MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 197


__ADS_3

kini mereka sudah sampai di kota Seoul Korea tempat awal Raka menginap dan juga melakukan hal konyol terhadap Alika sehingga membuat Daffa marah dan menyuruh asistennya itu membuangi dirinya ke daerah terpencil, Sesampai di sana barulah Raka sadar dengan penampilannya sekarang ini jika benar-benar jauh dari kata layak dan juga pantas untuk berada di tempat itu.


dan ia juga baru sadar kalau semua orang dalam mobil itu sebenarnya penampilan mereka sangat rapi dan bersih, Kenapa dirinya dari tadi tidak memikirkan hal itu hanya karena saking bahagianya.


Namun satu yang di ingat nya yaitu koper nya masih berada didalam hotel ,dan semoga saja Atm cadangan nya pun masih tersimpan di dalam nya.


"Ini uang silahkan kamu pakai untuk merubah penampilan kamu ,lalu setelah itu jangan lupa untuk membeli tiket untuk pulang agar tidak ada yang melakukan hal aneh ke kamu lagi !" Setelah menyerahkan segepok uang untuk nya pria asing yang Raka tidak tahu menahu soal namanya langsung pergi dari situ.


Percayalah Raka hari ini sudah seperti orang kebingungan dengan semua nya ,mulai dari Da Young yang tiba tiba memberikan info semua nya dan juga segepok uang yang berada di tangan nya kini.


Dalam hati bohong jika tidak berkata masa ada orang sebaik itu yang mau memberinya uang tanpa di minta.


Tapi kalau dirinya menolak bantuan yang di berikan itu sama saja dirinya cari mati dengan tidak bisa pulang serta mengambil koper yang di berada di hotel.


Setelah tidak tahu harus berbuat apa,pria itu memilih untuk pergi membeli pakaian yang layak agar ia bisa di ijinkan masuk kedalam kamar hotel nya.


setelah memastikan penampilannya rapi tidak berantakan seperti gembel Raka pun segera masuk ke dalam kamar hotel tempat dirinya menginap tempo hari, Jika memang kamar yang ia pakai sudah ada yang isi pasti barang-barangnya disimpan dan juga tidak akan dibuang kemanapun.


Sesampainya di dalam tempat tidur dirinya pun langsung menuju ke meja resepsionis yang terlihat begitu ramah ketika melayani tamu, tidak ingin berbasa-basi Raka pun langsung menanyakan kamar yang ia pakai atas namanya sendiri itu,


" permisi apa saya boleh mengecek kamar 303 atas nama Raka Alfian, itu sudah ada yang mengisi atau masih kosong?" tanya Raka dengan ekspresi serius membuat wanita yang bekerja di bagian resepsionis itu menatap heran ke arahnya


"maaf kalau boleh tanya Anda siapa nya Tuan Raka Alfian ya, soalnya beberapa minggu yang lalu di menginap di sini tapi setelah itu dia pergi dan tidak kembali lagi tanpa membayar biaya sewa hotel dan juga barang-barangnya pun tidak diambil!" jelas resepsionis itu membuat Raka akhirnya sadar ternyata memang dirinya kan waktu itu membayar sewa hotel hanya untuk satu minggu sedangkan dirinya dibuang ke tempat terpencil itu sudah mau hampir 1 bulan.


" Kalau boleh tahu Barangnya ada dimana ya soalnya baru bisa membayar sewa kamar kalau sudah menemukan kopernya, karena memang di situ ada kartu identitas Nya password-nya serta ATM dan juga uang tunai di dalamnya!" jelaslah kalau membuat resepsionis itu mengerutkan keningnya kenapa sampai orang ini bisa tahu tentang barang yang ditinggalkan oleh pelanggan.


Raka yang menyadari wajah penuh keheranan pegawai hotel itu hanya bisa tersenyum ,bukan tersenyum karena ingin tebar pesona melainkan ia tahu kalau wanita itu sedang kebingungan.


" Kebetulan saya sendiri yang perlu yang bernama Raka Alfian waktu itu tempat menginap di sini tapi pas pergi liburan malah terdampar di tempat terpencil, Akhirnya saya kembali ke sini untuk mengambil barang-barang saya sekaligus ingin membayar biaya sewa yang tidak sempat dibayarkan waktu itu!" jelas Raka membuat wanita itu akhirnya percaya'


" Kalau boleh tahu ada kartu identitas yang bisa saya periksa agar bisa di sesuaikan dengan data yang ada, karena Biar bagaimanapun kamu tidak berhak melanggar privasi para pelanggan yang datang ke sini?" pertanyaan ini dari tadi ingin Raka hindari karena buru-buru memiliki kartu identitas orang dompetnya saja dirinya tidak tahu menahu berada di mana.


" kalau Saya tahu dompetku ada berada di mana pasti bakalan saya kasih ke kamu tapi tahu tidak selama di sana saya itu dirampok abis-abisan dan alhasil pulang ke sini pun saya harus menjadi seorang peminta-minta, Jadi kalau kamu meminta hal itu otomatis setelah bakalan bisa saya lakukan jadi kamu baik kamu cari pekerjaan yang tertinggal itu baru saya bakalan kasih tahu apa saja yang ada di dalamnya!" Raka benar-benar Jengah dengan segala macam prosedur yang iya jalani sekarang ini yang ada bukannya mempermudah dirinya malah di mempersulit dengan segala macam pertanyaan yang jelas-jelas tidak bisa ia kabulkan sedikitpun.


" Ya sudah kalau begitu silakan Anda duduk saya bakalan mengecek kira-kira masih ada tidak koper anda ditempat ini, dan juga saya akan membantu anda untuk mempermudah mencari kartu identitas anda yang hilang agar anda bisa kembali ke negara Asal!" Ujar wanita itu.

__ADS_1


Mendengar apa yang di janjikan tentu saja membuat Raka begitu bahagia,sebab itu yang sangat dirinya harapkan segala sesuatu di dipermudah sehingga dirinya tidak terlalu lama terdampar di tempat asing.


Dirinya menunggu selama lebih dari 15 menit tak berselang lebih dari itu wanita itu kembali memanggil Raka agar mendekat kearahnya,membuat Raka begitu antusias dan tanpa tedeng aling langsung bertanya kepada Wanita itu.


"Jadi bagaimana?" Tanya Raka.


"Barang barang Anda sedang di simpan bagian penyimpanan barang barang tamu yang ketinggalan,maka dari itu silahkan menuju kebagian tersebut dan ini tanda pengenal nya biar anda tidak kesusahan!" Ujar Wanita itu yang benar benar membantu Raka di saat sulit begini.


Raka yang notabene merupakan seorang Player tentu saja kali ini kenakalan nya tidak bisa muncul ke permukaan,sebab ia sedang tidak punya waktu memikirkan area itu yang hanya membuat adonan keluar dan tidak ada hasil nya sama sekali.


Kini pria itu sudah berjalan menuju ke tempat yang di maksud sebab ia sudah tak sabar mengecek keadaan barang barang nya,karena dengan begitu dirinya bisa segera kembali ke Tanah air dan tidak ada gangguan sedikit pun.


"Permisi,saya mau datang cek barang barang yang ketinggalan di kamar hotel atas Nama Raka Alfian kamar 303!"jelas Raka sambil menyerahkan suatu keperluan yang menjadi tanda pengenal nya.


Tak berselang lama mereka mengeluarkan Koper yang berwarna hitam dan memberikan kepada Raka,pria itu sangat bahagia karena akhirnya bisa kembali ke Tanah air.


Pria itu bahkan tanpa malu memeluk erat koper nya itu sambil sesekali mencium nya gemas,karena akhirnya dirinya tidak menjadi seorang gembel yang sangat memalukan dan tidak pernah di impikan sama sekali.


"Silahkan di cek,apa ada yang kurang atau masih lengkap!" perintah mereka lalu segera pergi meninggalkan Raka yang tengah bernostalgia dengan benda mati itu.


Ketika Raka membuka barang barangnya ternyata semua masih lengkap padahal sebenar nya Deka bisa saja mengambil dan melenyapkan nya,hanya saja pria itu tidak ada niatan untuk melakukan nya sebab tujuan nya yaitu membuat Raka jera dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Memang ia tahu jika Arin tidak pernah melakukan sesuatu melampaui batas,hanya saja tetap saja ia merasa kesal ketika bertemu dengan pria yang menjadi kekasih sahabat nya itu.


" Kamu kenapa bawa pria aneh itu ke sini? Kamu tahu kan kalau di rumah sini bukan hanya kamu sendiri yang tinggal melainkan ada aku juga,kalau kamu melakukan ini semua terus aku nya gimana? Apa kamu tidak pikir nanti orang di luaran sana bakal ngomong apa,kalau sampai kita menampung pria di sini?" Tanya Diana kesal.


Arin tidak mungkin membantah apa yang di katakan oleh sahabat nya itu sebab memang dirinya yang bersalah,tapi semua sudah terjadi tidak mungkin juga kan harus diam saja tanpa membela diri.


Biarpun mereka berteman dekat tapi sungguh menurut Diana jika pilihan nya itu salah besar,masa iya harus punya pacar bekas Play boy sudah begitu namanya sangat tidak memiliki harga jual yang tinggi.


"Ya Maaf tapi tadi itu hanya kebetulan saja soalnya aku kan pesan makanan,jadinya dia bawa kesini sekalian mampir!" Sahut Arin sambil menundukan kepalanya.


"Ya kalau begitu setelah antar bisa langsung pulang kan,tidak perlu harus pake alasan mampir segala? Untung juga tadi aku pulang coba kalau masih lama,entah nanti kamu bakal kasih makan burung atau tidak ?" kesal Diana membuat Arin menatap heran kearah nya.


"Tunggu dulu,maksud kamu apa ya? Jangan bilang kamu curiga kalau aku bakal melakukan hal yang tidak tidak?" Tanya Arin dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


"Nah itu tahu apa yang aku pikirkan tapi kamu masih saja berlagak beg*,ayo suruh dia pulang atau aku yang bakal mengusir dia dari sini!" tegas Diana membuat Arin bergidik ngeri karena memang ia sudah tidak berani membantah apa yang di katakan sahabat nya itu.


"Kenapa masih di situ,sana keluar terus suruh itu cicip cocop mu itu pergi dari sini !" Omel Diana lagi tapi Arin tetap saja tidak bergeming.


Bagaimana ia mau mengatakan jika Cecep harus pulang karena sudah ada Diana,sedangkan mengatakan secara langsung saja ia merasa begitu segan.


Habis bagaimana jika perasaan tak enak hati itu masih selalu saja di pakai padahal sebenar nya bisa di hilangkan.


"Aku bingung cara ngomong nya gimana biar dia bisa pulang tapi tidak menyinggung perasaan nya,soalnya kamu tahu kan kalau aku orang nya tidak tegaan?" Tanya Arin pelan bahkan bisa di bilang seperti setengah berbisik.


"Astaga Ampunilah aku Ya Tuhan,kamu ini kenapa sih selalu saja berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab? Cepat sana keluar terus suruh itu kampret pergi,atau aku yang bakal menyiram dirinya dengan air!" Ujar Diana sudah sambil teriak membuat Arin segera berlari menjauh tanpa banyak bicara lagi.


"Ih itu Diana waktu Emak nya hamil makan apa sih,kok bisa jadi orang terlalu berani sampai aku saja bingung cara meladeni nya sepeti apa lagi ?" Sungut Arin dan langsung menemui cecep yang terlihat tengah bermain Game.


"Maaf lama,kamu lagi ngapain ?" Tanya Arin berbasa basi.


"Sini dong Yang,masa kamu malah berdiri!"Panggil Cecep yang sudah memberikan ruang kepada Arin untuk duduk.


"Ah tidak usah soalnya Diana sudah pulang,katanya dia mau minta tolong untk bantu kerja tugas kuliah nya dia!" Tolak Arin sengaja memberikan alasan agar Cecep pergi.


Cecep yang mendengar nama Diana seketika menegang,untung juga tadi Arin mengatakan kalau Diana sudah pulang. Coba kalau tidak dan ia sudah melakukan hal yang tidak tidak ,bisa lebih panjang nanti urusan nya jika menyangkut keluarga Pelangi itu.


"Kamu kenapa tidak bilang kalau Diana sudah pulang,kalau dia tahu aku disini kan urusan nya bisa berabe?" Omel Cecep.


Arin menatap tak percaya kearah kekasih nya itu karena masa iya gara gara Diana sampai harus ketakutan setengah mati,padahal sebenarnya ia juga tak menampik jika dirinya juga segan kalau Diana sudah marah marah.


"Ya maka dari itu aku suruh kamu pulang,soalnya kalau tidak bisa bahaya urusan nya kalau sampai dia keluar dan mengamuk!" Arin merasa bahagia ketika ternyata Cecep juga merasa segan terhadap Diana.


Belum juga Cecep pergi dari situ terlihat Diana sudah keluar dari depan pintu sambil menatap tajam kearah manusia yang berada di ruang tamu,dirinya tadi berencana keluar mengambil minum di dapur eh tahu tahu nya malah bertemu dengan Cecep.


"Kenapa lihat lihat,mau ku congkel mata mu?" Tanya Diana dengan nada yang begitu ketus.


"Iya dia juga mau pulang,kamu jangan marah marah dong nanti cantik nya luntur!" Goda Arin.


"Halo Diana,apa kabar sehat kah?" Tanya Cecep basa basi.

__ADS_1


"Hemm kabar baik keponakan nya Masdoko,kamu kenapa masih disini? Padahal tadi aku sama Arin rencana nya mau jalan jalan,tapi ada kamu ya semua nya jadi berantakan!" Sinis Diana.


"Iya aku mau pulang sekarang kok,jangan marah marah ya Cantik!" Bujuk cecep.


__ADS_2