MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 135


__ADS_3

Para anak muda yang belum menikah di situ merasa Jengah dengan kemesraan yang ditonton Kan oleh pasangan suami istri itu, Bagaimana tidak setiap obrolan mereka Terdengar begitu lebay dan berlebihan.


"Ya Tuhan kenapa mereka begitu lebay sih,apa tidak sadar jika ada orang lain disini selain mereka?" Gumam Deka dalam hati karena kebingungan dengan sikap majikannya itu yang selalu menunjukkan keromantisan mereka sampai tidak sadar tempat.


" Yaelah ini Om kenapa sih tidak sadar kalau ada orang lain selain mereka berdua, untung juga aku lagi tidak ada mood buat Sindir menyindir orang kalau tidak maksud aku geprek dari tadi biar stop tingkah lebay mereka itu!" batin Diana yang tidak kalah frustasi dari Arin dan Deka.


" Wah kalian pengantin baru ya?" tanya Diana pura-pura ingin tahu karena memang jika tidak melakukan hal itu maka Daffa bakal melakukan hal yang membuat dirinya merasa sakit mata.


" Sebenarnya bukan pengantin baru juga sih karena kami menikah sudah lebih dari beberapa bulan, hanya saja baru sempat Honey Moon sekarang!" jelas Alika malu malu karena sikap suaminya itu yang membuat Diana pasti bertanya Yang tidak-tidak.


" Oh pantesan saja soalnya Kelihatan banget pengennya dekatan terus tidak ingin berjauhan, semoga langgeng ya ya terus romantisan nya bisa bertahan sampai abad biar tidak dibilang hanya panas-panas tahi ayam!" ledek Diana membuat Deka ingin tertawa tapi mengurungkan niatnya itu karena tatapan Dafa yang seolah ingin membunuh dirinya secara perlahan.


" Makanya cepat nyusul Dek, biar jangan terlalu kelebihan bertanya langsung merasakan saja dampaknya agar jiwa kepo nya jangan terlalu mencuat di permukaan!" Sindir Dafa dengan wajah datarnya membuat Diana memilih untuk bersikap santai saja.


" Oh tenang saja Om, Nanti kalau sudah ketemu jodohnya kita juga bakalan gercep kok tidak pakai lama soalnya dunia akan semakin tua! hanya saja sekarang itu lagi ingin menikmati hidup soalnya nanti kalau sudah udah berumah tangga pasti bakal tidak bebas, Bukankah hidup itu hanya sekali jadi jangan pernah disia-siakan nanti menyesal dari belakang kan gunanya tidak ada lagi!" jelas Diana sambil mengunyah makanannya pelan seolah tak peduli dengan perkataannya itu bakal diterima atau menyinggung siapapun Bukankah jujur itu adalah perintah Tuhan yang paling utama.


" Astaga Diana, kamu kalau ngomong pikir-pikir dulu kenapa sih? lebih baik Cepat selesaikan makan kamu supaya kita bisa pergi jalan-jalan seperti yang kamu ngomong tadi kan, daripada hanya di sini saja terus bengong ngomongnya jadi ngelantur kebanyakannya!" Arin yang Jengah melihat tingkah sahabatnya itu mau tidak mau mengalihkan pembicaraan agar pembahasan yang nyeleneh itu dihentikan.


Alika yang mendengar tentang jalan-jalan Tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, daripada dirinya hanya jalan dengan suaminya yang mirip seperti Kanebo kering tidak menikmati berjalan sama sekali lebih baik ada teman yang pas biar terasa begitu menikmati keadaan.


" wah kalian mau kemana saja, Kebetulan aku juga bingung mau ke mana jadi lebih baik kita barengan aja daripada sama mereka berdua, kaku orangnya!" tanya Alika penasaran.


" ya jalan-jalan saja ke mana gitu Tanpa Tujuan yang penting intinya Happy daripada bengong saja di hotel, Memangnya suaminya Kakak ngijinin Kalau ikut sama kita? tuh lihat cara dia memandang ke arah kakak sangat menakutkan, daripada resikonya bakalan kami yang tanggung lebih baik cari aman deh!" tolak Diana membuat Alika menatap tajam kearah suaminya yang seolah tidak ingin membiarkan dirinya bebas walau sejenak saja.


" hari ini biarkan aku sama para gadis ya buat jalan-jalan kamu bisa tidak jangan terlalu ngikutin aku, atau begini saja kalian berdua lanjutkan membahas pekerjaan sedangkan aku menikmati liburan bareng mereka!" tawar Alika sambil menunjukkan kearah Diana dan Arin agar suaminya itu mau mengijinkan dirinya pergi sebab yang diinginkan seorang wanita di tempat yang merupakan surganya k-pop Tidak ada salahnya dong menikmati keadaan daripada hanya bengong.


" Jadi ceritanya kamu tidak ingin suamimu ini menemani kamu kemanapun, kamu mau mata pria nakal di luar sana memandang penuh minat ke arah kamu? sebagai seorang suami yang bertanggung jawab dan sangat mencintai istrinya, otomatis tidak akan membiarkan hal itu terjadi sedikitpun!" tegas Dafa membuat Alika menatap Jengah kearahnya.


" Yaelah Bro, dia itu bareng sama kami bukan sama mucikari kelas kakap yang bakalan menjual di pria hidung belang yang berkeliaran. jadi jangan yang berpikiran yang tidak-tidak seolah kami ini orang jahat, Kalau memang dia hanya ingin bebas sedikit kan tidak masalah kecuali berkeliaran tidak jelas!" Diana tidak bisa tahan jika dirinya tidak memberikan komentar yang sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

__ADS_1


" Astaga ini anak Kenapa sih selalu saja keceplosan kalau ngomong, yang ada bukannya mendapatkan izin melainkan dimarahi habis-habisan sama ini om om!" gerutu Arin dalam hati karena sikap Diana yang terlalu bar bar itu'


" kamu itu baru bertemu istri saya belum sampai 60 menit tapi sudah mempengaruhi Jalan pikirannya dia sampai membangkang ke saya, Bagaimana kalau ketemunya sudah lebih dari 1 hari entah liarnya nanti seperti kamu atau bahkan lebih parah lagi dari ini!" Sindir Daffa karena tidak menyukai Diana yang selalu saja membantah perkataan orang yang lebih tua darinya.


" kamu jadi seorang gadis bisa tidak jangan terlalu pembangkang, sekali-sekali mulut kamu itu dikunci soalnya setiap kali kamu berbicara pasti selalu saja mengundang masalah?" Deka yang merasa kupingnya serasa ingin lepas karena perdebatan orang di sekitarnya yang tidak ada faedahnya sama sekali tapi ngegas terus.


" nah tuh kan kalian itu para pria dewasa yang sudah cocok sebutannya jadi Om mana pernah mengerti dengan kemauan kita para wanita yang masih muda seperti begini, selera kita itu bakalan beda hijau jadi otomatis kalian itu pasti tidak bakalan terima dengan apa yang kami inginkan!" sahut Diana tidak terima dengan perkataan Deka barusan.


" ya maka dari itu kalau ingin kemauan kalian diikuti Kalian juga harus mengikuti kemauan orang lain dululah, jangan menjadi orang yang begitu pemaksa dan tidak menghargai pendapat orang lain seolah dunia ini hanya kalian sendiri yang hidup! jadi wanita Kok tidak tahu jagain jaga diri sama sekali, setiap kali berbicara selalu saja mengundang emosi orang disekitar entah apa jadinya orang tua kamu tiap hari menghadapi anak yang prilakunya Badung tidak jelas!" Deka mengatakan hal itu dengan ekspresi yang begitu sampai tidak mempedulikan dengan Diana yang tengah menatap penuh emosi kearahnya.


" Ya sudah Om yang baik hati tetap sombong Maafkan dikasih mulut saya ini terlalu kelebihan jujur tanda koman hanya saja saya itu bukan gadis Badung melainkan merupakan gadis kebanggaan dari keluarga Pelangi. dan juga Om harus tahu ya kalau saya ini merupakan kebanggaan dimanapun saya berada, Jadi kalau Om punya pemikirannya seperti itu tolong nanti besok usah dirubah karena terdengar begitu menyakitkan di telinga saya?" pinta Diana dengan suaranya yang dibuat seindah mungkin membuat Deka ingin muntah.


Alifia tersenyum menatap kearah asisten suaminya itu dan juga Diana yang terlihat tidak pernah mau mengalah ketika berbicara dengan Deka, jangan salahkan jika dirinya berniat menjodohkan keduanya Siapa tau Cocok kan bisa di bungkus bawa pulang.


" kalian berdua tuh kelihatannya So sweet banget loh, yang satunya dewasa Terus yang satunya imut ceria begitu Jadi perpaduan yang pas rasanya seperti nano nano begitu!" ledek Alika membuat Deka dan Diana bergidik ngeri.


Diana tentu saja tetapi tidak terima lagi mendengar apa yang dikatakan DK karena dirinya seperti dianggap tidak berharga sama sekali, padahal dari dulu sampai sekarang tidak ada yang pernah menolak dengan pesonanya hanya Deka seorang yang melakukan hal itu.


" Idih Lain kali kalau ngomong jangan terlalu kelebihan percaya diri, Emangnya situ pikir saya juga bakalan mau dekatan sama situ setiap hari bisa kena penyakit kulit saya kalau sampai hal itu terjadi." sinis Diana tidak mau kalah dengan apa yang dikatakan oleh Deka tadi.


" ayo sobat Kita pulang yuk sudah cukup berdebat nya dan juga adu kepintarannya, soalnya Sepertinya kita sudah kelamaan di sini terus lama-lama nanti bentar bakal ada di negara api menyerang!" ajak Arin lalu segera menarik tangan Diana agar pergi dari situ karena sahabatnya itu memang sedang tidak bisa diajak kompromi.


" kami permisi dulu ya semuanya silakan menikmati makanannya, maaf jika tadi mengganggu soalnya aku tidak bakalan tinggal diam jika ada yang sudah berani menginjak harga diri!" sebelum pamit Diana mengatakan hal yang untuk menyindir Deka agar pria itu tidak bisa hidup dengan tenang jika berdekatan dengannya.


Deka hanya menatap punggung Arin dan Diana yang sudah menghilang dari balik pintu, dirinya hanya bisa merapalkan doa dalam hati agar kelak tidak lagi Bertemu dengan wanita aneh itu.


" Kenapa hanya dilihatin saja seperti itu, kalau takut tidak bakalan ketemu lagi pergi sana menyusulnya daripada menyesal di kemudian hari?" tanya Alika penasaran membuat Deka menatap heran ke arah majikannya itu.


" nyonya, bertemu dengan dia itu adalah sebuah musibah jadi kalau bisa jangan lagi deh berikut-berikutnya lagi untuk bertemu wanita aneh seperti begitu jika tidak ingin Kena masalah!" tolak Deka yang benar-benar sudah tidak ingin lagi bertemu dengan Diana.

__ADS_1


" awas lo sekarang katanya tidak mau nanti besok lusa kangen, asal kamu tahu ya rindu itu berat!" goda Alika lagi membuat Deka mati kutu kebingungan harus menjawab apa.


tidak mungkin juga kan dirinya harus mengajak ke Nyonya Bosnya itu berdebat tepat dihadapan suaminya yang merupakan pria pemarah, jika sampai hal itu terjadi urusannya bakalan meluber kemana-mana dan sangkut pautnya adalah ke gajinya yang bakalan dikurangi beberapa digit.


" Jadi gimana mau pulang atau jalan-jalan dulu, aku bakalan temani kamu Loh kemana pun kamu inginkan?" tanya Daffa menawarkan sesuatu yang pasti Alika sangat menyukainya.


" ogah, lebih baik pulang saja mood aku sudah hancur mendengar penolakan kamu dari tadi!" tolak Alika lalu segera meninggalkan tempat itu menuju ke parkiran ke arah kuda besi mereka yang sedang bertengger manis.


" itu mereka kenapa pakai jalan kaki kayak tidak punya kerjaan saja padahal banyak taksi yang berkeliaran?" gumam Deka yang menoleh kearah Diana dan Arin sedang berjalan.


dirinya berharap Alika tidak melihat kearah mereka berdua karena jika tidak dipastikan otomatis tumpangan gratis untuk gadis Bandung itu sudah tersedia, dan parahnya dirinyalah yang bakalan menjadi orang yang akan menjadi eksekutor sejatinya.


" Lho kok mereka 2 pakai jalan kaki?" tanya Alika sambil menunjukkan kearah Diana dan Arin.


" Biarkan saja mungkin bagi mereka jalan kaki itu bikin sehat, jangan terlalu pedulikan urusan orang lain yang barusan di kita kenal karena jangan sampai mereka bukan orang baik! " tolak Dafa membuat Alika mengerutkan keningnya karena tuh bisa ya suaminya sampai berpikiran seperti begitu.


" Mas kamu kok bisa punya pemikiran seperti itu tentang mereka, Memangnya ada tampak orang yang manis seperti begitu tapi penjahat aslinya? "tanya Alika tak terima dengan perkataan suaminya tadi.


" saya setuju dengan perkataan tuan tadi Nyonya karena kita jangan terlalu peduli dengan orang lain yang baru kita kenal, siapa tahu mereka berdua lagi menyamar pura-pura menjadi gadis ABG yang masih labil padahal aslinya macan betina! "Deka menimpali perkataan Dafa.


" Kenapa Jadi kalian berdua yang menjadi curigaan seperti begini, perasaan Setahu saya kalian itu selalu tidak ambil pusing dengan urusan orang lain Kenapa mendadak jadi aneh? " tanya Alika curiga lebih-lebih terhadap Deka yang terlihat lebih peduli jika itu hal mengenai Diana.


" bukan seperti begitu hanya saja kewaspadaan itu harus lebih penting dari segala-galanya, saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya pikirkan tidak ada niat yang lainnya lagi. karena biar bagaimanapun keselamatan Nyonya bos dan Tuan Daffa itu adalah di atas segala-galanya, jadi saya hanya ingin melakukan tugas yang semestinya dilakukan oleh seorang asisten!" jelas Deka.


" baguslah kalau begitu Tapi ingat jangan terlalu berlebihan juga ya melakukan sesuatu yang diinginkan oleh Tuan mu itu, karena jangan sampai dia suruh kamu melakukan kejahatan terus kamu mau melakukannya dan membohongi semua orang seolah tidak tahu apa-apa!" Sindir Alika yang kembali mengingat sikap suaminya yang dari semalam terlihat begitu aneh.


" sayang, Sejak kapan aku membohongi kamu? Kamu tahu kan Kalau suamimu ini adalah tipe pria yang paling jujur sejagat raya, jadi Mana berani aku membohongi kamu dalam hal apapun?" tanya Daffa tak terima kalau istrinya mencurigai dirinya yang bukan-bukan.


" Ya aku kan hanya waspada saja bukan mencurigai kamu juga kok, tapi kamu kenapa kelihatan gugup begitu seolah benar-benar kamu sedang menyembunyikan sesuatu?" tanya Alika penuh selidik membuat Daffa berusaha tenang karena tidak ingin istrinya tahu bahwa sebenarnya dirinya sudah memerintahkan Deka melakukan hal yang tidak pernah dibayangkan oleh wanita itu sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2