MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 73


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


"Kamu kenapa,apa tidak kehabisan nafas kalau kamu berbuat seperti itu terus?" Tanya Ana penasaran ketika melihat Alan membenamkan wajahnya di bawah bantal.


"Aku bakal angkat Wajahku kalau kamu mau membantuku,soal nya ini terasa sangat menyiksaku hingga nafasku pun rasanya tidak ingin keluar!" Pinta Alan dengan suara yang terdengar serak.


"Memangnya kamu mau meminta bantuan apa,kalau bisa pasti bakal kulakukan?Tapi kalau di luar kuasaku,ya kita pergi ahlinya saja supaya masalahnya jadi beres!" Perkataan Ana tanpa beban itu membuat Alan langsung berteriak histeris karena gemas.


"Anaaaa,kamu kalau ngomong tuh dipikir dulu dong?Masa suruh aku untuk di bantu orang lain,kamu mau lihat pertolongan apa yang aku inginkan?" Kesal Alan lalu kembalikan posisi tubuhnya hingga telentang lalu menarik tangan Ana agar memegang aset berharganya.


Blush


Wajah Ana memerah karena malu dengan apa yang di lakukan Alan,sungguh sesuatu itu besar dan kerasnya sama seperti tongkat kayu.


"Ya Ampun tanganku ternodai dan sudah tidak perawan lagi!" Batin Ana dengan hati yang tidak karuan.


"Tolong aku,ya ya pasti kamu paham harus bagaimana ?" Pinta Alan dengan matanya yang terpejam.


"Aku aku harus gimana?" ya iyalah Ana masih Awam kalau urusan beginian.


"Apa perlu kamu tonton Video tutorial biar tahu bagaimana cara melakukannya,memangnya kamu belum pernah sama sekali?" Tanya Alan dengan suara yang terdengar bergetar.


"Aku masih perawan mana paham begituan,lagian punya pacar saja tidak kenapa kamu malah bicara aneh seperti itu?" Ketus Ana membuat Alan tambah semangat dan mengangkat tubuh mungil Ana agar duduk di pangkuannya.


Ana merasa ada yang mengganjal dibagian bokongnya,membuat wajahnya memerah karena malu.


Alan mengusap pelan pipi Ana yang mulus itu,sambil menatap sendu kearahnya.


"Maafin aku ya kalau dari kemarin sudah membuat kamu marah dan tersinggung,aku sungguh menyesal.Kamu mau kan memaafkan aku,karena hanya itu yang aku butuhkan sekarang ini?" Tanya Alan sendu.


Ana bagaikan terhipnotis dan hanya bisa menganggukan kepalanya menurut,setelah itu Alan mendekatkan kepalanya mewabah Ana dan mengecup bibir merahnya yang dari tadi sudah menggoda minta di habisi.


Cup


Netra Ana membuat sempurna ketika mendapat gerakan refleks dari Alan yang tiba tiba itu,ia pun menundukan kepalanya sambil mencoba menahan malunya.


Alan mengangkat dagu Ana agar menatapnya,Tapi Ana menggelengkan kepalanya karena menolak.

__ADS_1


"Maaf aku mau ke kamar mandi!" Ujar Ana yang tidak mau menatap Alan sama sekali.


Alan merasakan ada yang lain dengan suara Ana,dirinya tahu betapa kuat dan tegar wanita yang berada di atas nya itu.


Akan tetapi kali ini entah kenapa terlihat begitu rapuh,dan Alan sangat tidak menyukai itu.


"Kamu kenapa?" Tanya Alan yang memegang kedua pipi Ana.


Ana menatap kearah Alan dengan ekspresi wajahnya yang datar,ia tak ingin terlihat lemah di hadapan Alan.


"Aku bukan pelarian kamu dan juga pelampiasan yang sekali kali bisa kamu pakai sesuka hati,aku bakal pergi dari hadapanmu sekarang juga agar kamu tidak perlu kembali ke negara ini!" Ucapan Ana yang terdengar sendu tapi begitu menusuk bagi Alan.


"Bisa kamu jelaskan dengan maksud perkataan kamu yang begitu aneh tadi?" Tanya Alan dengan nafas yang naik turun.


Gejolak yang dirasakan dalam beberapa menit yang lalu menguap pergi begitu saja, pria itu bahkan kini terlihat sangat frustasi akibat dari penolakan yang dilakukan Ana padanya.


" Memangnya menurut kamu Hal apa yang harus aku Jelaskan kepada kamu supaya kamu bisa paham, apa yang harus mengatakan hal yang sama secara berulang-ulang kali?" tanya Ana yang kali ini terlihat ingin sekali menangis.


" aku salah apa sih sama kamu, selama aku balik ke sini tidak pernah kamu memperlakukan aku seperti dulu lagi? aku mana paham jika kesalahan ku tidak pernah kamu katakan agar aku memperbaikinya, kalau kamu selalu bungkam dan memilih untuk tidak ingin membicarakan hal seperti ini?" tanya Alan penasaran.


Ana hanya bisa menghela nafasnya kasar ternyata memang benar selama ini Alan tidak pernah peka dengan perasaannya sama sekali, kalau sudah begini toh Apa yang ia lakukan pun Percuma saja Tidak ada hasil ataupun dampak yang menuju ke arah yang lebih baik.


" Maksud kamu bicara seperti itu apa tadi, kamu anggap aku ini apa patung begitu? yang tidak usah dipedulikan lama sekali kehadirannya ataupun perasaannya, aku ini manusia yang butuh sekali perhatian dan kasih sayang dari kamu bukan dari siapa-siapa? kalau kamu seperti ini terus aku harus gimana Ana, biar kamu paham kalau aku butuh kamu sekarang?" Lirih Alan frustasi karena Ana yang seolah tak peduli dengan perasaan pria itu sama sekali.


" wow akting Kamu keren, aku tadi sampai kepikiran Jika kamu itu lagi serius loh? tapi ternyata oh ternyata, kamu itu itu sedang mengejekku dan sialnya Aku percaya begitu saja! " ujar Anna Sambil tertawa membuat Alan menatap heran ke arah wanita yang berada di hadapannya kini .


" sudah ngomong ngelantur nya tadi, sekarang giliran aku untuk ngomong jangan coba-coba kamu membantah atau memotongnya sedikitpun! " Alan mengatakan hal itu dengan tatapannya serius ke arah Ana membuat wanita itu tak berkutik lagi.


" apa yang menjadi dasar kamu ngomong kalau aku hanya menjadikan kamu itu pelampiasan saja, Apa kamu pernah melihat kebiasaan akun menghancurkan anak gadisnya orang? apa kamu juga pernah lihat kalau aku meninggalkan seorang wanita begitu saja dan menjadi seorang Don Juan begitu, aku memang suka dengan yang namanya Alika mariano tapi aku juga sadar kalau cinta itu tak mesti memiliki! Sebenarnya kamu sebagai sahabatku setidaknya memahami perasaanku itu, dan mencoba menghiburku agar tidak terlalu berlarut-larut dalam kebodohan yang aku rasakan selama beberapa tahun terakhir ini?" penjelasan Alan itu bukannya membuat Ana tambah lega malahan wanita itu bertambah frustasi.


" perkataan mana yang jangan aku potong ataupun aku bantah sedikitpun, jika hasil akhir sama saja dengan apa yang kukatakan tadi? kamu cara bicaranya terus pasti begitu aku merasa percuma untuk berada di sini, hasil akhirnya kamu bakalan pulangkan ke negara kamu? Sudahlah tolong lepaskan aku kali ini karena aku ingin melakukan hal yang ada kegunaannya untuk aku kedepannya, bukan hanya asal ikut permintaan kamu yang konyol itu terus nanti kalau masa depanku rusak Siapa yang mau tanggung jawab?" sepertinya perdebatan keduanya tidak akan ada habisnya jika satupun tidak ada yang mengalah.


" Kamu sudah sampai keluar dari pintu ini maka bisa dipastikan hari ini juga aku bakalan menghamili kamu, jangan kamu pikir aku suka bercanda yang tidak berani melakukan yang tidak mungkin Kepada kamu?" ancam Alan yang tidak dipedulikan sama sekali oleh Ana.


tanpa banyak bicara Ana bangun dari pangkuannya Alan dan hendak menuju ke depan pintu, akan tetapi Alan dengan cepat mencegahnya lalu tanpa permisi membuka pembungkus tubuhnya yang terakhir dihadapan Ana tanpa malu.


Wajah Ana memerah karena malu, seumur hidupnya baru kali ini ia melihat aset berharga milik pria dewasa yang tidak pernah dirinya bayangkan selama sekali.


netra Ana membulat sempurna ketika tanpa malu Alan mendekati tubuh Ana dan memeluknya erat, pria itu terlihat sangat tersiksa sampai rela menurunkan harga dirinya dan egonya tepat dihadapan Ana.


" kamu itu sudah gila atau apa kenapa sampai kamu susah hancur dan separah ini sikap kamu, dimana rasa malu kamu sampai melakukan ini semua? kisah ini bukan siapa-siapa hanya sebatas teman saja dan itu pun tidak lebih, tapi kok bisa ya kamu melakukan hal seperti ini? ini sama saja dengan melecehkan Harga Diriku, aku mohon tolong pakai pakaian mau kembali dan kita pulang dari sini." ujar Ana sambil memeluk erat tubuh lah dari tadi terlihat bergetar.

__ADS_1


" Maafkan Aku, aku bingung harus bagaimana biar kamu tetap di sisiku? Aku sudah kehilangan Alika, Demi Tuhan jika kehilangan kamu lagi lebih baik aku mati. aku rela melakukan semua ini agar kita tetap bersama agar kita tetap bersatu, aku mohon padamu terima aku apa pun kekuranganku karena jika aku janji bakalan memperbaiki semuanya!" lirih Alan membuat Ana refleks membuka gaun yang ia pakai.


jika Alan sedang mempermalukan dirinya sendiri karena pun ikut melakukan hal itu agar keduanya sama-sama impas, ia masih punya akal sehat atau tidak yang penting tidak ada harga diri yang tersakiti untuk sekarang ini.


" Ana kamu.....


" aku nggak papa kok kamu tenang saja jadi di apa yang harus bantu biar tuh utun bisa tidur tenang, soalnya biaya berdirinya itu sungguh menggelitik tahu tidak?" goda Ana yang membuat Alan hanya bisa tersenyum dengan wajahnya yang memerah.


" Memangnya menurut kamu kita bisa melakukan apa dengan masih tersisa kacamata sama kain segitiga di tubuhmu itu, kalau aku sih maunya langsung plong jebolin kamu tapi kayaknya kamu tidak ikhlas deh!" Ana hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" Ya iyalah aku tidak bakalan ikhlas orang kita saja nggak punya hubungan apa-apa, kalau hanya foreplay kayaknya boleh deh Tapi kalau lebih dari itu sepertinya susah!" ledek Ana membuat Alan mendengus kesal karena menyadari kebodohan yang telah ia lakukan dari tadi.


" Astaga Alan Kamu kenapa sebodoh ini ya, masa iya kamu tahu bahwa kamu menyukai dia tapi malah membahas orang lain? kalau seperti begini terus sama saja bohong, dia bakalan menjauh lagi seperti biasanya!" batin Alan frustasi.


" Ya sudah kalau kamu nggak mau pergi mandi air dingin sana saja biar cepat tidur tongkatnya, aku juga tidak ingin melakukan sesuatu yang berakhir dengan dosa besar!" setelah mengatakan hal itu Ana pun kembali mengangkat gaunnya yang teronggok di bawah lantai tapi dicegah oleh Alan.


Alan menggelengkan kepalanya melihat Apa yang dilakukan oleh Ana barusan dirinya tidak ikhlas jika Maha karya Tuhan itu kembali ditutup, terserah juga disebut dosa karena apapun yang ada bahkan harus dinikmati.


" aku tidak mengizinkan Kamu memakai kembali benda sialan ini, karena gara-gara dia aku tidak bisa melihat apa yang terbungkus di dalamnya! pokoknya setelah si utun tidur baru kamu bisa memakainya, Terserah kamu mau menidurkannya dengan cara apa yang penting intinya tolong aku sekarang juga!" perkataan alam itu terdengar seperti sebuah perintah yang memaksa untuk harus diikuti tanpa dibantah sama sekali.


" kamu kalau cara memberikan permintaan yang seperti itu maka jangan harap bakalan dipenuhi sama orang, setidaknya ketika memerlukan bantuan seseorang ada kata-kata yang lebih manis ataupun memelas yang bisa membuat orang itu merasa kasihan!" Sindir Ana membuat Alan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


dengan perlahan pria tampan itu memajukan wajahnya dan meraup habis bibir mungil yang dari tadi menantang untuk dirinya, Ana pun mengikuti ritme permainan yang dilakukan oleh Alan pada benda kenyal miliknya itu.


bahkan lebih parahnya lagi tangan Alan tidak pernah tinggal diam, pria itu bahkan sudah membuka pengait bra milik Ana itu hingga benda itu pun sudah berada di tempat yang bagian manapun Ana sudah tidak tahu sama sekali.


" wow it's amazing, you are so beautiful and I like that!" Alan membuat wajah Ana tersipu malu.


Ana melingkarkan kedua tangannya di area dadanya itu agar Alan tak menatapnya secara Intens begitu, karena biar Bagaimanapun rasa malu masih ada didalam dirinya kini sebab ini sangat asin baginya.


" Kenapa kamu menutupinya seperti itu Aku kan ingin melihatnya, ingat ya mulai dari saat ini semua yang menjadi kepunyaan Kamu adalah kepunyaannya aku juga dan begitu juga sebaliknya apa yang itunya merupakan miliknya kamu juga!" perkataan Alan itu membuat Ana tanpa bingung Emangnya atas dasar apa pria itu percaya diri sekali mengatakan hal yang tidak tidak jelas seperti itu?


keduanya pun memulai melakukan sesuatu yang hanya diketahui oleh orang dewasa, hanya saja tidak sampai terlalu melanggar batas karena biar bagaimanapun sesuatu yang belum sah dimata Tuhan itu sangat dilarang karena jatuhnya sudah melanggar aturan dalam masyarakat.


Alan bahkan meninggalkan begitu banyak kiss mark di tubuhnya Ana, apalagi mendengar suara wanita itu mendesah membuat pria itu bertambah gila.


Alan membopong tubuh Ana agar ikut bersamanya ke atas ranjang, setelah ia menidurkan tubuh Ana diatas kasur langsung mengangkat kaki wanita itu tinggi tinggi menyusupkan kepalanya di tengah-tengah kedua kaki Ana lalu bermain-main disana menggunakan mulut dan lidahnya.


Ana bagaikan orang kesurupan Karena rasa nikmat yang baru pertama kali dirasakannya, dan itu semua tidak pernah ia duga akan mendapatkannya dari Alan.


" Oh my God,Im going crazy because off all!" Desah Ana yang sangat tidak bisa berpikir dengan jernih lagi.

__ADS_1


__ADS_2