
Diana tak menyangka ke arah sahabatnya itu yang baru saja masuk ke dalam rumah, belum lagi wajah Gadis itu yang sangat tidak menyenangkan untuk dilihat seperti baru saja mengalami tragedi yang memilukan dalam hidupnya.
namun untuk bertanya secara langsung sepertinya dirinya tidak tega untuk melakukannya dan membiarkan Arin mungkin lebih tenang dulu barulah dirinya melancarkan aksi interviewnya, ini semua dilakukannya bukan karena tidak mau pedulikan masalah yang tengah dihadapi sahabatnya itu melainkan kasihan juga kan anaknya orang jika langsung ditanya tanya dan menyebabkan dirinya tidak bisa secara leluasa mengeksplor ke galauannya.
Jika ditanya keberadaan Deka kini maka jawabannya pria itu sudah kembali ke alam dan habitatnya, karena tadi secara tidak terhormat Diana sudah mengusirnya dalam berbagai macam alasan agar pria itu segera pergi dari apartemennya dan dirinya bisa ngedrakor sepuasnya .
tapi ternyata Arin bukannya masuk ke dalam kamarnya malah memilih duduk di samping Diana dengan kedua matanya yang terlihat sembab membuat Diana pun mau tidak mau harus bertanya Sebenarnya apa yang terjadi, sebab tidak memungkinkan dirinya berlaga seperti orang yang tidak melihat apa yang telah dialami Arin kini.
" kamu kenapa kok pulangnya cepat sekali Perasaan baru keluar setengah jam yang lalu sudah balik secepat itu? Memangnya kalian tidak jadi ketemuan atau bagaimana sih sampai bisa seperti begini, terus itu mata kamu juga kenapa kok bisa sampai sembab seperti begitu seperti orang yang baru habis dipukul karena ketahuan nyolong uang jajan?" Tanya Diana.
Arin yang tadi hendak menangis mendadak berubah jadi kesal, sebab dirinya tidak menyangka jika perhatian yang diberikan oleh Diana tadi malah diselingi dengan pertanyaan yang nyeleneh seperti itu.
" Kamu itu kenapa sih jadi orang tidak punya perikemanusiaan sedikitpun, Aku itu lagi Gegana gelisah galau merana tapi kamu kok seolah tidak peduli? Memangnya kamu mau aku gantung diri di bawah pohon tomat dahulu agar kamu paham jika sahabatmu ini sedang patah hati, jadi orang itu bisa tidak peka dengan keadaan orang lain dan tidak hanya memikirkan diri sendiri yang hidupnya saja sudah ribetnya minta ampun? " omel Arin sambil memasang wajah cemberutnya Tetapi Diana malah tertawa ngakak karena menurutnya kata-katanya tadi sudah berhasil membuat emosi sahabatnya itu stabil dan tidak menangis yang histeris membuat dirinya yang pusing sendiri.
" Syukurlah kalau kamu marah-marah seperti begini Itu otomatis kamu sudah tidak merasakan kegalauan lagi tetapi sudah merasakan emosi, Memangnya tadi kamu ketemu dia di mana supaya kita samperin balik dan menghajarnya sampai bonyok karena sudah mempermalukan kaum wanita yang berkelas seperti kita ini?" tawar Diana yang memang sudah gemas dengan sikap Cecep selama ini dan ingin sekali membalaskan dendamnya kepada pria itu yang sudah menghancurkan hati sahabatnya walaupun sebenarnya hal itu yang selama ini ia harapkan.
Arin yang mendengar kata-kata antusias dari Diana Itu mendadak menjadi heran dengan perubahan sikap gadis yang sebentar lagi bakal menikah dengan pria yang dipanggil om, syukur juga Diana selama ini tidak dikira sebagai sugar daddy-nya Deka kalau tidak entah bagaimana nasib percintaannya sahabatnya itu.
" Bukankah kamu harus senang sebab doa kamu selama ini sudah terkabul, dan juga otomatis orang yang selama ini ingin kamu Hajar sudah tidak akan muncul lagi di hadapan kamu selamanya?" tanya Arin sinis tetapi bukannya membuat Diana sadar malah bertambah semangat untuk mengajar Cecep Masduki si keturunan Keraton Jawa bergaya gunung kolot tetapi katanya lagi eksis di zamannya-
__ADS_1
" Oh tidak bisa begitu pokoknya kita harus membalaskan sakit hati kamu dan juga beberapa ML air mata yang sudah kamu keluarkan, itu baru bisa membuat aku tenang dan puas sebab kalau tidak aku bakalan kepikiran siang malam sebab harga diri kamu yang sudah diinjak-injak seperti begini!" tegas Diana yang benar-benar tidak ingin dibantah oleh siapapun membuat Arin mendengus kesal.
" kamu itu bisa tidak jadi manusia lebih berguna sedikit tidak malah membuat beban masalahnya orang lain semakin banyak dan juga tidak dapat terselesaikan, aku itu pikirannya lagi error sekarang kenapa malah kamu bikin tambah parah seolah memang yang dalam pikiran kamu itu hanya itu saja tidak ada yang lain lagi?" tanya Arin yang merasa jengah dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Diana.
Diana memilih tak mampu berisi apa yang dikatakan oleh Arin tadi karena menurutnya itu hanya membuang-buang waktu, sebab yang diinginkan oleh dirinya yaitu menghajar Cecep Masduki sampai pria itu minta Nas dan tidak ingin terlahirkan di dunia ini.
" kamu itu tinggal ngomong saja sebenarnya itu orang ada di mana begitu saja kok repot, atau kamu mau aku yang mencarinya sendiri?" tanya Diana ngotot.
begitulah rasa persaudaraan dan juga persahabatan yang selama ini dilakukan oleh Diana dalam mengekspresikan hal itu, namun yang intinya hanya satu yaitu Gadis itu sangat berbahagia karena akhirnya sahabat satu-satunya itu tidak berhubungan lagi dengan orang yang selama ini selalu memancing emosinya.
" Ya sudah karena masalah kamu Sudah kelar maka aku bakalan ngomong ke Om Deka bahwa hari Minggu ini kami berdua bakal menikah, supaya kamu mungkin bisa punya calon suami yaitu anak dari kami berdua!" ujar Diana santai tetapi berbeda dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Arin yang benar-benar sangat merasa ajaib dengan sikap Diana tadi.
" pokoknya Terserah kamu saja mau melakukan apapun aku tidak ingin berkomentar banyak, terserah juga kamu mau menikah kapan saja dan ingin punya anak kapan saja dan berapa banyak soalnya aku tidak berminat mempunyai calon ibu mertua seperti kamu!" setelah mengatakan hal itu Arin pun memilih untuk kembali ke dalam kamarnya rasa galaunya yang tadi begitu menggebu-gebu di jalan kini membawa pergi begitu saja sebab sama saja dirinya mau menangis dengan gaya apapun Diana bakalan tidak mengizinkan hal itu terjadi.
tak peduli Mau jam berapa pun ini Diana pun segera menghubungi kekasih hatinya yang rumahnya hanya berjarak 2 meter dari pintu rumahnya, karena ingin mengabarkan apa yang sudah dalam pikirannya dan yang ia inginkan yang dirinya yakin jika sebenarnya Deka sudah menunggu hal ini selama hidupnya.
" Halo om nanti tolong ya urus pernikahan kita hari Minggu, dan karena ini sudah hari Jumat otomatis Om punya satu hari saja untuk menyiapkan semuanya!" setelah mengatakan hal itu Diana Langsung mematikan ponselnya sepihak tanpa mendengarkan jawaban apa yang bakal diberikan oleh Deka.
Deka yang masih terkejut menatap tak percaya ke arah ponselnya itu Tetapi beberapa menit kemudian akhirnya tersadar, Percayalah Jika seorang pria dewasa tanpa ada orang lain yang berada di sekitarnya responnya ketika mendapatkan kejutan seperti begini sungguh mengalahkan anak ABG.
__ADS_1
begitu pula reaksi Bima dan juga Delima ketika diberi gambar oleh Deka bahwa anak gadis mereka itu sudah setuju untuk menikah, malam itu juga tanpa banyak berbicara Mereka pun Mengundang berbagai macam wedding organizer agar segera menyiapkan segala sesuatu keperluan untuk pernikahan putri satu-satunya mereka sekaligus Putri yang paling kepala batu sejagat raya.
skip guys
hari yang paling membahagiakan dalam kehidupan Deka dan juga Diana telah terjadi sekarang ini, hari di mana kedua Insan itu mengucapkan janji suci pernikahan di hadapan semua orang dan disaksikan oleh para saksi yang secara tidak langsung sudah menunjukkan kepada dunia bahwa mereka berdua merupakan pasangan yang sah secara agama maupun negara,
disaat yang berbahagia itu hadir pula pasangan couple yang lain yaitu Daffa dan Alika serta Alan dan Ana, yang masing-masing istri mereka sudah ada isinya di dalam perut bukan cacing pita ataupun cacing kremi melainkan embrio Yang sebentar lagi bakal berbentuk manusia.
" akhirnya kamu laku juga tidak menjadi bujang lapuk dan membuat Adrian corporation malu memiliki pegawai yang tidak laku-laku, nanti Ingat saat malam pertama jangan kasih kendor biar langsung jadi hasilnya seperti yang tengah kami berdua rasakan!" goda Dafa membuat istrinya Alika mendengus kesal karena ada saja yang dikatakan oleh suaminya itu padahal ini merupakan resepsi pernikahannya orang malah membicarakan hal yang di luar Nalar.
terlihat Bima dan juga Delima mendekati Putri mereka itu dengan wajah yang begitu terharu sebab anak yang selama ini mereka katakan sebagai benalu dan juga pembangkang telah menikah dan sudah menjadi tanggung jawabnya orang lain, mereka menyesali kesalahan yang telah mereka perbuat selama ini sebab sudah banyak kehilangan momen penting bersama dengan anak mereka itu tetapi Bukankah semuanya tidak bisa diulangi lagi yang hanya bisa dilakukan hanya memperbaikinya.
begitu pula dengan Arin yang ikutan ketularan kebahagiaannya Diana itu ,yang entah kapan bakal memiliki waktu untuk berkumpul dan gila gilaan seperti dahulu yang selalu dilakukan.
Jodoh maut dan juga perpisahan sudah ada yang mengatur, seperti yang terjadi pada Raka ketika menyesali perbuatannya selama hidupnya dirinya pun dipanggil oleh Tuhan.
buah dari keikhlasan Alika yaitu bisa mendapatkan suami yang mempunyai rasa tanggung jawab dan juga tidak pernah menyakitinya sedikitpun, membuat dirinya merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini.
Alan yang kembali ke negeri itu hanya untuk mengejar cintanya Alika malah Kepentok sahabatnya sendiri yang selama ini sudah merasakan perasaan itu tapi hanya dipendamnya.
__ADS_1
terkadang apa yang diinginkan tidak berjalan sesuai dengan harapan dan apa yang tidak diharapkan malah berjalan sesuai dengan keinginan yang awal, maka dari itu jalannya saja hidupmu Jangan menyesali nafas kehidupan gratis yang diberikan oleh Tuhan karena itu tidak bakalan datang dua kali kesempatan yang berharga.
End