
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Jika semua wanita penghibur pergi karena diusir,berbeda dengan Raka yang bagaikan orang gila.Ia gila karena membuat wanita yang sangat dicintainya pergi,ia gila karena sudah tahu salah tapi kebiasaan buruk itu tak bisa dirubahnya.
Menyesal,mungkinkah sekarang saat yang tepat?Tentu tidak karena nasi yang sudah jadi bubur,tidak akan pernah bisa menjadi nasi kembali.
"Al,maafin Mas Sayang tapi tolong jangan tinggalin Mas," lirih Raka ditempat duduk yang biasa diduduki oleh Alika.
Pria itu bahkan belum mengenakan pakaiannya,ia tak peduli dengan sekitarnya.
Alika yang sudah selesai membahas proyek antara dirinya dan Dafa,memilih untuk makan siang dikantin tempat itu.Bukankah melakukan pekerjaan itu butuh tenaga,dan tak bisa ditunda lagi.
__ADS_1
"Sanca hoii kamu mau kemana?" Tanya Dafa bingung karena Alika bukannya keluar malah pergi kearah kantin.
"Mau makan,kamu ngapain kepoin aku?Pergi sana sebelum kamu kena belitan Sanca yang ganaz," Ketus Alika yang tak suka dengan keberadaan Dafa.
"Kamu itu sadar tidak Nona,kalau ini kantor saya bukan milik kamu," ujar Dafa dingin.
"Heh,jangan songong kau Python!" umpat Alika kesal tapi tetap saja langsung masuk kedalam kantin dan duduk dengan santai tanpa ada rasa beban sama sekali.
Ia bahkan tak peduli dengan kehadiran Dafa yang sedang memasang tatapan membunuh kearahnya.
Semua karyawan menatap aneh kearah Tuan muda mereka itu,karena sejak tempat itu didirikan ia tak pernah sekalipun menginjakan kaki disitu.
"Wow,apa salju ada turun di indonesia atau bagaimana ya sampe Tuan Dafa datang ketempat ini," Bisik Salah satu karyawan disitu.
"Kalian keluar dari sini atau saya hancurkan wajah kalian semuanya," Bentak Dafa tiba tiba karena tak suka dengan sikap para karyawan nya.
Dengan setengah berlari semua orang keluar dari situ dan hanya tersisa Alika dan Dafa saja.
"Kamu itu kenapa sih,jadi orang marah marah terus.Apa memang mulut kamu itu hanya untuk dipake buat ngamuk keorang atau bagaimana sih?" Tanya Alika sinis.
Dafa tak peduli omelan Alika,yang ada ia menarik makanan yang berada dihadapan Alika dan memakannya.
__ADS_1
"Heii itu punyaku,kembalikan tidak." Teriak Alika kesal.
"Sana pesan punyamu lagi ini sudah menjadi milikku." Sahut Dafa santai tak peduli dengan kekesalan Alika.
"Kamu itu kenapa sih selalu bikin kesal,padahal sama yang lain sombongnya minta ampun," gerutu Alika.
Namun sayang semua perkataannya sama sekali tak dihiraukan oleh Dafa,karena pria tampan itu malah sibuk makan dengan damai.
"Lebih baik aku pergi saja daripada disini bisa mati muda," batin Alika lalu pergi dari situ.
"Hei kamu mau kemana?" Tanya Dafa.
"Suka suka aku lah mau kemana,kenapa jadi kamu yang repot?" sinis Alika lalu pergi dari situ.
Dafa yang tadinya sedang duduk manis,langsung menghentikan makanan nya.
Percuma saja jika dilanjutkan,karena toh makanan yang enak itu sudah tidak berasa lagi.
Ia bahkan berlari mengejar Alika bagaikan orang yang lagi kasmaran,terus berantem pasangannya minggat pergi.Maka dari itu kejar broo.
"Sial kenapa tuh cewek bikin aku jadi lemot ya,ah lebih baik kembali keruanganku dari pada bikin malu," gumam Dafa tapi bukannya keruangan nya eh malah kakinya menuntun kearah Lobby.
__ADS_1
Ini yang namanya otak sama kaki tidak kerja sama