
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
" jangan memasang tampang jutek begitu dong, masa iya ketemu sama calon suami sendiri bawaannya Ketus melulu ?" Sindir Dafa membuat Alika benar-benar tersulut emosi.
" kamu kalau pagi-pagi datang ke sini untuk cari masalah lebih baik pulang sana jangan pernah muncul lagi, aku itu muak lihat muka kamu yang songong Bean menyebalkan ." kesal Alika lagi.
" Yah kenapa aku salah, kalau maksudnya baik sekedar menyapa calon istriku?" tanya Daffa tanpa dosa.
Alika memilih masuk ke dalam kantornya sambil menghentakkan kakinya karena emosi, Persetan dengan segala tatapan karyawannya yang merasa heran dengan tingkah bosnya.
" pagi ibu," sapa para karyawan itu ketika menjumpai Bos mereka.
__ADS_1
" Ingat jangan berbicara denganku Aku sedang tidak mood untuk membahas segala sesuatu, jadi hari ini tolong off-kan semua jadwal yang sudah ku tanda tangan!" perintah Alika tegas tak ingin dibantah.
sedangkan Devon hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ternyata kedatangannya pagi ini benar-benar membawa sukacita karena di rumah tertawa begitu lepas.
" Deka Coba kamu lihat wajah cantiknya calon istriku kalau lagi cemberut, sungguh sangat menggemaskan Tapi ingat jangan coba-coba kamu yang memujinya bakalan kuhajar kamu sampai keok!" ancam Daffa membuat Deka mengerutkan keningnya karena heran.
" Tuan Sebenarnya anda hanya salah paham saja, saya mana mau memuji sesuatu yang bukan menjadi hak milik saya. " ujar Deka sambil tersenyum,
" Baguslah kalau begitu biar saya tidak ingin ada namanya musuh dalam selimut, yang sukanya mencari Kesempatan Dalam kesempitan sehingga berakibat fatal!" Sindir Dafa lagi yang langkahnya sudah sedikit dipercepat agar sama-sama naik lift dengan Alika.
" Hei kamu itu ke sana dong kenapa harus di sini terus hobinya nempel kayak ulat bulu, aku kan butuh ketenangan tidak ingin ada yang namanya pengganggu berkeliaran di sekitarku! " Sindir Alika tapi tak dihiraukan sama sekali oleh Daffa.
karena merasa diabaikan udah memilih untuk naik tangga sampai lantai 15, karena dirinya tidak ingin menjadi obat nyamuk di antara para pria dan wanita yang sedang Kasmaran itu.
" Lebih baik aku capek badan daripada capek hati melihat Sikap mereka yang tidak ada santunnya sama sekali, masa iya aku segede begini mereka tidak sadar yang kehadiranku sama sekali Emangnya aku manusia transparan apa, " Ketus Deka namun tetap tak mengurungkan niatnya untuk menaiki tangga.
__ADS_1
nasibmu Mas Deka sungguh sangat, Bagaimana tidak ketika sudah disiapkan segala sesuatu untuk memudahkan kita dia malah memilih sesuatu yang menyulitkan dirinya.
" You can do it Deka, karena harga diri itu lebih penting. masa iya kamu ikhlas dipermainkan oleh Bos kamu yang tidak ada hati sama sekali itu?" sungut Deka pelan.
kini hanya Daffa dan Alika ada di dalam di dalam lift, nampak hanya keheningan diantara kedua manusia itu tidak ada yang membuka percakapan sama sekali.
Lagian manusia yang permusuhannya bagaikan Tom and Jerry, terlihat sama-sama tidak mau saling menurunkan ego masing-masing entah nanti apa jadinya jika sudah menikah.
Ehem ehem
Daffa berdehem membuat Alika menatap heran ke arah, dirinya yakin ada yang tidak beres dengan pria yang berada di sampingnya sekarang.
" ini ruangan kok sepi amat ya?" tanya Dafa pelan padahal sengaja ingin mengajak Alika berbicara.
" Ya iyalah sepi orang di dalamnya tidak ngomong kok, lagian aku masih waras masa iya ngomong sama orang yang gila!" sungut Alika Ketus.
__ADS_1