
Deka menatap tak percaya saat Arin yang terlihat wajahnya polos tetapi kata-katanya itu sudah melebihi orang-orang yang sudah Mahir dalam melakukan hal itu, padahal dirinya hanya ingin numpang tidur di kamarnya dia mah bukan mengajak wanita itu melakukan hal-hal yang tidak pernah dirinya pikirkan sama sekali.
" kamu pantasan persahabatan kalian itu awet karena otak kalian itu sama-sama miring tidak bisa dibawa ke jalan yang lurus, saya jadi bingung setiap kalian kalau bersama-sama itu pembahasan apa yang kalian bahas agar tetap satu jalan dan satu pemikiran?" Deka benar-benar Tak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh Arin dan juga melihat gaya berbicaranya itu yang tak beda jauh dengan Diana yang daritadi bahkan sudah dengan sadar meremas sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dipegang oleh siapapun karena itu bakal menimbulkan suatu malapetaka gawat darurat.
"Ya Om mana tahu kalau urusan begituan ini kan hanya khusus untuk anak muda saja yang gaya pemikirannya sudah begitu luas, Jadi kalau yang merasa diri tidak seumuran dan juga sepemikiran Lebih baik menjauh karena nanti takutnya terkontaminasi dan malah menyalahkan kami." sungut Arin lalu segera pergi dari situ karena biar bagaimanapun dirinya membutuhkan suasana yang tenang agar bisa romantisme lewat udara dengan kekasih hatinya.
melihat Arin yang sudah menutup pintu dengan begitu santai Deka kini beralih kearah Diana yang sudah tertidur begitu pulasnya tanpa menyadari keadaannya di sekitar, ini yang orang bilang wanita kalau Saat bangun terlihat begitu anggun tapi kalau saat tidur sifat aslinya mulai muncul di permukaan.
" Kenapa wajah polosnya itu terlihat begitu menggemaskan membuat aku ingin sekali menghabisinya dengan satu kali hentakan, tapi si Joni di bawah juga terasa masih ngilu akibat remasan yang tadi begitu kuat?" gumam Deka monolog yang tatapannya tidak beralih sedikitpun dari Diana yang masih saja betah dengan tidurnya.
karena waktu yang sudah menunjukkan tengah malam Deka memilih untuk berbaring disamping Diana dengan menyusun bantal sebagai pembatas antara keduanya, Jadi kalau sebentar bantal itu sudah teronggok di bawah lantai Anggap saja sudah digusur habis oleh mereka berdua.
" Selamat tidur cantik jangan lupa mimpikan aku yang merupakan pria tertampan di samping kamu sekarang ini, ingat kalau mau mimpikan aku usahakan Jangan melakukan hal yang aneh-aneh seperti tadi lagi ya karena aku tidak jamin kamu bakalan masih utuh besok pagi!" Deka mengusap pelan wajah Diana yang sedang tertidur Seraya memperbaiki rambutnya yang menutupi seluruh wajah wanita itu.
Jika saja Diana tidurnya kali ini tidak ada gangguan berbeda dengan Deka yang malah terlihat begitu sengsara, Bagaimana tidak semua bantal guling yang diet susun agar memisahkan tubuh dirinya dan Diana sudah teronggok tanpa berdosa di atas lantai akibat ulah Barbar wanita itu.
" Ya Tuhan tolong jauhkan aku dari godaan setan maksiat yang sedang mengintip ku dari atas langit-langit kamar menyuruhku untuk melakukan sesuatu yang tidak-tidak kepada anak gadis orang, Bagaimana tidak berpikiran seperti ini orang gaya tidurnya itu seperti sedang memanjat ku?" gumam Deka frustasi karena dirinya dijadikan pengganti bantal guling hidup oleh Diana yang yang nafasnya bahkan terasa begitu jelas dikerok lehernya Deka itu.
Diana merasa begitu hangat dengan bantal gulingnya yang berbeda dari biasanya membuat tidurnya tambah pulas lagi dan tidak menghiraukan sekeliling, padahal tanpa dirinya sadari jika ada harimau kelaparan yang sedang menatap Intens ke arahnya memastikan apa yang harus lakukan agar wanita itu segera menghentikan aksi kurang ajar nya yang tanpa sadar itu.
pandangan Deka kini tertuju ke area dada Diana yang begitu terpampang jelas di hadapannya karena ternyata wanita itu tidur tanpa menggunakan Bra sama sekali, dan alhasil puncaknya itu terlihat begitu jelas menggoda iman dan pikiran seorang pria normal seperti Deka yang belum pernah merasakan sesuatu itu jika di **** Terasa seperti apa.
" itu kenapa tonjolannya begitu kentara sekali bikin iman ku langsung tergoda nih, apa dia sengaja tidur dengan tidak menggunakan benda kacamata itu agar aku dapat melihat dengan jelas isi dalamnya?" tanya Deka yang sudah seperti orang yang tidak tahu harus bersikap seperti apa ingin disentuhnya tonjolan itu tapi takut juga sang empunya marah.
sebab pria itu sadar dengan sikap Diana yang begitu Arogan dan galak yang ketika masih sadar apalagi sekarang posisi tidur dan dirinya melakukan hal nekat, maka bisa dipastikan bukan lagi kata-kata Makian yang ia dapat melainkan sebuah pukulan maut dengan gaya abstrak yang bakalan diberikan oleh wanita itu.
ingat Sayang, menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan itu boleh Jika sesuatu itu memang sudah berhasil engkau miliki. tetapi jika engkau melakukannya Hanya seperti seorang pencuri yang menggunakan kesempatan selagi orang tidak sadar, lebih baik tidak usah karena ada yang sedang menatap Intens kearahmu dari atas tanpa engkau sadari sama sekali dan juga satu lagi dosamu sudah tercatat di dalam lembaran dosamu yang kesekian kalinya.
__ADS_1
Deka mencoba mensugesti dirinya agar bisa terlelap sehingga tidak terbayang dengan sesuatu yang menggoda imannya dari tadi, karena jika Diana Itu adalah istrinya bisa dipastikan ia bakal membuat wanita itu bekerja keras ini malam dan tidak akan tertidur sama sekali.
" Ayolah Deka Sebaiknya kamu tidur saja Tuan daripada nanti bakal terjadi hal yang tidak-tidak Kak anak orang bisa bahaya jadinya, dan ingat bertemu dengan orangtuanya saja belum Jangan sampai mereka adalah sekumpulan mafia yang suka membantai orang secara membabi buta." Deka terlihat begitu cemas dengan cara jalan jam yang begitu lelet menurut ya.
Perasaan dari zamannya Adam dan Hawa Terus lanjut ke Yuli dan Dika lalu Hesty dan Samuel serta Alex dan Selina terus Alina dan Rafa kemudian Alan dan Lika semuanya tidak pernah marah-marah kepada jam yang terlalu lambat gaya jalannya, karena menurut mereka kebersamaan saat ini lebih penting daripada apapun yang ada di dunia sebab waktu yang sekarang tidak mungkin kedepannya bakalan terulang lagi.
Ayo semuanya pasti ingat dong kalau yang suka membaca semua novel Mima ah pasti paham dengan nama-nama yang sudah sebut tadi, karena itu adalah para karakter yang merupakan pengisi di novel aku yang terdahulu yang sekarang posisinya sudah tamat.
LANJUT ***
Alan yang sedang sangat merindukan kekasihnya itu langsung segera menuju ke restoran Anna yang diyakini jika di jam-jam seperti ini bakalan sangat ramai, membuat wanita itu tidak akan bisa beristirahat walau sejenak karena kebiasaannya yang selalu saja ikut ambil bagian dalam melayani keinginan pelanggan.
hal itu yang membuat Alan merasa tidak tega jika harus membiarkan Ana bekerja banting tulang hanya untuk membangun sebuah usahanya dari nol, padahal Alan sudah sempat menawarkan untuk menambah pegawai lagi agar Ana bisa santai tetapi Alan yang bakalan bayar pegawai itu.
namun jawaban yang diberikan oleh Ana itu membuat Alan tidak bisa lagi berbuat banyak, karena biar bagaimanapun pekerjaan seseorang jika membuat dirinya nyaman dan bisa mengeksplor apa yang ia bisa kita sebagai orang terdekatnya hanya bisa menjadi penyemangat dan juga membantu sebisa yang kita mampu.
" senyuman untuk pelanggannya dia kasih tetapi untuk aku tidak dikasih sama sekali, apa saja cuman ya itu mahal jadi harus dibayar dulu baru bisa dikasih ya? Wah kalau model begitu artinya aku harus tawarkan uang dulu agar dia setiap hari selalu tersenyum padaku, soalnya berasa seperti pacaran sama emak tiri yang kejahatannya tidak bisa dianggap sepele dan juga kehadirannya tidak bisa dianggurin begitu saja?" batin Alan lalu segera menuju ke ruangannya Ana tanpa peduli dengan kekasihnya itu yang sedang melayani para tamu.
sedangkan Ana mengerutkan keningnya melihat perubahan yang sedang terjadi pada Alan itu karena tidak biasanya pria itu datang tanpa menyapa dirinya lebih dahulu, pasti selalu saja menimbulkan masalah ataupun perdebatan ketika dirinya selalu mengganggu Ana disaat sedang melakukan pekerjaan.
" itu orang Kenapa lagi tiba-tiba baik terus tiba-tiba berubah jadi melehoy, jangan bilang kalau tadi saat perjalanan ke sini dia kesambet Setan duduk? tapi syukurlah karena semuanya terasa begitu indah pada waktunya, dan membuat aku bisa bekerja dengan tenang tanpa ada gangguan sedikitpun dari orang-orang yang bikin aku hanya puyeng saja melihat aksi mereka." batin Ana yang memilih kearah dapur tapi sebelum itu sempat menengok kearah ruangannya yang pintunya sudah tertutup rapat dari dalam.
sedangkan Alan ternyata sedang mengintip dari lubang kunci pintu itu untuk memastikan Apakah Ana menyadari kedatangannya atau tidak, ketika dirinya melihat Ana yang malas tahu malah memilih pergi ke dapur membuat pria itu menjadi gusar sendiri dan menyesali keputusannya yang masuk ke ruangan Anna tanpa memberitahukan kepada pemiliknya lebih dahulu.
" yah di kok malah ke arah dapur bukannya masuk ke sini, padahal pasti dia sadar dong kalau aku itu sedang berada disini menunggunya tanpa kepastian sama sekali terasa seperti Kekasih yang tak dianggap?" gusar Alan yang bahkan berjalan seperti setrikaan yang sedang dipakai mbak Surti menyetrika bajunya Kang Dayat.
__ADS_1
Jangan tanya Mbak Surti dan Kang Dayat itu siapa karena saya cukup bingung mereka itu siapa dan kenapa bisa masuk di dalam novel ini, Hanya saja karena mereka lagi tenar di dalam pikiran saya Makanya sengaja saya tulis Karena ini siapa tahu bisa menjadi referensi untuk memberikan nama pada anak-anak sahabat pembaca semuanya.
" Ibu, tadi Pak Alan ada datang menangnya Ibu tidak tahu sama sekali ya orangnya ada tuh di dalam ruangannya ibu sekarang? " tanya Rena yang merupakan salah satu pegawai baru di tempat itu.
Ana hanya bisa menghela nafasnya kasar ternyata dirinya yang mencoba malas tahu berbanding terbalik dengan pikirannya sekarang ini, ingin ia masuk ke dalam ruangannya dan memastikan keadaan kekasihnya aku baik-baik saja atau tidak namun egonya masih terlalu tinggi untuk menghampiri pria itu jika tak dihampiri lebih dahulu.
" Biarkan saja mungkin dia sedang istirahat, soalnya saya masih harus mengantarkan pesanan pelanggan di meja nomor 19 kalau tidak kasihan mereka bakalan menunggu tanpa kepastian." tolak Ana membuat Rena langsung mencegah Bosnya itu yang ingin membawa nampan berisi makanan.
" Astaga Ibu kalau sampai Ibu yang melayani para pelanggan terus kami ini kerjaannya apa dong, sedangkan semua yang melakukannya harus Ibu sedangkan kami hanya duduk menonton saja?" tanya Rena lalu meraih nampan di tangan Ana itu.
" sana pergi menyusul Pak Alan nya nya jangan sampai dia belum makan siang terus mau datang ke sini untuk makan siang bareng sama Ibu, Lain kali itu kalau punya pacar jangan dianggurin Nanti kalau sudah diambil sama orang lain sakitnya itu bakalan terasa sekali lho Bu karena saya merupakan salah satu korban dari hal itu juga." setelah mengatakan hal itu Rena pergi meninggalkan anak yang tengah berusaha mencerna perkataan pegawainya yang terasa begitu aneh di telinganya.
" ini ceritanya Dia sedang curhat kepadaku atau apa ya Kok bisa tanpa bertanya dia malah menjelaskan sendiri, Dasar anak muda zaman sekarang selalu saja curhat tanpa tahu tempat ketika merasakan ada yang tidak beres dengan kehidupannya. " gumam Ana yang merasa heran dengan sikap Rena yang tadi begitu terlihat dewasa ternyata itu akibat dari pengalaman pribadinya yang secara langsung dibagikan kepada Ana agar tidak seperti dirinya juga.
tetapi bisa dibilang apa yang dikatakan oleh Rena itu tidak ada yang salah sama sekali karena biar bagaimanapun Alan datang ke tempat itu tujuannya untuk bertemu dengan Ana, jadi otomatis Ana harus menghargai apa yang dilakukan oleh Alan itu agar besok lusa tidak ada penyesalan sama sekali karena sikapnya yang terlalu malas tahu.
Alan yang mendengar ada langkah kaki yang mendekat merasa yakin jika itu adalah orang yang sedang dirinya tunggu,akhirnya setelah sekian menit yang dilalui dengan penantian yang menguras keringat dan juga kegalauan akhirnya yang ditunggu datang juga.
Ceklek
Ana mengerutkan keningnya ketika melihat ruangan nya itu dalam keadaan kosong,padahal dirinya tadi yakin jika Alan masuk kedalam situ.
Ketika Ana yang sedang bertanya tanya dimana gerangan keberadaan Alan,tiba tiba dari arah kamar mandi pria yang sedang dicarinya itu muncul dengan tubuh yang segar.
Ternyata Alan tadi itu sedang Mandi,yang menurut AUTHOR itu adalah mandi tersingkap bahkan tidak dapat mengalahkan bebek yang kalau mau mandi pasti harus berenang dan juga sampai puas.
"Kamu mandi?" Tanya Ana penasaran.
__ADS_1
Karena memang dirinya tahu bahwa pakaian Alan ada di dalam ruangannya itu,sebab kekasihnya itu memaksa untuk menyimpan perkakas mandinya ditempat itu.
"Kamu sudah ingat kalau ada aku,karena aku pikir kamu sudah melupakan aku disini?" Bukan nya menjawab Alan malah bertanya balik dengan wajah datarnya.