MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 144


__ADS_3

Alan langsung memilih berlindung di belakang tubuh mungil Ana,bukannya dirinya ingin menjadi pria cengeng hanya saja ini dengan calon mertua bro jadi auto kalem tanpa cacat ataupun cela.


"Yang tolongin aku dong!" pinta Alan sambil berbisik kearah Ana agar dibantu dalam menghadapi amukan Lia.


Ana mendengus kesal melihat sikap kekasihnya itu yang seolah lepas dari tanggung jawab pada seharusnya sebagai seorang pria Alan harus bisa pasang badan, untuk membela diri biar tidak kena amukan dari sang mama.


"Lho kamu kok begini sih,harusnya kan bantu biar bagaimana caranya agar masalah bisa kelar?" Tanya Ana tak terima.


Alan menatap gemas kearah Ana yang tidak mengerti dengan kondisinya sekarang, padahal dirinya kini tengah Butuh sesuatu tameng untuk membuat dirinya tidak dimarahi habis-habisan oleh Lia.


" mana bisa mau bantuin kamu orang aku membantu diriku sendiri saja tidak bisa, Ayolah tolonglah aku caranya bagaimana supaya mama kamu itu segera keluar dari kamar ini dan nafasku bisa segera bebas! Soalnya kalau dia masih di sini terus aku itu kayaknya merasa seperti kebagian oksigen sedikit sekali, tercekat begitu saja di tenggorokan dan tidak akan pernah bisa untuk dilepaskan!" bujuk Alan agar Ana paham dengan keinginannya sekarang.


Lia yang melihat pergerakan anak manusia berdua itu yang tidak ada mau berpindah sedikitpun membuat dirinya merasa Jengah, Bagaimana tidak mereka seolah menganggap dirinya hanya sebagai angin lalu yang kehadirannya tidak perlu dijadikan sebuah bahan pertimbangan sedikitpun.


" kalian berdua itu sadar tidak ada saya di sini, Kenapa berlaku seolah-olah saya ini tidak nampak sama sekali di mata kalian? Biar cantik-cantik Begini saya itu orangtuanya kalian loh nantinya kalau memang sudah berubah pikiran bakal merestui hubungan kalian itu, tapi jika kedepannya hubungan kalian berubah jadi sebuah hubungan yang Toxic maka bisa saya pastikan bakalan berakhir sebelum memulai! " ancam Lia yang sudah kesal tak bisa menahan lagi kata-katanya yang untuk dikeluarkan.


Anna mengerutkan keningnya ketika mendengar komentar yang dilontarkan oleh Mamanya itu, hubungan mana Yang Belum dimulai tapi langsung dipatahkan begitu saja? karena seingat dirinya ia dengan Alan sudah berhubungan jadi yang belum lagi itu siapa, masa iya Deka masuk dalam hitungan?


" mama dari dulu sampai sekarang itu kata-kata yang tenar yaitu biar jelek-jelek begini bukan biar cantik cantik begini, Lagian jadi orang kupercaya sendiri sekali di mana-mana itu orang yang memuji kita bukan kita yang memuji diri sendiri?" Sindir Ana tapi dia anggap angin lalu oleh Lia karena wanita paruh baya itu yakin jika putrinya itu sedang mengalihkan topik pembicaraan.


" mulut kan punya mama jadi kalau mau ngomong apapun ya sekehendak hatinya Mama dong, jadi kamu ada hak untuk mengatur ngatur apa yang boleh dan tidak mama katakan dalam hidup? sekarang jangan coba-coba mengalihkan perhatian mama dengan membahas topik yang tidak ada faedahnya sama sekali, Mama ada urusan sama kalian berdua penting tanpa bantahan ayo ikut keluar jangan coba-coba bertahan di dalam sini atau bakalan Mama hajar!" tegas Lia yang sadar jika Alan itu sepertinya berniat untuk kabur dari situ karena mungkin merasa takut padanya.


melihat Alan yang tidak ada niat sedikitpun untuk beranjak dari tempatnya membuat kedua wanita itu merasa kesal, jika Ana berpikiran bahwa Alan itu ingin sekali lari dari tanggung jawab tapi berbeda dengan Lia yang merasa kesal karena Alan tak menghargai perkataannya tadi.


" Kamu kenapa masih di situ?" tanya Anna dan Lia kompak.

__ADS_1


suara satu orang saja membuat gendang telinga hendak meledak apalagi dua orang dengan gaya cempreng nya Alan pun langsung terlonjak kaget, sumpah Dewa Neptunus suara ibu dan anak itu mengalahkan speaker aktif.


" astaga, kalian kalau mau ngomong setidaknya Kasih kode dululah jangan langsung berteriak seenak hati seperti begitu! untung juga aku adalah tipe orang yang memiliki kesehatan sangat bagus kalau tidak sudah almarhum tadi, soalnya suara kalian itu super wow banget!" perkataan Alan itu membuat Lia tambah membenci pria itu karena sudah secara tidak langsung menghina dirinya.


" kurang ajar dasar manusia tidak tahu diri sudah numpang tidur di rumah orang malah menghina tuan rumah, Memangnya kamu pikir listrik di rumah ini gratis ac-nya juga tidak pakai listrik begitu? Lain kali kalau kamu kurang ajar seperti begitu lagi saya bakalan tarik Kamu tidur di luar, enak sekali mulutmu itu kalau ngomong dasar tidak tahu malu seperti mamakmu!" Sindir Lia membuat Ana menatap heran ke arah Mamanya itu.


Bagaimana tidak setahunya dari dulu sampai sekarang mamanya Alan tidak pernah mencari masalah dengan Lia, tapi kok bisa ya kesalahan Alan disangkutpautkan dengan orang yang tinggalnya sangat jauh terbentang jarak dan waktu.


" Mama kenal sama Mamanya Alan?" tanya Ana memastikan.


" bukan kenal lagi tapi sangat tahu dia luar dalam, Ayo kamu yang jalan lebih dulu saya bakalan menyusul dari belakang jangan coba-coba kamu lari kearah lain karena jika sampai hal itu terjadi saya pastikan Hari ini adalah hari terakhir kamu sampai di rumah saya!" Lia yakin perkataannya barusan membuat nyali Alan menciut karena itu sama saja dengan dirinya menyuruh Alan tidak pernah datang lagi untuk menemui Ana.


" Yah Mama jangan gitu dong masa iya sudah berjuang Terus selama ini sudah jaga jodohku masak dikasih ke orang lain, jangan tega begitu dong jadi orang tua nanti kalau aku galau terus tidak ada obatnya Siapa coba yang mau tanggung jawab?" pinta Alan sambil memasang wajah memelas nya membuat Lia ingin sekali muntah sebab bukannya terlihat imut melainkan sangat menjengkelkan.


" sadar umur nak bukan zamannya lagi untuk memasang wajah menjengkelkan seperti begitu, terus saya juga bukan orang baik yang selalu mentoleransi kesalahan yang terjadi!" Sindir Lia membuat Alan mau tak mau harus mau untuk disidang pagi ini sungguh kesalahannya fatal yang dilakukannya semalam berujung pada mengamuk nyal Lia karena tidak terima dengan kehadirannya di kamar Ana.


Ana dari tadi hanya diam saja karena bingung juga sih harus berbicara mulai dari mana jika wajah sang Mama sedang tidak bisa diajak bersahabat, lama-lama dirinya juga bakalan kena batunya akibat kesalahan yang dilakukan oleh Alan semalam tanpa berpikir dulu.


Andra yang tengah duduk di ruang keluarga merasa heran dengan kemunculan sang istri dengan wajah yang ditekuk, dan juga Alan dan Anna yang hanya menurut saja ke bawah entah apa yang mereka cari.


" masalahnya Sudah kelar kan, Soalnya ini sudah jam berapa Papa harus berangkat ke kantor? kalau menunggu kalian harus duduk di persidangan untuk diadili maka bisa dipastikan urusan hari ini bakalan runyam, Lagian Mama juga terlalu kelebihan sekali sih jadi orang dalam menanggapi sesuatu!" Lia yang sedang kesal menatap tak percaya kearah suaminya yang seolah menyalahkan dirinya dengan apa yang terjadi sekarang ini.


" hei aki-aki butut lebih baik kamu diam agar aman, enak saja kalau ngomong Memangnya kamu mau ada penyusup yang main keluar masuk kamar anak kamu dengan sekehendak hati?" tanya Lia sambil mendengus kesal.


" Ya sudah kalau begitu kita nikahkan saja mereka, tinggal daftar ke sekretariat gereja beres Kan masalahnya?" sahut Andra santai tanpa beban.

__ADS_1


" Woy sadar kalau ngomong Emangnya kamu pikir pernikahan itu hanya tinggal daftar terus langsung eksekusi, semua butuh proses biar besok lusa tidak ada namanya penyesalan dan akhirnya cerai! Kamu tahu kan peraturan nikah Gereja, sekali seumur hidup dan tidak dapat diceraikan oleh manusia!" Ketus Lia karena suaminya itu seolah lupa atau memang pikun jadi hal yang penting tidak dapat dipikirkan nya.


Andra hanya tersenyum saja habis kayaknya dirinya jika berdebat dengan sang istri pasti bakalan kalah, selain cara Lia yang menyahut dengan begitu spontan dan tidak ada kesalahan serta nadanya yang terdengar begitu kesal membuat Andra tidak berani lagi berbicara panjang kali lebar.


" Ya sudah kalau begitu urus sudah masalah mereka Papa tidak bakalan ikut campur, hanya saja saran papan Iya kalau bisa mau marah-marah itu jangan terlalu makan waktu soalnya perut sudah tidak bisa diajak kompromi lagi!" setelah mengatakan hal itu Andra memilih pergi ke ruang kerjanya saja daripada melihat istrinya yang tingkat ke lebaynya tidak pernah berhenti.


anak menatap tak percaya kearah Papanya itu dikiranya Andra bakalan membela mereka atau tahunya malah pergi begitu saja, bisa berabe urusannya jika hanya dibiarkan mamanya saja yang menasehati mereka berdua.


" yah papa kok pergi bukannya mau di sini terus mendengarkan apa yang mama katakan jangan sampai ada yang kurang, jadi orang tuaku tega banget sih sama anak sendiri padahal anaknya cuma hanya sebiji doang!" ujar Ana tak terima dengan sikap Mamanya itu yang dinilainya terlalu berlebihan dalam mencampuri urusan mereka berdua yaitu dirinya dan Alan.


" Kenapa tanya seperti itu ke Papa kamu, Memangnya menurut kamu Mama bakalan peduli lagi ada di sini? Oh ferguso itu tidak akan pernah terjadi karena Mama ingin sekali menasehati pria yang ada di samping kamu itu, yang sudah keterlaluan main panjat jendela rumah orang tengah malam terus dengan percaya diri memarkirkan mobil di luar gerbang? nanti kalau ada satpam kompleks yang bakalan tanya memangnya siapa yang mau menjelaskan, masa iya Mama bilang mau beli itu Tuannya sedang mati berdiri jadi mobilnya dibiarkan tergeletak begitu saja?" sungut Lia kesal membuat Alan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal ternyata aksinya semalam itu terlalu banyak mengundang pro dan kontra.


" Ya habisnya mau gimana lagi orang anaknya Mama itu ngangenin banget, sampai-sampai aku bisa lupa kalau mamanya itu sangat menakutkan!" sahut Alan polos tanpa beban tapi berbeda dengan Lia yang tidak menyukai perkataan Alan yang terakhir.


" apa kamu bilang tadi, saya ini menakutkan? kalau kamu sadar saya ini menakutkan Kenapa memaksakan diri melakukan hal konyol seperti itu, situ umurnya sudah tua tapi kok kayak berpikirnya kayak bocah? model seperti kamu ini bisa tidak menjamin masa depan anak saya kedepannya, Memangnya kamu pikir dengan cinta saja bisa membuat perut kenyang?" Sindir Lia membuat Alan seketika bungkam soalnya bingung juga selalu menjawab perkataan orang yang lebih tua bawaannya pasti selalu benar.


" etdah, calon mertua kok ngomongnya tumben benar? bingung juga mau ngebantah nya di bagian mana Soalnya semuanya kena sekali, nasib nasib anaknya saja belum dinikahin eh emaknya sudah ngamuk terus! semoga saja kedepannya kalau sudah sah tidak bakalan menjadi kelinci percobaan, untuk mengetes kira-kira Berapa oktaf suara mertua?" batin Alan prustasi sampai duduknya pun sudah seperti cacing kepanasan atau orang yang kena penyakit a*b*ien.


" Kamu kenapa duduknya miring kiri miring kanan cacing lagi berontak atau apa, Katanya CEO terkenal tapi tingkahnya kok sangat memalukan?" ledek Lia membuat Ana menatap Jengah kearah Mamanya itu yang dari tadi ngegas terus.


" mama bisa tidak stop ngomong yang aneh-aneh kepala aku pusing loh mendengar kata-kata Mama yang dari tadi seperti sedang menghukum seseorang terdakwa, anak orang saja tidak ngapa-ngapain Kok Masa iya dimarahi sampai seperti kayak begini?" tanya Ana yang tak menyukai dengan sikap mamanya yang menurutnya terlalu memojokan Alan dari tadi.


" nah begitu dong sayang daritadi belain aku dikit napa, aku sampai bingung sendiri Loh aduh soalnya semalam kan aku tidak colak-colek kamu kan buktinya kamu saja masih utuh jalannya saja masih benar!" Alan tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan membuat Lia menatap tajam ke arahnya.


" oh anda salah besar Bro, Soalnya menurut kamu jika anak saya sudah kamu hancurkan tadi malam sekarang kamu masih bisa bernafas dan duduk santai di depan saya?" tanya Lia sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu calon Mama mertua yang paling baik hati dan juga tidak sombong dan rajin menabung, Maafkan calon menantu mu ini yang semalam sudah lancang datang tidur ke rumah calon istrinya! tapi saya janji besok lusa mungkin bakalan terulang lagi jadi nanti kalau bisa usahakan calon mertua menyetujui hubungan kami berdua biar cepat saya bawa ke pelaminan, karena dengan begitu otomatis emosinya Mama mertua pasti bakalan sedikit kendor tidak akan seperti ini!" Ya Tuhan gaya minta maaf ya seperti Alan ini jika jadi auto sudah bakalan auto Sleding loh kurang ajar banget bro.


" kamu gaya minta restu cara seperti begini ya elah menurut kamu anak itu batu kayu yang melahirkannya bukan saya, enak sekali datang minta restu pakai sistem pemaksaan Memangnya kamu pikir calon menantu saya di dunia ini hanya kamu saja?" tanya Lia sambil tersenyum mengejek sebab melihat gaya alam tadi dalam berbicara sungguh terlihat antara gugup dan juga ketakutan sehingga bingung harus berbicara apa.


__ADS_2