MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 155


__ADS_3

Diana hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bingung harus bagaimana Lagi, untuk dirinya bisa mencerna kata kata yang diucapkan oleh Arin tadi.


"Eh kamu kalau ngomong jangan suka keenakan ya,memangnya kamu pikir aku ini manusia yang mati rasa sampai segala sesuatu harus diatur sama kamu?" Tanya Diana.


Arin menghela nafasnya mendengar apa yang dikatakan oleh Diana itu,siapa yang tidak bingung ketika kata kata yang dikeluarkan malah dikasih pertanyaan balik.


"Makanya kalau mau tidak dikata yang aneh aneh lebih baik kamu diam saja,karena aku jadi tambah bingung kalau mendengar komen yang aneh dari kamu itu."Sungut Arin.


"Eh kamu itu kalau ngomong jangan malah menyalahkan aku balik,karena kamu itu yang otak tidak pernah benar?" Diana tak mau kalah dari Arin.


Kini keduanya malah berdebat membahas sesuatu yang tidak perlu dibahas,sebab nanti yang ada bakal terjadi perdebatan bikin kepala pusing.


" Ya sudah terserah kamu mau apa ya Aku juga tidak ingin terlalu tahu menahu, hanya saja Lain kali kalau bertingkah aneh usahakan yang ada banyak orangnya Soalnya kalau sendirian hanya berdua seperti begini Aku kan jadi merinding." jelas Ari membuat Diana mengambil bantal yang berada di sampingnya dan menabok kepala sahabatnya itu yang kalau ngomong kelewat aneh dan suka menyinggung.


" kayak kamu itu manusia paling penting bisa aja yang ada apa-apa harus selalu aku kasih tahu, aku kalau mau bertingkah aneh juga tidak mungkin harus di depan kamu soalnya aku kan tahu kalau kamu tuh orang yang tidak punya nyali?" sahut Diana santai tanpa beban.


fokus Aren kene bukan kepada perkataan Diana lagi karena ponselnya yang terdapat panggilan masuk, ketika di dilihat Siapa yang menelepon dirinya langsung tersenyum karena panggilan itu yang selama beberapa hari ini di tunggu nya tetapi tidak muncul-muncul juga.


" Oh my ayang bebeb akhirnya nelpon juga, apa dia tidak tahu kalau aku sedang kangen berat kepadanya?" teriak Arin yang begitu antusias karena akhirnya apa yang ia inginkan tercapai juga.


Diana menatap Jengah kearah Arin dan terlihat begitu lebay masa iya hanya ditelepon sama orang lain antusiasnya mengerikan, kecuali dapat jackpot senilai 1 triliun Nah itu baru masuk akal kalau sampai berjingkrak kegirangan.


" Idih kenapa jadi orang terlalu berlebihan seperti itu, Memangnya Si Cecep itu seluruh tubuhnya ada emas Jadi terlihat begitu takut harta Bendanya bakal hilang? " tanya Diana sinis membuat Arin menatap tajam ke arahnya Seraya memeletkan lidahnya.


" iri bilang Bos!" ledek Arin lalu segera ber manjalita dengan Cecep dari seberang.


" hola,Mi Amor!" ujar Arin yang sengaja suaranya agar diperbesar agar Diana dengar sebab dirinya ingin melihat wanita itu merasa kesal karena cara bicaranya yang terlihat begitu lebay.


" ih Mi Amor dari dengkulmu, tidak ada manis-manisnya sama sekali kok di banggakan? " sungut Diana Tapi biarin memilih bodo amat dengan Perkataan wanita itu karena baginya tidak ada kepentingan sama sekali.


" Oh ceritanya kamu sudah kangen denganku, Sama aku juga pengen banget ketemu sama kamu terus menceritakan keseruan di sini serta kegilaan yang sedang dialami seseorang. "ujar Arin yang sengaja menyindir Diana secara halus karena memang di situ yang sedang terjadi kegilaan yaitu Diana dan Deka.

__ADS_1


" Ya sudah mau gila kamu waras Apa untungnya dengan kamu kenapa harus melapor ke seluruh dunia tahu, dasar orang kalau pacaran sudah tidak ada topiknya lagi lebih baik Break dulu deh kira-kira bareng setahun gitu biar nanti kumpulin kata-kata yang pas baru Sambung kembali. "Sindir Diana membuat Arin hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Ya iyalah Sayang kamu tahu tidak disini itu aku tiap hari ketemu sama orang yang lagi Belajar gila, sudah begitu orang itu tidak mau lepas dariku sama sekali bahkan menempel kemana-mana Aku kan jadi risih jadinya karena sikapnya itu. " semakin Diana menjawab perkataan Arin dan Cecep semakin pula Arin bertambah bumbu agar Diana kebakaran jenggot.


" Oh Tenang saja ya nanti pacar kamu tuh bakalan aku biarkan pulang sendiri dengan luntang-lantung entah mau ikut apa buat pulang, karena aku itu bakalan meng cancel semua tiket atas namanya dia biar nyaho sekalian." ujar Diana santai seolah tanpa beban padahal Arin Tengah menatap heran ke arahnya Yang kenapa sih dari tadi selalu saja menimpali perkataan dirinya.


" Iya sayang di sini itu banyak sekali pria tampan membahana kemudian hidungnya mancung kulitnya putih bening, tapi entah kenapa pikiranku hanya sama kamu Si Cecep ku yang berkulit hitam manis dan hidung minimalis yang paling bikin gemes." Diana ingin sekali muntah mendengar Arin yang berbicara sok puitis tapi begitu garing dan juga berlebihan.


" Idih Siapa bilang dia tidak tergoda sama sekali? Orang dia itu cara lihat oppa-oppa Korea sampai air liur pun menetes karena saking terpesonanya, aku saja kadang bertanya Sebenarnya dia itu cinta tidak sih sama kamu Cecep Masduki?" Arin terpaksa menjauhkan ponsel sedikit dari Diana karena perkataan yang dilontarkan Wanita itu sungguh ingin memperkeruh suasana.


" kamu itu diam saja menimbulkan masalah apalagi kalau ngomong, jadi lebih baik mulai dari sekarang kamu terus Aku ngomong sama sekali soalnya nanti hasil dari Omongan kamu itu orang lain yang bakalan ribet." Sungut Arin sambil menatap tajam kearah Diana yang terlihat begitu santai.


" Bilang saja kamu takut kehilangan pria hitam manis dan hidung minimalis kamu itu, soalnya terlihat banget kalau kamu itu bucinnya ngeri aku saja sampai mau muntah melihatnya." sinis Diana lalu memilih pergi ke balkon kamar dan berdoa semoga tidak ada Deka di sebelahnya karena bisa masalah tambah runyam.


" semoga saja Om Tulalit itu tidak ada di samping soalnya bakalan bikin ribet, aku kalau setiap kali melihat wajahnya dia Terkadang ingin sekali menonjolnya biar tidak berbentuk. soalnya kasihan wajahnya begitu tampan tapi tidak sebanding dengan sikapnya begitu menyebalkan, Aku saja kadang bingung kenapa dia harus mempunyai wajah yang tampan tapi hatinya tidak begitu tampan?" sungut Diana sambil mencuri pandang ke arah sebelah berharap jika Deka benar-benar tak muncul di saat yang tidak tepat.


" sedang mencari aku, nona?" tanya Deka yang entah bagaimana dan kapan tiba-tiba sudah berada di belakang tubuh Diana.


" dewa-dewa tolong kau hempaskan benda berbahaya yang sedang berada di belakang ku sekarang, karena jika sampai dalam hitungan detik dirinya tidak pergi bisa dipastikan aku yang bakalan meloncat." entah sadar atau tidak Diana sudah seperti orang yang tidak waras mengatakan hal itu.


Deka yang mendengar apa yang dikatakan oleh Diana itu langsung mengerutkan keningnya Memangnya kehadirannya ini tiba-tiba atau memang wanita itu yang terkejut, dan yang membuat penulis lebih bingung lagi karena memang dua-duanya itu sama saja bikin orang bingung.


" Memangnya Dalam rangka apa kamu ingin melompat, memangnya aku ini hantu yang muncul tidak Diundang dan pergi tanpa diusir?" tanya Deka penasaran,


" ih dimana-mana hantu kalau Muncul itu langsung diusir Masa iya orang mau duduk elus-elus hantu biar cepat tidur supaya ada waktu untuk kabur, auto kalau setiap orang melakukan hal itu otomatis orang itu kewarasan nya dipertanyakan?" sungut Diana yang tidak paham dengan kloningan Deka itu.


" jadi Menurut kamu aku ini hantu atau orang yang tidak waras, tapi kamu tahu kan penampilan om-om sama tante-tante hantu Seperti apa terus orang yang tidak waras juga seperti apa masa iya aku disamakan dengan mereka? "tanya Deka tak terima.


" mau tahu kesamaan kamu sama mereka yaitu sama-sama belajar gila, karena hantu meskipun matinya dibunuh tapi setiap kali gentayangan pasti dia tertawa dan senyum. terus persamaan kamu sama orang gila itu ya itu biar dimaki ataupun dikatain sebagaimana rupa tetap saja kamu nongol, kalau bukan urat saraf nya sudah putus satu persatu tiap detik itu sebutannya apa dong kalau bukan gila?" jelas Diana membuat Deka mendengus kesal.


Bagaimana tidak kesal Setelah perjuangan panjang melewati Dinginnya angin malam kemudian taruhan nyawa yang bisa melayang setiap waktu, dan juga melawan rasa takut akan ketahuan dan jatuh malah dirinya Tidak Dianggap sama sekali.

__ADS_1


ingin sekali Deka berteriak mengatakan isi hatinya kepada Diana jika wanita itu tahu tidak kalau tadi dirinya itu sudah menahan napas hanya untuk menyeberang dari balkon kamarnya ke balkon kamar Diana, bukannya kata-kata penghargaan layaknya mendapatkan piala Oskar malah dirinya disamakan dengan hantu dan juga orang gila.


" setiap ketemu sama kamu percaya atau tidak Tapi harga diriku selalu turun sepersekian persen, entah jika bertemu kamu bertahun-tahun otomatis Harga Diriku sudah tergerus habis karena tiap hari dicicil terus." Sungut. Deka membuat Diana ingin sekali tertawa tapi sadar diri karena orang yang berada di belakangnya itu bukan manusia sungguhan.


" Ya sudah karena kamu sudah ada disini bisa tidak kembali ke habitat kamu, soalnya asal kamu tahu ya Kalau tuan kamu itu sungguh sangat menyebalkan dan jika dia tahu asetnya berharga sedang berada di sini bisa berabe jadinya!" usir Diana lalu membalikkan badannya menatap kearah Deka yang tengah kebingungan dengan perkataan ambigu wanita itu.


" bisa tidak jangan terlalu nampak seperti si om-om kurang ajar di sebelah itu, Soalnya kalau ketemu sama dia itu aku jadi pusing sekali karena kata-katanya itu tidak ada yang bagus semuanya pada menyinggung perasaan?" tanya Diana.


" Maksud kamu om om yang mana, Apa kamu suka om-om yang selalu kurang belaian dari istrinya?" tanya Deka memastikan.


"enak sekali kalau ngomong siapa juga pecinta pria yang sudah tua nanti nikahnya enaknya baru 1 tahun tetapi status jandanya dibawa seumur hidup, aku itu mataku Masih jelas belum rabun dekat ataupun rabun jauh jadi masih tahu pria mana yang bisa bertahan lama dan juga yang hanya sehari doang enaknya setelah itu pergi nya tidak balik-balik?" jelas Diana tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Deka barusan karena Biar bagaimanapun dirinya memiliki standar yang tinggi untuk memiliki pasangan hidup bukan yang kaleng kaleng.


" kamu pikir saya sudah setua itu jadi tidak bisa bikin kamu pingsan di atas ranjang, kalau memang kamu mau bukti saya akan melakukannya sekarang juga agar kamu sadar kalau saya ingin masih memiliki stamina yang prima? " tanya Deka sambil menaik turunkan alisnya membuat Diana bergidik ngeri ya.


" Waduh ini kloningannya Kenapa terasa begitu nyata ya, Soalnya kata orang yang palsu sama yang asli itu beda tipis yang membuat mereka berbeda yaitu yang palsu tidak memiliki rasa sakit yang yang asli memiliki rasa sakit?" Diana masih mencoba mensugesti dirinya bahwa yang berada dihadapannya ini bukanlah Deka yang asli melainkan yang palsu maka dari itu eksperimennya itu harus segera dilaksanakan.


" Baiklah Diana Kalau ini kan itu kan tidak punya alat buat pipis, coba kamu megang yang bagian itu kalau ada gantungannya artinya tandanya dia asli tapi kalau tidak ada Itu tandanya dia palsu?" ini apa hubungannya coba dan juga teori abal-abal itu berasal dari mana kok bisa ya ada orang yang memikirkan hal yang kebenarannya diragukan 0,01%.


emoticon hati



mampir sayang dicerita auto yang paling pertama itu merupakan hasil dari auto ngehalu, semoga kalian suka dan meninggalkan jejak di sana serta jangan lupa komen di cerita yang ini karena Biar bagaimanapun komen itu membangun.


menjadi penulis itu tidak gampang Sayang, terkadang kamu harus mengasingkan diri hanya untuk lebih mendalami cerita yang sedang kau tulis.


terkadang feel-nya tidak dapat karena kehidupan dunia nyata dan juga halusinasi tidak bisa disatukan, karena mereka merupakan kesatuan yang secara terpisah sedang dijalani oleh satu orang saja dan orang lain tidak bisa mengalami hal itu.


autor nggak pernah meminta kalian untuk kasih vote ataupun like karena sepertinya sudah capek meminta hal itu namun tidak ada perubahan sama sekali, padahal ngelike itu gratis seperti yang sedang kamu lakukan pada FB.


masa iya hanya teman kalian saja yang dikasih like sedangkan teman jarak jauh kalian yang di dunia halusinasi tidak kalian kasih sedikit pun, Memangnya Letak perbedaan kami berdua itu di mana padahal sama-sama menemani kalian di saat lagi ramai ataupun sunyi seperti malam-malam saat kalian ditinggal sama suami sendirian.

__ADS_1


sorry kenapa cerita hot nya tidak pernah author lampirkan selama beberapa bulan ini karena sekarang Nulisnya pakai Google Voice, otomatis baik buruknya sebuah cerita tidak boleh didengar oleh anak-anak yang masih kecil makanya author selalu menjaga bahasa dan terkadang typo-nya itu muncul dimana-mana tergantung sinyal yang mendukung atau tidak dengan apa yang sedang kamu tertulis sekarang ini.


__ADS_2