
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ****
Raka menatap nanar kearah mobil Alika yang sudah semakin menjauh,dirinya begitu frustasi
"Kamu kenapa selalu menjauh dariku,apa sudah tidak ada maaf darimu untukku?" Tanya Raka dalam hati.
Ia merutuki segala kebodohannya hanya saja apa mau dikata,jika itu semua adalah kebiasaannya yang tidak bisa di ubah lagi.
__ADS_1
Kalau saja Raka bisa terlepas dari belenggu hasrat yang besar itu,maka tidak mungkin ia menjadi orang yang di jauhi oleh orang yang sangat di cintai itu.
sedangkan sepanjang jalan Alika menggerutu kesal karena hari hari ini bertambah hancur dengan kehadiran Raka tadi, Kalau boleh memilih ingin melenyapkan pria itu dari muka bumi agar tidak ada wanita yang lainnya untuk dihancurkan masa depannya.
" semoga setelah ketemu dengan pria aneh itu, aku tidak bertemu dengan pria lainnya lagi. soalnya kalau sampai hal itu terjadi aku bingung harus meladeni nya bagaimana, masa iya harus menggerutu terus nanti bisa turun pamor dong akunya?" sungut Alika.
padahal sebenarnya Doanya itu sangat tidak dikabulkan oleh Tuhan sama sekali, bagaimana Tidak sekarang berada di lobby perusahaannya adalah seorang Daffa Adrian.
" Permisi tuan, apa sebaiknya kita kembali jam 11 nanti? soalnya Pagi ini kita ada jadwal ketemu sama Nona Luna dari Hermawan Group, dan itu sudah dibuat janji dari seminggu yang lalu." pinta Deka yang benar-benar tak ingin tuanya melakukan kesalahan sedikit pun.
" Astaga ini tuanku memang terlalu sekali, Aku ingatkan salah kalau tidak diingatkan lebih salah lagi maunya apa sih?" tanya Deka dalam hati Mana berani berbicara secara langsung bisa rusak wajahnya.
__ADS_1
" Kamu tahu tidak ini belum sampai jam 08.00 loh, masa iya sudah kamu bicarakan soal pertemuan yang akan dilaksanakan pada pukul 9? aku ini bukan tipe pria tua yang bisa melupakan hal yang tidak terlalu penting seperti itu' jadi jangan berbicara yang aneh-aneh lagi telingaku sakit mendengarnya!" sungut Dafa kesal dan hanya dibalas anggukan kepala oleh Deka.
Alika turun dari mobilnya merasa Jengah ketika melihat pemandangan yang tidak mengenakkan mata dihadapannya kini, Bagaimana tidak setelah tadi bertemu dengan Raka dirinya harus bertemu lagi dengan Daffa.
" ini tempat aku yang salah atau mereka yang cari masalah? masa iya di mana-mana harus ketemu dengan pria yang tidak tahu diri seperti mereka, malah berdirinya pas di jalan masuk lagi tidak ada kata buat belok kiri ataupun kanan?" sungut Alika dalam hati.
" Selamat pagi Nona." sapa Deka sambil menundukkan kepalanya.
" pagi juga tuan Deka, Saya permisi masuk dulu ya soalnya ada pekerjaan penting yang tidak bisa saya terlambat untuk mengatasinya!" bohong Alika yang ingin segera pergi dari situ tak mau berlama-lama menatap wajah Sombongnya Daffa.
" Halo calon istri, jangan marah-marah dong nanti kelihatannya jelek loh!" ledek Daffa membuat Alika mengeryitkan keningnya karena emosi.
__ADS_1
" Heh pria aneh, Kenapa menyebutkan kata calon istri dengan begitu kerasnya? kamu membuat saya malu, membiarkan semua orang tahu kalau saya berhubungan dengan pria yang tidak ada bagusnya sepertimu?" tanya Alika Ketus.
Daffa senyum smirk karena akhirnya ia punya cara untuk membuat Alika bungkam saat dekat dengannya, yaitu mempermalukan wanita yang selalu terlihat judes itu.