MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 92


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Bey memilih tak peduli jika istrinya itu marah marah tidak jelas,karena apa yang tadi dikatakan Mirna itu merupakan sesuatu yang sangat tak masuk akal.


"Papa ih kok malah menyalahkan Mama sih,disini itu yang sebagai istri itu Mama atau siapa sampai Papa tega berbicara seperti itu?" Ketus Mirna karena kelakuan Bey yang selalu saja menyalahkan dirinya.


"Lho kok Mama marah ke Papa,perasaan tadi Papa bicara kenyataan bukan hanya asal nyeplak saja? Beneran kan kalo seorang istri harus ikut kemana suami nya pergi,jadi begitulah yang di lakukan oleh Alika sekarang?" Tanya Ben agar istrinya itu paham.


"Ya tetap saja Mama tidak suka kalo mereka pergi nya terlalu lama,sudah sunyi karena harus selalu berduaan dengan muka tembok seperti Papa.Yang kalau setiap kali bicara tidak pernah memikirkan apa yang Mama mau,coba kalo sama Alika pasti bakal jadi teman ngobrol yang paling cocok!" Ujar Mirna sinis.


"Terserah Mama saja apa!" Bey memilih untuk pergi keruang kerja nya daripada terlalu lama dengan istrinya bisa bisa tanduk Bison bakal keluar dari atas kepalanya.


Saat Mirna tengah suntuk,terlihat Dori datang dengan membawa Kanebo kering entah untuk apa Mirna mah bodoh amat.


"Holla Nyonya ku yang paling cetar membahana,kenapa murung saja?Jangan bilang karena kangen sama Bibi,wah ini merupakan sebuah anugerah terhebat karena akhirnya juga kehadiran Bibi di harapkan!" Dori terlihat begitu percaya diri membuat Mirna jengah.


"Bisa diam tidak,atau aku operasi mulut kamu jadi sisa satu saja!" Ancam Mirna membuat Dori bergidik ngeri.


"Nyonya Kenapa,What happened can I bantu You, Nya?" Mirna yang mendengar bahasa inggris Dori yang jatuh bangun seperti anak kecil baru belajar jalan membuat dirinya bertambah kesal.


"Heh I bilang ke You,bisa tidak jangan stupid tambah bikin kesal tau tidak?" Ketus Mirna.


"Lho Kok Nyonya ngikutin gaya bicara Alay nya Bibi,Ih aku tak rela Nyonya sungguh tak rela!" Dori mengatakan hal itu sambil berpura pura memegang dadanya yang bagaikan orang yang kena gejala stroke.


"Saya permisi Nyonya,soalnya masih ingin hidup terus ketemu Oppa tampan setelah itu mengarungi perahu keliling Kali Maro di Merauke buat ketemu Author!" Pamit Dori membuat Mirna mengerutkan keningnya karena perkataan Dori barusan.


"Woiii kamu pikir ada Manusia bodoh yang mau dengan orang model Ondel Ondel setengah jadi seperti kamu,kalau sampai ada pasti dia adalah manusia jaman primitif yang terdampar di jaman sekarang!" Ledek Mirna setengah teriak agar Dori mendengar apa yang ia katakan.


"Sebahagia Anda sajalah Nyonya,saya mah biarlah jadi kaum teraniaya di sini!" Sahut Dori sambil setengah teriak.


Sedangkan Di kediaman Mariano,tampak suami istri itu sedang duduk bersantai.Keduanya sebenarnya sangat merindukan putri mereka yang sedang menikmati Honey moon dengan suaminya,karena selama ini Alika mana pernah meninggalkan mereka barang beberapa hari.


Akan tetapi kali ini sangat berbeda Putri mereka sudah menjadi milik orang lain,terserah suaminya mau membawa dirinya kemana,karena dia sudah bersuami yang merupakan pemilik yang sah.


"Pah,kenapa ya tidak ada Alika rumah ini jadi sunyi?" Tanya Alice yang terlihat begitu murung beberapa hari ini sepeninggal Alika.


Dika menatap heran kearah Istrinya itu,karena dulu waktu ada Alika selalu saja mengajaknya untuk berdebat.Namun sekarang kenapa jadi paling lebay,padahal pergi juga tidak jauh jauh amat.


"Lho bukan nya ini yang Mama mau dari dulu,Alika menikah dan mempunya suami yang bisa menjaga dan membuat dia berubah?" Tanya Dika heran.


"Mama berubah pikiran kaya nya Pah,biarlah dia jangan berubah tetap saja menyebalkan seperti itu hanya saja jangan meninggalkan Kita seperti ini?" Sahut Alice sendu.


"Jadi Mama mau Alika cerai saja biar jadi janda terus kembali kerumah ini?" Tanya Dika tak habis pikir.


"Ihhh Papa nih kalau ngomong suka sembarangan,masa iya baru menikah sebulan langsung bercerai.Lagian Mama kan hanya ngomong saja bukan serius juga kok,kalau jawaban Papa seperti itu Mama bakal tobat buat curhat!" Sungut Alice yang tidak suka mendengar respon suaminya itu.

__ADS_1


Dika hanya tertawa kecil karena wajah cemberut wanita yang sangat di cintai itu,karena jangan coba dirinya salah bicara pasti respon yang di berikan sangat fantastis.


"Mama mau dengar solusi dari Papa tidak?" Tanya Dika sambil tersenyum penuh arti.


"Apa?" Tanya Alice penasaran.


"Bagaimana kalau kita bikin anak lagi,kan biar ada yang gantiin Alika!" Saran Dika sambil tersenyum tapi bukan nya di sambut baik oleh Alice.


Terlihat wanita itu malah mendelik kesal,bagaimana bisa keduanya sudah setua itu tapi masih saja menyebut soal keturunan.


"Papa,sadar diri tidak kalau bicara?" Tanya Alice sambil tersenyum mengajak.


"Lho memang nya apa yang harus di sadari,Papa kan bicara sama Mama istri saya nya Papa kan? Lain lagi masalahnya kalau bicara sama orang lain,karena itu merupakan perbuatan yang di larang agama dan juga masyarat +62!" Sahut Dika santai.


"Kalau pinggang encok memang nya masih bisa di pake buat grepein Mama,soalnya Mama ragu kekuatan lutut sama pinggangnya Papa?" Tanya Alice sambil tersenyum mengejek.


"Oh jangan salah Mah,karena tahu tidak kalau seorang pria itu jika puber kedua menjadi sangat garang?" Goda Dika.


***Masa sih bukannya????


25 tahun:Pandai bergaya


35 tahun:Tambah gaya


45 tahun:sangat buaya


55 tahun: Tambah buaya


75 tahun: Tambah tidak berdaya


dan hasil akhir End***.


" Betul tidak Pah?" Tanya Alice membuat Dika mendengus kesal.


"Kenapa sih semau wanita di dunia suka bicara seenak hati mereka,padahal belum tentu yang di katakan benar juga kan?" Tanya Dika sambil berusaha tidak terpancing dengan perkataan sang istri yang semakin menyebalkan.


"Wah Perasaan wanita yang berbicara seperti itu kan hanya Mama,kenapa malah menyebutkan semua wanita? Memang nya siapa lagi yang bicara seperti itu karena Mama jadi penasaran,jangan sampai Papa bohong ya kalau ada perjalanan bisnis keluar kota padahal ketemu sama selingkuhan?" Tanya Alice dengan tatapan menyelidik.


Dika bergidik ngeri melihat gaya sang istri yang mirip seorang detektif,Bisa berabe kalau dirinya salah jawab nanti.


"Ah tadi itu hanya salah bicara saja kok,jadi Mama jangan memikirkan yang tidak tidak ya? Sejak kapan Papa menduakan istriku yang cantik ini,karena memikirkan saja tidak apalagi melakukannya ?" Bujuk Dika tapi yang namanya Alice sejak kapan bisa percaya dengan apa yang dikatakan suaminya.


"Papa jangan coba mengalihkan pembicaraan karena Mama bukan anak kecil,yang bisa saja di bohongi ?" Tanya Alice lagi dengan tatapan bak elang kelaparan.


"Mati aku!" Batin Dika frustasi.


"Mama mau Papa temani jalan jalan tidak sore nanti,mumpung Papa masih Off?" Tanya Dika mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Mau nyogok?" Tanya Alice sinis.

__ADS_1


"Nah tuh kan salah lagi,padahal tadi itu serius lho!" Desah Dika frustasi.


"Oh jelas salah yang bilang benar itu siapa,makanya lain kali kalau mau bicara dipikir dulu dong? Karena Mama bukan anak kecil ya,jadi gimana kalau kita beneran jalan jalan?" Tanya Alice antusias.


"Tadi katanya tidak mau disogok seperti anak kecil,kenapa sekarang jadi berubah seperti itu?" Tanya Dika selidik.


"Yang bilang menolak ajakan Papa itu siapa?" Tanya Alice heran.


"Tidak ada sih tadi mungkin Papa yang salah dengar kali ya,nanti sebentar sore sedikit lagi yah biar kita bisa makan di luar aekalia!" Tawar Dika dan hanya di sambut dengan anggukan kepala oleh Alice.


Sebuah hubungan tidak perlu hanya manis di awal saja setelah itu menjadi kaku,karena hal itu bisa membuat pasangan jadi bosan kenapa tidak selama nya menciptakan suasana yang baru.


Agar semua menjadi lebih bermakna dan tidak ada kepura puraan, sehingga hubungan itu menjadi lebih awet dan langgeng sampai maut memisahkan.


karena apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia, sumpah janji yang selalu diucapkan ketika pasangan akan mengikrarkan janji suci pernikahan mereka.


namun terletak pada setiap orang bagaimana menyikapi hubungan mereka, Apakah memilih untuk menurunkan sedikit ego atau memilih untuk tidak pernah mengalah hanya untuk segala sesuatu yang ia pikirkan dan ia inginkan didengar oleh pasangannya.


orang yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini kini sedang tidak ingin diganggu ataupun dibahas tentang kehidupan mereka setelah menikah, karena kalian pasti tahu dong jika orang yang sedang ingin menciptakan Daffa dan Alika Junior pasti tidak lepas dari making love jadi daripada kita berdosa lebih baik cari aman guys


hanya saja novel tambah cerita dewasa Kayaknya lebih seru deh, maka dari itu yang merasa diri masih dibawah umur boleh tidak auto saranin buat di skip aja soalnya takut nanti dibilang kasih ajaran sesat urusannya bisa berabe Bro.


" sayang, kamu bangun dong masa iya nya tidur terus, setidaknya bersihkan dulu diri kamu agar lebih segar supaya kita bisa melanjutkan proses pencetakan Dafa juniornya?" ujar Daffa ketika melihat Alika yang masih betah bergelung di bawah selimut tebal Hotel itu.


Alika yang sebenarnya sudah sedikit sadar langsung membulatkan matanya sempurna seolah ingin memastikan apa yang ia dengar barusan itu hanya ilusi atau benaran kenyataan.


" yaelah masa jauh-jauh terbang dari tanah air hanya untuk dikurung di hotel doang, kalau seperti ini jadinya lebih baik tidak usah kemana-mana di tanah air juga pasti prosesnya bakalan lanjut terus tidak ada suasana yang lebih baru lagi!" sungut Alika yang terlihat langsung bangun tanpa kompromi lagi ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Daffa barusan.


Daffa tersenyum dalam hati Bagaimana tidak padahal Iya tadi hanya bercanda saja namun langsung ditanggapi serius oleh sang istri, apa kelakuannya selama beberapa hari ini sungguh sangat maniak membuat wanita itu seolah kapok dan benar-benar tersulut emosinya.


" aku kan hanya bercanda tidak serius juga kok tadi? jadi jangan marah-marah dong Masa sama suami sendiri juga dimarahin sampai segitunya, padahal kamu juga sangat menikmatinya malahan lebih cerewet!" sumpah demi Dewa Neptunus apa yang dikatakan oleh Daffa itu membuat Alika benar-benar ingin menghabisi pria yang disebut suami untung juga takut dosa Coba kalau tidak bisa panjang urusannya nantinya.


" kamu kalau bicara yang tidak jelas lagi seperti itu Aku bakal benar-benar marah, enak saja selalu melimpahkan apa yang tidak pernah aku lakukan dengan sesuka hati kamu. kalau sampai terus terulang lagi katakan saja selamat berpuasa kepada juniormu itu, karena aku mah bodo amat Siapa suruh mau cari masalah lebih dahulu!" sinis Alika membuat Dafa membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh istrinya itu.


" Yang jangan seperti begitu dong, Apa hubungannya aku ngomong seperti tadi sama berpuasa juniorku? Tolong ya jangan sampai hal itu benar-benar terjadi bisa gantung diri akunya, masa iya baru menikmati Surga Dunia langsung dipaksa puasa itu mah namanya penyiksaan secara tidak langsung! " ujar Dafa memelas.


Alika memilih bodo amat dengan apa yang dipikirkan oleh suaminya itu Siapa suruh mau mencari perkara lebih dahulu dengannya, jika sudah seperti itu dirinya bakalan dengan senang hati meladeni dan ingin melihat Siapa sih yang bakalan mengalah.


" ya makanya kalau bicara tuh Jangan seenak hatinya sendiri, enak saja situ ya Maniak kenapa aku yang di kambing hitamkan mendingan langsung puasa sekalian saja biar kalau mau ngomong harus dipikir dulu! "ujar Alika tersenyum penuh kemenangan ketika melihat wajah frustasi sang suami.


" tapi nanti sebentar kita tidak bakalan puasa kan, karena kalau sampai kita istirahat sedikit saja pasti bakalan sia-sia dong usahanya beberapa hari ini dan harus Mengulang dari awal?" tanya Daffa membuat Alika mendengus kesal karena apa yang dikatakan suaminya barusan itu adalah modus yang paling dirinya ketahui dan pahami sama sekali.


" kamu itu bisa tidak jalan pikiran kamu jauh sedikit dari hal itu, Memangnya sudah tidak ada hari esok? setidaknya biarkan aku aku menghirup udara bebas walau sejenak saja, karena sayang lho jauh-jauh ke sini tidak menikmati apa yang sudah aku lihat?" sebenarnya Alika itu sedang ingin menikmati spot-spot yang telah Ia lihat selama ini di dalam drama yang selalu ia tonton hanya saja suaminya itu yang begitu positif melarangnya ya akhirnya keduanya hanya berakhir di situ.


"Ok baik aku bakal temani kamu hanya saja kamu harus melayani ku sampai puas,dan biasanya hanya dua ronde kini harus ada bonus tambahan!" Tawar Daffa membuat Alika mendengus kesal.


"Eh kamu kalau bicara itu dipikir dulu dong,masa sama istri sendiri pake pamrih sih? Mendingan aku jalan sendiri,biar lebih bebas berekspresi dan menikmati pemandangan tanpa harus di ganggu gugat sama kamu!" Sungut Alika.


"Ya sudah aku ralat nih,gimana kalau dua ronde seperti biasa tapi durasinya yang kita tambahin?" Tawar Daffa santai membuat Alika mendelik kesal.

__ADS_1


"Itu mah sama saja,main cepat tapi berkali kali atau main lama tapi hanya sekali?" Ujar Alika ketus.


__ADS_2