MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 38


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


malam harinya di kediaman Mariano, sang Nyonya rumah disibukan dengan menyiapkan segala macam jamuan untuk tamu yang akan datang nantinya.


dirinya terlihat begitu antusias maklumlah Siapa yang tidak senang ketika anak gadisnya yang sebiji semua akan dilamar, Bahkan sang pelamar tidak tanggung-tanggung merupakan orang paling terkaya di negara ini.


Apa yang dilakukan sang istri tak luput dari pengamatan Dika suaminya, dirinya ikut bahagia ketika melihat sang istri juga bahagia.


" kamu hari ini Kok kelihatannya senang sekali sih sayang?" tanya Dika basa-basi.


" Iyalah papa, Siapa yang tidak senang ketika mendengar anak gadisnya sold out! Mama itu rasanya kaya ketiban Durian Runtuh deh, yang tidak terduga dalam hidupku Akhirnya Datang Juga!" Alice mengucapkan hal itu dengan begitu sumringah yang tanpa sadar jika Alika Tengah menatap kesal ke arahnya.


" Ih mama mah tega bukannya kasihan lihat anak gadisnya pergi dari rumah, ini malah disyukuri sepanjang waktu aku sedih tahu tidak?" Ketus Alika kesal.


Alice menatap heran ke arah putrinya yang sedang menjadi drama Queen itu, Memangnya orang tua mana yang tidak bahagia melihat anaknya tidak melekat lagi stempel perawan tua?


" Oh jadi menurut kamu kata-kata perawan tua itu cocok ke kamu terus mama harus tertawa bahagia begitu, hehe bocah bukannya mama itu tidak kasihan ataupun sayang sama hanya saja berumah tangga itu harus. daripada pacar nya tidak jelas kayak kamu itu, untung juga belum jebol kalau tidak suami kamu pasti bakalan menceraikan kamu pada saat malam pertama!" sungut Alice membuat Alika bertambah kesal.


" Mama ih kok gitu sih, Biar Begini anakmu tahu bawa diri lo saat pacaran! lagian itu juga sudah berlalu tidak perlu diungkit-ungkit lagi, jadi jangan bahas hal yang aneh-aneh deh aku jadi nggak mood lah!" sungut Alika sambil menghentakkan kakinya ia berjalan kearah kamarnya dan tak ingin menatap kearah mamanya yang sedang tertawa itu.


" tertawalah sepuasnya Mamaku sayang sebelum tertawa itu dilarang, ejek Terus anakmu ini Bila perlu kau banting harga dirinya ke bawah tanah Aku mah nggak papa!" sinis Alika membuat Dika hanya bisa terdiam sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan absurd sang istri dan putrinya itu.


" Ma, Sudahlah jangan Kau Goda Terus anakmu itu dia kelihatannya kayaknya marah Beneran deh! ingat loh gimana tabiat putrimu itu, jangan sampai nanti malam dia bakalan permalukan kita di depan calon besan!" perkataan Dika barusan sukses membuat Alice seketika bungkam.


" ih papa nih kok malah bahas yang aneh-aneh deh, jangan ngomong gituan dong Mama kan jadi merinding dengarnya." dibalik tingkahnya yang Barbar itu Alice sebenarnya sangat percaya dengan sesuatu itu yang berbau tahayul dan mitos.

__ADS_1


" nah tuh kan Lihat baru saja Papa bilang mama langsung merinding, apalagi kalau beneran terjadi mau taruh di mana harga diri kita mah?" tanya Dika gemas melihat wajah tak berdosa milik istrinya itu.


" Ya sudah kalau begitu Papa mau ngomong tuh sama anaknya itu yang kepala batunya yang ngalahin batu kali, Soalnya kalau Mama yang ngomong maka bisa dipastikan tidak ada yang mau ngalah!" sungut Alice karena mengingat sikap putrinya itu.


" Menurut mama kenapa dia sampai kepala batu model begitu, Setiap orang selalu berkata kalau buah itu jauh tidak pernah jatuh dari pohonnya?" tanya Dika yang membuat Alice sadar suaminya itu sedang menyindir dirinya secara halus.


" apa malam ini jatah bakalan hangus, karena mama tidak akan mau buka ************ buat papa!" sungut Alice segera pergi dari situ.


Sebenarnya tadi pas pulang dari kantor nya Alika, mamanya Daffa yaitu Mirna langsung menuju ke kediaman mariano untuk menyampaikan kabar gembira dan maksud tujuan mereka untuk datang nanti malam ke rumah itu.


ternyata memang Mirna tidak main-main dalam menjodohkan Alika dan Dafa putranya, buktinya baru dalam hitungan jam mengatakan maksud pada Alika eh tahu-tahu sudah langsung menuju ke rumah.


tidak peduli putranya mau menolak ataupun Alika tidak setuju, yang penting segala maksud dan tujuannya tercapai.


Bukankah cinta itu bisa datang dari belakang, kan Kalau lebih dulu di depan nanti akhir-akhirnya bisa bosan?


skip


" sabar dong mama, nanti juga dia pasti turun hanya mamanya saja yang tidak sabaran!" bujuk Dika pada istrinya itu.


" ih mana bisa gitu nanti penilaian keluarga Adrian gimana dong, nanti mereka bakalan ilfil deh Terus akhirnya anak gadis kita tidak jadi sold out!" sambung Alice lagi dengan wajah cemberut nya.


kalau sudah begini Dika mah bisa apa, paling cuma bakalan diam doang soalnya Nyonya rumah kalau sudah bertindak para penghuni lebih baik memilih diam agar aman.


ketika keduanya sedang mengobrol terdengar bunyi Deru mobil di depan, keduanya saling menatap dan memilih untuk menyambut tamu mereka.


" papa itu kayaknya calon besan kita datang deh, Papa sambut mereka deh mama urusin itu makhluk Tuhan yang paling menyebalkan!" setelah mengatakan hal itu pada suaminya Alice langsung menuju ke kamar yang berada di lantai atas.


Tok tok tok

__ADS_1


" Alika keluar dong Nak, tuh keluarga calon suami kamu sudah datang!" teriak Alice Dari pintu luar.


Alika mengerutkan keningnya calon suami dari Hongkong, pacaran saja tidak masa iya langsung disebut calon suami.


" Mama Salah orang kali, orang aku kapan punya calon suami? calon pacar saya masih otw, jadi jangan mengada-ngada deh lebih baik masuk kamar dan nonton drakor saja lebih guna!" sahut Alika yang tidak berniat untuk membuka pintu.


" kurang ajar orang tua Panggil bagus-bagus malah cari perkara, kamu buka pintunya sekarang atau Mama dobrak nih!" Alice kesal dengan kelakuan putrinya itu.


Ceklek


Alika membuka pintu namun dengan memasang tampang yang cemberut, dirinya masih berantakan penampilannya hanya menggunakan celana hotpants dan kaos oblong.


Alice membuka matanya lebar-lebar tak percaya dengan penampilan putrinya kini, kalau sampai Alika turun dengan menggunakan pakaian yang tidak betul satu itu maka dipastikan wanita itu bakalan jadi perawan tua.


dengan gerakan yang cepat Alice mendorong tubuh Alika masuk kembali ke dalam kamar, setelah itu ia Mengunci pintu dan berdiri bersedekap dengan sorot mata yang begitu tajam.


" Kamu kenapa masih hancur kayak begini, sebenarnya punya niat mau kawin atau tidak sih kamu ini? atau pengen jadi perawan tua tidak laku-laku, terus setiap harinya bikin Mama kepala sakit begitu?" tanya Alice yang tak kuasa menahan emosinya.


" mommy ini bukan jaman Siti Nurbaya yang pakai dijodohin atau dipaksa segala untuk menikah, tapi ini zaman yang modern anak mencari pasangannya sendiri tidak perlu bantuan orang tua. nanti kalau mama paksa aku nikah terus Pangeran Oppa Ji chang-wook kudatang, nanti dianya gimana dong masa iya harus patah hati?" perkataan Alika barusan membuat emosi Alice bertambah 10 kali lipat.


" Woy sadar Im Yoona lebih cantik daripada kamu, jadi Oppa Ji Chang Wook mana mau sama kamu? ngehalu nya boleh tapi jangan ketinggian karena jatuhnya nanti sakit loh, jadi lebih baik sekarang kamu siap diri terus ketemu sama jodoh masa depan kamu yang sudah ada di depan mata tidak perlu menunggu yang tidak pasti!" alis mendorong tubuh Alika agar segera masuk ke dalam kamar mandi.


" ingat mandinya tidak pakai lama, kalau bisa usahakan hanya Mandi bebek siram 3 gayung dan keluar. eh salah kan pakai shower jadi usahakan badan basah semua dan keluar tidak perlu pakai sabun, karena nanti tinggal ditempel pakai parfum kan Selesai masalah tuntas!" Alice mengatakan hal itu seolah putrinya itu sedang mengikuti kegiatan militer.


Alika menghentakkan kakinya di dalam kamar mandi Bagaimana tidak kesal masa mandi saja harus diatur, Kenapa tidak sekalian dikasih pakai baju sama diapers biar masalah tuntas.


" Mama ih Aku bukan anak kecil loh masa iya mandi juga disuruh segala, aku tuh udah besar jadi bisa tahu dong urus diri." Alika benar-benar dibuat kesel karena dari tadi Alice memarahi dirinya kayak anak kecil.


" nah itu tahu kalau kamu bukan anak kecil lagi, jadi Sudah saatnya dong buat kawin biar cepat dapat turunan agar Mama tidak kesepian!" perkataan Alice barusan membuat Alika bergidik ngeri.

__ADS_1


" etdah ni emak-emak terlaluan banget sih, masa iya sah saja belum sudah bicarakan hasilnya?" batin Alika frustasi.


__ADS_2