
Diana menatap tak percaya kearah Deka yang dengan tega nya mengatakan gal yang sangat menyakitkan telinga, padahal dirinya sebagai seorang wanita atau mati harus disayang dan diperhalus bahasanya agar tidak menyakiti hati terdalam.
" kamu itu kok jadi orang tega sekali, Memangnya letak kesalahan aku tuh di mana coba? lagian tadi kalau memang bos kamu itu memaksa terus kamu tidak menginginkannya Ya sudah tolak saja kan dihadapannya, tidak perlu sudah di tengah jalan seperti begini terus kamu marah-marah tidak jelas merasa tidak terima atau terpaksa? "tanya Diana tak terima dengan Deka yang selalu saja mengungkit hal yang tidak perlu diungkit.
Deka hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena sepertinya hidupnya tidak bakalan tenang lagi kedepannya, jika masih ada yang namanya Diana Pelangi berkeliaran di sekitarnya.
" ya makanya lain kali kamu yang harus menolak setiap Nyonya Bos mengatakan hal yang tidak diinginkan, Jangan hanya menyuruh ku saja sedangkan kamu hanya diam dan menikmati! " sungut Deka yang entah kenapa setiap kali berdekatan dengan Diana merasakan sesuatu yang sangat menyengsarakan hidupnya.
" kamu takut sama majikan kamu itu nanti kalau mereka bakalan marah-marah ke kamu, ya kamu saja tidak berani Apalagi aku yang notabennya orang lain tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka berdua? " ledek Diana sambil menatap sinis kearah Deka yang tidak peduli dengan kehadirannya sama sekali.
" Astaga kalian berdua nih kenapa sih dari tadi kok pada berdebat terus memangnya tidak capek, aku yang dengernya saja rasanya sengsara banget loh? awas aja kalian berdua kalau besok berubah jadi cinta, karena aku adalah orang pertama yang bakalan langsung menyeret kalian berdua ke KUA untuk segera menikahkan kalian!" ujar Arin yang merasa Jengah dengan sikap Diana dan dan Dika yang sudah seperti anak kecil.
" Kenapa Jadi kamu yang marah perasaan kalau kamu itu jadi orang yang pendiam Terdengar sangat menyejukkan, daripada nyerocos tidak jelas alhasil membuat aku jadi merasa bahwa diriku kehadirannya sudah tidak berarti lagi? " Diana Sendu karena dirinya menjadi wanita yang super bawel hanya karena ingin diperhatikan.
" Kamu kan tahu aku selalu bilang kalau kamu itu tidak boleh menjadi orang lain hanya untuk ingin mendapatkan perhatian seseorang, cukup menjadi diri sendiri segala sesuatu yang tidak mungkin bakalan menjadi mungkin dan kamu percaya kan setiap kata-kataku? " Arin Tahu betul Bagaimana sikap sahabatnya itu sehingga menjadi wanita yang Badung dan tidak peduli dengan sekitarnya hanya karena selama ini dibiarkan begitu saja oleh keluarganya tanpa dipedulikan sama sekali.
" percuma mengharapkan sesuatu yang tidak pasti, kamu tahu sendiri kan kalau aku saja kebingungan Bagaimana caranya agar Papa sama Mama lebih peduli pada anaknya daripada pekerjaan! "Diana yang terlihat biasanya sangat menyebalkan kali ini sangat berbeda di mata Deka wanita itu begitu rapuh.
" Kenapa dia terlihat berbeda sekali dengan yang selama ini aku lihat, Apa benar dia hanya ingin diperhatikan tanpa ingin ditinggalkan begitu saja? " gumam Deka dalam hati karena melihat Diana yang tidak ada wajah semangatnya.
semua orang di dalam mobil itu memilih diam dengan pemikirannya masing-masing, tidak ingin saling mengganggu ataupun menghina.
Diana yang merasa Deka diam bahwa pria itu merasa tidak nyaman dengan kehadirannya memilih untuk meminta diturunkan di pinggir jalan, karena Biar bagaimanapun wanita itu merasa tak enak hati jika dibantu secara terpaksa.
" Permisi Om, kalau bisa turunkan kami berdua saja di pinggir jalan itu!" pinta Diana dengan wajah datarnya bahkan bisa dibilang tanpa ekspresi sama sekali.
Deka menatap heran ke arah wanita yang ada di sampingnya itu karena setahunnya mereka itu satu arah dengannya, Hanya saja karena tadi permintaan Diana ingin diantar untuk membeli cemilan membuat mereka harus berputar arah ke sana kemari setelah itu baru kembali lagi.
" kamu kok minta turun di sini, hotel kan masih jauh sekali kenapa malah meminta hal yang aneh-aneh seperti begitu?" tanya Deka penasaran dengan keinginan Diana barusan.
sedangkan Diana yang mendengar pertanyaan Deka itu menjadi bingung sendiri dengan arah pemikiran pria itu, karena Bukankah pria itu bakalan senang jika dirinya merupakan pengganggu sudah sedikit menghindar dari dekatnya?
__ADS_1
" memangnya kalau saya minta turun di sini salahnya di mana, minta turunkan Saya bukan situ yang turun dari mobil kan?" tanya Diana Diana dengan wajah penasaran.
" loh kok kamu malah bicara seperti begitu Bukankah hotel yang kita tinggal jauh terus kita juga satu arah kan sama Om Deka, jadi tidak ada salahnya jika menumpang ke mobilnya Dia hitung-hitung kan belum menghemat ongkos?" tanya Arin penasaran dengan gaya pemikiran Diana yang super duper aneh itu.
" Memangnya kamu mau naik satu mobil dengan orang yang tidak tulus membantu kita seperti dia, aku itu manusia punya malu loh Lagian kalau soal ongkos mau sampai keliling dunia pun mampu?" Ketus Diana karena tidak menyukai Arin yang dari tadi seolah membela Deka.
" Iya tapi kita akan berbuat itu harus sesuai fakta ngapain juga memaksakan diri kalau apa yang ada itu sudah lebih membuat kita merasa dimudahkan, Kamu itu aneh banget tahu tidak udah dikasih tumpangan gratis kok malah ngeyel?" tanya Arin Yang Tak habis pikir dengan jalan pemikiran dari Diana itu.
" Kenapa kalian malah berdebat di dalam mobilku, seharusnya yang berkata seperti itu kan aku bukannya kalian? Bisa tidak mulut kalian itu ditutup rapat sedikit saja agar kupingku ini tidak lepas dan juga bisa kembali fokus menyetir, karena jika tidak jangan menyesal kalau kita bakalan menjadi penghuni UGD sekarang juga! "tegas Deka yang merasa Jengah dengan sikap gadis berdua yang sedang menumpang dalam mobilnya itu karena tidak ada yang namanya manis sedikit ataupun menjaga tutur kata mereka.
" maafkan kami om,, Janji deh tidak bakalan bicara banyak lagi Hingga membuat Om jadi pusing! "ujar Arin pelan sambil menyikat Diana di sampingnya agar ikutan minta maaf.
tapi yang namanya Diana tidak pernah mengambil pusing dengan sesuatu hal yang berada di sekitarnya, karena selama dirinya tidak menyinggung siapapun ataupun membuat orang lain merasa tidak betah maka untuk apa harus meminta maaf.
" Kamu kenapa sih malah diam saja Ngomong dong, kamu sariawan dadakan atau apa sih sampai bisa mingkem melulu? "tanya Arin merasa heran karena kode yang diberikan kepada Diana tak digubris sama sekali.
"aku lagi belajar caranya jadi orang diam itu seperti apa sih , soalnya sepertinya setiap kali aku ngomong bakalan ada orang yang merasa emosi! "jelas Diana yang secara tak langsung menyindir Deka yang berada di depan mereka.
sedangkan Daffa dan Alika sudah sampai di kamar hotel mereka harus saling diam-diaman karena kesalahpahaman yang terjadi di restoran tadi, jika Alika Tengah merasa kesal karena suaminya itu selalu saja ingin menguntit dirinya berbeda dengan Dafa yang merasa tak terima jika istrinya itu berpergian ke tempat umum sendirian tanpa dirinya.
"dasar tuan suami tidak pernah peka dengan kemauan istri, masa iya diminta bebas walau sejenak saja aku tidak diizinkan sama sekali?" sungut Alika menatap kesal kearah suaminya itu.
sedangkan Daffa menatap kesal kearah istrinya itu yang bukannya meminta maaf malah mempertahankan idenya yang sangat menjengkelkan, untung juga dirinya adalah tipe pria yang menyayangi istrinya sepenuh hati dan setulus ikhlas kalau tidak bisa dipastikan bakalan terjadi perang dunia ke sekian kalinya.
" kamu itu yang tidak mau mengalah dengan istri sendiri, padahal apa salahnya sih dengan permintaan aku tadi? hanya meminta istri agar tetap bersama suaminya kemanapun dan dimanapun, sebab kita ke sini kan bulan madu bukan jalannya sendiri sendirian kecuali aku masih jomblo Ya tidak masalah? "tanya Daffa Tak habis pikir dengan sikap istrinya itu.
Alika menatap Jengah kearah suaminya itu yang seolah tidak mengerti dengan kemauannya sama sekali, harus dijelaskan berapa kali agar pria itu bisa paham dengan maksud hatinya.
" aku kan hanya minta buat jalan-jalan sama mereka berdua bukan mau pergi cari suami baru, kamunya saja yang tidak pernah mengijinkan aku buat bernapas bebas Walau sedikit!" kesal Alika dengan sikap Daffa yang selalu ingin menang sendiri tanpa mau mengakui pemikiran orang lain.
" ya Sebagai seorang suami otomatis dirinya menginginkan selalu dekat dengan istrinya, Emangnya kamu pikir aku bakalan tenang di sini sedangkan kamu berkeliaran bebas di luaran sana? kamu Ingat tidak waktu kamu diculik oleh pria yang tidak jelas itu, Padahal aku baru meninggalkan kamu beberapa menit tapi sudah menghilang begitu saja? apalagi jika nanti ku aku bakalan membiarkan kamu bebas selama berjam-jam Menurut kamu aku bakalan tenang di sini, jangan menyesal kalau kamu datang Aku sudah gantung diri karena merasa Stres tanpa ada kabar berita dan jelas dari kamu!" Dafa mengatakan hal itu dengan adanya yang sedikit tinggi sebab dirinya yakin dengan cara itulah Alika bakal paham dengan apa yang ia inginkan.
__ADS_1
Alika akhirnya tersadar ternyata suaminya itu memang benar-benar tidak menginginkan dirinya kenapa-napa, betapa bodohnya dirinya karena tidak menyadari hal itu sehingga malah membuat Daffa pasti bakal merasa kecewa.
" Maafkan aku mas, karena tadi sudah membuat kamu kesal! Aku janji tidak bakalan meminta hal yang aneh-aneh dan kamu tidak menyukainya, dan juga bakalan berjanji menjadi istri yang penurut dan mengikuti apa kata suaminya!" lirih Alika sambil memeluk tubuh suaminya itu yang sedang membelakangi dirinya sambil menatap ke arah luar.
" Ya sudah makanya lain kali jangan ulangi lagi meminta minta sesuatu yang tidak sanggup aku berikan, karena kamu tahu sendiri kan aku tidak ingin kamu kenapa-napa?" jelas Daffa sambil tersenyum karena Biar bagaimanapun sebuah masalah itu Jangan dibiarkan berlarut-larut apalagi masalah itu hanya karena salah paham.
" jadi gimana Masih mau jalan-jalan atau tidak, soalnya selagi masih di negara ini aku tidak bakalan kemana-mana dan hanya berada di samping kamu?" tanya Dafa memastikan.
" Aku lagi pengen istirahat saja deh soalnya capek juga sih kesana kemari tidak jelas, lebih baik mengusahakan membuat Dafa Junior agar segala sesuatunya cepat terjadi sesuai dengan keinginan kita!" ujar Alika sambil menaik turunkan alisnya menggoda suaminya itu.
Siapa sih yang tidak suka jika dikasih makanan yang lezat, dengan segera Daffa membopong tubuh istrinya menuju ke ranjang dan menatap penuh kelaparan.
" Lain kali kalau kamu yang ngajak lebih dulu seperti begini tahu tidak aku bakal tambah semangat, terus terus ya seperti ini jangan pernah berubah!" jelas dapat sambil menaik turunkan alisnya membuat Alika menatap Jengah karena suaminya itu kalau sudah dikasih hati pasti bakalan mau minta jantung sekalian dengan tulang rusuk.
" Kamu itu kenapa sih mukanya langsung mengeksekusi biar hasilnya langsung dapet Kok malah ngomongnya ngalor ngidul kemana-mana, Nanti keburu nafsunya sudah meluap ke ubun-ubun Ilang deh keinginan untuk naninu!" ledek Alika.
" Oh tenang saja kalau untuk urusan kamu aku tidak bakalan kendor kok kemauan nya, yang ada malah tambah semangat 45 untuk langsung membuat kamu terkapar lemas tak berdaya!" sahut Daffa yang begitu semangat dan langsung membuka segala sesuatu yang menempel entah merek mahal ataupun tidak dirinya tidak peduli Yang penting sudah dibuang ke lantai pertanda bahwa permainan sudah dimulai.
sesuatu dalam hidup itu sebenarnya tidak terlalu dibikin ribet jika kita sendiri tidak membawanya ke hal yang begitu tidak kita inginkan, otomatis orang-orang di sekitar kita itu adalah penunjang dari segala sesuatu yang sedang kita pikirkan.
hidup seseorang bakalan terasa bahagia jika pikirannya pun selalu bahagia, justru seseorang tersebut bakal menyiksa dirinya jika memikirkan segala sesuatu sampai berlebihan dan tidak ada niat untuk berbagi kepada orang lain.
Percayalah sebuah masalah itu bisa menjadi ringan ketika kita mau berbagi nya bukan berarti harus membuka aib sendiri, karena Biar bagaimanapun aib itu adalah segala sesuatu yang harus disembunyikan tidak pantas untuk di umbar.
maka dari itu Pilihlah teman untuk berbagi cerita dan juga Pilihlah lah Cerita itu menjadi bagiannya tersendiri, Apa pantas untuk diceritakan kepada orang lain atau tidak dan menjadi konsumsi pribadi.
Daffa mulai menyusuri lekuk tubuh istrinya dari ujung kaki sampai ujung kepala membuat Alika menggelinjang kegelian, Siapa sih yang tidak bakalan ***** ketika titik sensitifnya diketahui jelas sekali oleh suami.
Alika bahkan sampai menarik rambut Dafa yang tengah bermain di daerah intinya, dirinya merasakan seperti ada yang hendak keluar dan itu ia sadari adalah sebuah cairan yang sangat diinginkan oleh setiap wanita.
Daffa Tentu begitu senang ketika permainannya langsung membuat sang istri melayang ke langit, dan setelah itu barulah dirinya memposisikan di tempat yang pas untuk mencoba membuat adonan Dafa Junior agar cepat berhasil.
__ADS_1