
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ****
di sebuah kamar hotel yang mewah tampak kedua manusia berbeda genre sedang tidur sambil berpelukan dengan tubuh mereka yang tidak tertutup sehelai benangpun.
Alan yang lebih dulu membuka matanya langsung tersenyum ketika melihat ketika seorang wanita cantik tertidur disampingnya, wanita yang sudah mengobrak-abrik harga dirinya dan juga perasaannya beberapa hari ini.
diusapnya pipi mulus tanpa cela dengan mata yang masih betah untuk terpejam maklumlah pergulatan mereka Baru berhenti ketika menjelang subuh, Entah sudah berapa kali keduanya meraih pelepasan yang pasti intinya hanya dengan melakukan foreplay tanpa menuju ke permainan yang sesungguhnya.
Alan mengecup kening itu berulang-ulang kali tanpa henti karena baginya bersama dengan wanita yang selalu bersamanya waktu masih SMP itu, rasanya sangat berbeda ketika dirinya kehilangan Alika.
akhirnya tersadar jika selama ini dirinya Mengejar Cinta Yang Salah padahal cintanya yang sesungguhnya sudah ada di depan mata, tapi dirinya malah menyakitinya dengan harus mendengarkan curhatan tentang orang lain.
" Maafkan Aku, jika kemarin-kemarin telah melakukan kebodohan maka sekarang ini aku bakal menjadi orang yang paling pintar di jagat raya. Kamu tidak usah khawatir soal perasaan aku padamu, yang ternyata Setelah aku pikir dan aku sadari aku sangat tak bisa kehilanganmu!" gumam Alan pelan berharap Ana tak mendengarnya sama sekali.
Alan pun kembali memeluk tubuh Ana erat untuk kembali tertidur karena dirinya juga sangat kelelahan, maklumlah hal yang pertama keduanya lakukan itu jadi menguras tenaga karena harus berpikir keras Bagaimana caranya agar sama-sama terpuaskan.
" Louis kamu bisa tidak jangan ngomong aku terlalu erat Aku bisa Gak bisa nafas, Kamu sengaja melakukan hal itu agar Membunuhku?" gumam Ana pelan yang masih bisa didengar oleh Alan membuat pria itu langsung menatap tajam ke arahnya padahal dirinya tadi Berencana untuk ikut juga tertidur.
" Louis? Oh my God kamu bangun cepat Jelaskan Siapa dia! kok berani-beraninya kamu menyebut pria lain saat berada di dekatku, Memangnya kamu pikir aku ini siapa cepat bangun aku ingin mendengar semuanya?" ujar Alan sambil mengguncang kuat tubuh Ana agar segera terbangun karena apa yang ia dengar itu harus segera diselesaikan tidak ingin dibiarkan berlarut-larut karena rasa penasaran itu lebih menyakitkan daripada kebohongan.
__ADS_1
Ana Tersenyum Dalam hati karena berhasil membuat Alan kesal, Memangnya hanya pria itu saja yang bisa membuat dirinya selama ini patah hati dirinya juga bisa kali?
" mampus lo, Siapa suruh selama ini menyebut nama wanita lain dihadapanku. ya sekarang aku pura-pura tidur terus berbohong menyebut nama pria lain! Lagian siapa juga yang kenal yang namanya Louis, orang itu hanya di dalam imajinasinya aku saja?" batin Ana tertawa.
" Ana kamu bangun sekarang atau aku bakalan memperkosa kamu sekarang juga, kok bisa-bisanya menyebut pria lain dihadapanku bilangnya aku kurang keren atau gimana sih?" sungut Alan lalu segera menggendong tubuh Ana agar ikut dengan dirinya masuk ke dalam bak mandi Bukankah pembahasan masalah ketika sedang mandi itu lebih mantap.
"Eh turunkan aku sekarang,kamu mau apa padaku?Awas saja kamu kakau melakukan yang tidak tidak padaku,aku bakal potong Anu mu buat di kasih makan ikan Hiu yang kelaparan!"Teriak Ana yang tetap memeluk erat leher Alan karena takut dirinya bakal terjatuh.
"Diam kamu jangan banyak bicara,karena setelah ini kita harus membahas sesuatu yang sangat penting dan kamu jangan coba coba untuk mengelaknya!" Ujar Alan dengan rahang yang mengeras.
"Bahas apa lagi sih,memangnya aku ngomong apa tadi? "Tanya Ana yang pura pura tidak tahu menahu.
"Diam kamu,berani sekali kamu berbohong padaku dengan mengatakan hal yang tidak tidak!" Sarkas Alan kasar membuat nyali Ana sedikit menciut.
Alan secara perlahan menduduki tubuh polos Ana di dalam Bathup,lalu setelah itu mengisi dengan air hangat karena ia juga kasihan melihat tubuh Ana yang sudah seperti drakula akibat dari hasil gambar abstrak yang ia ciptakan sendiri.
Ana hanya menundukan kepalanya ketika melihat Alan yang tanpa malu berjalan kesana kemari dengan tubuh polos,dan terong belanda andalannya yang melambai lambat kesana kemari mengikuti langkah kaki pemiliknya.
"Astaga itu terong semalam sebesar itu kok bisa masuk dalam mulutku,wah kayanya semua rahangku sudah bergeser dari tempatnya!" Batin Ana dengan wajah yang memerah karena malu.
"Ishh Ana kamu kenapa sih kok bisa berpikiran mesum seperti itu,stop melihat hal yang tidak pantas kamu lihat !" Batin Ana sambil menggelengkan kepalanya dan itu semua di lihat oleh Alan yang sudah ikut bergabung dengannya di dalam bak mandi itu.
"Kenapa geleng geleng seperti itu,jangan bilang kamu sedang memikirkan si LOUISSIANA sialan itu?" Tanya Alan kesal membuat Ana ingin sekali tertawa.
__ADS_1
"Kalau memang Iya,kenapa kamu yang sewot kan yang memikirkan dia itu aku bukan nya kamu ?" Tanya Ana dengan tersenyum mengejek.
"Hei kamu dilarang memikirkan Pria lain saat bersamaku,kamu pikir aku ikhlas kalau sampai hal itu terjadi?" Sungut Alan.
"Lho kenapa jadi kamu yang atur atur hidupku,memangnya kamu siapa berani melakukan hal itu padaku ?" Tanya Ana sinis.
"Haishh bisakah kamu menurut apa kataku kali ini saja,aku cemburu!" Tegas Alan sambil mengacak rambutnya frustasi.
"kenapa kamu cemburu,nanti Si LOUIS ku mau dibawa kemana?" Ujar Ana yang menahan tawanya ketika melihat wajah Alan yang cemberut itu.
"Cepat katakan di mana si Lisa itu,aku bakal menghabisi dia sekarang ?" Sungut Alan yang benar benar di buat hilang kesabaran oleh Ana.
"Kalau aku malas bilang,memang nya kamu mau apa?" Tantang Ana.
"Aku bakal memperkosamu setelah itu bakal membuat kamu hamil dan mengumumkan pada dunia kalau Ana itu miliknya Alan!" Sahut Alan dengan tersenyum Smirk.
Ana tertawa dalam hati melihat Alan yang seperti orang kesurupan itu,padahal dari tadi ia hanya mengerjai Pria itu.
"Oh Maaf Ferguso,karena aku itu miliknya LOUIS SEORANG,jadi tidak ada satu pun yang berhak mengambil posisi itu darinya!" Ujar Ana serius.
"Baiklah kamu bakal bisa ngomong lagi tidak setelah ku hajar kamu pake terong Belandaku,dan aku bakal pastian si Lisa itu mundur dengan teratur !" Sinis Alan yang tanpa banyak bicara sudah mengangkat tubuh mungil Ana di antara kedua pahanya.
Wiuhhh,ada yang tegang tapi bukan tongkat ada yang berdiri tapi bukan prajurit???
__ADS_1