MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 203


__ADS_3

Dinda yang lebih mementingkan harta duniawi dibandingkan apapun,memilih langsung berlari kearah kamar nya.Karena biar bagaimanapun ada emas dan berbagai barang berharga lainya yang didapatkan dari modal hanya menggunakan mulut saja,maka dari itu jika semua menghilang maka bagaimana dengan penampilan dan juga kehidupan dirinya dalam bersosialita.


"Papa kamar kita Aman saja,coba lihat kearah kamar nya Raka! Semoga saja masih aman karena semua barang barang disitu sudah kita ambil,hanya tersisa jam tangan Rolex dan juga cincin kawin yang untuk Alika!" Ujar Dinda lalu segera berlari menuju kamar Raka yang terlihat terkunci dan setelah di tarik handle ternyata terkunci dari dalam.


"Papa kok bisa terkunci?" Tanya Dinda heran karena sebenarnya kamar itu tidak pernah dirinya kunci karena sama saja hanya membuang buang waktu.


"Lho bukan nya kunci kamar itu ada sama Mama,kenapa malah bertanya ke Papa?" Tanya Riki heran.


Dinda mengerutkan keningnya karena bingung sebab kunci pintu ruangan itu ya berada di dalam nya,karena ia tidak pernah membawa benda yang ujung nya tajam dan keras itu kemana mana.


"Ihhh Papa kan tahu kalau kunci kamar Raka ya Mama tetap taruh di dalam tidak pernah bawa,jadi jangan malah bertanya yang aneh aneh dong Mama jadi bingung nih?" Sungut Dinda merajuk.


"Kalau begitu ada orang yang sengaja mengunci pintu dari dalam,atau itu memang mereka lakukan untuk mencuri?" Tanya Riki heran.


Dinda langsung melototkan matanya karena merasa terkejut jangan sampai apa yang dikatakan oleh suaminya itu adalah sebuah kebenaran,maka dari itu hal tersebut tidak bisa di biarkan begitu saja.


"Kalau begitu kenapa diam saja,ayo dobrak pintunya biar kita cepat masuk!" teriak Dinda yang sudah tidak sabar.


Tapi belum juga pintu di dobrak terlihat handle pintu sudah diputar dari dalam,dan terlihat Raka keluar dengan wajah bantal nya.


Dinda menatap heran kearah anaknya yang terlihat berbeda dari sebelumnya,sebab kali ini kulitnya sangat gelap dan seperti ornag yang tidak tahu mengurus diri sendiri.


"Kamu menikmati sekali ya liburan nya?" Tanya Dinda antusias tapi mencari seseorang yang mungkin sedang tidur atau berada di belakang Raka.


Raka yang melihat fokus Mama nya kearah lain membuat dirinya menjadi heran,tapi yang ia pikirkan itu hal yang lain.


"Mama cari oleh oleh?" Tanya Raka memastikan.

__ADS_1


"Ishhh Mama cari menantu Mama dimana sekarang?" Tanya Dinda sambil bersungut.


Raka mendesah kasar karena Mama nya tidak pernah peduli dengan keadaan nya atau menanyakan hal lain apapun itu,agar pria itu sadar jika sebenarnya dirinya sangat di cemaskan karena menghilang selama beberapa minggu.


"Mah,bisa tidak jangan pedulikan dengan orang yang benar benar tidak bisa didapatkan? Apa Mama tidak bisa perhatian sedikit pun padaku yang selama ini menghilang dan tidak memberikan kabar,apa sedikit rasa cemas pun tidak?" Tanya Raka yang tidak tahu harus berbicara apa lagi.


"Mama tanya dimana menantu Mama,ngapain juga mencari tahu tentang kamu yang sudah ada di depan mata?" Tanya Dinda ketus..


"Mama aku capek bisakah kalian keluar dulu biarkan aku istirahat sejenak,daripada mencari sesuatu yang jelas jelas tidak ada!" Raka benar benar sedang tidak ingin berdebat dengan sang Mama yang tidak pernah mengerti.


"Pokoknya kamu harus bilang dulu dimana Alika baru Mama pergi,atau dia sudah ada dirumah nya sekarang ini?" Tanya Dinda lagi dengan wajah yang penuh penasaran.


Raka menghela nafasnya kasar dari dulu sampai sekarang tidak ada yang mengerti dengan nya,padahal dirinya hanyalah satu satunya anak di rumah itu tapi soal kasih sayang itu merupakan hal yang sangat tidak masuk akal.


"Tidak ada calon menantu apalagi Menantu! Jangan bertanya hal yang aneh aneh atau hanya membuat aku pusing,silahkan kembalikan semua barang barang aneh yang ada di rumah ini karena aku tidak punya uang untuk membayar! Bukan kah semua Credit Card punyaku kalian sudah ambil,belum lagi semua uang yang dalam brankas juga sudah ludes?" Tanya Raka kesal dan memilih masuk kedalam kamar dari pada melihat wajah Mamanya yang tidak ada rasa kasihan pada dirinya walau secuil saja.


Raka menatap tak percaya kearah Mama nya yang masih sempat hitung hitungan dengan dirinya,padahal apapun miliknya selama ini sudah ia berikan bahkan tanpa sisa..


"Maksud Mama,apa yang aku kasih selama ini masih kurang ? Dan apa yang Mama ambil juga masih kurang,menurut Mama biarpun aku kasih ginjal buat jual terus uangnya nanti buat pakai Mama belanja sepuas hati maka itu baru bisa di bilang lebih ?" Tanya Raka memastikan.


Dinda bukan nya paham tapi malah menatap tajam kearah putranya itu,karena sudah mengatakan hal yang sangat tidak masuk akal.


"Kamu kalau bicara itu bisa tidak yang sedikit masuk akal,jangan asal saja? Memangnya menurut kamu sudah berapa milyar uang yang kamu kasih sampai Mama harus terima kasih,percuma ada anak kalau disuruh mencari menantu dari keluarga yang kaya raya juga tidak bisa?" Oceh Dinda kesal.


"Mama pikir dengan memaksakan istri orang untuk menjadi istri kita itu adalah perkara mudah,Mama tahu tidak karena ini semua aku sampai di kucilkan dipulau yang tidak ada penghuninya. Dan lebih parahnya lagi semua nya primitif tidak bisa di ajak kerja sama,apa Mama pikir tampang aku sekarang ini karena menikmati liburan bukan karena bekerja hanya agar bisa hidup?" Tanya Raka tak habis pikir dengan sikap Mama nya itu.


Jika Dinda memang adalah Ibu yang bertanggung jawab untuk anak anaknya,pasti bakal langsung cemas mendengar apa yang dikatakan oleh Raka.

__ADS_1


Namun wanita itu sangat berbeda karena menurutnya untuk apa mencemaskan seseorang yang padahal sedang berdiri segar bugar dihadapan nya,dan juga tidak ada cedera berat yang butuh penanganan.


"Kamu itu jangan berlebihan deh! Memang nya kamu pikir Mama punya waktu untuk memikirkan semuanya,ingat ya banyak angsuran yang harus di bayar bukan hanya merasa cemas dengan sesuatu yang tidak penting!" Sarkas Dinda.


"Yang mau hidup mewah modal membohongi orang kan kalian,jadi untuk apa aku yang repot? Karena semua barang barang yang kalian beli itu sangat tidak masuk akal,hanya merusak suasana dan juga tidak berguna sama sekali." Raka akhirnya mengatakan hal yang sudah ia pikirkan dari tadi.


"Eh itu asal kamu tahu saja ya,Mama sedang mengikuti trend wanita Papan atas! Jadi kamu itu tugasnya hanyalah membuat Mama tidak malu,karena masa pemilik Travel tapi membiarkan Mama nya me jadi wanita gembel?" Tanya Dinda tak terima.


"Mama kedudukan seseorang itu tidak harus memiliki harta yang banyak baru bisa di hargai,tetapi dirinya bakal di hargai jika juga menghormati orang lain dan memiliki sikap yang tidak pernah membeda bedakan status sosial seseorang. Bukan seperti kalian yang hanya suka menghina orang lain karena mereka berbeda,padahal sebenarnya kalian itu tidak ada bedanya hanya modal ngomong doang!" Sinis Raka.


Riki merasa jika anak dan istrinya itu sudah mulai menyatakan hal yang saling menyakiti,membuat dirinya yang dari tadi tidak dianggap memilih untuk mencegah mereka.


"Kalian bisa diam tidak,kenapa malah berdebat sesuatu hal yang tidak penting?" Tanya Riki heran dengan gaya pemikiran semua orang yang lebih mementingkan ego di bandingkan kata kata yang halus agar semua orang bisa paham.


"Papa yang harusnya diam! Karena Papa itu suami yang tidak berguna sampai akhirnya Mama harus menjadi gembel seperti ini,coba kalau Papa itu punya harta yang banyak pasti bisa membeli dunia sekalian!" Ketus Dinda.


Terkadang orang yang sudah terbiasa bersaing dengan sekitar dan memamerkan gaya hidup yang lebih dari segala galanya,tidak pernah ingin di anggap remeh dan dikira tidak punya apa apa.


Padahal harta itu hanya sementara tidak ada yang abadi sejatinya hanya titipan semata,maka dari itu jangan. pernah sesali apa yang engkau punya sekarang.


Pasti besok lusa Tuhan alam memberikan yang lebih tanpa engkau minta atau sadari,sebab rencananya itu nyata dan tidak terselami..


Jangan mengeluh sayang seharusnya bersyukur masih bisa di beri nafas kehidupan secara cuma cuma,diberi kaki dan tangan yang masih bisa dipakai untuk melakukan sesuatu.


Sebelum apa yang kamu punya diambil darimu dan digantikan dengan tangis dan kesedihan yang tak terperihkan.


Raka yang melihat Papanya sudah turun tangan memilih menghindar,daripada nanti dirinya yang menjadi anak durhaka karena membangkang apa yang mereka katakan.

__ADS_1


"Jika kartu kredit ku yang kalian pakai,silahkan kembalikan barang barang yang diambil karena aku tidak punya apapun untuk membayar. Semangat hidupku sudah sirna apalagi untuk bekerja,tapi tolong cincin yang ingin aku berikan kepada Alika jangan sekali kali kalian mengambil apalagi menjualnya!" pinta Raka dengan wajah yang begitu tertekan sebab masalah yang ia hadapi bukan hal yang main main.


__ADS_2