
Manteman semuanya jangan lupa mampir di karya terbaru Mima ah judulnya, antara Asya dan rasa!!!
kali ini author keluar dari zona Aman yang biasanya tidak dapat pebinor dan pelakor kali ini mereka bakal berterbangan kemana-mana, jadi jangan lupa ya like and comment nya untuk membangun novel ini.
LANJUT ***
" kamu mau langsung pulang atau ke kantor dulu, soalnya cuaca tidak mendukung lagi di luar sana takutnya kamu sakit? " tanya Ana penasaran kepada Alan yang tadi katanya bakal kembali ke kantor.
Alan tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh anak barusan, karena itu pertanda wanita itu mengkhawatirkan dirinya dan merupakan hal terlangka Jika benar terjadi. sebab selama ini Ana terkesan cuek dan dingin terhadap nya, mungkin karena sikapnya yang selama ini tidak pernah mempedulikan kehadirannya juga membuat wanita itu sedikit balas dendam.
" Bagaimana jika kamu ikut saja aku ke kantorku biar gantian pagi aku jagain kamu terus sore kamu jagain aku, biar terlihat saling memiliki dan takut pasangannya kenapa-napa begitu?" tawar Alan dengan wajah sumringah berharap agar Ana mengikuti apa kemauannya.
" Kamu itu aneh tahu tidak? Masa orang lain pergi ke kantornya pagi tapi kamunya malah Setelah orang pergi Bro kamu ke kantor, contoh atasan macam Apa yang sedang kamu tunjukkan didepan semua orang sekarang?" tanya Ana Tak habis pikir.
Alan menggaruk kepalanya yang tak gatal karena dirinya punya alasan kuat Kenapa melakukan hal itu, Sebab Dia juga sadar mana ada peraturan jam kerja digunakan untuk keluyuran terus jam pulang digunakan untuk jam kerja.
" Kamu kan tahu mata-mata nakal di dalam kantor jika sampai aku masuk barengan sama mereka, jadi untuk menjaga jarak aman tidak ada salahnya dong jika setelah mereka pulang baru aku masuk biar tidak ada yang memperhatikanku sampai segitunya?" anak membulatkan matanya sempurna ternyata hanya karena alasan itu Alan sampai tidak mau ke kantor ya Tuhan Apa gunanya kepemimpinannya jika tidak bisa menegur bawahannya yang kurang ajar.
" itu mulut kamu digunakan untuk apa jika tidak ngomong ke mereka suruh Jangan melihat ke arah kamu, gunanya pemimpinnya mendisiplinkan kelakuan bawahannya bukan malah menghindar yang tidak jelas seperti kamu? kalau kamu bersikap seperti begini terus bisa dipastikan mereka tidak bakalan sadar Apa kesalahan mereka, dan jangan juga menyesal Jika kamu tetap seperti begini kelakuannya!" Ana Tak habis pikir dengan isi otaknya Alan mungkin dulu pernah kecelakaan jadi ketiban beton alhasil berubah jadi 180°.
" nah tuh kan aku salah lagi padahal semua ini aku lakukan karena ingin menjaga perasaan kamu agar tidak tersakiti, tapi kalau tahunya kamu malah respon begini ya sudah biar nanti mulai besok aku bakal datang pagi-pagi ke kantor Terus Berdiri di depan pintu sambil tebar pesona!" sungut Alan karena sebenarnya dirinya tadi berharap respon berlebihan dari Ana seperti menunjukkan bahwa sedang cemburu begitu.
" Wah itu malah lebih bagus Bila perlu kamu sekalian jadi keset 'Welcome' depan pintu, biar sekalian lihat di dalam isi roknya para wanita yang lewat itu seperti apa sih bentukannya agar kamu puas sekalian?" Ketus Ana karena bukan jawaban yang ia inginkan dari Alan itu.
" Ya habisnya mau bagaimana lagi Siapa suruh kamu jawabnya seperti begitu apa salahnya sih minta Ditemani sama kamu, atau kamu sebenarnya janjian ya sama pria lain di belakang aku hingga benar-benar ingin aku menghilang dari hadapan kamu?" Ana bukannya marah mendengar perkataan Alan barusan karena baginya wajah Alan yang penuh selidik itu sungguh sangat lucu.
" hahaha, ngurusin makhluk hidup seperti kamu saja aku sudah pusing apalagi harus ditambah lagi, yang ada aku itu bakalan langsung ubanan masih muda karena terlalu stres memikirkan kehidupan?" ujar Ana Sambil tertawa.
Cupp
netra Ana membulat ketika sebuah kecupan manis mendarat tepat di bibirnya, Siapa sih yang tidak kaget ketika Alan melakukan hal itu tepat di depan semua orang yang berada di dalam restorannya.
" jangan memasang wajah menggemaskan seperti itu lagi, sebelum Aku tambahin lagi volume ciumannya lebih panas lebih lama dan lebih menggoda!" Ana sontak langsung mengubah kembali ekspresinya menjadi datar wajahnya yang tadi memerah karena malu Ia palingkan ke arah lain agar Alan tak sadar.
__ADS_1
" kamu malu, wah saat kamu malu itu kelihatannya tambah manis lho aku saja sampai tidak bisa menahan lagi?" tanya Alan sambil menahan tawanya.
Ana tidak ingin meladeni Alan yang terlihat suka sekali menggodanya, Tidak tahu kah pria itu jika sekarang keduanya sedang menjadi tontonan semua orang yang sedang berada di dalam restoran itu.
" kamu itu Bisa tidak kalau melakukan sesuatu pikir situasi dan kondisi dulu, lihat tuh kita sering jadi bahan tontonan gratis sama semua orang? "tanya Ana sembari menundukkan kepalanya dan memilih untuk keluar dari tempat itu karena sudah cukup dari tadi berbuat yang tidak tahu malu dihadapan semua orang.
Alan memilih mengejar kekasihnya dari belakang karena ternyata wajah yang memerah karena malu itu sangat cute menurutnya, tak peduli Siapa saja yang menonton Anggap saja dunia ini hanya milik mereka berdua orang lain cuma numpang buang angin doang.
" sayang tungguin aku dong masa iya aku yang sudah setampan ini ditinggal juga, Apa kamu tidak takut kalau aku nanti bakal digangguin sama wanita lain Terus akhirnya kamu bakal menjadi jomblo kembali? tanya Alan yang sengaja menggoda Ana agar menghentikan langkah kakinya.
" aku tidak masalah mau jadi jomblo atau apapun itu daripada bertingkah memalukan, lagian juga jomblo itu bukan kutukan melainkan sebuah berkah karena ngapain aja Kemana aja tidak ada yang mau melarang! " teriak Ana balik lalu masuk kedalam mobilnya Alan.
Alan merasa senang ketika Ana berjalan masuk kedalam mobilnya karena itu pertanda bahwa kekasihnya itu bakal menemani dirinya bekerja, jika sudah seperti begini mood booster-nya sudah bakal kembali lagi dan tidak perlu lagi bermalas-malasan seperti biasanya.
keduanya kini sudah dalam perjalanan menuju ke perusahaan milik Alan dan keluarganya tapi untuk sementara ini dikelola oleh pria tampan itu, Alan mencoba berkali-kali menggoda kekasihnya itu tapi sayang Ana sedang tidak ingin diajak bercanda.
" kamu sariawan yang? " tanya Alan memastikan membuat Ana mengerutkan keningnya karena merasa heran.
Alan mengerutkan keningnya perasaan tadi dirinya itu mencoba untuk pengertian bukan mendoakan yang tidak-tidak, tapi kenapa selalu saja dicurigai yang tidak tidak mau bilang Tapi harus sudah jadi masalah.
" aku kan cuma bertanya soalnya tumben kamu diam tidak marah-marah apa kamu sakit ya biar kita obati dulu baru ke kantor, Sejak kapan aku punya pemikiran yang tidak tidak ke kamu tahu sendiri kan aku itu merupakan pria paling pengertian di jagat raya ini? " jelas Alan bukannya membuat anak MU atau terus sentuh dan jadi klepek-klepek malah membuat wanita itu memicingkan matanya pertanda tidak percaya.
" Kamu pikir aku percaya ya kalau kamu itu selalu mendoakan yang terbaik untukku? pria yang model seperti kamu itu kebanyakan cari masalahnya daripada memberikan solusi! " sinis Ana membuat Alan pasrah saja karena tidak mungkin juga kan mereka harus berdebat sepanjang hari.
keduanya sudah sampai di perusahaan milik Allan terlihat hanya tersisa sedikit saja karyawan yang masih di situ, mungkin karena masih ada pekerjaan yang belum selesai dan juga ada yang lembur.
" sebenarnya jam pulang karyawan di perusahaan kamu tuh jam berapa sih, kok bisa-bisanya di jam segini ada orang yang masih berkeliaran di sekitar sini?" tanya Ana penasaran.
" sebenarnya sih normal kayak biasanya hanya saja ada beberapa staff yang kita bagi menjadi beberapa shift, agar saat aku kesini kantor tidak dalam keadaan kosong dan bisa membahas soal perusahaan secara detail tanpa harus menunggu semuanya berkumpul dulu! " jelas Alan.
" Apa kamu tidak takut nanti bakal ditegur karena sudah menyalahi aturan, jangan dia melakukan hal yang tidak-tidak terus membuat kamu yang bakal dapat masalah hanya karena ingin selalu menemani aku tapi yang ada malah menyusahkan diri sendiri? " tanya Ana yang tidak menyukai keputusan yang diambil oleh Alan itu.
" Ya habisnya mau gimana lagi, ketika aku yang selalu berusaha mendekati kamu saja terkadang sangat susah apalagi aku yang bersikap biasa saja, bisa dipastikan kamu bakal menghilang atau mungkin bahkan meninggalkanku tanpa mau menoleh kebelakang! " sahut Alan Sendu.
__ADS_1
Ana hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena ternyata begitu khawatir nya Alan terhadap dirinya nanti takut untuk berpaling, padahal dirinya tidak ada niat sedikitpun untuk melakukan hal itu.
" kamu itu kalau ngomong sembarangan saja, aku kan hanya di restoran saja selama ini tidak pernah kemana-mana jadi mana ada kesempatan buat berpaling? lain kali jangan berpatokan pada suatu keadaan saja karena nanti takutnya kamu bakal bosan sendiri! " ujar Anna sambil tersenyum.
Alan menggaruk kepalanya yang tak gatal mendengar apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu, memang benar sih karena dalam sebuah kehidupan melakukan sesuatu tidak perlu berpatokan pada satu hal karena pasti akan merasa bosan dan jenuh.
hanya saja jika menyangkut soal sebuah hubungan Alan akan memberikan totalitas yang terbaik agar pasangan yaitu merasa nyaman dan dihargai, karena Biar bagaimanapun mendapatkan Ana itu sangat susah tidak mungkin Alan membiarkan hal itu terjadi yaitu menjauh dari Ana dan wanita itu merasa kembali seperti biasa yaitu tidak memiliki pasangan.
" habis bagaimana lagi cintaku beratnya hanya sama kamu, mau ke mana pun atau kapanpun pasti bakal tetap memikirkan kamu!" sahut Alan santai membuat Ana pura-pura memasang wajah kesalnya padahal wanita itu sebenarnya sedang malu-malu.
" sudah pergi sana masuk ke dalam ruangan Kamu kebanyakan ngobrol sesuatu jadi tidak penting kan jadinya, nanti kalau orang tua kamu tahu selalu keluyuran seperti ini aku lagi yang bakal disalahin! " ujar Ana.
" loh kok suruh aku sendiri masuk Terus kamunya gimana, Lagian Tenang saja Mama mana mungkin tega memarahi calon menantu sendiri! yang ada itu aku yang bakal disalahin karena membuat kamu menunggu seperti begini, tahu sendiri kan kamu mama itu pengen punya menantu sampai-sampai menyuruhku kembali ke sini untuk membawa pulang istri saat kembali ke Kanada!" sahut Alan sambil tersenyum namun berbeda dengan Ana yang memilih untuk tidak ambil pusing dengan apa yang dikatakan oleh pria itu.
" jangan banyak ngomong lagi bisa tidak disuruh apa aku kamu malah membicarakan hal yang yang jauh begitu, kamu kalau tidak masuk kedalam Aku bakal pulang sekarang juga nih soalnya sepertinya memang kamu tidak ada niat sama sekali lo datang untuk bekerja!" Ketus Ana membuat Alan memilih duduk di kursi kebesarannya dan mulai memeriksa berkas-berkas yang ada.
sedangkan Ana yang merasa bahwa dirinya tidak mempunyai kesibukan memilih untuk sibuk dengan media sosialnya membuat Alan merasa kesal sendiri karena merasa dicuekin.
" sayang apa yang berada dalam ponsel kamu itu lebih penting daripada aku, setidaknya ajakin aku ngobrol atau apa gitu biar tidak suntuk dan juga bosan? " tanya Alan yang sedikitpun Tidak mengalihkan pandangannya dari kertas yang berada dihadapannya itu.
" kerja saja baru mulai kok malah membahas barang lain kapan kelarnya coba, lebih baik kamu fokus aja menyelesaikan semuanya itu jangan malah mengatakan hal yang tidak-tidak! " perintah Ana.
suasana kembali hening karena Alan tidak ingin membahas hal yang membuat Ana nantinya marah-marah, ketika keduanya sudah asyik pada dunia masing-masing terdengar suara ketukan pintu dari luar.
tok tok tok
" masuk! " perintah Alan yang masih serius memeriksa berkas yang ada di mejanya Terangkan Ana terlihat serius juga dengan ponselnya.
" Permisi Pak saya mau mengantarkan laporan keuangan yang Bapak minta kemarin, dan juga meminta berkas yang sudah ditandatangani! " ujar salah satu wanita yang terlihat sepertinya curi-curi pandang ke arah Anna dengan Tatapan yang tidak suka.
Siska, merupakan pegawai bagian keuangan yang biasanya bekerja di jam yang sama seperti Alan. wanita tersebut merasa heran dengan Ana yang berada dalam ruangan Alan sekarang, karena tidak biasanya alat memasukkan wanita ke ruangannya bahkan terkesan seperti menemani dirinya saat bekerja. sebab pria itu terkenal sangat cuek terhadap wanita bahkan seluruh pegawai yang bekerja di situ pun tahu bagaimana sikap Alan, tapi yang ditemukan oleh Siska sekarang sangat berbeda Alan sepertinya ingin ditemani oleh wanita yang dari tadi hanya sibuk pada ponselnya.
padahal tanpa Siska sadari sebenarnya dari tadi Ana sedang memandangnya dengan ekor mata, sebab penampilan Siska itu yang membuat Ana sedikit mengalihkan fokusnya dan juga sesekali menatap kearah Alan apakah sedang melihat kearah Siska atau tidak Namun ternyata Alan tetap cuek dari tadi membuat Ana sedikit merasa lega.
__ADS_1