MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 76


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Dika menatap heran ke arah istrinya yang bisa bisanya berada tepat di depan kamarnya Alika sepagi ini, apa istrinya itu sengaja mau mengganggu tidur Putri mereka yang semalam pasti begadang dengan sang suami.


" mama sini dulu deh ada yang ingin Papa sampaikan!" Panggil Dika membuat Alice menatap heran ke arahnya.


Alice menatap heran ke arah suaminya itu yang sedang mengganggu kesibukannya di pagi hari ini, Tapi ya mau bagaimana lagi mau tidak mau ia harus mendekati Dika yang terlihat seperti Ada hal Serius yang ingin Ia bicarakan.


" papa kenapa sih Terus sama mama lagi sibuk malah dipanggil, yang semalam masih kurang Terus pagi ini mau dilanjutkan lagi? Wah kalau sampai hal itu benar-benar Mama minta maaf kayaknya harus di-cancel dulu, soalnya itu anaknya Papa belum bangun-bangun juga dari tadi padahal mama boleh teriak sampai mampus tapi tidak digubris sama sekali!" sungut Alice membuat suaminya itu menatap heran ke arahnya.


" Mama kalau ngomong jangan asal sembarangan deh memangnya papa ini seorang maniak apa Jadi tidak tahu berhenti, Lagian kalau anaknya masih tidur ya biarkan saja mungkin semalam dia begadang kali?" ujar Dika Yang Tak habis pikir dengan isi otak istrinya itu yang selalu saja cari masalah Tidak pada tempatnya.


" terus kepentingannya dia begadang semalam itu apa, jangan bilang papa belain dia supaya hari ini biar Bolos kerja? Oh minta maaf ferguso hal itu tidak akan pernah terjadi karena nanti kapan dia bakalan bertemu sama Dafa, terus membahas soal pernikahan mereka..


Alice yang tadi sedang semangat-semangatnya menceritakan soal Alika Dan Daffa langsung menghentikan sendiri ucapannya itu, Bagaimana tidak dirinya ternyata baru ingat jika semalam itu adalah resepsi pernikahan putri mereka dan artinya sekarang Alika sedang tidur bersama dengan suaminya dan itu merupakan Daffa Adrian.


Alice menatap kearah Dika sambil mengerutkan keningnya meminta jawaban yang pas untuk apa yang ada dalam pikirannya kini, namun Dika memilih membuang wajahnya asal karena bukan kesal kehebohan semua ini adalah akibat dari sikapnya Alice bukan dari dirinya'


" papa, jadi beneran kalau Alika itu sudah menikah sama Daffa? Ih kalau begitu tadi mama teriak-teriak kenapa papa enggak bilang, mereka pasti semalam Unboxing sampai pagi jadinya belum bangun!" kesal Alice karena suaminya itu tidak menjelaskan dari tadi membuat dirinya salah paham.


" kenapa Mama jadi tanya ke papa, memangnya semalam Mama lagi hibernasi di planet mana sampai melupakan hal ini? Lagian jadi orang yang katanya jiwanya muda tapi kok bisa pikun dalam waktu beberapa jam saja, Kalau model seperti begitu lebih baik mulai sekarang nggak usah nyerocos aneh-aneh nanti akhirnya dilupakan juga kan?" Dika Bukannya bantu menjelaskan arah permasalahan kepada istrinya malah tanpa menyalakan wanita itu lagi.


" ih papa kok gitu sih Mama tadi kan hanya tanya saja Apa benar semalam itu Alika sudah menikah, masa hanya tinggal dijawab iya atau tidak doang kok ribet banget sih jadi orang?" sungut Alice.


"" Menurut mama gimana? coba lihat keadaan di luar rumahnya kita kira-kira masih ada apa di sana, mungkin dengan hal itu bisa membuat ingatan Mama kembali lagi tentang semalam!" perintah Dika lalu memilih berjalan kearah dapur untuk mencari sarapan yang ada sekedar hanya untuk mengganjal perut.


di dalam kamarnya kali ini giliran Alika yang terbangun karena merasakan seperti ada hembusan nafas tepat di keningnya, dirinya pun mulai berpikiran yang aneh-aneh jangan sampai ada Buto Ijo yang lagi menginap dengan dirinya?


Mamamia, kalau sampai hal itu benar-benar terjadi dirinya pasti bakalan teriak sepuasnya dan seinginnya, karena masa iya pintu kamarnya kan selalu terkunci ada yang bisa masukkan aneh kalau tidak memiliki kekuatan ajaib.


" ehDodoeh, jangan sampai ada yang beneran masuk dan tidur di sampingku bisa membuat aku mati berdiri nih jadinya?" batin Alika yang mulai menyusut kan tubuhnya ke samping secara perlahan dengan mata yang terpejam membayangkan sosok aneh yang bakalan terlihat nantinya.


Daffa yang sedang tertidur merasa adanya pergerakan disampingnya membuat Ia pun membuka matanya, yang dilihatnya pertama adalah wajah istrinya yang sedang keheranan. entah apa yang ada dipikiran wanita itu kini Daffa pun bingung, karena selalu ada kejutan tak terduga di pagi ini membuat pria tampan itu memilih tersenyum mencium pipi sang istri.

__ADS_1


" Good morning my wife, morning kiss special for you! goda Daffa sambil menampilkan senyum termanisnya.


" kamu kok bisa di sini, Memangnya Rumah kamu kebanjiran sampai numpang nginep di sini? "tanya Alika keheranan membuat Dafa tak bisa menahan senyuman di wajah tampannya itu.


" jangan bilang kamu lupa kalau aku ini suami kamu, Soalnya dari tadi itu pertanyaan kamu aneh apalagi dengan pacar keheranan kamu itu? masa kejadiannya baru semalam kamu sudah melupakan hal itu apalagi nanti bertahun-tahun, aku bakalan kamu sepak buang karena menyangkal posisiku! " ledek Dafa membuat Alika mendengus kesal.


" tinggal jawab doang kok susah sekali sih kamu ini, aku kan hanya bertanya Ngapain kamu di sini tapi kalau memang kamu itu sudah sah menjadi suamiku...


Alika menutup mulutnya karena sadar jika memang sekarang Daffa adalah suaminya, dirinya seolah antara percaya dan tidak karena di pikirannya itu semua hanya mimpi yang pulang lewat saja.


" astaga Jadi beneran kita udah nikah, tanpa persiapan sama sekali langsung seperti begitu saja? "tanya Alika sambil menahan tawanya.


" kejutan kan jadi kita tidak perlu pikiran inilah itulah Semuanya terjadi begitu saja, Jadi sekarang harus biasakan diri kamu dengan kehadiranku yang tidak akan meninggalkan kamu barang sedikitpun!" Alika hanya tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Daffa barusan Ya iyalah jelas mereka bakalan selalu bersama siang dan malam orang mereka kan suami istri.


" Ya sudah kalau begitu aku mau mandi dulu deh, soalnya pasti Mama sudah gelisah menunggu kita yang tidak nongol-nongol juga!" setelah mengatakan hal itu Alika pun memilih untuk pergi ke kamar mandi akan tetapi seketika ia merasa tubuhnya seolah mengambang di udara Siapa lagi kalau bukan Daffa yang melakukan hal itu.


" Mas kamu mau apa turunin aku dong, soalnya aku mau mandi dari semalam udah kangen banget loh sama air!" ujar Alika namun sama sekali tidak dihiraukan oleh Dafa Soalnya dari semalam pria itu sudah menahan sesuatu yang harus dilakukan karena dirinya tak tega pada alihkan terlihat begitu kelelahan.


" kita mandi bareng biar menghemat waktu dan juga sekalian nyicil!" sahut Daffa ambigu namun sambil tersenyum smirk membuat Alika bergidik ngeri karena merasa yakin ada udang dibalik bakwan.


dan benar saja ketika sudah berada di dalam kamar mandi Dafa tanpa banyak bicara langsung melepaskan segala sesuatu atribut yang melekat di tubuh istrinya itu, terlihat begitu menggoda dan juga mengundang hasrat kelelakiannya nya langsung on tanpa perlu melakukan pemanasan lebih dahulu.


"Hemm kamu sangat menggoda Sayang, kalau misalnya kita main di kamar mandi Kayaknya seru deh? soalnya pasti bakalan lebih menantang dan juga terasa lebih berbeda, Apa kamu tidak keberatan saya jika aku apa yang selama ini kamu jaga menjadi milikku?" tanya Daffa yang terlihat tongkat prajuritnya sudah tegak berdiri bersiap untuk mencari mangsa.


Alika tertawa mendengar perkataan suaminya itu timbul niat untuk mengerjai nya Bukankah bakal lebih seru lagi jika permainan dilakukan dalam keadaan emosi.


" menurut kamu barang apa yang bakalan ku jaga jika aku berpacaran dengan seorang seperti Raka, apakah dia masih tetap di tempatnya atau sudah hilang dibawa oleh sprei kamarku yang sudah diganti?" Alika memasang wajah seriusnya membuat Dafa yang tadi sedang semangat 45 tambah semangat lagi.


" Jadi maksud kamu pria Brengsek itu sudah mengambil hak ku, Wah dia tunggu saja ketika aku ketemu bakalan ku fakta batang lehernya biar sekalian tidak bisa bernafas!" sungut Dafa yang tidak bisa menahan emosinya karena sebenarnya membayangkan menjebol selaput dara wanita itu adalah impiannya sejak lama.


sampai-sampai dirinya pun menahan hasratnya selama ini hanya untuk mendapatkan wanita yang cocok, tapi kepalang basah mau bagaimana lagi tidak mungkin kan hanya karena sudah tidak perawan lagi dirinya bakal menceraikan istrinya itu?


Alika yang melihat suaminya itu berpikir keras mulai berniat menggodanya dengan meliuk-liukan tubuhnya bagaikan para penari striptis yang lagi beraksi, mulai dengan menggesekan bokongnya di area pahanya Daffa setelah itu itu yang menggigit pelan nipplenya Dafa yang terlihat begitu imut.


nafas Daffa terdengar naik turun mencoba meredam segala sesuatu yang sedang mulai berdiri secara perlahan tapi pasti, tambah semangat bahkan kini gayanya sudah seperti seorang penari ulung dengan cara melilit seperti seekor ular yang lagi ingin sekali menggoyang mangsanya.


pandangan Dafa berkabut karena memang sudah tidak bisa menahan nya lagi Ia pun membalikan tubuh Alika Dan menyadarkannya di bawah shower, setelah itu ia mengangkat sebelah istrinya itu agar memudahkan dirinya melakukan penetrasi dan akhirnya.....

__ADS_1


Plonggg


"Ahhhh, kamu bisa pelan-pelan tidak sih? kamu pikir aku ahli apa dalam melakukan hal ini, ini perih banget lagi nyesel banget tahu tidak menggoda kamu tadi?" sungut Alika tapi berbeda dengan Daffa yang merasakan ada cairan yang keluar dari dalam sana dan itu warna merah dan artinya...


" honey, are you virgin?" tanya Daffa yang belum memasukkan semuanya secara sempurna karena masih memastikan keadaan istrinya yang sesungguhnya.


Alika mendengus kesal karena menyadari kebodohan suaminya itu, masa masuk nya sudah sesempit itu belum sadar juga kalau istrinya masih tersegel.


" Ya iyalah bloon Kamu pikir aku kambing apa, kok kasar banget sih jadi orang? ini rasanya tuh perih banget kayak di dicocol besi panas, tega sekali sih jadi orang?" sungut Alika yang masih dalam mode on.


Dafa tersenyum senang karena ternyata percobaan pertama tadi tidak terlalu mengecewakan karena sebuah kejujuran akhirnya ia dapatkan, tanpa banyak bicara dibohongi tubuh istrinya itu ke arah tempat tidur bagaimanapun permainan awal lebih bagus dilakukan di atas ranjang agar bisa diingat sampai kapanpun.


ketika Daffa menarik senjata pamungkasnya untuk keluar Alika menjerit sempurna, Bagaimana dapat terlihat begitu buru-buru dan semangat 45 hingga tidak sadar jika ini adalah yang pertama untuk Alika Dan juga untuk dirinya.


" kamu bisa pelan-pelan tidak sih tariknya, mau menganiaya aku atau apa sih sampai tidak punya perasaan seperti itu?" ujar Alika Ketus tapi tidak dipedulikan oleh Daffa sama sekali pria itu bahkan Dengan semangatnya mengangkat tubuh istrinya itu membawanya ke ranjang.


kawin Hari ini aku kawin mas kawin dibayar lunas bilang kawin, Hari ini mau jebolin Alika mau kasih keperjakaan aku juga biar satu sama ma sama puas dan sama enak.


begitulah kira-kira nyanyian Dafa dalam hati meskipun kedengarannya lebay tapi bisa merilekskan pikiran membuat Alika hanya bisa menggelengkan kepalanya.


kini keduanya sudah berada di atas ranjang kebanggaan yang bakalan menjadi saksi pertempuran mereka tiap hari, Dafa membuka lebar kaki istrinya itu dan melihat buat yang selama ini tidak pernah dirinya lihat yang sedikit lecet akibat dari perbuatan menyayangi tadi.


" sayang yang dia masih mode on aku lanjut ya soalnya tanggung nih, ini dia pengen banget deh merasakan itu soalnya selama ini bersolo karir terus sepertinya sudah bosan!" pinta Dafa sambil meraih tangan Alika agar memegang miliknya itu.


Alika hanya bisa menganggukkan kepalanya, karena dirinya juga penasaran Bagaimana rasanya jika benda yang besar dan panjang itu memasukinya dan juga sebagai istri itu merupakan kewajibannya untuk melayani suami.


ketika Alika sudah mengangguk membuat Dafa ingin sekali bersorak bilang yes akhirnya!


sorry kalau soal yang begituan lanjutannya Otak tidak bisa menjelaskan karena biar bagaimanapun setelah sesuatu itu harus ditulis secara garis besarnya saja, agar para saudara-saudara yang Budiman sendiri yang yang ber traveling otaknya kalau memang tidak mampu traveling ngomong biar kita rame-rame.


Lagian autor juga malu kali orang lagi senam SKJ di atas ranjang kita malah ceritain kegiatan mereka yang jungkir balik itu, mau gaya kupu-kupu terbang ngesot di atas motor gede atau gaya bangau terbang itu kan suka-suka mereka yang penting kita mah cuma bisa mendoakan saja agar ranjang King size tidak jebol,


tanpa keduanya sadari jika sedari tadi mereka belum mengaktifkan kedap suara dalam kamar itu, dan alhasil teriakan mereka bagaikan sirene kalau kereta mau lewat.


untung juga tadi pagi Dika dan Alice pergi berbelanja sehingga rumah dalam keadaan kosong melompong, Coba kalau tidak bisa dipastikan kedua manusia paruh baya itu bakalan dengan kegiatan anak muda maklum jika soal pengalaman maka mereka berdua adalah jagonya.


Dafa bahkan tidak bisa menghentikan permainan itu Karena rasa yang dihasilkan membuat dirinya seperti orang gila, ia bahkan sudah tak bisa menggambarkan lagi dengan kata-kata karena menurutnya sangat emejing.

__ADS_1


" yah ya seperti itu Aku suka terus jangan berhenti!" begitulah teriakan kelebayan yang diberikan oleh Alika menggema dalam ruang jangan itu membuat Daffa tambah semangat.


nanti besok kita lanjutkan lagi kalau berharap berapa ronde maka itu tidak akan kalian dapatkan disini karena bisa mampus anak orang.


__ADS_2