MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 66


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


suami istri itu Saling pandang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh satpam, ternyata Ana pergi ke rumahnya Alika.


" dia perginya tadi malam atau tadi pagi, soalnya saat masuk ke kamarnya orangnya udah kosong?" tanya Lia memastikan.


" tadi pagi sekali, soalnya rumah dalam keadaan sunyi masih jadi Mamang yakin Kalau semalam Non Ana tidak beristirahat dengan benar." perkataan satpam itu membuat Lia yang tadi sudah bersikap biasa saja kembali merasa cemas.


" ya sudah terima kasih Bang informasinya, kami masuk ke dalam!" pamit Andra sambil menggandeng tangan istrinya dan terlihat masih syok.


"Carinõ,estàs bien??


(Sayang,apa kamu baik baik saja)


" aku baik-baik saja kok kamu Jangan cemas ya, lagian kalau ada apa-apa antara mereka berdua Tidak ada salahnya kan toh mereka juga sudah dewasa!" sahut lihat sambil tersenyum.


" syukurlah kalau kamu punya pikiran bijak seperti itu, soal ya Papa saja bingung harus ngomong kayak gimana Kalau sudah seperti ini. hanya saja terkadang apa yang kita lihat itu tidak sesuai kenyataan, jadi lebih baik kita tanya dulu jangan sampai memang mereka tidur kamar yang sama tapi tempat yang terpisah. buktinya saat Ana Pergi Alan tidak tahu sama sekali, dianya saja masih molor begitu!" jelas Andra mencoba buat istrinya itu lebih berpikiran yang ke arah positif tidak usah mencurigai terlalu berlebihan.


" tapi Pah Kenapa hati kecil mama berkata seolah Ana yang sengaja menghindari Alan, kalau tidak masa iya dia langsung nyelonong pergi begitu saja meninggalkan alam sendirian yang nanti kalau Saat bangun pasti kelimpungan menghadapi kita!" jelas Lia mengemukakan pendapat yang dari tadi mengganggu pikirannya.


" nanti sajalah baru kita memikirkan hal itu, yang penting sekarang suruh Bibi menyiapkan sarapan setelah itu membangunkan Alan karena Biar bagaimanapun dia juga harus membantu persiapan pernikahannya Alika." ujar Andra mengingatkan istrinya itu yang masih saja terlihat memasang wajah yang penuh teka-teki.


" Ya sudah Papa lebih dulu ke kamar untuk mandi biar nanti mama yang kasih tahu Bibi untuk menyiapkan sarapan, papa nanti ke kantor kan atau hari ini libur dulu soalnya siang kita harus pergi ke pernikahannya Alika?" tanya Lia memastikan.


" sepertinya hari ini papa libur dulu mah, soalnya tidak enak hati kalau sampai terlambat ke sana. masa anak kita saja sudah pagi-pagi ke sana tapi orang tuanya malah telat, Nanti kata Dika sama Alice gimana?" Sahut Andra.


" Bibi tolong siapkan sarapan setelah itu pergi ke kamarnya Ana terus bangunkan Alan agar ikut sarapan, saya juga mau kembali ke kamar mandi!" perintah Lia membuat asisten rumah tangga itu menatap heran ke arahnya.


" Perasaan anaknya tuan sama Nyonya itu kan Non Ana terus dia kan cewek, kenapa bisa berubah jadi Alan ya?" gumam art itu penasaran.


Setelah selesai menyiapkan sarapan dan menyusunnya di atas meja, wanita paruh baya itu menuju ke kamar Ana sesuai dengan instruksi dari Lia tadi.


" Permisi Den, saya disuruh Nyonya dia untuk memanggil Aden sarapan!" Panggil Bibi Sumiati itu.

__ADS_1


Alan yang tengah tertidur dan mungkin bertemu dengan bidadari dari kayangan kali, tersentak kaget ketika tadi suara yang begitu menggoda berubah menjadi suara yang gemetar layaknya wanita paruh baya pada umumnya.


" Astaga kamu siapa, Kok bisa ada di sini?" tanya Alan penasaran.


Bibi Sumiati tersentak kaget juga, perasaan harusnya dirinya bertanya kepada Alan seperti itu kenapa sekarang jadi terbalik?


" Aden lupa atau gimana sih, ini Kan kamarnya Nona Ana ya Otomatis Bibi Boleh dong masuk ke sini? lagian yang mesti ditanyakan itu kenapa Aden yang bisa terdampar di sini, mana tadi sudah dilihat lagi sama tuan dan nyonya." sana turun ke bawah sarapan sekaligus tanggung jawab kalau ditanya yang aneh-aneh. karena tuan kamarnya saja hilang.Masa sisa tamunya doang, eh malah molor lagi tidak sadar sama waktu dan tempat!" Sindir Bibi Sumiati lalu segera keluar dari situ.


Alan menatap sekelilingnya dirinya baru sadar jika semalam dirinya tidur di kamarnya Ana, tapi pertanyaannya sekarang Ana ada dimana sampai tidak membangunkannya padahal Sekarang sudah pukul 8 pagi.


" Oh my God, gue bisa telat nih datang ke pernikahannya Alika. kok bisa-bisanya ya aku tidur sepulas ini, Padahal selama ini selalu susah kalau mau tidur atur dan akhirnya obat Tidurlah yang beraksi?" batin Alan heran.


"Tapi sepertinya aku ke bawah dulu deh tadi katanya Om sama Tante lagi nungguin, Alan oh Alan bersiap-siaplah untuk diinterogasi karena sudah sembarangan masuk ke kamar anak gadis orang!" Alan terlihat begitu frustasi takut nanti dibilang menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan yang ada.


Padahal sebenarnya iya juga sih karena dirinya semalam yang memaksa Ana untuk tidur bareng, lebih parahnya lagi dirinya juga merangkak tanpa malu naik ke atas ranjang gadis itu.


Setelah selesai mencuci muka di kamar mandinya Ana tanpa basa-basi Alan langsung turun ke bawah, terlihat Andra dan Lia sedang duduk menunggu nya.


Siap mental, Siap hati, Siap kuping dan juga siap Mulut buat ngomong. Karena dengan melihat wajah Andra dan Lia itu, ada tampang-tampang Tim Investigasi begitu tugasnya untuk bertanya-tanya sampai sedetail mungkin.


"Pagi Om, Pagi Tante Maaf telat, soalnya semalam...


Lagian semalam Apapun Yang Terjadi, bukan waktunya untuk membahas itu semua karena Biar bagaimanapun Makan itu penting agar kuat berdebat.


" kamu makan yang banyak biar kuat menjawab pertanyaan om dan tante sebentar, jangan coba-coba berkilah ataupun cari aman!" tegas Lia membuat Alan kesusahan menelan salivanya.


"Alamak anak mereka saja mulutnya sepedas itu apa lagi Emak sama bapaknya, ini namanya keluar kandang Cobra masuk ke kandang singa maju salah mundur pun lebih salah lagi! " batin Alan frustasi.


masakan Sumiati terlihat sangat menggugah selera tapi ketika dimakan saat sedang stres yang enak pun jadi hambar, begitulah yang dirasakan kan oleh Alan kini yang Bahkan kesusahan menelan makanan karena tatapan mematikan dari Lia.


" Ya ampun tante tatapannya itu loh aku sampai bergidik ngeri ini, bisa tidak tante senyum sedikit saja biar makananku bisa habis! " bujuk Alan yang mencoba menepis rasa takutnya dengan mengajak Lia bercanda.


Lia mengerutkan keningnya mendengar permintaan Alan barusan, Memangnya letak kesalahannya itu ada di mana perasaan ketika dirinya melihat Alan ekspresi wajahnya biasa saja tapi kenapa dibilang berlebihan?


" Kenapa kamu bicara seperti begitu tadi, Memangnya kamu pikir Tante nggak ada kerjaan hanya lihatin kamu saja? " tanya Lia sambil tersenyum mengejek.


" ya bukan seperti itu juga sih, tapi aku merasa sa tatapan Tante tadi itu menjadikan aku seolah tersangka utama yang harus di introgasi! ya makanya tadi aku minta ke tante untuk marahnya di-cancel dulu soalnya makanannya enggak bisa ditelepon seret di tenggorokan!" jelas Alan membuat Andra Tak bisa menahan tawanya.

__ADS_1


" Astaga Ma nanti anak orang kelaparan gimana, Terus kalau pingsan yang mau tanggung jawab siapa? lagian Biarkan saja dia makan dulu soal tanya jawabnya kan bisa di cancel, Papa juga lagi ingin menikmati suasana yang tenang tanpa ada perdebatan di meja makan!" ujar Andra.


mendengar perkataan suaminya itu membuat Lia tak bisa berbicara apa-apa lagi, karena memang ada benarnya sih jika makanan yang kita cari dengan mengeluarkan keringat harusnya dihargai ketika sudah mendapatkannya.


setelah selesai Andra mengajak Alan untuk ikut dengannya ke ruang keluarga, Karena ada hal yang ingin mereka tanya kan dia juga mereka bahas.


karena tidak baik membiarkan sebuah masalah itu berlarut-larut, jika pada akhirnya hanya ada satu pihak yang bakalan dirugikan.


" kamu pasti paham kan alasannya Om sama Tante panggil kamu ke sini, karena ini menyangkut apa yang tadi kami lihat di dalam kamarnya Ana? sebab selama ini sekalipun tidak pernah dia membawa lawan jenis ke dalam rumah apalagi ke dalam kamarnya, maka dari itu terasa begitu asing Ketika menemukan kamu orang pertama yang ada di situ. jelaskan kan hal itu tanpa ada yang dikurangkan ataupun dilebihkan, kami bukan tipe orang tua yang langsung mengambil keputusan tanpa bertanya lebih dulu!" perkataan seorang Andra yang begitu tegas hingga membuat nyali Alan sedikit menciut.


" etdah Kenapa nasib aku harus semalang ini sih, ini namanya sedang menghadap ke orang tua calon mertua tapi statusnya tidak jelas sama anaknya mereka!" desah Alan dalam hati.


" Jadi semalam Ana memang menyuruh saya untuk pulang, Hanya saja karena sangat kelelahan saya meminta dia untuk menginap di sini saja. Supaya besok pagi pagi kami bisa pergi ke rumahnya Alika, tapi karena katanya kamar semua tidak ada yang kosong saya memaksakan diri masuk ke kamarnya meskipun dia melarang. dan alhasil kami tidur di atas satu ranjang, Tapi sumpah demi Dewa Neptunus tidak ada terjadi apapun semalam itu hanya tidur saja. sedangkan Ana Pergi pagi-pagi pun saya tidak tahu, hal itu saya baru dengar dari bibi Ketika saya bertanya tadi." jelas Alan yang Diangguki oleh Andra dan Lia.


" tapi beneran kalian tidak ngapa-ngapain kan, Awas aja kalau segel anaknya Tante sudah rusak. kamu orang pertama yang bakalan tante cincang, setelah itu dagingnya di Sumbangkan ke kebun binatang!" tanya Lia lagi memastikan.


" Yaelah tante kalau beneran segelnya sudah saya buka ya pasti Ana tidak akan bisa berjalan, itu buktinya pagi-pagi sudah menghilang tanpa ada yang tahu sama sekali!" sungut Alan karena Lia masih saja meragukan dirinya.


" Ya sudah kami percaya sama kamu, tapi ingat Kejadian ini yang terakhir Jangan sampai terulang lagi! karena kejahatan itu terjadi jika ada kesempatan, maka sebelum hal itu terjadi kami harus mewaspadai lebih dahulu!" jelas Lia lagi Alan Hanya bisa pasrah karena tidak mungkin membantah sebab dari dulu sampai sekarang peraturannya tetap sama yang tua selalu benar.


" karena permasalahannya Sudah kelar, kamu pergi menyusul Ana ke rumahnya nya tuan Dika. Siapa tahu mereka butuh bantuan kamu untuk mempersiapkan acara nanti siang, bagian masak yang cewek sudah jalan yang cowok Hanya duduk saja menonton tanpa melakukan apapun. nanti besok lusa kamu menikah Jangan berharap kalau mereka berdua bakalan membantu, kamu tahu kan Bagaimana sikap sahabat kamu itu? " Alan hanya bisa pasrah mendengar perkataan Andra tadi memang benar tidak ada yang salah hanya saja hatinya yang sedang salah.


" Ya sudah om tante kalau begitu saya balik ke rumah dulu nanti baru tempat pernikahannya, soalnya nanti kalau terlalu lama kuping saya bisa lepas karena teriakan maut dari kedua wanita itu!" Alan mengatakan hal itu membuat Andra dan Lia hanya bisa tertawa karena memang semua orang sudah tahu bagaimana cempreng nya Putri mereka itu beserta dengan sahabatnya.


" itu mah dari ta kamu mau berteman sama mereka berdua Jadi kalau ada apa-apa resiko tanggung sendiri, kan selama ini yang bersahabat itu kalian bukan kami jadi apapun yang terjadi kami mah bodo amat!" ledek Lia membuat Alan hanya bisa menghela nafasnya kasar karena ternyata sifatnya Ana itu menurun 150% dari sang mama.


sesuai dengan perintah dari Andra dan istrinya, alasan memilih langsung ke kediamannya mariano. karena Biar bagaimanapun Alika itu sahabatnya jika memang mereka tidak bisa bersama sebagai pasangan maka biarlah status sahabat itu melekat sampai kekal abadi'


sedangkan Alika mendengus kesal karena ternyata menikah dengan tanpa persiapan dahulu sangat merepotkan, meskipun kata orang Sultan mah bebas tapi Bukankah Semua itu butuh proses dan proses itu juga harus melibatkan banyak orang.


" Kenapa kamu gelisah seperti itu, sudah sadar kamu dengan apa kesalahan yang telah kalian lakukan? Lagian Ngebet Kawin sih boleh tapi tidak sampai segini nya juga kali, tuh lihat papa kamu dari pagi kupingnya selalu nempel di ponsel untuk menghubungi ke laut dan ke darat. belum lagi Mama kamu yang kelimpungan Setengah Mati mengurus catering lah ini dan itu juga, Memang sih keluarga calon suami kamu juga turut ambil bagian hanya saja ribet nya itu loh yang kadang-kadang bikin akun greget dari tadi!" sungut Ana membuat Alika yang sedang mumet tambah dibuat mumet lagi'


" kamu bisa diam tidak? aku lagi pusing loh! Bukannya kamu kasih saran kata-kata apa gitu biar masalahnya cepat beres, Eh ini malah ceramahin aku terus kapan aku bisa berpikirnya dengan jernih? " sungut Alika membuat Ana ingin sekali tertawa.


" sayang sayang, sudah kamu lagi istirahat dalam kamar deh soalnya aku nggak mau kamu kelihatan stres saat pernikahan nanti. kebetulan tadi dikasih tahu sama tante Alice, kalau MUA sudah datang jadi kamu disuruh bergabung untuk merubah penampilan kamu menjadi ratu sehari!" goda Ana membuat Alika tersenyum'


" kamu nggak papa aku tinggal sendirian, atau kamu juga ikutan ke dalam deh biar jadi berat bridesmaids aku! kayaknya cocok banget deh siapa tahu bisa nyusul?" tawar Alika yang tak ingin sahabatnya itu kecapean.

__ADS_1


" wajah aku tanpa dipoles pun sudah kelihatan cantik, jadi lebih baik aku tetap ada disini supaya pekerjaan cepat selesai!"


__ADS_2