kamu mau bikin jadi pajangan persembahkan temani kamu tidur siapa, Harusnya kamu tuh berbangga diri karena punya calon suami seperti aku ini yang tanpa cacat dan cela pantas buat dibawa ke mana-mana untuk dipamerkan semua orang jika kamu punya calon suami yang paling membahana satu jagat raya!" ujar Alan begitu narsis membuat Ana ingin sekali menonjok Wajah pria itu hingga rusak agar tidak terlalu songong.


" idih jadi orang bangga diri sekali sih kamu, Ya sudah ayo kita ke kantor kamu tuh sudah kelihatan Jangan bilang kamu tidak ada niat mau kesana ya Awas aja kalau sampai itu terjadi!" Ana yang melihat Alan sepertinya tidak ada niat untuk masuk ke dalam kantor nya padahal sudah tinggal beberapa meter lagi.


" aku itu Mungkin setelah kita menikah dulu baru ada niat buat bekerja saja ya, Soalnya kalau sama kamu pengennya berduaan terus tidak ingin pisah atau memikirkan hal lain karena sama saja nanti bakal tidak fokus!" sahut Alan santai.


Ana mendengus kesal mendengar perkataan Alan barusan Kenapa dirinya harus dijadikan kambing hitam padahal memang pria itu saja tidak ada niat untuk bekerja, memang ada niat biarpun berbagai macam cobaan pasti tetap bisa dilalui tanpa memikirkan hal lain.


" kamu kalau ngomong suka sembarangan kamu pikir aku yang suruh kamu jangan bekerja hanya duduk saja begitu, nanti kalau seperti begini kasih makan anak istri kamu pakai apa? cinta, Emang bisa kalau dikasih makan pakai itu yang ada belum sampai 1 minggu anak orang sudah tewas?" tanya Anna sambil tersenyum membuat Alan tak terima karena dirinya sudah dianggap seperti pria yang tidak berguna.


" kamu kalau bicara jangan sembarangan Memangnya tampang aku ini tampang pemalas yang tidak tahu bertanggung jawab, Lagian sekarang memang benar aku masih mau berusaha agar kamu menjadi milikku aku dulu baru lah aku bisa kok Soalnya sudah yakin bahwa tidak ada yang bakal bisa merebut kamu!" sahut Alan membuat Ana merasa Jengah karena bukannya menyadari kesalahannya Alan malah mengatakan hal yang sangat tidak masuk akal membuat siapa saja mendengarkan hal itu pasti bakal menggelengkan kepala karena merasa tak percaya.


" kamu itu Percuma saja sekolah tinggi di luar negeri Kalau akhir-akhirnya pikiran kamu itu hanya sejengkal doang, di mana-mana itu sebelum menikah orang harus bekerja keras agar saat sudah menikah istri sama anak bisa menikmati hasil kerja keras kamu. coba kalau menikah dulu baru kamu bekerja Ya sudah terlambat jangan sampai itu membuat istri kamu merasa menyesal menikahi pria kere dan langsung minta cerai, Lain kali itu Jangan memikirkan hal yang belum tentu kebenarannya sesuai dengan apa yang kamu pikir karena bisa saja salah besar!" Sindir Ana membuat Alan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal karena Lagi Dan Lagi dirinya selalu saat berdebat karena memang apa dikatakan kekasihnya itu sangat benar.


" ya sudah aku ikut saja apa yang kamu katakan ayo Itu turun soalnya tuh lihat semuanya pada nungguin aku, susah sekali ternyata jadi pemimpin perusahaan Aku kira Papa Hanya duduk manis ternyata salah besar, begitu banyak berkas yang harus dilihat bahkan bisa dibilang tumpuk ngalahin Gunung Semeru!" Ana meraih tangan kekasihnya itu lalu menggenggam anya karena dirinya merasa lucu dengan wajah cemberut Alan yang seolah enggan untuk masuk ke dalam perusahaan nya.


" semangat calon suamiku Jangan mudah menyerah karena calon istrimu akan selalu menemani kapan pun dan di manapun, Jadi sekarang tugas kamu itu cari uangnya yang banyak Biar nanti aku bantu habiskan kamu yang bagian bekerja aku yang bagian memakainya!" ujar Anna memberikan semangat membuat Alan tambah semangat untuk bekerja.


" kamu tenang saja silakan habiskan uang ku semuanya Aku tak masalah yang penting aku yang bakalan memakan kamu sampai habis di atas tempat tidur, sehingga kamu klepek-klepek dan tidak bisa bergerak sama sekali karena tenaga mu sudah ku kuras habis!" ujar Alan yang begitu absurd membuat Ana menatap tak percaya ke arah nya karena ini sedang berada di lobby kantor Tapi kok bisa-bisanya berbicara mesum seperti itu.


" kamu kalau ngomong lihat 4 dong masa saat berada di sini juga kamu bicara sembarangan saja, nanti apa kata para karyawan kamu kalau melihat bosnya kurang pacar?" bisik Ana.

__ADS_1


__ADS_2