MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 172


__ADS_3

Siapa yang tidak bakalan,bisa menahan emosi ketika suami yang selalu saja berbicara vulgar tapi tidak dengan melihat situasi dan kondisi.


"Kalian pasti ada pembicaraan yang tidak tidak kan saat di ruangan dokter tadi,karena setelah keluar dari situ kalian jadi aneh sekali?" Tanya Mirna dengan tatapan menyelidik..


Alika mendengus kesal bukan karena marah kepada Mirna melainkan mengingat kejadian yang barusan di alami,terasa begitu sangat menjengkelkan tapi tidak bisa untuk di ungkapkan.


"Mah,kepo itu adalah sebuah penyakit masyarakat yang sangat meresahkan!" Jelas Daffa sambil tersenyum mengejek.


"Kurang ajar kamu ya sudah berani mengatakan orang tua kamu hal itu,padahal menurut kamu siapa yang sudah capek melahirkan kamu kedunia ini?" Tanya Mirna kesal dengan sikap songong yang di tunjukan oleh putranya itu.


"Yang melahirkan aku ke dunia ya Mama,masa Iya Aku harus menyebut Nama Papa sekarang?" jelas Daffa membuat Mirna benar benar tidak tahu harus berkata apa lagi karena sikap putranya itu yang tidak pernah mau mengalah ketika keduanya sedang berdebat.


"Astaga kalian itu kenapa sih suka sekali berdebat padahal Papa sendiri saja sedang belajar jadi orang pendiam,jadi tolong kalian juga harus melakukan hal yang sama seperti itu osng?" Sungut Bey karena hari ini selalu saja di hadapkan dengan drama rumah tangga yang tidak tahu habis nya.

__ADS_1


"Ini semua gara gara Papa yang punya bibit menyebalkan coba kalau punya bibit yang manis dan gampang di ajak kompromi pasti hal ini tidak akan terjadi!" Wah kenapa jadi Bey yang salah ya?


"Mah,sadar diri dong kan selama ini yang selalu berdebat kalian berdua bukan Papa,jadi otomatis pasti sadar bibit siapa yang menyebalkan?" Tanya Bey yang ingin sekali tertawa melihat wajah cemberut milik istrinya itu.


"Terserah kalian mau bilang apa,pokok nya Mama tidak ingin lagi bicara mulai dari sekarang kecuali sama My princess yang paling terbaik!" Mirna mengedipkan matanya sebelah kearah Alika yang hanya bisa tersenyum canggung.


"Menantu ku paling terbaik dan yang ada untung juga Mama tidak punya anak laki laki lain lagi,karena jika tidak sudah Mama kasih jodoh kalian berdua saja karena lebih cocok!" Mirna sengaja menyindir Daffa yang dari tadi terlihat gusar karena tidak bisa berdekatan dengan sang istri.


"Keluar sekarang kalian!" Ujar Daffa kearah Papa sama Mama nya itu.


"Lho ini kan belum sampai ,masa iya sudah di suruh turun begitu saja!" Ujar Mirna heran.


"Pokok nya Mama sama Papa turun biar aku bisa duduk bareng istriku,kalian itu tidak punya hak untuk mengeksploitasi istriku ini!" Ketus Daffa membuat Alika memijat pelan kepalanya yang begitu pening memikirkan semuanya.

__ADS_1


"Eh anak nakal jangan terlalu macam macam dengan ku,karena nanti Mama bakal pecat kamu jadi anak!" Tegas Mirna.


"Mah,ayolah kasihan Alika jika dari tadi kita paksa untuk membuat dia bertahan padahal badan nya tidak bisa diajak kompromi sekarang ini." bujuk Bey kareja tidak tega terhadap anak nya yang dari tadi selalu emosi.


"Iihh Papa juga sih kenapa sangat menyebalkan begitu,padahal dia kan yang selalu cari masalah dengan ku?" Tanya Mirna tak terima dengan sikap yang di tunjukan oleh suami nya itu .


"Bukan seperti itu Mah,sepertinya kita ini tidak memikirkan keadaan Alika yang sedang butuh sekali ketenangan!" Pinta Net agar istrinya itu lebih paham.


Mau tidak mau Mirna memilih mengalah dan duduk sengsara di samping sopir dengan suami nya itu,karena biar bagaimanapun keadaan menantu nya itu lebih penting dari siapapun.


Daffa tersenyum kemenangan tentunya dengan berjuta rasa terima kasih kepada Papa nya itu,karena sudah mendukung kemauan dirinya tadi.


Ternyata jika dalam rumah ada yang satu pemikiran pasti hidup bakal terasa lebih membahagiakan,dan masalah bakal segera beres.

__ADS_1


__ADS_2