
" kalian yakin pernikahan ini tidak pakai acara resepsi segala, terus harta yang sebanyak itu digunakan untuk apa jika untuk bersenang-senang pun kalian tidak mau?" tanya Alice sesaat setelah Janji Suci pernikahan Daffa dan Alika itu selesai digelar.
" Bukannya tidak mau, hanya saja kami ingin menundanya terlebih dahulu sampai nanti ada kabar baik dulu biar dapat momen yang pas untuk disampaikan kepada semua orang!" jelas Daffa sambil menatap kearah wanita yang baru beberapa jam lalu menjadi istrinya itu.
" ya tidak bisa begitu juga kan, setidaknya tolong di hargai surat undangan yang sudah kami sebarkan? lagian kami sekali-sekali ingin ngebales perbuatan orang lain lah, masa selama ini kami yang diundang terus mereka nya tidak dapat undangan balas dari kami!" jelas Mirna dan disetujui oleh Alice..
" kan Yang Pergi undangan itu kalian bukan kami, Jadi sekarang karena acaranya kami suka-suka dong mau ngapain aja? lagian kalau sampai mereka membicarakan hal itu, Artinya mereka tidak ikhlas dalam menjamu orang ya sama saja bohong!" Daffa mengatakan hal itu karena ingin keputusannya dianggap final.
" kamu menikahi anaknya saya kan, jadi otomatis peraturan saya juga yang harus kamu ikuti! ingat saya tidak pernah ingin dibantah sedikitpun, Begitu juga dengan kamu pasti tidak ingin dibantah oleh siapapun juga?" kali ini Dika memilih untuk mengemukakan pendapat jika tidak maka bisa dipastikan perdebatan bakalan berlanjut sampai besok pagi.
" tapi Pah!" kata-kata Daffa mengambang begitu saja di atas udara karena wajah Dika yang sama tidak ingin dibantah itu.
" Menurut kamu gimana, apapun keputusan kamu aku pasti bakalan terima? karena Biar bagaimanapun kamu itu sekarang istriku, jadi segala sesuatu harus mendengar keputusan kamu juga? kamu tenang saja sayang, aku pasti mendukung kok apapun yang kamu katakan!" Daffa terlihat begitu romantis dan menghargai keberadaan Alika.
"cie ada yang udah berani panggil sayang nih, kita yang udah tua nih mah bisa apa? benar tidak biasa menurut kamu mereka kayak gimana, sudah terlihat belum bucin akut nya? " tanya Mirna kepada Alice sambil tersenyum menggoda kearah Daffa dan Alika.
" Mama ngomong apaan sih, Kenapa semakin tua semakin aneh? lagian wajar dong kalau aku Panggil istriku seperti itu, memangnya kalian mau aku panggil dia Empok Jamilah?" tanya Daffa membuat Alika menatap horror arahnya.
" Coba saja Kamu memanggilku seperti itu, bakalan ku ubah namamu menjadi si Toto! " sungut Alika tak mau kalah.
__ADS_1
Mirna dan Alice Saling pandang. ternyata mengatakan jika mereka adalah pasangan romantis, Sepertinya harus diralat kembali karena sungguh tak sesuai dengan kenyataan.
" Ya ampun besan Sepertinya kita salah sangka deh, soalnya belum apa-apa saja si Jamilah sama si Toto sudah muncul di permukaan! apalagi kalau sudah bertahun-tahun seperti kita, bisa dipastikan tukang somay tukang bakso dan tukang ataupun itu bakalan jadi panggilan mereka! " Alice mengatakan hal itu untuk meminta dukungan dari Mirna yang so pasti pasti bakalan ia dapatkan.
semua dalam ruangan itu hanya bisa menggelengkan kepala, menghadapi 1 wanita saja kepala mereka sudah pusing sekarang mampus apalagi sekarang sudah 2 bisa dipastikan mental.
" kalau kalian bahas hal yang tidak penting, sekarang pertanyaannya untuk hal yang penting itu dibahas nya kapan? Nanti deh kalau sudah selesai semua urusan, Kalian mau berduduk dan bergosip dari pagi sampai pagi pun terserah, hanya saja tidak sekarang ini!" Bey akhirnya mengeluarkan suara jika tidak maka bisa dipastikan istrinya itu bakalan ngalor ngidul arah tidak jelas.
Mirna hanya menyengir saja mendengar perkataan suaminya barusan, Memang begitulah kebiasaannya Ketika menemukan Teman ngobrol yang pas. bisa dipastikan dirinya bakalan lupa waktu dan juga lupa tempat, untung juga tadi bey mengingatkan Kalau tidak mau ya gitu deh.
" ya sudah kami bakalan mengadakan resepsi, tapi hanya keluarga dekat saja! nanti seperti kata Mas Daffa barusan, kalau sudah ada kabar gembira barulah resep secara besar-besaran kita lakukan!" Alika akhirnya mengeluarkan pendapatnya setelah mertuanya itu menghentikan segala ocehan kedua wanita paruh baya itu.
" nah begitu dong jawaban kali ini yang sangat Papa setuju." sahut Dika menimpali,
" untuk Belah Duren?" tanya Alice memastikan.
Mirna mendelik kesal kearah besan nya itu, belum apa-apa Sudah menyebut soal Belah Duren kalau nanti Dafa sama Alika beneran gagal paham dan melakukannya bisa berabe acara malam nanti.
" Ih kamu kalau ngomong sembarangan, yang bilang mereka mau belah duren itu siapa? lagian Kamu tahu kan gayanya orang kelaparan Habis belah duren, sudah kaya bebek kejepit terus wajahnya tidak sedap dipandang!" sinis Mirna membuat Alice akhirnya tersadar dengan mulutnya Yang kadang susah difilter itu.
__ADS_1
" Oh seperti itu ya, maaf soalnya gadisku kan udah perawan tua jadi pikirannya Aku hanya ingin dekat jodoh secepat mungkin!" sahut Alice dengan sengaja menyindir Alika membuat Ratu sehari itu memberengut kesal.
" Mamaku kalau ngomong suka aneh-aneh deh, masa baru 28 tahun dibilang perawan terus gimana ceritanya kalau yang sudah 30-an tapi belum juga soal? pasti bakalan dipanggil nenek tua, agar mulut julidnya kalian itu merasa puas?" sinis Alika kesal.
"sudah kamu sabar saja ya emang kebiasaan mereka dari sononya sudah seperti itu, jadi salat susu sampai di sini pun masih saja tetap aneh! " bujuk Dafa pada istrinya itu.
"Tadi siapa yang mengundang Raka untuk datang, soalnya Setahuku apa dia tidak tahu sama sekali soal hal ini?" tanya Dika memastikan.
" Mama tidak papa apalagi yang lainnya pasti lebih tidak lagi, Mungkinkah kamu Alika yang kasih tau ke dia untuk datang saat pemberkatan nikah Kalian tadi?" tanya Alice memastikan.
ketika pandangan semua orang tertuju padanya membuat Alika jadi kebingungan, ini tidak hujan tidak ada angin kenapa dirinya melatar tidur ya.
" Memangnya Apa keuntungan untuk aku kalau mau ngundang dia datang, bakalan Tunjukkan aku sudah bisa move on begitu?" tanya Alika kepada semua orang yang berada di situ.
" Jadi beneran kamu tidak ngomong, ataupun mengundang dia untuk datang? terus dia bisa tahu hal itu dari siapa coba, soalnya Berapa hari ini ini aku melihat dia keluyuran di depan rumah kita?" jelas Dika membuat semuanya hanya bisa menganggukan kepala.
" maaf semuanya jika mengganggu waktunya, aku hanya mau bilang kalau Raka itu sebenarnya aku yang mengundangnya. Aku ingin menunjukkan padanya bahwa sahabatku yang satu ini bisa cepat move on dari pria Kurang ajar seperti itu, tidak perlu menangis darah akan jika hal yang memang bukan milik kita bagaimanapun akan mempertahankannya pasti tetap akan diambil! Ana mengatakan hal itu tiba-tiba ketika baru muncul dari luar.
semua orang menoleh ke arah sumber suara karena begitu terkejut dengan apa yang terjadi, Ana yang biasa dikenal sebagai gadis yang cuek Kenapa mendadak otaknya bisa berpikir jernih itu?
__ADS_1
" kamu tadi ketemu sama malaikat Gabriel, kok bisa-bisanya otak kamu bisa mencerna segala sesuatu yang terjadi? seperti itu mah kamu keren banget, dan merupakan sahabatku yang paling ter COC." Alika tersenyum mengejek ke arah Ana yang memasang tatapan horor.
" Kamu itu manusia tidak terima kasih loh, setidaknya hargai perbuatan orang lain dengan kata-kata yang begitu? tapi kamu malah berbeda sama sekali, membuat aku sampai pe dulu waktu tante melahirkan kamu itu posisi Sungsang atau jungkir balik sebenarnya?" sinis Ana membuat semua orang di situ tidak tahu harus berkata apa lagi.