
Alika masih menatap heran kearah suaminya itu, yang terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu dan dirinya sangat tidak menyukai hal itu.
" Mas, kamu mau jujur atau aku yang bakal cari tahu sendiri? karena dari tadi itu tingkah kamu sangat mencurigakan seperti ada sesuatu hal yang sedang kamu sembunyikan, dan aku tidak ingin jika itu adalah hal penting dan mendengarnya dari orang lain!" tegas Alika yang terlihat nadanya sedang tidak bercanda karena jika tidak berbuat seperti itu maka bisa dipastikan Dafa bakal bungkam terus.
" Astaga sayang, Kamu kenapa sih curiga sama aku terus tidak ada apa-apa aku hanya dari tadi sedang memikirkan sesuatu hanya bingung memikirkan apa? Jadi kamu Jangan berpikiran yang tidak-tidak ya Percaya deh hati sama pikiran aku itu hanya untuk kamu, tidak akan pernah tergantikan dengan orang lain meskipun terbuat dari emas permata sekalipun!" Alika bukannya merona mendengar perkataan suaminya yang ada dirinya Tambah kesal.
" Menurut kamu aku bakalan tertipu, cepat kamu jujur ke atau aku bakalan marah ke kamu? punya suami 1 saja tapi kok bisa ada niat untuk jadi pembohong, jangan sampai ya yang terjadi ke kamu? Aku bakal diam saja sorry aku bakalan marah besar ke kamu, karena tidak mengatakan apapun yang sedang mengganggu pikiran kamu sekarang!"Sungut Alika.
Daffa bingung harus berkata apa karena Alika dari tadi mencurigai Dirinya seperti melakukan sebuah kesalahan besar, padahal dirinya sedang mencoba menyelesaikan sebuah masalah yang tidak ingin istrinya kenapa-napa.
" masalahnya tidak terlalu serius kenapa sampai kamu berkata seperti itu, menurut kamu pernakah aku tega membohongi kamu? ini itu real masalah pekerjaan tidak ada sangkut-pautnya dan melakukan sebuah kejahatan, jadi Jangan berpikiran yang tidak-tidak nanti membuat kamu semakin mencurigaiku tidak ada sebabnya!" Sahut Daffa sambil tersenyum.
Akan tetapi bukan namanya Alika jika bakal percaya begitu saja,sebab Daffa meskipun wajahnya Arogan tetapi sangat tidak pandai berbohong.
"Kamu bohong!" tegas Alika dengan tatapan menyelidik.
"Astaga Sayang sejak kapan sih aku bohong ke kamu,lain kali kalau mau bicara itu jangan sembarangan dong! Aku ini merupakan pria yang paling jujur dan tidak suka macam-macam, Jadi kamu jangan mencurigai yang tidak-tidak sebab dari lubuk hatiku yang paling dalam tidak ada niat sedikitpun untuk mempermainkan kamu. " perkataan Dafa yang sok puitis itu membuat Alika menatap Jengah kearahnya sebab salah terdengar begitu berlebihan.
" kalau begitu sekarang katakan Deka kamu suruh ke mana, jangan bilang kamu menyuruhnya melakukan hal yang tidak-tidak? ingat ya ini negara orang kita jangan seenaknya melakukan sesuatu merasa seperti di rumah sendiri, nanti kita bakal menyalahi aturan dan bakal dihukum dan membuat kita yang susah sendiri? "tanya Alika memastikan karena dari tadi dirinya tidak melihat Deka di sudut manapun.
Daffa menghembuskan nafasnya kasar karena istrinya itu memang sangat sulit untuk bisa dibohongin, atau mungkin dirinya yang tidak bisa berbohong sehingga raut wajah pun terlihat sangat kentara.
" Deka aku lagi suruh buat bertemu dengan salah satu pemimpin dari perusahaan besar yang ada di sini, agar mau bekerja sama dengan kita biar besok lusa kita bakal sering-sering datang ke sini karena ada pekerjaan dan juga bisa sekalian liburan." bohong Dafa lagi karena memang dirinya tidak ingin jujur Jika menyangkut Raka sebab pria mana yang tidak bakalan cemburu ketika membahas mantan pacar istrinya.
" Ya sudah kalau begitu, Lagian Untuk apa kamu suruh Deka capek-capek melakukan hal itu karena sama saja kita liburan di sudut dunia manapun kalau belum dikasih kepercayaan tetap bakalan nihil hasilnya!" lirih Alika yang ternyata sudah mulai putus asa karena sudah beberapa bulan keduanya menikah belum ada tanda-tanda menuju sesuatu yang sangat menggembirakan.
wanita itu memilih tidak melanjutkan kecurigaannya dan naik ke atas ranjang untuk istirahat, pikirannya sangat tidak bisa diajak kompromi jika sudah membahas soal liburan karena pasti mengarah ke keturunan.
__ADS_1
Daffa menatap sendu kearah istrinya itu yang terlihat begitu tertekan karena sampai sekarang belum dipercayakan Tuhan untuk mendapatkan kabar yang baik, padahal dirinya merasa biasa saja tidak terlalu tertekan karena mereka berdua juga baru menikah dan Mungkin Tuhan masih ingin melihat mereka menikmati masa perkenalan mereka yang dahulu terlalu singkat.
" kamu baik-baik saja kan, bisa tidak jangan terlalu memikirkan sesuatu karena aku tidak ingin nanti kamu sakit? Coba saja kamu bayangkan sayang jika kita belum dikasih kepercayaan seperti ini, itu artinya kita masih bisa bebas menikmati berbagai macam gaya yang kita inginkan tanpa terganggu dengan apapun! " Dafa sengaja mengalihkan percakapan agar Alika tidak terlalu memikirkan hal-hal yang belum ada kepastian seperti begitu.
mendelik kesal ketika melihat suaminya itu selalu saja berbicara menjerumuskan arah yang negatif, padahal dirinya Sedang pusing memikirkan sesuatu tapi yang ada Dafa malah berbicara hal yang menyangkut wkwk.
" Kamu itu kenapa sih hobi sekali mengalihkan pembicaraan kalau pembahasannya yang ada sopan-sopan nya sih Oke tapi selalu saja seperti begitu, Memangnya kamu pikir aku menikah sama kamu itu hanya ingin mencoba berbagai macam fantasi yang ada dalam otak kamu itu? "sungut Alika membuat Dafa tertawa karena akhirnya sang istri kembali merasa kesal dan itu ia tak mempermasalahkannya.
" sayang, Sepertinya kita harus mencoba gaya kupu-kupu terbang karena aku yakin itu pasti bakal lebih panas dan menggigit?" Daffa mengatakan hal itu sambil menahan tawanya ketika melihat Alika menatapnya dengan begitu kesalnya.
" suka-suka kamu lah mau kaya apa aku tidak bakal ikutan soalnya setiap mengikuti kemauan kamu pasti berakhir Pinggangku Mau patah, kamu itu suamiku atau kau apa sih sampai-sampai lebih memikirkan enaknya saja susahnya tidak mau dipikirkan?" tanya Alika kesal.
" Oh jelas aku itu suami kamu Masa Iya suaminya Miranda, Jadi kalau aku mau berfantasi otomatis korbannya ya kamu tidak mungkin juga kan jamileh?" Dafa kembali menggoda istrinya itu.
" apa kamu bilang tadi Miranda sama jamileh, Wah ternyata kamu mau cari perkara denganku ya sini bawa otongmu biar ku amputasi agar puasa sekalian seumur hidup dan tidak berpikiran yang aneh-aneh lagi?" Ketus Alika membuat Dafa tak bisa menahan tawanya hingga ikut bergabung dengan sang istri atas ranjang dan memeluk erat tubuh wanita itu bahkan menghimpitnya hingga Alika kekurangan pasokan oksigen.
apa yang dialami oleh pasangan suami-istri itu tidak dialami oleh Deka malah berbanding terbalik 180°, sebab pria itu Tengah dipusingkan oleh tingkah Raka yang daritadi nyerocos tidak jelas bahkan tidak ada berhentinya.
" kamu itu turunkan aku sekarang atau bakal kuhajar kamu karena sudah melakukan hal yang tidak-tidak padaku, ingat ya kita itu dari dulu beda server dan beda status jadi jangan mencoba untuk memaksakan agar kamu sama denganku! "sinis Raka membuat Deka mendengus kesal.
" asal anda tahu biarpun saya ini hanya pesuruh tapi tidak pernah meminta makan pada anda, jadi kalau mau berbicara sesuatu tolong dipikirkan dulu karena saya bukan seseorang yang hanya bisa mendengar tapi tidak bisa membalas! untung juga saya masih bersabar dengan membalas hanya menggunakan kata-kata Coba kalau saya sudah menggunakan kaki tangan saya, bisa dipastikan hari ini anda bakalan menginap di UGD tanpa bisa mengenal sekitar dengan jelas!" Deka benar-benar dibuat kesal dengan sikap Raka yang terlalu percaya diri dan mengandalkan uang diatas segala-galanya.
" Oh jelas saya harus mengatakan hal itu biar Anda sedikit sadar posisi, menurut kamu apa pantas bawahan seperti kamu duduk bersama dengan seorang pemimpin seperti saya? " tanya Raka sinis tapi yang namanya Deka tidak mudah tersulut emosinya karena biar bagaimanapun misi yang diberikan oleh Daffa lebih penting daripada harga dirinya.
" sabar sabar lebih baik kau eksekusi dia saja sudah, daripada yang ada kamu tambah dosa karena sudah merancang sesuatu yang dilarang oleh agama. " batin Deka yang berusaha menjadi orang yang lebih sabar malam ini padahal sebenarnya selama ini tidak pernah kirim melakukan hal itu.
pandangan Raka tertuju kepada tempat yang terdapat banyak wanita cantik di depannya, dirinya pun tergoda untuk singgah ke situ tanpa mempedulikan keberadaan Deka sama sekali.
__ADS_1
" hentikan mobil ini tepat di depan wanita cantik itu, dan setelah itu kamu pulang sana jangan coba-coba mengikutiku. Karena manusia susah seperti kamu itu tidak pantas berada di sini yang merupakan kawasan orang berduit, yang ada hanya membuat udara di sini tambah tercemar dengan nafas orang-orang bau air comberan!" sinis Raka bukannya membuat Deka marah Malah ingin tertawa.
" bisa tolong berkaca dengan penampilan anda sekarang, menurut anda diantara kita berdua penampilannya seperti orang susah itu siapa? jadi saya sarankan dan jangan berbuat salah sedang memiliki banyak uang sekarang Sedangkan dompet dan ponsel saja anda tidak punya, apalagi mau bayar kepada para wanita pencari uang seperti begitu?" Deka mengatakan hal itu sambil menggelengkan kepala membuat Raka mendengus kesal.
" kurang ajar ini semua kan gara-gara kamu, Coba kalau kamu tidak melakukan hal yang aneh-aneh seperti tadi pasti bisa dipastikan aku sudah berada di dalam ruangan itu sambil tersenyum." Ketus Raka karena dirinya hari ini tidak bisa bersenang-senang.
" anda tenang saja sebenarnya itu adalah jalan menuju kepada kebaikan, karena secara tidak langsung Anda sudah dilarang untuk masuk ke tempat-tempat asusila seperti begitu!" bukannya prihatin terhadap keadaan Raka yang ada Deka malah membuat pria itu tambah membencinya sebab sudah mengganggu kesenangan yang biasa ia raih.
Raka merasa frustasi berat karena fantasinya untuk bermain dengan para wanita bermata sipit pupus sudah, Ya jelas harus Pupus karena Siapa juga yang mau dipermainkan oleh pria kere yang ada sudah dikasih service paling terbaik eh pulangnya hanya bilang terima kasih doang. Memangnya bedak sama lipstik bisa dibeli hanya menggunakan kata terima kasih saja, Oh jelas tidak ferguso karena itu semua harus dibeli pakai money alias uang.
" aku pinjam uang kamu deh kalau begitu, soalnya tanggung itu lihat semuanya pada pakaian seksi masa kesempatan emas menuju berlian seperti begini kok harus disia-siakan?" tanya Raka memasang wajah memelas nya membuat Deka ingin sekali menghajar pria itu karena ternyata tidak bisa jauh-jauh dari ************.
" loh katanya kamu itu Bos Besar Masak harus meminjam uang dariku hanya untuk membayar seorang wanita, Bukankah seorang bos besar itu koneksinya dimana-mana kenapa malah mendadak berubah jadi gembel seperti begitu?" tanya Deka sambil tersenyum mengejek membuat Raka mendengus kesal.
" kamu kalau tidak ada niat untuk membantu Ya sudah jangan berbicara seperti begitu, Bilang saja kalau kamu itu juga kiri sehingga tidak bisa membantuku! Aku juga lupa kalau kamu itu kan gembel juga. menyesal tadi aku capek berbicara akan tetapi akhirnya zonk, sudah sekarang kamu jangan percaya diri mengatakan hal yang tidak-tidak kepadaku karena sepertinya kamu itu makhluk yang paling tersusah di muka bumi ini!" Sindir Raka membuat Deka hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sepertinya pria disampingnya sedang sensitif sebab hasratnya tidak dapat tersalurkan.
" Kenapa tidak kamu pergi temui para wanita itu terus ngomong ke mereka bisa tidak kasbon, nanti kamu sudah ada uang baru bayar. kalau bisa kan syukur-syukur Tapi kalau tidak ya siap-siap saja pulang dengan membawa malu yang berjuta ton, Lagian kalau aku jadi kamu sesuaikan saja dengan keadaan tangan juga bisa kok digunakan soalnya sabun cair kan lagi banyak!" ternyata luka daritadi sangat semangat untuk mengerjai Raka untuk membalaskan dendam.
" menyesal aku tadi minta tolong kepada pria miskin, yang ada bukan duitnya yang aku dapatkan malah kata-kata hinaan dari tadi ia lontarkan!" batin Raka sambil menatap sinis diam-diam ke arah Deka yang dari tadi sibuk menyetir tapi pertanyaannya mau ke arah mana sebab itu merupakan tempat yang asing sama sekali oleh Raka.
" kamu mau membawaku kemana, jangan macam-macam ya kamu?" tanya Raka Waspada.
Deka tersenyum smirk karena akhirnya pria itu sudah mulai merasakan bahaya yang akan menghampirinya, dan itu semua sudah terlambat karena Deka tidak bakal melepaskan pria itu sedikitpun.
" menurut kamu kita mau ke mana, kalau kamu jawab benar kita bakal kembali ke hotel tapi kalau kamu salah menjawab Ya kita bakal lanjut terus?" tanya Deka membuat Raka bingung.
" Kenapa harus aku yang menjawab Bukankah kamu yang lebih tahu ke arah mana kita mau pergi, Ayolah aku mau pulang sudah bosan memakai pakaian orang miskin seperti begini!" ujar Raka yang terlihat sudah mulai gelisah.
__ADS_1
" ya memang sih pakaian yang kamu kenakan itu untuk orang miskin tapi asal kamu tahu sesuatu Jangan dilihat dari harganya, akan tetapi lihatlah dari kegunaannya saat dibutuhkan dalam keadaan darurat seperti kamu!" sahut Deka.